Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
176. Murloc


__ADS_3

Bayangan hitam di lautan bergerak sangat cepat yang menarik perhatian Shiro. Ia pun langsung mengejar bayangan hitam yang mirip ikan itu. Ia mengejar dengan menggunakan Frost Wing.


Kecepatan keduanya sangat cepat, tapi meskipun begitu, Shiro yang terbang diudara lebih cepat daripada bayangan hitam yang berenang di dalam air.


SPLASH~ Ketika Shiro berada tepat diatas bayangan hitam itu, beberapa peluru air terbang mengarah kepada dirinya.


Shiro dengan mudah menghindari peluru air itu. Melihat ini Shiro menjadi agak tertarik. Ada kemungkinan bayangan hitam di dalam air yang menyerangnya adalah monster utama di Gate ini. Ia lalu bergegas menuju permukaan Laut dan hendak menangkap makhluk itu.


Bayangan hitam di dalam laut melihat serangannya gagal dan musuh mencoba mendekat, ia memutuskan untuk menyelam kembali ke dalam laut.


"Tak kan ku biarkan kau kabur!"


Shiro mengeluarkan Ice Javelin dan melemparkannya ringan ke angkasa.


Cteek~ Shiro menjentikkan jarinya mengeluarkan skill Switch. Target pertukaran posisi adalah bayangan hitam yang ada di laut dan Ice Javelin yang terlempar ringan di angkasa.


Keduanya langsung bertukar posisi setelah Shiro menjentikkan jarinya.


Monstee yang hendak menyelam ke dalam laut, terkejut ketika melihat dirinya berada di udara, terbang dengan posisi berenang.


Ia bingung, bukankah dirinya sedang berenang di laut? Kenapa sekarang ada di udara? Ia pun terjun bebas dan melihat lautan di bawahnya.


Monster itu bersiap untuk kembali berenang di lautan, namun Shiro menghadangnya. Salah satu kakinya dilempar oleh Shiro dan ia kembali terbang ke angkasa.


Ya, Shiro tidak membiarkan monster itu kembali ke lautan. Ia tertarik dengan monster itu, monster itu adalah salah satu dari makhluk humanoid yang hidup di lautan.


Dengan postur manusia dan tubuh yang mirip ikan, Monster itu adalah seekor Murloc.


Murloc adalah salah satu dari 3 monster humanoid yang terkenal hidup di lautan. Murloc, Duyung, dan siren.


Jika duyung dan siren adalah manusia dengan ekor ikan. Maka Murloc adalah ikan dengan postur dan bentuk tubuh yang mirip manusia, tentu dengan karakteristik ikan seperti selaput jari, taring, insang, dan warna kulit yang berbeda dengan manusia dan memiliki lendir yang menyelimuti kulitnya.


Masalah sifat, Murloc lebih mirip ke manusia, mereka ada yang memiliki sifat yang baik dan kejam. Berbeda dengan Duyung atau Mermaid yang hampir seluruhnya memiliki sifat yang baik dan lemah lembut. Ataupun Siren yang terbilang jahat dan kejam.

__ADS_1


Melihat Murloc yang sekarang terbang bebas di angkasa, Shiro menjadi senang. Ia yakin kalau Monster utama di Gate ini adalah monster tersebut. Selain itu, karena monster Gate ini adalah Monster Humanoid, itu berarti ada Orb yang bisa dijadikan piala kemenangan.


Memikirkan ini, Shiro menjadi sangat bersemangat. Ia pun kembali mendekati Murloc yang terlontar di udara dan hendak menangkapnya untuk diinterogasi.


Murloc itu melihat Shiro yang mendekatinya, ia mulai panik. Serangannya tidak akan berpengaruh pada Shiro, lagipula tidak ada air ataupun ikan di sekitarnya.


Serangannya selain mengandalkan air untuk menyerang, ia juga bisa meminta bantuan para ikan untuk membantunya dalam melakukan serangan.


Semua kekuatannya tergantung pada air, tanpa air, ia tidak bisa berbuat apa-apa.


BAM~ Walaupun Murloc berusaha menangkis serangan Shiro, namun ia tetap tidak bisa mengurangi dampak dari pukulan Shiro.


Murloc itu muntah darah akibat pukulan Shiro. Rasa sakit yang teramat sangat terasa di tangan yang bersilangan di dadanya saat menangkis pukulan Shiro.


Tangannya patah akibat pukulan Shiro. Bahkan dadanya terasa sesak bagaikan di pukul palu godam dengan sangat kuat.


Ia hanya bisa melihat Shiro yang tidak berniat berhenti, Shiro tetap mendekatinya yang terlempar di udara dan siap mengambil ancang-ancang untuk kembali menyerang.


"Berhen..."


Shiro berniat melancarkan serangan kembali, namun ketika melihat Murloc itu sudah kehilangan kesadaran, ia pun berhenti menyerang.


Ia menangkap tubuh Murloc yang berwarna Hitam bagian punggung dan putih bagian perut, dengan taring-taring kecil dan tajam, Murloc itu sangat mirip seperti Paus Orca.


Shiro juga melihat mata Murloc itu yang berwarna merah. Awalnya ia kita Murloc itu adalah salah satu Iblis yang menyusup ke dalam Ras Murloc. Namun Shiro tidak menemukan Aura-aura Jahat Ras Iblis di dalam tubuh Murloc itu.


Jadi Shiro hanya bisa beranggapan kalau mata merah dari Murloc Orca hanya merupakan karakteristik dari Murloc Orca, bukan Iblis.


Murloc yang pingsan itu kemudian di bopong oleh Shiro di udara. Ia mencoba terbang rendah diatas permukaan Laut untuk mencari Murloc lainnya. Kali aja ia bisa menemukan Murloc lainnya di dekat sini.


Namun sayangnya, 30 menit berlalu, Shiro tidak menemukan jejak Murloc lainnya. Ia hanya bisa kembali hanya dengan membawa tubuh Murloc Orca yang masih pingsan.


Shiro berniat kembali ke luar dari Gate untuk meminta bantuan Unseen dalam melakukan insterogasi.

__ADS_1


Unseen tidak Shiro ajak untuk memasuki Gate. Tanpa bayangan di dalam air, Shiro tidak yakin untuk membawanya.


Untung saja keputusannya benar. Memasuki Gate, yang bisa Shiro lihat hanyalah lautan, tanpa ada satupun bayangan yang bisa Unseen jadikan tempat untuk bersembunyi, selain bayangan Shiro.


Jadi Shiro berniat keluar dari Gate dengan membawa tubuh Murloc Orca yang sedang pingsan.


"SIAL... LEPASKAN AKU!"


Ketika Murloc Orca sedang dibawa oleh Shiro dipunggungnya, Murloc Orca itu terbangun dengan keadaan yang masih setengah pusing. Ia lalu meminta Shiro untuk melepaskannya.


Tentu saja Shiro tidak akan menurutinya. Mana mungkin Ia melepaskan buruan yang ia dapatkan dengan susah payah. Hanya orang bodoh dan terlalu naif yang melakukan hal itu.


"Diam! Tidur aja lagi sana!"


Shiro kemudian menjitak kepala Murloc Orca itu dengan sangat kuat, membuat Murloc Orca diam dan ia kembali pingsan.


Shiro agak lama mencari lokasi Riak Gate, lokasi yang hampir mirip semuanya, membuat Shiro harus berkeliling sampai akhirnya ia menemukan Riak Gate tempatnya masuk ke dalam Gate.


Tak lupa Shiro mengambil napas ketika memasuki Riak Gate itu. Ia tidak lupa kalau ia masuk ke dalam Gate dari dalam danau.


Shiro membawa tubuh Murloc Orca yang pingsan itu ke permukaan. Ia pun disambut oleh Unseen yang sedang berpatroli di sekitar danau.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Unseen yang datang menghampiri Shiro.


Kemudian ia melihat makhluk humanoid yang dibawa Shiro: "Oh.. Murloc!"


Unseen mengenali monster humanoid yang dibawa Shiro. Semangatnya ketika melihat Shiro kembali, mulai memudar.


Ia awalnya berharap Shiro akan kembali untuk membawanya bertarung di dalam Gate. Tapi melihat tubuh Murloc, harapannya pupus.


Murloc bertarung di dalam Air, tentu saja itu berarti lingkungan para Murloc itu berada di dalam air. Ia tidak bisa bertarung di dalam Air, sehingga ia pasti tidak akan diajak Shiro.


Tebakannya benar, Shiro memang tidak akan mengajak dirinya.

__ADS_1


"Unseen, lakukan interogasi!" perintah Shiro.


"Siap, laksanakan!"


__ADS_2