
Shiro kembali ke Kota W dan berniat menggunakan susunan teleportasi untuk berpindah ke Kota Lainnya.
Ia tidak berniat tinggal lama di Kota W, Kota ini bukanlah Kota yang cocok sebagai tempat untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Tentu saja Shiro juga tidak lupa masalah Manusia yang keluar dari Gate, ia berniat bertanya masalah hal ini kepada Ketua Asosiasi. Tapi tidak sekarang, mungkin nanti. Ia perlu istirahat sejenak, menenangkan pikiran sebelum memikirkan masalah hal ini.
Shiro mendatangi penjaga pintu masuk Kota W. Ia menunjukkan identitas khusus Asosiasi Pahlawan dan berkata: "Aku ingin meminjam susunan teleportasi untuk pergi ke Kota S."
Penjaga gerbang memeriksa identitas Shiro kemudian mengangguk, ia memberi isyarat kepada Shiro untuk mengikutinya.
Sesampainya di lokasi susunan teleportasi, Shiro melakukan pembayaran lalu pergi dari Kota W menuju Kota S.
Shiro berdiri di atas susunan teleportasi, lalu pandangan Shiro mulai berubah.
Alasan Shiro ingin berpindah tempat ke Kota S, karena Kota S terkenal karena lingkungannya bersalju. Disana banyak sekali produk-produk dengan atribut Es ataupun produk yang digunakan untuk menjaga suhu dari cuaca dingin.
Shiro mampir kesana selain untuk beristirahat dan memandangi pemandangan disana, tujuan lainnya yaitu untuk menjual material dari Gate sebelumnya dan juga Shiro berniat untuk minta dibuatkan jaket atau pakaian yang tahan terhadap cuaca dingin yang ekstrem.
Shiro berhasil teleportasi dengan lancar. Untungnya pihak Kota W tidak melakukan pencarian terhadap dirinya. Sehingga memperlancar usahanya.
Muncul di Kota S, pemandangan salju putih yang terhampar luas memenuhi pandangan Shiro. Walaupun ia sebelumnya pernah berada di lingkungan seperti ini, namun kesan pemandangan bersalju di dalam Gate dan di Real Life berbeda.
Di Gate, Shiro tidak terlalu bisa menikmati pemandangan bersalju. Ia harus fokus menjalankan misi sehingga ia tidak punya waktu untuk melakukan banyak hal.
Nah, kalau di Real Life, Shiro dapat bersantai dan menikmati pemandangan salju. Ditemani oleh berbagai keramaian dan hiburan dari penduduk setempat, Shiro dapat merasakan relaksasi yang tidak akan didapatkannya ketika berada di dalam Gate.
Shiro mampir ke Hotel Sakura dan Check-in disana. Setelah itu ia pergi ke pusat pemandian air panas setempat.
Mungkin kalian mengira Shiro berniat pergi ke pusat pemandian campuran. Namun kalian salah. Ia pergi ke pusat pemandian setempat dan memesan ruangan khusus untuk dirinya sendiri.
"Uh.. nyamannya."
__ADS_1
Cuaca dingin emang enaknya berendam di dalam kolam air panas. Tidak hanya bisa menghangatkan tubuh dan mengurangi rasa dingin. Tapi juga bisa membuat tubuh merasa nyaman dan rileks.
Shiro sudah lama tidak merasakan kenyamanan seperti ini. Memang paling cocok setelah bekerja keras untuk bersantai seperti ini.
Setelah lebih dari 1 jam berlalu, Shiro merasa puas dengan lingkungan seperti ini. Ia pun Check-out dari pemandian air panas dan berniat untuk kembali ke hotel.
Tak lupa ia membuat jadwal untuk kembali menikmati pemandian air panas, tentu saja dengan suasana yang berbeda. Ia berniat untuk mampir kembali dan menikmati fasilitas dan mode lainnya di pemandian air panas tersebut.
Shiro kembali ke hotelnya dan mulai beristirahat.
Tanpa ia ketahui, sesaat setelah ia berteleportasi ke Kota S, pihak Asosiasi Pahlawan yang dipimpin oleh Brewthern juga tiba di Kota W.
Mereka mulai melakukan negosiasi dan ikut campur dalam Gate tempat Monster Yeti berada terkait masalah portal. Pihak Asosiasi Pahlawan tampaknya sangat tertarik dengan portal itu, sehingga membuat Walikota Kota W tidak tidak berbuat apa-apa.
Setelah negosiasi berjalan lancar, Ketua Asosiasi turut bahagia. Ia mulai menghubungi Shiro dan berniat untuk meminta bantuannya serta mangajaknya untuk berpartisipasi didalamnya.
Namun sayangnya, sekian kalinya ia menghubungi Shiro, ia tetap tidak mendapatkan jawaban. Hal ini membuat Ketua Asosiasi mendesah berat, dan memutuskan untuk terus melanjutkan operasinya ada atau tanpa Shiro.
Namun sayang beribu sayang, Shiro sedang asik menikmati masa liburnya. Ia mematikan semua alat komunikasinya dan mulai melakukan aktivitas seperti warga biasa.
Shiro pergi ke berbagai aktivitas luar ruangan seperti Ski, menonton permainan Hokkey, ikut berpartisipasi dalam Event perang salju. Tentu Shiro menahan kekuatannya.
Masa liburan seperti ini sangat dinikmati oleh Shiro, hanya satu hal yang disayangkan, yaitu kesendirian.
Liburan seperti ini sangat luar biasa jika bisa melakukan aktivitas bersama keluarga. Sayang sekali Shiro hanya bersama Unseen. Namun meskipun begitu, ia tetap menikmati hatinya tinggal di Kota S.
Selain itu, Shiro tidak lupa dengan tujuannya mampir ke Kota S. Pada hari kedua berada di Kota S, ia melakukan transaksi menjual berbagai material dari Gate sebelumnya.
Shiro juga menggunakan Bulu pada Monster Yeti untuk dibuatkan jaket atau pakaian khusus untuk mengatasi cuaca dingin.
Tentu saja menghadapi bahan berkualitas yang Shiro sajikan, penjahit itu sangat tertarik. Ia bahkan meminta Shiro untuk menjual material dari Monster Yeti yang tersisa dengan harga tinggi.
__ADS_1
Tentu saja Shiro menerimanya dengan mudah.
Setelah semuanya telah sepakat, Shiro tinggal menunggu pakaiannya selesai dalam 3 hari.
Selama waktu ini, Shiro sering kali berkunjung ke Pemandian Air panas. Entah kenapa ia merasa nyaman bisa berendam di pemandian air panas.
Selain itu, banyak sekali aktivitas yang ia lakukan selama tinggal di Kota S. Bahkan jika hanya dilihat sekilas, Shiro mungkin terlihat sebagai warga biasa atau hanya sekedar turis yang sedang berlibur dan menikmati setiap wahana yang disajikan di Kota S.
Shiro tidak terlihat seperti seorang Pahlawan, sehingga ia dapat cepat akrab dengan warga sekitar.
Selama di Kota S juga, Shiro menemukan informasi mengenai Gate di Kota W. Pahlawan disana sangat antusias ketika mendengar Gate yang didalamya merupakan cuaca bersalju yang cukup ekstrem.
Pahlawan disini sangat bersemangat karena mereka terbiasa dengan cuaca dingin yang ekstrem, sehingga mereka sangat percaya diri.
Berbeda dengan Shiro yang tidak tertarik sama sekali. Ia terus mencari informasi-informasi lainnya yang bisa dikumpulkan.
Namun sayang, Shiro tidak mendapatkan informasi berharga lainnya. Ia hanya bisa kembali dengan tangan kosong.
......................
3 hari berlalu dengan sangat cepat.
Setelah melakukan pembayaran, Shiro menerima pakaian yang ia pesan.
Meskipun tidak selamanya ia akan bertemu dengan Gate dengan cuaca dingin seperti itu, namun dengan alasan untuk berjaga-jaga saja sudah cukup baginya untuk melakukan persiapan.
Setelah check-out hotel di keesokan harinya, Shiro membeli berbagai macam persediaan yang masih kurang untuk perjalanannya nanti.
Setelah itu, Shiro keluar dari Kota S. Ia meninggalkan kehidupan santainya di Kota ini dan pergi melanjutkan perjalanannya.
Sebab masih banyak tempat yang belum ia kunjungi dan membutuhkan tindakan darinya.
__ADS_1