
Di sebuah kawasan pegunungan batu.
Banyak sekali monster terbang bertipe burung yang berkeliaran kesana-kemari.
Para Burung itu memiliki mata merah, seakan diri mereka dikuasai oleh emosinya sendiri. Mereka menghancurkan bebatuan, merobohkan pepohonan, dan menyerang monster-monster darat lainnya.
Lingkungan di puncak pegunungan tersebut sangatlah berantakan.
Seorang pemuda berpakaian serba hitam compang-Camping menatap ke arah puncak pegunungan.
Namun yang ia lihat bukanlah kekacauan tersebut, melainkan sebuah Gate yang melayang diangkasa, tepatnya di puncak pegunungan tersebut.
Pemuda itu mengeluarkan sebuah bola komunikasi, lalu menghubungi seseorang. "Aku sudah menemukannya."
"Bagus, apakah kau bisa memeriksa Gate tersebut?" sebuah suara keluar dari Bola Komunikasi membalas pesan pemuda tersebut.
"Tentu saja." ucap pemuda itu, ia membuka tudung penutup kepalanya, terlihat rambut pemuda tersebut berwarna putih.
Ya, pemuda tersebut adalah Shiro. Saat ini ia berusia 17 tahun, sudah beberapa tahun sejak Eksekusi dirinya.
Sekarang penampilan Shiro menjadi lebih dewasa dan lebih berwibawa. Namun pakaian yang ia kenakan terlihat compang-camping.
Wajar saja, bertahun-tahun ia menggunakan jubah hitam di dalam misi.
Sudah beberapa kali ia masuk Gate dan melawan monste, sehingga pakaiannya tidak bisa mengikuti pertumbuhannya.
"Kami mengandalkanmu."
Shiro lalu menutup dan menyimpan Bola Komunikasi.
Bola Komunikasi ini adalah produk khusus yang digunakan untuk berkomunikasi secara terenkripsi. Sehingga tidak ada pihak yang bisa mendengarkan kecuali kedua belah pihak yang berbicara.
Berbeda dengan alat komunikasi biasa seperti Smartphone, yang mana terkadang ada orang yang bisa membajak dan mengetahui informasi yang ada didalamnya.
` brassssss~`
Sebuah sayap seputih salju keluar dari punggung jubahnya.
Sayap putih ini adalah sebuah Skill yang Shiro peroleh dari Orb milik Ice Elf. Shiro menyebut skill ini sebagai 'Frost Wing.'
Setelah sayap terbentang, Shiro langsung terbang ke puncak gunung.
Selagi terbang, ia juga mengaktifkan skill Stealth agar tidak bisa terlihat ataupun terdeteksi oleh monster di sekitar.
Bukannya ia tidak mau melawan, tapi misinya hanyalah sebuah misi pengintaian.
Ia ditugaskan mengintai dan memberikan informasi mengenai monster yang ada di dalam Gate.
Jujur saja, ia merasa bosan dengan misi pengintain. Selama beberapa tahun, ia tidak pernah diizinkan untuk melakukan misi penyerangan, ia selalu ditugaskan sebagai pengintai Gate.
Tidak ada yang bisa dikatakan, palingan Shiro dapat mengambil kebocoran ketika membunuh beberapa monster di sekitar maupun monster yang ada di dalam Gate.
Apalagi dalam beberapa bulan terakhir, banyak sekali Gate yang bermunculan. Sepertinya Benua Tak Berujung sedang dalam kekacauan saat ini.
Dengan mudahnya Shiro menyelinap masuk ke dalam Gate tanpa terdeteksi oleh para monster.
__ADS_1
Shiro melihat pemandangan di dalam Gate.
Sebuah padang pasir tak berujung yang ia lihat di dalam Gate.
"Huh, sepertinya akan merepotkan lagi." desah Shiro.
Shiro melepas jubahnya, dan Unseen juga keluar dari Bayangan Shiro.
Suasana gurun seperti ini tidak cocok dengan tindakan Unseen, karena tidak banyak Bayangan yang ada di gurun yang hampa seperti ini.
Shiro berjalan di padang pasir, mencoba mencari jejak kehidupan di gurun tersebut.
Sebuah getaran tiba-tiba terasa dibawah kakinya, ia merasakan sebuah makhluk hidup yang bergerak mendekati mereka dari bawah tanah.
Shiro langsung melompat dan mengeluarkan 'Frost Wing' sebagai sarana untuk terbang.
Sebuah pusaran pasir hisap tiba-tiba terbentuk di tempatnya berpijak barusan.
"Sepertinya itu skill yang dimiliki oleh monster disini, apakah kau tahu sesuatu Unseen ?" tanya Shiro kepada Unseen.
Suara Unseen langsung terdengar dibenaknya, "Aku tidak yakin, aku perlu melihatnya secara langsung."
Shiro mengangguk, ia sangat beruntung memiliki Unseen.
Karena sepengetahuannya, untuk mengidentifikasi monster, perlu skill Identifikasi untuk mengetahui identitas dari monster tersebut.
Dan Shiro beruntung memiliki Unseen, yang notabene memiliki pengetahuan tentang monster yang ada di Benua Tak Berujung.
Shiro mengeluarkan Sebuah mayat hewan berbentuk kerbau dari inventarisnya lalu membuangnya ke pinggiran pasir hisap.
` kieeeekkk~`
Monster tersebut berbentuk panjang seperti cacing, dengan diameter tubuh 2-3 meter. Untuk panjangnya lebih dari 50 meter, Shiro tidak bisa memastikannya karena sebagian tubuh monster tersebut berada di dalam pasir.
Ketika hendak menyantap umpan yang Shiro berikan, ia melihat 3 penutup mulut terbuka dan terlihat ribuan gigi tajam yang langsung merokok tubuh hewan tersebut.
Tak lupa Shiro merekam adegan tersebut sebagai tanda bukti pengintaiannya.
"Apakah kau mengenalnya ?" tanya Shiro kepada Unseen sembari menyimpan alat rekamannya.
"Ya, itu adalah Sandworm Dune. Dengan ribuan gigi dan memiliki kulit yang keras karena hidup di area pasir. Tidak akan ada monster lain yang tinggal jika terdapat Sandworm Dune." jelas Unseen kepada Shiro.
"Sepertinya invenstigasi kali ini cukup cepat. Tapi sebelum kembali, kita perlu bawa oleh-oleh." Shiro menyeringai.
Unseen tahu apa yang akan Shiro lakukan. Ia hanya mengingatkan Shiro. "Sandworm Dune jarang muncul di permukaan, kau perlu menggunakan umpan seperti tadi untuk membuatnya keluar."
Shiro mengangguk, ia berniat mengeluarkan umpan lainnya. Karena Sandworm Dune yang muncul sebelumnya sudah menghilang, masuk ke dalam pasir.
Sekali lagi, Shiro melempar mayat hewan. Kali ini mayat sebuah Burung yang Shiro bunuh ketika mencari Gate ini.
Ketika mayat Burung tersebut menyentuh tanah, Sandworm Dune kembali muncul dan menerkam mayat Burung tersebut.
Shiro langsung berakselerasi, ia bergegas mendekati Sandworm Dune tersebut. Ia sembari mengeluarkan beberapa pisau lempar dan menyerang Sandworm Dune.
` dentang~`
__ADS_1
` dentang~`
Pisau tersebut terpental ketika mengenai kulit dari Sandworm Dune. Bahkan membuat percikan api, layaknya diadu dengan besi.
Sandworm Dune yang sedang menyantap mayat burung tersebut langsung bergegas marah ke arah Shiro karena telah mengganggu waktu makannya.
Melihat Sandworm Dune yang mendekat, Shiro langsung mengeluarkan Soul Weaponnya.
Sebuah Katana tersebut membelah mulut Sandworm tersebut sampai ke perutnya. Darah ungu mengalir keluar.
` kiekkk~`
Sandworm tersebut berteriak kesakitan, dan ia hendak kabur ke dalam pasir.
Namun Shiro tidak membiarkan hal itu terjadi. Ia langsung bergegas menahan badan Sandwor tersebut dan menariknya.
Merasa tidak bisa kabur, Sandworm Dune dengan putus asa menabrak Shiro dengan tubuh kerasnya.
Shiro tidak menghindar, ia hanya membungkus tubuhnya dengan Frost Wing miliknya.
` dang~`
Keduanya bertabrakan, namun Shiro tidak apa-apa. Ini adalah kemampuan Shiro yang ia temukan dari Frost Wing miliknya.
Mekanisme perlindungannya dengan cara memanfaatkan bulu sayap tersebut yang bisa mengeras layaknya sebuah es. Tentu bulu-bulu tersebut bisa juga digunakan untuk menyerang. Namun Shiro tidak menggunakannya, karena sulit untuk terbang lagi ketika bulu-bulu tersebut banyak berkurang.
Setelah menangkis tabrakan dari Sandworm Dune, Shiro sudah menyiapkan banyak Bom dan Granat.
Dengan mudah Shiro memasukkan alat peledak tersebut ke dalam mulut Sandworm Dune yang telah terbuka lebar.
` BAANGGGG~`
Tubuh bagian atas Sandworm Dune meledak, tubuhnya tersebar luas kemana-mana.
Shiro yang tubuhnya terlindungi oleh Frost Wing dengan santai Turun dan mengambil sisa-sisa tubuh Sandworm Dune yang masih utuh.
"Mayan, ini bisa dijual atau bisa dibikin Armor."
Shiro memungut sisa-sisa kulit Sandworm dan memasukkannya ke dalam Inventory.
"Kuy berkeliling lagi." ucap Shiro sembari membentangkan sayapnya dan terbang. Diikuti oleh Unseen yang ad dibahunya.
Setelah puas berkeliling, ia kembali ke riak Gate untuk keluar.
Walaupun ia berada di Gurun pasir, ia dapat dengan mudah kembali ke tempat ia datang melalui sebuah pemancar yang ia tempatkan di dekat riak Gate.
Selama berkeliling, ia tidak menemukan banyak hal. Kecuali beberapa Kalajengking pasir, ia tidak menemukan monster lainnya yang kayak ia lawan.
Dengan perasaan kecewa, ia cepat kembali. Ia tidak terlalu suka dengan hawa panas kering seperti ini.
Setelah keluar dari Gate, Shiro segera memberitahu pihak Asosiasi Pahlawan tentang kondisi di dalam Gate. Dimulai dari lingkungan, sampai dengan monster.
Shiro mengirimkan rekaman yang ia rekam di dalam Gate. Tak lupa Ia juga memberitahukan bahwa sulit menemukan Sandworm Dune jika tidak membawa umpan.
Mengenai pihak Asosiasi mendengarkannya atau tidak, Itu keputusan mereka. Toh ia hanya bertugas menginvestigasi, ia tidak akan ikut menyelesaikan Gate.
__ADS_1
Setelah itu, Shiro kembali ke Kota A.
Ia hendak memanfaatkan Kulit Sandworm Dune, baik untuk dijual ataupun dibuat menjadi sebuah equipment.