
Tindakan mencurigakan dari Murloc Gurita yang kabur, membuatnya menjadi tersangka pembunuhan Murloc Orca yang Shiro bunuh.
"Kapten Orcain, apakah pelakunya sudah ketemu?" Di tengah hiruk-piruk yang disebabkan oleh Murloc Gurita, Sang Raja juga tiba di lokasi.
"Sudah ketemu Rajaku, kami akan segera menangkapnya!" ucap Kapten Penjaga, Orcain dengan sopan.
"Bagus, ngomong-ngomong siapa identitas pelaku itu?" tanya Sang Raja penasaran.
"Lapor Rajaku, pelaku adalah Murloc Gurita perempuan bernama Octarina. Ia memiliki kedai makan yang cukup laris dan menjanjikan. Ia memiliki kemampuan racun yang melekat pada tintanya dan juga memiliki kemampuan pisau yang cukup hebat.
Sang Raja mengangguk mendengar laporan Orcain, ia pernah mampir ke kedai itu beberapa kali, sehingga ia memiliki beberapa kesan terhadap pemilik kedai yang sedang dicari.
"Sayang sekali... Tangkap ia hidup-hidup, kita perlu menginterogasi dan menanyakan niatnya."
"Ya, Raja!"
Kemudian Raja kembali lagi ke Istananya. Ia memerintahkan pengawal dan Penjaganya untuk memperkuat pertahanan.
Kapten Penjaga Murloc, Orcain, juga tidak tinggal diam. Ia mulai menenangkan warga dan memerintahkan mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing dan mengunci pintu agar tidak disusupi oleh Murloc Gurita, Octarina.
Tak lupa, Kapten Penjaga Orcain meminta mereka untuk menghubungi Tim Penjaga apabila melihat Oktarina atau sesuatu yang mencurigakan.
Setelah itu, mereka kembali dengan tertib dan menuruti perintah Kapten Penjaga, ini semua demi keselamatan mereka sendiri.
"Kapten, semua pasukan telah tiba!" Wakil Kapten melapor kepada Orcain.
"Bagus, Shura, kau bawa beberapa orang untuk pergi ke lokasi kedai Octarina. Mungkin kita akan bisa mengumpulkan bukti di sana."
Kapten Penjaga memberi perintah kepada Shura yang tidak bukan adalah Murloc Hiu atau Wakil Kapten Penjaga.
"Baik Kapten, akan ku laksanakan!"
Wakil Kapten Shura lalu pergi ke lokasi kedai Octarina dengan membawa sejumlah Murloc Penjaga.
Kemudian Kapten Penjaga Orcain melirik Tim Penjaga lainnya yang sedang menunggu perintah.
"Kalian semua berpencar dalam Tim 3 orang, cari Murloc Gurita bernama Octarina. Jika bisa, tangkap ia hidup-hidup. Atau kalian bisa membuntutinya dan melaporkan lokasinya kepada kami semua, biar kita bisa bertindak bersama-sama!"
Tim Penjaga Murloc yang terdiri dari berbagai jenis ikan, mengangguk mendengarkan perintah Kapten Penjaga dengan seksama.
__ADS_1
"Kalo begitu, Bubar!"
"Ya, Kapten!"
Semuanya langsung bubar, mereka bergerak dalam Tim 3 orang seperti yang diperintahkan oleh Kapten Penjaga. Mereka menggunakan karakteristik mereka sendiri untuk mencari lokasi Octarina.
Ada juga beberapa Murloc yang sedari awal bergantian melepaskan Skill pencari atau semacamnya dalam mencari keberadaan Octarina.
...****************...
Beralih ke tim gang dipimpin Shura, mereka telah tiba di lokasi kedai milik Octarina.
Di dalam kedai, masih ada beberapa orang yang masih bersantai dan sekedar beristirahat di kedai. Karena Octarina sedang tidak ada, mereka hanya bisa duduk dan beristirahat di kedai tanpa bisa memesan apa-apa.
Kedatangan Tim Penjaga membuat pengunjung kedai terkejut.
"Semuanya, mohon perhatiannya. Pemilik Kedai ini, Octarina sedang dicari karena telah melakukan kejahatan serius. Jadi kami mohon perhatiannya untuk keluar dengan tertib."
Wakil Kapten Penjaga, Shura memberi perintah untuk mengosongkan kedai secepatnya sembari menunjukkan surat perintah penangkapan Octarina yang telah dikeluarkan Kapten Penjaga.
Perintah mendadak yang para pengunjung Kedai dengar sangat mengejutkan mereka. Mereka semua tidak menyangka, Octarina sebagai pemilik kedai akan dicari karena melakukan kejahatan serius.
"Ayo masuk!"
Setelah semua orang pergi, Wakil Kapten Penjaga Shura memberi perintah kepada Tim Penjaga yang mengikutinya untuk masuk ke dalam kedai.
Mereka mulai melakukan penggeledahan di dalam kedai yang sudah termasuk Rumah Octarina. Mereka menyita semua pisau dan senjata tajam yang memiliki bau darah samar.
Karena mereka tidak tahu senjata mana yang digunakan Octarina dalam membunuh, jadi mereka hanya bisa menyita semuanya. Pisau dan benda tajam itu akan digunakan sebagai bahan bukti.
Usaha mereka menyita senjata tajam bisa dibilang sia-sia, karena bukan Octarina yang melakukan pembunuhan. Tapi usaha pencarian mereka tidaklah sia-sia, mereka menemukan sesuatu yang luar biasa.
Ketika mereka menggeledah gudang, awalnya mereka hanya menemukan beberapa bahan makanan dan minuman yang disediakan kedai.
Namun semakin dalam mereka mencari, mereka secara Kebetulan menemukan ruang Rahasia. Mereka pun masuk dan terkejut ketika melihat apa yang ada di dalam ruangan itu.
Banyak sekali bayi Murloc yang menumpuk di ruangan itu dalam keadaan mati.
Melihat banyaknya bayi murloc yang mati dan dibiarkan menumpuk seenaknya bagaikan barang bekas, membuat Tim yang melihatnya langsung jijik, beberapa diantaranya bahkan muntah ditempat.
__ADS_1
"Sial, kejam sekali!" ucap salah satu Tim Penjaga.
Wakil Kapten Penjaga Shura juga mengerutkan kening, namun tiba-tiba sebuah kilasan inspirasi terlihat dibenaknya.
Para Murloc memiliki kemampuan reproduksi yang cukup kuat dibandingkan dengan Mermaid atau Siren. Murloc biasanya selalu melahirkan dengan jumlah lebih dari 3 anak Murloc.
Namun beberapa tahun terakhir, para Ibu Murloc yang melahirkan anak hanya melahirkan paling banyak 3 anak. Mereka juga kadang merasa bingung, mereka merasa telah melahirkan lebih dari 3 anak, tapi hasilnya hanya 2 anak yang lahir.
Namun karena banyaknya kasus serupa, mereka akhirnya hanya menganggap ini adalah hal yang biasa.
Selain itu, ketika mereka kalah memperebutkan hegemoni di Endless Land, kemampuan reproduksi mereka sangat turun. Ibu Murloc hanya menghasilkan 1 atau 2 anak murloc saja.
Mereka pun kemudian menganggap hal ini sebagai hal yang biasa, mereka menganggap hal ini karena mereka telah terbuang dari Endless Land dan terdampar di dalam Gerbang Dimensional.
Kini, melihat pemandangan didepannya, Shura sadar dengan apa yang terjadi kepada Ras Murloc belakangan ini.
Diasingkan dari Endless Land tidak menyebabkan kemampuan reproduksi mereka menurun. Semuanya normal kecuali lingkungan yang berubah.
Mereka sebenarnya telah melahirkan banyak anak, tapi anak mereka dicuri dan ingatan mereka telah dikacaukan.
"Semuanya amankan lokasi, jangan sampai ada satupun pihak luar yang tahu masalah ini untuk saat ini. Tanpa perintah Raja, tidak ada satupun dari kalian yang boleh buka mulut!" perintah Shura.
"Ya, Wakil Kapten!"
Mereka mulai mengamankan lokasi, mereka menyuruh warga yang agak tertarik dengan Kedai Octarina untuk menjauh sejauh mungkin.
Wakil Kapten Penjaga, Shura mencoba berpikir tentang motif Octarina melakukan ini semua. Berbagai macam perkiraan hanya mengarah kepada satu hal.
"Iblis."
Shura tahu dengan Bangsa Iblis, orang tuanya dan leluhurnya sering menceritakan masalah Bangsa Iblis yang memiliki banyak kemampuan luar biasa. Salah satunya merasuki tubuh dan kemampuan mengendalikan pikiran.
"Gawat, jika ini benar terjadi. Konsekuensinya sangatlah besar. Aku harus segera melaporkan hal ini kepada Kapten Penjaga dan Raja."
Shura menyadari keseriusan masalah ini. Ia pun memandang timnya yang masih menunggu perintah lanjutan darinya.
"Kalian semua tunggu disini, jangan ada barang yang kalian sentuh dalam ruangan ini. Aku akan pergi melapor kepada kepada Kapten dan Raja!"
"Ya, Wakil Kapten!"
__ADS_1
Wakil Kapten Penjaga, Shura bergegas pergi dari TKP dan langsung pergi untuk melaporkan kondisi di kedai Octarina.