
Hari ini, Battle Academy tahap kedua akan segera dimulai. Pagi-pagi sekali, Shiro dan pengawas lainnya harus berkumpul di depan White Gate untuk melakukan briefing ringan masalah ujian tahap kedua ini.
Kemudian Ketua Asosiasi tanpa basa-basi langsung memulai briefing: "Seperti yang kita ketahui, hari ini ujian tahap kedua dalam acara Battle Academy akan segera laksanakan. Jadi, bagaimana persiapan kalian? Apakah ada masalah?"
"Tidak ada!"
"Tidak!"
Semua pengawas termasuk Shiro tidak menemukan masalah di lokasi patroli mereka masing-masing.
"Bagus kalau begitu," puji Ketua Asosiasi. "Tapi meski begitu, kalian harus tetap waspada setiap saat. Karena semua hal bisa saja terjadi, tidak semuanya selalu berjalan sesuai rencana kita. Ada saja hambatan yang mungkin akan kita hadapi nanti. Jadi, demi kelancaran acara, jangan sampai ada korban jiwa. Pastikan keamanan setiap peserta ujian."
"Baik!"
"Kalau begitu, silahkan kembali ke pos masing-masing!" perintah Ketua Asosiasi.
"Ya!"
Semua pengawas langsung meninggalkan lokasi dan menuju ke lokasi pos jaga mereka masing-masing, kecuali Shiro.
Setelah memastikan semua pengawas lainnya sudah pergi, Shiro mendekat ke arah Ketua Asosiasi, "Ketua, bagaimana hasilnya?" tanya Shiro.
"Mungkin kalian akan menghadapi bahaya ekstra dan korban jiwa mungkin akan terjadi," ucap Ketua Asosiasi.
"Bahaya apa Ketua?" tanya Shiro penasaran.
"Setiap tahun, selalu ada saja korban jiwa dari para peserta. Dan akhirnya kami tahu kalau setiap korban itu terkait dengan Iblis. Dan kali ini, pengaturan dari Sang Iblis masih tetap sama. Blood Wolf yang kau tangkap telah diberi perintah untuk menghabisi manusia atau lebih tepatnya para peserta ujian kali ini."
Mendengar penjelasan dari Ketua Asosiasi, Shiro mengangguk mengerti. Ia juga mendengar korban dari Battle Academy ini setiap tahunnya. Walaupun tidak banyak, tapi selalu ada korban di setiap kompetisinya.
Kalau menyangkut para Iblis, ini memang terlihat wajar. Setidaknya mereka saat ini tahu kalau setiap kecelakaan bukanlah masalah peserta, melainkan ada pengaturan dari Ras Iblis.
"Lalu bagaimana? Apakah ada informasi lain yang kalian dapatkan dari Blood Wolf itu?" tanya Shiro.
__ADS_1
Ketua Asosiasi menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak ada informasi lain yang ada di kepala Blood Wolf itu. Hanya ada perintah pembunuhan itu di pikiran Blood Wolf itu."
"Jadi begitu ya!"
"Ya, jadi saat ini kita tidak tahu apakah ada monster lain yang dikendalikan Iblis itu. Tapi kemungkinan monster yang dikendalikan lebih dari satu. Jadi aku sudah membuat pengaturan untuk menambah jumlah pengawas. Ku harap kalian akan tetap waspada dan jangan lengah."
"Tentu, itu hal yang mudah bagiku," ucap Shiro dengan percaya diri.
"Oh ya, Ketua. Jika ada Iblis, mungkin sulit untuk menanhkapnya hidup-hidup, jadi jika ia bertemu denganku, aku tidak akan segan-segan membunuhnya," tambah Shiro.
"Terserah padamu!" jawab Ketua Asosiasi.
Shiro mengangguk, ia kemudian langsung menuju masuk ke dalam White Gate dan bergegas ke lokasi patrolinya.
Setelah itu, ia menunggu di daerah patrolinya dengan memasuki keadaan tak terlihat.
......................
Saat ini, di depan White Gate sudah ada 15 tim, dengan 3 peserta di setiap tim. Mereka tampaknya telah siap untuk melaksanakan ujian Battle Academy tahap kedua.
Selain itu, tampaknya tidak ada tim yang dieliminasi pada Ujian tahap pertama. Mereka tampaknya berperilaku jujur dan selalu bertindak hati-hati.
"Semuanya, Peraturan sudah kami sebutkan sebelumnya dan kalian sudah mengerti semuanya. Jadi, persiapkan diri kalian, karena Battle Academy tahap kedua akan dimulai!"
Prokk~ Prokk~ Prokk~
Sambutan dari Ketua Asosiasi mendapatkan tepuk tangan dari semua Audience yang hadir.
"Silahkan masuk ke dalam Gate tersebut berdasarkan tim kalian!"
Dimulai dari tim Academy A dan seterusnya. Mereka mulai memasuki Gate berdasarkan tim mereka masing-masing.
Memasuki White Gate, setiap tim akan terpisah dengan tim lainnya. Inilah pengaturan khusus yang dimiliki White Gate.
__ADS_1
White Gate yang telah dikendalikan bisa diatur dengan bebas lokasi pintu keluar-masuk White Gate. Namun meskipun setiap White Gate bisa melakukan ini, pihak Asosiasi Pahlawan melarang melakukan hal ini.
Peraturan mengenai kepemilikan White Gate juga mengatur masalah ini. Tanpa persetujuan, lokasi pintu masuk dan pintu keluar White Gate tidak boleh diubah-ubah. Hal ini untuk menjamin keamanan pahlawan yang memasuki White Gate tersebut.
Jika setiap lokasi dari pintu keluar dan pintu masuknya diganti, mungkin akan ada kecelakaan yang terjadi, sehingga pihak Asosiasi Pahlawan melarang perubahan hal terbuat. Jika ada yang ketahuan merubah pintu masuk dan keluar White Gate, maka hukumannya tidaklah ringan.
Dimulai dari kepemilikan White Gate yang dihapus, pencopotan izin sebagai pahlawan, denda, bahkan bisa masuk penjara.
Semua hal ini dirumuskan demi kenyamanan bersama, sehingga tidak ada pihak yang menolak peraturan tersebut.
Kecuali ada keadaan khusus seperti saat ini, baru bisa melakukan perubahan, itupun harus dengan izin dan pengawasan Asosiasi Pahlawan.
Ketua Asosiasi dan Walikota Kota A, telah mengatur agar White Gate ini akan menteleportasikan setiap tim ke lokasi Acak. Tentu jarak mereka muncul tidak akan berdekatan, untuk menghindari kecurigaan adanya kecurangan.
Setiap tim telah memasuki Gate dan mereka telah muncul di lokasi acak di dalam White Gate. Mereka semua ada yang muncul di atas bukit, dekat sungai, hutan, dan sebagainya.
Sebagai calon pahlawan, mereka telah siap akan setiap situasi yang kemungkinan terjadi. Mereka telah siap siaga setelah muncul di lokasi White Gate.
Setiap tim langsung menganalisis lingkungan sekitar. Sebelum akhirnya mereka mulai bertindak.
Ada beberapa tim yang langsung mengumpulkan poin dengan cara memburu monster. Namun ada juga tim yang mencari persediaan ataupun makanan untuk melengkapi ajang lomba mereka selama 3 hari ini.
Jebakan telah dipasang, makanan sudah dicari, akhirnya tinggal mencari poin. Inilah yang dilakukan sebuah tim di lokasi patroli Shiro.
Shiro memperhatikan setiap hal yang tim itu lakukan. Ia mengangguk sesekali menyetujui tindakan yang mereka lakukan.
Walaupun agak amatir, tapi setiap yang mereka lakukan sudah cukup untuk bisa bertahan hidup di alam liar.
Saat mereka bertiga mulai berburu, Shiro juga mengikuti mereka diam-diam. Karena tidak ada tim lainnya yang masuk ke lokasi pengawasannya, jadi Shiro bisa melihat-lihat apa yang mereka lakukan.
Ketiga peserta itu tidak menyadari kalau ada pengawas di dekat mereka, bahkan cukup dekat, kurang dari 10 meter dari mereka.
Shiro memperhatikan setiap gerak-gerik dari mereka. Namun kelihatan sekali kurangnya pengalaman dari mereka. Tindakan mereka lambat dan sering gugup ketika melangkah.
__ADS_1
Shiro hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ini. Akhirnya tim mereka bertemu dengan musuh pertama mereka.