Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
222. Akhir Insiden


__ADS_3

Semua pahlawan yang ada, langsung bergegas menuju ketiga Kota yang diserang oleh Organisasi Hitam setelah mendapatkan perintah dari Ketua Asosiasi.


Ketiga Kota tersebut adalah Kota I, Kota N, dan Kota W. Ketiga Kota tersebut memiliki karakteristik yang sama yaitu wilayahnya yang termasuk tiga Kota terkecil yang ada. Selain Kota yang kecil, kekuatan keseluruhan relatif lebih lemah dibandingkan kota-kota lainnya.


Para pahlawan yang ada bergegas ke ketiga Kota tersebut untuk membantu pertempuran. Ketua Asosiasi yang menjadi pemimpin dalam bala bantuan kali ini.


Sedangkan untuk urusan di tribun arena, semuanya di urus oleh Shiro.


Sekarang, Shiro seorang diri menghadapi Organisasi Hitam yang tersisa yang berjuah sekitar 6 orang. 4 Iblis tingkat rendah, dan 2 Iblis tingkat menengah. Shiro menghadapinya seorang diri.


Dentang~ Dentang~


Serangan Shiro beradu dengan serangan para Iblis itu.


"Apakah cuma segini kemampuan kalian? Mengecewakan!" cibir Shiro setelah berhasil membunuh salah satu dari mereka.


Para Iblis yang tersisa menjadi marah, mereka meraung keras dan mencoba membunuh Shiro dengan semua kekuatan mereka.


"Akan ku cabik-cabik tubuhmu dasar manusia rendahan!"


Iblis tingkat menengah itu meraung dan mencoba menusuk tubuh Shiro dengan cakar-cakarnya yang tajam.


Melihat ini, Shiro tersenyum. "Switch~"


Ketika serangan hampir mengenai dirinya, Shiro bertukar tempat dengan Iblis tingkat rendah yang telah banyak terluka.


Tubuh Iblis tingkat rendah itu menjadi donat terkena serangan dari Iblis tingkat menengah itu.


Prokk~ Prokk~ Prokk~


"Kau menyerang kemana? Buta kah?" cibir Shiro.


Iblis tingkat menengah itu mendengus dingin sambil menarik carkarnya dari tubuh Iblis tingkat rendah. Ia sepertinya tidak memperdulikan nasib Iblis tingkat rendah itu.


Iblis itu kembali menyerang, tiba-tiba kepalanya sedikit pusing. Ini adalah Skill Dream milik Shiro. Walaupun pusing yang dialami Iblis itu hanya sebentar, namun ini sudah cukup untuk menghabisinya.


Slasshhh~

__ADS_1


Dua Iblis berhasil Shiro habisi. Sekarang hanya tersisa 3 Iblis tingkat rendah dan hanya satu Iblis tingkat menengah. Dan semuanya terluka cukup parah oleh serangan bolak-balik Shiro.


Kemudian sebuah Shadow Bind melilit salah satu Iblis tingkat rendah. Unseen muncul di belakang Iblis itu secara tiba-tiba. Iblis itu hendak mencoba melepaskan diri, namun Shiro menghilang dari pandangannya dan malah muncul di belakangnya, menggantikan Unseen.


Tanpa menunggu lama, Shiro langsung membunuh Iblis itu. Sehingga hanya 3 Iblis yang tersisa. Shiro tidak ingin memberikan ketiga Iblis itu waktu untuk mengambil napas, ia langsung bergegas menerjang ketiga Iblis itu.


Shiro tidak bisa menggunakan Skill Switch ataupun Dream secara terus-menerus. Ia terlalu sering menggunakannya sebelumnya, sehingga Auranya sudah mulai menipis. Jadi, ia hanya bisa mencoba menyerang dari jarak dekat mengandalkan kekuatannya saja sambil mengisi kembali Auranya.


BANG~ BANG~ BANG~


Ledakan demi ledakan terdengar di tribun saat ini. Kondisi tribun sangat mengkhawatirkan, bahkan kondisi tribun saat ini tidak layak disebut tribun sama sekali. Semuanya hancur dan kacau balau oleh pertarungan mereka.


Hanya dengan seorang diri, Shiro berhasil memukul mundur ketiga Iblis itu hanya dengan mengandalkan kekuatan kasarnya saja. Ketiga Iblis itu terpojok karena terus dihajar dan dikejar oleh Shiro.


Klikk~


Salah satu Iblis tingkat rendah terkena jebakan Shadow Trap yang telah dibuat Unseen. Shiro memanfaatkan kesempatan beberapa detik ini untuk mengalahkan Iblis itu. Tubuh Iblis itu berubah menjadi bubur berkat pukulan demi pukulan yang Shiro lancarkan kepadanya.


Sekarang yang tersisa hanya dua Iblis, masing-masing adalah satu Iblis tingkat rendah dan satu Iblis tingkat menengah. Keduanya berhasil Shiro selesaikan kurang dari 10 menit.


Shiro berdiri di atas tumpukan mayat para Iblis Organisasi Hitam. "Huh~ Akhirnya selesai juga~"


Ia lalu mengeluarkan alat komunikasinya untuk mencoba menghubungi Ketua Asosiasi. Ia berniat untuk menanyakan tentang keadaan ketiga Kota tersebut.


Beberapa kali Shiro memanggil, namun tidak diangkat juga oleh Ketua Asosiasi. Shiro hanya bisa menunggu, karena mungkin Ketua Asosiasi masih sibuk dengan pertarungannya.


Setelah beberapa menit, Ketua Asosiasi memanggil. Shiro langsung menjawabnya.


"Bagaimana Nak, apakah yang disana sudah terselesaikan?" tanya Ketua Asosiasi.


"Aman, bagaimana dengan yang disana?"


"Situasinya benar-benar buruk, lebih dari setengah Kota hancur. Cukup banyak korban jiwa yang dibunuh oleh bajingan Organisasi Hitam itu. Jika kita terlambat beberapa menit saja, mungkin Kota-kota ini sudah rata dengan tanah..."


Ketua Asosiasi menceritakan semua yang ia ketahui, mulai dari kehancuran yang diderita setiap kota, korban jiwa, jumlah Organisasi Hitam yang menyerang, dan sebagainya.


"Lalau bagaimana dengan pertarungan kalian?" tanya Shiro.

__ADS_1


"Hampir selesai, hanya beberapa dari mereka yang tersisa sedang berusaha melarikan diri. Bisa dibilang kondisi disini sudah terkendali. Oh ya, ngomong-ngomong, Kota N adalah Kota kelahiranmu, apakah kau tidak ingin melihat kondisinya sekarang?"


Shiro berpikir sebentar, "Aku akan kesana sebentar lagi!"


"Terimakasih atas kerja kerasmu nak. Tanpa dirimu, mungkin semuanya sudah hancur berantakan tanpa ada yang tersisa."


Mendengar ucapan tulus dari Ketua Asosiasi, Shiro hanya bisa tersenyum. "Bukan masalah besar!"


Kemudian, panggilan diakhiri, karena sepertinya semuanya mulai sibuk. Shiro juga mulai sibuk untuk mengumpulkan semua mayat dan memisahkannya. Ada beberapa pahlawan yang meninggal dalam insiden ini, Shiro membantu mengumpulkan mayatnya yang tertimpa reruntuhan.


Untuk mayat para Iblis Organisasi Hitam, Shiro hanya mengumpulkannya di satu tempat dan meninggalkannya begitu saja. Sisanya ia serahkan kepada Pahlawan tingkat rendah yang masih berada di Kota A.


Setelah urusan di Kota A selesai, Shiro berniat untuk mengunjungi Kota N. Walaupun ia hanya tinggal sebentar disana, namun ia masih memiliki sedikit memori yang tertinggal disana.


Datang ke Kota N, melihat pemandangan disana, Shiro hanya bisa menghela napas berat. Semuanya hampir berubah menjadi sebuah reruntuhan. Tembok Kota yang hancur di beberapa tempat, pohon dan Bangunan yang hancur. Bekas peperangan yang masih tersisa di tengah Kota.


Shiro melihat pemandangan di Kota N yang sudah hampir tidak bisa dikenali lagi. Sampai ia tiba di depan bangunan yang telah hancur.


Ia memandang bangunan itu dengan penuh nostalgia. Rumah yang hancur di depannya adalah rumah pemilik tubuh ini tinggal sebelumnya. Ia memandang rumah yang telah menjadi puing-puing itu dengan tatapa tajam.


Shiro menghela napas berat. Dengan hancurnya rumah ini, hubungannya dengan Kota ini bisa dikatakan telah berakhir.


Setelah pergi dari sana, Shiro menuju ke lokasi berkumpulnya semua orang, baik masyarakat biasa ataupun pahlawan. Lokasi itu adalah tempat pemakaman.


Banyak orang yang telah berkumpul, merayap kepergian orang yang mereka sayang. Suasana disana cukup sedih.


Shiro duduk di depan salah satu makam. Ia meletakkan bunga di makam tersebut. Itu adalah makam paman Jack. Salah satu orang yang memiliki hubungan dengan Shiro di Kota ini adalah paman Jack.


Walaupun singkat, kenangan yang ia berikan cukup melekat di hati Shiro.


"Paman, yang tenang disana. Biarkan aku yang menjaga Joe Kee."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, sosok paman Jack seakan muncul di depan Shiro dan mengusap kepalanya sambil tersenyum kepadanya.


Melihat ini, tanpa sadar Shiro menjatuhkan air matanya. Dan sosok paman Jack yang didepannya juga mulai menghilang, seakan tidak ada sebelumnya.


Setelah itu, Shiro pergi dari pemakaman itu. Ia mengusap matanya yang masih basah. Kini tatapannya telah berubah menjadi lebih tegas.

__ADS_1


Shiro sepertinya telah menemukan tujuan hidupnya yang baru.


__ADS_2