Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
203. Sarang Blood Wolf


__ADS_3

Saat ini, salah satu dari tim yang dikirim oleh Akademi C, berada di lokasi pengawasan Shiro. Tim beranggotakan tiga orang tersebut terdiri dari 2 wanita dan satu laki-laki. Mereka adalah Reni, Rena, dan Reno.


Ketiganya adalah anak kembar dari keluarga Lovren. Reni adalah yang tertua dan Reno adalah yang termuda. Ketiganya sering melakukan pelatihan bersama sejak kecil, sehingga chemistry yang mereka miliki berada di atas rata-rata.


"Kakak, sepertinya ada gerakan di sana!" tunjuk Rena.


Reni mengangguk, sebagai seorang Tanker, membawa perisai besi yang cukup besar, cukup berbanding terbalik dengan kepribadiannya yang anggun. Namun meskipun begitu, ia tetap fokus dan bersiap menghadapi musuh yang kemungkinan datang.


Rena dan Reno juga tidak tinggal diam. Sebagai seorang Archer, melalui sensitivitas inderanya, ia juga mulai bersiap. Crossbow yang dibawanya siap dilontarkan kapan saja.


Sedangkan Reno, sebagai satu-satunya laki-laki. Ia juga memiliki pemikiran untuk melindungi kedua kakak perempuannya. Namun karena kepribadiannya yang pendiam, sehingga bakatnya menunjukkan kalau ia berbakat sebagai seorang Assassin.


Sebagai seorang Assassin, ia tidak bisa melindungi seperti seorang Tanker, tidak bisa membantu seperti seorang Support. Satu-satunya cara untuk membantu kedua kakak perempuannya yaitu untuk memburu musuh, membuka jalan, ataupun memancing musuh.


Saat ini, Ia bersembunyi ke belakang dan mengurangi hawa keberadaannya. Bakatnya memungkinkan ia untuk memasuki kondisi tak terlihat selama 1 menit jika berada diam di sebuah lokasi yang sama selama 30 detik.


Bersamaan dengan suara gemerisik, sosok Green Deer berlari ke arah mereka dengan sangat kencang. Ketiganya sudah bersiap untuk menghadapi Green Deer tersebut, lalu sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Melihat ada tiga manusia yang menghalangi jalannya, Green Deer lebih memilih untuk mengubah arah tujuannya tanpa melihat ke belakang. Sepertinya ia takut akan sesuatu di belakang yang mengejar dirinya.


Reni memanfaatkan peluang ini, ia tidak ingin poinnya pergi begitu saja. Sehingga ia berniat untuk mengejar.


"Kakak, berhenti. Jangan dikejar!" Rena berteriak menghentikan kakaknya, Reni.


Reni berhenti dan kembali, ia cukup percaya dengan penilaian adik perempuannya. Ia juga cukup mengakui kalau ia terlalu impulsif, tindakannya terlalu gegabah.


"Kakak, Green Deer barusan sepertinya ketakutan karena dikejar oleh monster lain. Jadi jangan sia-siakan energi kakak untuk mengejar Green Deer itu, lebih baik bersiap untuk monster yang akan datang."


Mendengarkan kata-kata adik perempuannya, Rena, Reni mengangguk.


Awooooo~ Bersamaan dengan itu, suara lolongan Serigala terdengar di dekat mereka, diiringi oleh sebuah gemerisik yang sangat kuat.

__ADS_1


"Mereka datang!" pengingat Rena.


Mengangkat perisai besarnya ke arah sumber suara, Reni bersiap untuk menahan serangan Monster yang akan datang.


Beberapa Serigala keluar dari balik semak, melihat Rena dan Reni, Serigala itu dengan ganas menyerang ke arah keduanya.


"Armor Protection~"


Reni mengeluarkan skillnya, sebuah armor transparan muncul, tidak hanya berlaku kepada dirinya, tapi juga Rena, bahkan Reno yang berada di kondisi tak terlihat juga memiliki lapisan armor ekstra di tubuh mereka.


"Ayo kemari!" ucap Reni dengan nada penuh provokasi.


Ia menantikan datangnya serangan para Serigala atau Blood Wolf itu. Sedangkan Rena langsung mundur dua langkah. Sebagai seorang Penyerang jarak jauh, ia harus menjaga jarak dengan musuh dan memberikan bantuan serangan dari belakang.


DANG~ Seekor Blood Wolf menyerang dengan ganas ke arah Reni, namun berhasil ditahan oleh perisai berat yang dibawanya.


Swoosh~ Deru panah Crossbow melewati telinga Reni dan mendarat tepat di tubuh Blood Wolf itu.


Reni tersenyum, "Satu selesai, selanjutnya kalian!"


"AWOOOOO~"


Para Blood Wolf itu melolong keras bersamaan. Diiringi oleh Blood Wolf lainnya yang nampak ya berada tidak jauh dari mereka.


Mendengarkan lolongan Blood Wolf yang saling sahut-sahutan. Mereka merasakan firasat buruk. Banyaknya lolongan tersebut, menandakan ada banyak Blood Wolf yang berada di lokasi ini.


"Kakak, sepertinya kita berada dalam bahaya. Kita mungkin sudah masuk ke wilayah kawanan Blood Wolf. Lebih baik kita mundur saja, jangan sampai kita berhadapan dengan puluhan Blood Wolf yang sangat ganas."


Mendengar saran dari adik perempuannya, Rena, Reni mengangguk menyetujuinya. "Ayo mundur!"


Reno muncul di dekat mereka dan berkata: "Kakak, sepertinya sudah terlambat. Kita sudah terkepung!"

__ADS_1


Benar saja, ketiganya melihat sekeliling dan melihat para Blood Wolf yang telah muncul dan mengelilingi mereka semua.


"Apa yang perlu kita lakukan?" ucap Reni penuh pertanyaan.


Rena terdiam. Ia mencoba memikirkan jalan keluar secepatnya. Tiba-tiba Reno memberikan ide, "Kakak, aku punya ide."


Kemudian Reno mengeluarkan cukup banyak bom asap. Lalu melemparkannya ke sekeliling mereka. Asap hitam menyebar cukup cepat dan menghalangi pandangan mereka.


Tak hanya pandangan ketiganya, para Blood Wolf juga tiba bisa melihat lokasi ketiganya, bahkan mereka tidak bisa mencium aroma di sekitarnya. Ternyata bom asap itu tidak hanya berguna sebagai penghalang visi, tapi juga dapat menonaktifkan indera penciuman untuk sementara waktu.


Blood Wolf itu agak ragu, namun ada beberapa dari mereka yang berani melangkah masuk lebih jauh.


"Kak Rena, fokuskan seranganmu ke arah sana, jangan mengkhawatirkan yang lain. Disana lokasi para Blood Wolf paling sedikit, mungkin kita bisa keluar dari pengepungan ini."


Mendengar ucapan dari Adik kecil mereka Reno, Rena dan Reni langsung paham rencana yang ia maksud. Singkatnya, dengan memanfaatkan serangan dari Rena untuk membuka jalan, dan Reni yang menahan serangan musuh disekitar, mereka akan menerjang lurus untuk mencoba kabur dari sini.


"Baiklah, kami mengerti!"


Mereka bertiga mengangguk, dan langsung berlari menuju arah yang ditunjuk Reno. Dengan formasi lurus Reni didepan, diikuti oleh Rena di tengah dan Reno paling belakang.


Ketiganya terus bergerak maju, mendengar ada suara Blood Wolf di depan, Rena langsung menarik Crossbow dan menyerang ke arah sumber suara. Setelah beberapa panah Crossbow, suara tangis Blood Wolf terdengar.


Mereka terus menerjang lurus. Benar kata Reno, tidak banyak Blood Wolf di arah mereka kabur. Sehingga mereka berhasil melarikan diri.


Tak lama mereka bergerak lurus, mereka melihat secercah cahaya samar di depan. Itu berarti mereka akan keluar dari area bom asap yang dilempar Reno.


Keluar dari lingkungan kabut asap, mereka tidak lengah. Mungkin ada Blood Wolf yang mematikan kehadiran mereka. Mereka melihat sekeliling dan tidak melihat satupun Blood Wolf, sehingga mereka akhirnya bisa bernapas lega.


"Akhirnya kita selamat!" ucap Reni.


"Ya, untung saja. Ini semua berkatmu Reno," puji Rena.

__ADS_1


Keduanya kini melihat belakang untuk melihat adik laki-laki kecil mereka. Mereka awalnya ingin melihat wajah pemalu adiknya setelah mereka puji. Namun keduanya kini malah tercengang, karena adik laki-laki kecil satu-satunya mereka, kini tidak ada di belakang mereka.


Mereka terkejut kemudian mereka berteriak kencang: "RENOOOO~"


__ADS_2