
"Mari kita mulai Ujian Lisensi Pahlawan Magang" ucap Ogito-sensei.
Ogito-sensei lalu mengeluarkan sesuatu dari tas pinggang miliknya, dan itu ternyata adalah tumpukan kertas. Ya, itu adalah kertas ujian.
"Keluarkan alat tulis kalian, bapak akan membagikan kertas ujian ini, waktu ujian 60 menit, selesai gak selesai harus dikumpulkan" perintah Ogito-sensei
"YAA~" ucap para siswa serempak.
Para siswa mulai mengeluarkan alat tulis yang satu persatu, sedangkan Ogito-sensei mulai berkeliling membagikan kertas ujian.
Setelah membagikan kertas ujian, Ogito-sensei kembali ke depan dekat podium.
Saat ini, para siswa menatap kertas ujian dimejanya masing-masing. Mereka menunggu perintah Ogito-sensei untuk memulai ujian.
"Sebelum ujian dimulai, bapak akan membacakan terlebih dahulu aturannya... Silahkan menjawab semua pertanyaannya, tidak ada pengurangan poin. Jangan lupa menuliskan nama kalian, atau tes kalian tidak akan bapak nilai. Dan bagi yang ketahuan mencontek, akan langsung bapak keluarkan dari ujian ini yang berarti kalian gagal." Ogito-sensei mulai membacakan peraturan ujian lisensi pahlawan magang kali ini.
"MENGERTI ?" tanya Ogito-sensei.
"YA~" Jawab para siswa dengan keras.
"Kalau kalian sudah mengerti, UJIAN DIMULAI"
Ketika Ogito-sensei mengumumkan ujian dimulai, para siswa langsung membalik kertas di meja yang masing-masing.
Mereka dengan cepat menuliskan nama mereka dan membaca isi dari tes tersebut.
Suara gesekan alat tulis terdengar di ruangan kelas. Beberapa siswa nampak tersenyum melihat isi tes tersebut, namun ada juga yang kesusahan, memegangi kepalanya mencoba mengingat-ngingat kembali mengenai jawaban dari isi tes tersebut.
Shiro termasuk golongan siswa yang mengerjakan ujian dengan santai dan full senyum.
"Bagi yang sudah selesai, silahkan keluar dan jangan lupa kalian balik dan letakkan saja kertas ujian itu di meja kalian masing-masing. Nanti bapak yang akan mengambil kertas ujian kalian." kata Ogito-sensei.
Para siswa hanya mendengarkan perkataan Ogito-sensei. Sepertinya mereka sangat serius mengerjakan ujian ini. Mereka tidak bicara, takut mereka lupa akan hasil yang ada di pikiran mereka.
Ogito-sensei tersenyum melihat hal ini, mungkin itu mengingatkannya pada saat ia mengikuti ujian kelulusan bertahun-tahun yang lalu.
Waktu berlalu, suasana dalam kelas sangat sunyi, tidak ada satupun siswa yang bicara. Hanya suara gesekan alat tulis bagaikan sebuah melodi di tengah-tengah keheningan. Detak dan detik jam bergema di dalam ruangan, menggambarkan waktu yang berlalu sedikit demi sedikit.
"Sensei, sudah selesai"
Sebuah suara memecah keheningan. Seketika para siswa menghentikan gerakannya. Namun seketika para siswa kembali ke aktivitas semulanya.
"Kalo sudah selesai, silahkan keluar. Jangan lupa sore nanti bisa cek hasil tes hari ini di papan pengumuman yang berada di depan kelas. Bagi yang namanya lulus, besok datang lagi untuk melakukan tes bakat" ucap Ogito-sensei.
"Ya sensei, terimakasih"
__ADS_1
Siswa tersebut berdiri dan membungkuk hormat kepada Ogito-sensei lalu pergi keluar kelas.
Shiro yang duduk tidak jauh dari sana hanya tersenyum dan menunggu para siswa lainnya mengumpulkan hasil tesnya.
Sebenarnya Shiro juga sudah selesai, namun ia belum mau mengumpulkan terlebih dahulu. Ia masih menunggu siswa lainnya untuk mengumpulkan lembar jawaban.
'Tetap low-profil', pikir Shiro.
Ketika waktu hampir habis, sudah banyak siswa yang sudah keluar, dan Shiro baru mengumpulkan lembar jawabannya.
Melihat banyak siswa yang sudah keluar, siswa lainnya sudah mulai panik. bisik-bisik terdengar, keringat dingin membasahi, detak jam bagaikan sebuah detak bom waktu yang semakin lama semakin cepat.
Namun ini tidak ada hubungannya dengan Shiro. Shiro saat ini sudah dalam perjalanan pulang ke rumah. Melanjutkan latihan mencoba menghabiskan waktu agar sore terasa lebih cepat.
..........
Sore harinya.
Mading di depan kelas sudah ramai para siswa yang hadir, mereka hadir untuk menunggu dan melihat hasil ujian tahap pertama.
Tiba-tiba seseorang muncul di depan papan pengumuman, orang tersebut membawa beberapa lembar kertas yang sepertinya adalah pengumuman hasil ujian.
Melihat kedatangan orang tersebut, para siswa lainnya tanpa sadar mendekati papan pengumuman. Berharap yang dibawa orang tersebut adalah hasil ujian mereka.
Benar saja, lembaran kertas itu adalah pengumuman hasil ujian tahap pertama.
Sedangkan Shiro masih melihat papan pengumuman dari jauh. Ia menunggu suasana menjadi agak sepi, baru maju untuk melihat hasilnya. Walaupun ia yakin sekali bahwa ia akan lulus, setidaknya perlu memastikannya terlebih dahulu.
Waktu berlalu, bayak para siswa yang sudah kembali setelah melihat hasil ujian mereka. Kebahagian dan kekecewaan bercampur menjadi satu di koridor depan ruang kelas.
Sedangkan Shiro sedang mencari namanya di papan pengumuman. Tak lama akhirnya Shiro menemukan namanya dengan status lulus.
Walaupun ini sudah diperkirakan Shiro, namun kebahagiaan terlukis diwajahnya. Shiro pulang dengan wajah tersenyum berseri-seri.
..........
Keesokan harinya.
Ruang kelas B sudah lumayan banyak dipenuhi oleh para siswa, walaupun tidak sebanyak peserta ujian tahap pertama kemarin.
Para siswa yang berkumpul hari ini adalah para siswa yang lulus ujian tahap pertama dan akan melaksanakan ujian tahap kedua. Shiro termasuk diantara mereka.
Terlihat di podium depan, selain Ogito-sensei ada beberapa guru pengawas lainnya yang duduk di meja dekat podium sambil mengawasi sebuah bola Kristal. Sepertinya ujian kali ini akan segera dimulai.
Ogito-sensei melihat waktu ujian yang hampir dimulai dan berjalan menuju ke podium.
__ADS_1
Para siswa menjadi tenang ketika melihat bahwa Ogito-sensei sudah mulai naik ke podium. Mereka menunggunya untuk bicara mengenai ujian tahap kedua.
"Selamat bagi kalian semua karena sudah lulus ujian tahap pertama"
` clap~ clap~ clap~`
Mendengar pujian dari penanggung jawab yang berada di podium. Para siswa lainnya bertepuk tangan untuk diri mereka sendiri.
"Namun itu semua masih tahap awal, sekarang adalah penentuan yang sebenarnya. Kalian akan melaksanakan ujian praktik yang akan menentukan magang kalian. Lalu...."
Ogito-sensei mulai bicara panjang lebar. Tak lupa ia membacakan aturan ujian tahap kedua ini. Dan para siswa diam mendengarkan takut ada informasi yang tidak mereka dengar yang bisa merugikan mereka.
"Baiklah, langsung saja kita mulai. Bagi para siswa yang dipanggil namanya silahkan maju"
"Hinari Tomoe, Kyoya Kuchiki, Shiro, ...."
Satu persatu nama dipanggil,dan ada nama Shiro yang dipanggil. Tumben sekali nama Shiro dipanggil duluan. Namun Shiro tidak memperdulikannya, Shiro berjalan maju kedepan
Shiro berdiri didepan salah satu meja pengawas.
"Baiklah, mari kita mulai. Siapa namamu ?"
"Shiro"
Mengetahui nama Shiro, guru pengawas tersebut membolak-balik kertas mencari kertas tentang Shiro.
"Oke Shiro, silahkan letakkan tanganmu diatas bola Kristal ini seperti ujian bakat saat pertama kali, dan semoga saja kau membangkitkan bakat baru"
Guru pengawas itu menunjuk ke arah Bola Kristal di depannya.
Shiro menurutinya dan meletakkan tangannya di Bola Kristal itu. Cahaya mulai muncul dari Bola Kristal, itu terlihat lebih terang daripada saat Shiro pertama kali uji bakat.
Tiba-tiba sebuah Kristal Cahaya terang keluar dari dada Shiro, Kristal itu semakin terang dan membesar dan muncullah sebuah pedang.
Shiro menangkap pedang tersebut dengan tangan satunya dengan penuh semangat, senyum terpahat di wajahnya.
` clap~ clap~ clap~`
Suara tepuk tangan terdengar dari pengawas di depan Shiro.
"Selamat, Bakatmu meningkat menjadi level A. Selain itu sepertinya kau membangunkan pedang jiwaku sendiri, selamat. Silahkan memasuki ruang sebelah untuk berfoto, foto itu digunakan dalam sertifikat lisensi pahlawan magang. Dan bisa diambil sore harinya." ucap guru pengawas itu sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi informasi mengenai Shiro dan ada juga stempel bertuliskan 'LULUS' di dalamnya.
Shiro berjalan menuju ruang yang ditunjukkan pengawas tersebut. Dan di ruang tersebut, Shiro menyerahkan formulir di tangannya dan melakukan foto.
Setelah berfoto, Shiro pulang asramanya dan menunggu sore datang untuk mengambil lisensinya di kelas.
__ADS_1
..........
Sore Harinya.