
Cahaya terang menyelimuti daerah di bawah Altar. Sebuah susunan teleportasi terbentuk.
Beberapa detik kemudian, beberapa orang muncul secara bergantian.
"Hei, apa yang terjadi ?"
"Dimana jarahanku ?"
"Syukurlah aku selamat."
" ...."
Setelah mereka diteleportasikan secara paksa oleh Leon, mereka ribut. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada mereka, mereka tiba-tiba diteleportasikan di tempat yang tidak mereka ketahui.
Awalnya mereka bingung, namun Leon tiba-tiba muncul di depan mereka dan berkata. "Maaf karena menteleportasikan kalian secara tiba-tiba. Kami menteleportasikan kalian untuk mengajak kalian menuju Ruangan Boss."
Mendengar bahwa mereka akan menuju Ruangan Boss, mereka tampak bersemangat. Namun ada beberapa orang yang penuh keraguan.
"Hei, apa kau yakin disini adalah Ruangan Boss ?"
Leon menggelengkan kepalanya, "Bukan disini, namun diatas Altar sana, ada susunan teleportasi sekali pakai yang bisa menteleportasikan kita semua menuju Ruangan Boss."
Setelah itu, Leon menceritakan mengenai apa yang ia dan Shiro ketahui mengenai Ruangan Boss.
Mendengar penjelasan Leon, yang lain nampak tersenyum penuh semangat, namun ada juga beberapa orang yang meragukan.
"Bolehkan kami tidak ikut menuju Ruangan Boss ?" tanya Pihak yang meragukan informasi Leon.
Leon tersenyum, "Tentu saja tidak masalah, kalian ikut secara sukarela, kalian juga bebas mau ikut atau tidak. Tapi meski kalian tidak ikut, kami harap kalian bisa membersihkan monster-monster di Gate ini."
Mereka mengangguk, sebenarnya mereka tidak terlalu yakin atas keselamatan mereka melawan Boss monster. Mereka lebih memilih mencari keuntungan dengan melawan monster-monster biasa yang ada di dalam Gate.
Leon memandang kerumunan orang, "Bagi yang tidak mau ikut, silahkan keluar dari barisan terlebih dahulu. Yang ingin ikut melawan Gate, akan tetap diberikan. Ingat ! Harta rampasan Gate di ruangan Boss akan dibagi rata."
Kerumunan pahlawan mulai terbagi 2, ada beberapa pihak yang tidak terlalu percaya diri dengan kekuatannya memisahkan diri. Mereka adalah pihak yang pengecut, mereka takut mati dan hanya mengejar keuntungan semata.
"Bagi yang tidak ikut berpartisipasi menuju Ruangan Boss, kami ucapkan terimakasih. Kami harap kalian.bisa kembali dengan selamat. Kalian silahkan bubar." ucap Leon dengan nada hormat. Sepertinya ia cocok dengan identitas Kapten atau pemimpin dari Raid ini.
Pihak yang tidak ingin memasuki ruangan Boss pergi dengan perasaan lega. Setidaknya mereka benar-benar tidak dipaksa menuju Ruangan Boss.
Melihat kepergian para pengecut itu, Leon memandangi mereka dengan jijik. Namun ia kembali melihat kepada para pahlawan yang tetap tegar dan menunggu untuk memasuki ruangan Boss.
"Selamat bagi kalian para pemberani, sebentar lagi kita akan menuju Ruangan Boss, kobarkan semangat juang kalian." ucap Leon dengan penuh senyuman.
"Ya."
"Ayo, berangkat."
"Aku sudah tidak sabar lagi.."
"...."
__ADS_1
"Melihat semangat kalian, mari kita berangkat menuju Ruangan Boss. Ikuti Aku."
Leon memimpin para pahlawan lainnya menuju puncak Altar.
Setelah semua pihak sudah berdiri diatas susunan teleportasi, susunan teleportasi tersebut diaktifkan.
Susunan teleportasi dibawah kaki mereka menyala, dengan wajah penuh ekstasi, mereka penuh semangat juang.
Pemandangan di depan mereka berubah. Sebuah gunung yang tinggi terlihat di depan mereka.l, dengan tangga batu yang menuju ke puncak gunung tersebut.
Ujung dari gunung tersebut tidak terlihat, itu semua ditutupi oleh awan.
Leon berdiri paling depan. "Semuanya, kemungkinan Boss berada di puncak gunung ini. Namun perlu diingatkan kembali, walaupun tangga ini terlihat biasa saja, namun ada kemungkinan ada monster atau jebakan ketika kita menuju ke puncak gunung tersebut."
"Ya."
"Ya."
"..."
"Mari kita menuju ke puncak." ajak Leon.
Mereka pun berangkat dengan berjalan kaki melalui tangga yang membumbung tinggi tersebut.
Namun tidak dengan Shiro.
Ketika yang lainnya berjalan dan menaiki tangga satu persatu. Ia dengan bebasnya terbang dalam kondisi Stealth.
Ketika yang lain dengan susah payah mendaki tangga satu persatu, ia dengan santaainya terbang menuju puncak.
Dari persepsinya, ia dapat merasakan beberapa jebakan ringan di tangga yang pihak lain dari. Seperti lubang, panah, batu, dan sebagainya.
Selain itu, ia juga dapat merasakan beberapa monster yang berada di hutan disamping tangga tersebut. Beberapa diantaranya adalah Yellow Monkey, Lightning Mouse, Flashy Snake, dan sebagainya.
Namun Shiro tidak berniat mengalahkannya atau memberi tahu yang lain.
Dengan jumlah yang cukup banyak, terutama Yellow Monkey. Hanya membuang-buang waktu dan tenaga untuk menyelesaikan semuanya sekaligus. Lebih baik membiarkan yang lainnya bekerja sama untuk mengalahkan mereka, sehingga lebih cepat dan lebih efisien.
Ketika yang lainnya berjalan lambat untuk menghindari jebakan yang ada di Tangga-tangga tersebut.
Shiro sudah berada di puncak gunung. Ia memandang seekor Thunder Bird yang cukup besar yang sedang tertidur pulas disana.
Dari penglihatan Shiro, kemungkinan ukuran Thunder Bird ini melebihi 10 meter. Namun karena ia sedang tidur, Shiro tidak bisa menentukan ukuran pastinya.
Shiro berkeliling di sekitaran puncak gunung tersebut sambil mengecek medan sekitar.
Karena hawa keberadaan Shiro yang menghilang, Thunder Bird King tersebut tidak terbangun ataupun mendeteksi keberadaan Shiro. Sehingga ia dapat dengan leluasa untuk menjelajahi sekitar. Siapa tahu Shiro dapat menemukan harta atau material berharga tanpa harus bertarung.
Benar saja, ia menemukan sebuah pohon anggur dengan buah warna biru keemasan. Shiro mengenali buah tersebut sebagai Golden Grape atau lebih terkenal sebagai Buah Guntur (Thunder Fruit).
Buah ini terkenal karena dapat memperoleh afinitas terhadap elemen petir walaupun tidak seberapa.
__ADS_1
Dengan memakan buah ini juga, pengguna dapat memperoleh resistensi terhadap serangan berelemet petir atau listrik. Sehingga dapat mengurangi debuff terhadap efek CC atau Stun yang terdapat dari serangan berelement petir atau listrik.
Dengan senang hati dan perasaan bahagia, Shiro menerima semua Golden Grape yang ada dan memasukkan semuanya ke dalam ruang inventarisnya.
Setelah memperoleh Golden Grape, Shiro kembali menyisiri puncak Gunung tersebut. Namun tidak ada material berharga lainnya yang ia peroleh.
Dengan perasaan kecewa, Shiro memandangi tangga terakhir menuju puncak. Namun ia belum melihat ujung rambut dari Leon dan kawan-kawan.
Shiro tiba-tiba memikirkan sesuatu, dan penuh senyuman menggoda, ia mengeluarkan kamera miliknya.
Shiro memotret penampilan Thunder Bird King dan pemandangan diatas gunung, lalu ia mengirimkannya kepada Leon dengan penuh senyuman.
Leon dan rombongan lainnya, kini tengah beristirahat selepas mengalahkan rombongan Yellow Monkey.
Ia lalu merasakan alat komunikasinya bergetar, ia kaget karena pengirim pesan tersebut adalah 'Zero'.
Setelah membuka pesan tersebut, ia lebih terkejut lagi dengan foto yang ditampilkan Shiro adalah pemandangan puncak gunung beserta Boss.
"Bagaimana ia bisa sampai kesana dengan sangat cepat." gumam Leon.
Ia memandangi sekeliling, terutama melihat-lihat pahlawan lainnya yang tengah beristirahat.
Dan Leon kini baru menyadari, semenjak masuk ke ruangan Boss, ia belum melihat penampakan Shiro sedikitpun.
Namun mengingat Shiro mempunyai sayap, ia dapat meyakini bahwa tanpa sepengetahuannya, Shiro sudah terbang menuju puncak gunung.
Ada perasaan iri dan kesal ketika Leon menatap foto yang dikirim Shiro. Ia iri karena mendapatkan kepercayaan penuh dari Asosiasi Pahlawan, ia juga iri dengan kekuatan yang dimiliki Shiro.
Leon kesal karena ia sebagai pemimpin, tidak bisa mengendalikan Shiro. Ia kesal karena Shiro mendahuluinya dan tidak memberitahu dirinya terlebih dahulu.
Leon lalu bangkit dan memandangi rombongan pahlawan lainnya. "Istirahat sudah selesai, kita akan melanjutkan perjalanan. Dari informan kami, hanya satu Boss terdapat di puncak gunung ini. Jadi kita harus bergegas."
Walaupun mereka kurang puas karena waktu istirahat mereka yang belum habis. Namun mendengar bahwa Bossnya cuma sendirian, mereka menjadi cukup bersemangat.
Mereka pun melanjutkan perjalanan, untung saja tidak banyak monster yang menyerang mereka selama perjalanan menuju puncak gunung.
2 jam kemudian. Mereka akhirnya tiba ke puncak Gunung.
Sesampainya di puncak, Leon melihat sekeliling, ia ingin mencari keberadaan Shiro. Namun ia tidak menemukannya dimanapun juga.
Ia beranggapan bahwa Shiro sudah pergi dari sini, dan mungkin mencari monster atau mini Boss yang berada di hutan.
Namun tanpa ia ketahui, Shiro berada tepat diatasnya. Shiro memandangi mereka semua dengan senyuman puas. Ia lalu terbang lebih tinggi dan melihat-lihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Para pahlawan lainnya yang baru sampai ke puncak gunung, memandang sekitar dengan takjub.
Dengan sampainya mereka ke puncak, mereka pun dapat melihat penampilan Boss Monster yaitu Thunder Bird King.
Ketika mereka melihat penampilan Thunder Bird King,Thunder Bird King juga menatap balik mereka semua.
Thunder Bird King terbangun karena merasakan banyak suara dan Aura yang mendekati dirinya. Ia bangkit dan bersiap untuk menyerang rombongan pahlawan yang baru tiba.
__ADS_1
Leon yang berada paling depan, langsung memberikan komando. "Semuanya, Serang.."