
Setelah kepergian ketiga Murloc, Shiro hanya ditinggalkan berdua bersama Ketua Asosiasi. Suasana diantara keduanya menjadi agak canggung.
"Ketua, apa kabar? Sepertinya rambutmu mulai berkurang, ya?" sapa Shiro memecah keheningan diantara keduanya.
Ketua Asosiasi mengerinyit mendengar sapaan Shiro. "Ini semua gara-gara kau. Banyak sekali masalah yang datang silih berganti. Masalah sebelumnya belum selesai, malah datang masalah baru. Padahal sebelumnya tidak ada banyak masalah, semuanya nampak santai dan baik-baik saja."
"Jangan menyalahkanku, Ketua! Ini semua memang bagian dari tanggung jawabmu. Ngomong-ngomong, ada perkembangan apa baru-baru ini?" tanya Shiro.
"Banyak sekali, intensitas kemunculan Gate yang meningkat dan munculnya pahlawan kelas atas juga bertambah pula. Banyak hal yang perlu di urus saat ini. Ditambah kemajuan penelitian portal, dan Organisasi Hitam, semuanya menjadi tambah merepotkan...."
Kemudian, Shiro mendengarkan cerita panjang dari Ketua Asosiasi tentang berbagai macam perkembangan yang terjadi selama ia dalam petualangan.
Gate mulai bertambah banyak, dan kualitas monster yang ada di dalam Gate juga mulai meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan banyaknya pahlawan tingkat tinggi yang bermunculan.
Ini seakan mengisyaratkan bahwa dunia mencoba membuat manusia beradaptasi karena kedatangan banyak Gate dengan kualitas tinggi, dunia juga seakan mencoba membuat manusia dapat bertahan menghadapi banyaknya Gate yang bermunculan terus-menerus.
Dunia seakan membuat manusia bersaing dengan monster di dalam Gate, mencoba memutuskan pihak mana yang pantas untuk menempati dunia ini.
Shiro juga mendengar dari Ketua Asosiasi kalau kemajuan penelitian Portal transmisi sudah mencapai 70%, dan kemungkinan dalam 1 bulan ini, penelitian tentang portal ini akan membuahkan hasil.
Bersamaan dengan itu, hancurnya salah satu Markas dari Organisasi Hitam, membuat mereka mulai bertindak agak impulsif. Para Anggota Organisasi Hitam yang biasanya bertindak hati-hati, sekarang sepertinya tidak tahan lagi.
Mereka mulai bergerak secara kasar, namun masih sulit untuk Asosiasi Pahlawan untuk menangkap mereka sepenuhnya. Butuh beberapa Pahlawan kelas S untuk mengalahkan satu anggota Organisasi Hitam.
Selain itu, sulit untuk menangkap anggota Organisasi Hitam hidup-hidup. Anggota Organisasi Hitam lebih memilih bunuh diri dan menelan racun daripada ditangkap oleh pihak Asosiasi Pahlawan. Sehingga hal ini menyulitkan Asosiasi Pahlawan dalam mencari informasi yang dibutuhkan.
Dari sini dapat terlihat betapa kuat dan merepotkannya anggota Organisasi Hitam. Mereka tidak bisa dianggap enteng, jika mereka terus dibiarkan terus berkembang, manusia akan berada di dalam situasi yang sangat berbahaya.
Shiro juga mengerutkan dahinya ketika mendengar cerita ini. Sepertinya pihak Asosiasi Pahlawan masih butuh waktu yang cukup lama untuk membasmi Organisasi Hitam.
__ADS_1
"Oh ya nak, bagaimana dengan pengalamanmu?" tanya Ketua Asosiasi.
"Tentu saja menguntungkan!" jawab Shiro dengan nada sombong.
Shiro lalu mengeluarkan berbagai macam item unik yang ia dapatkan dari berbagai Gate. Ia mencoba memamerkannya ke Ketua Asosiasi.
Ketua Asosiasi juga terkejut dengan banyaknya item yang tidak ia ketahui yang dikeluarkan Shiro. Ia lalu memandang Shiro dengan heran. Ia bertanya-tanya, berapa banyak Gate yang yelah diselesaikan Shiro.
Melihat Ketua Asosiasi yang memandangnya dengan heran, Shiro tersenyum penuh kemenangan. Ini hanyalah item biasa, bagaimana jika ia menunjukkan Orb yang ia peroleh, mungkin Ketua Asosiasi akan pingsan.
Tapi Shiro tidak berniat memamerkan Orb-orb yang ia peroleh kepada Ketua Asosiasi. Walaupun Orb itu tidak lagi bermanfaat baginya karena sudah pernah digunakan. Namun Shiro belum berniat untuk menjualnya. Menurutnya, ini bukanlah waktu yang tepat.
"Aku iri padamu, nak!"
Mata Ketua Asosiasi nampak nostalgia, ia merindukan masa mudanya yang masih penuh petualangan. Kini ia sudah tua, sebagai Ketua Asosiasi Pahlawan, ia harus terus stand by ditempat, ia tidak bisa berkeliaran bebas seperti Shiro.
"Kalau begitu, ikut denganku saja Ketua!" canda Shiro.
"Aku menolak, tidak ada hal menyenangkan yang bisa dilakukan jika hanya duduk di Kantor."
Keduanya berbincang-bincang cukup lama, hampir satu jam berlalu. Sebelum kemudian salah satu Murloc muncul ke permukaan.
"Bagaimana? Ada hasil?" tanya Shiro ketika Murloc itu muncul kembali.
Murloc yang muncul adalah Sawmil. Ia tersenyum menghadapi pertanyaan Shiro. "Ya, kami sudah menemukan tempat yang cocok!"
"Bagus kalau begitu, sekarang waktunya menjemput yang lain!"
Shiro bersama Ketua Asosiasi kembali ke Pesawat X untuk menjemput masyarakat Murloc yang masih berada di dalam Gate.
__ADS_1
Keduanya melakukan perjalanan bolak-balik beberapa kali. Karena banyaknya Murloc yang perlu diangkut, membuat keduanya lelah.
Shiro perlu hadir setiap saat untuk mengangkat para Murloc agar bisa keluar dari Gate. Sedangkan Ketua Asosiasi, ia sangat bosan mengemudi bolak-balik ke tempat yang sama, tidak ada yang bisa menggantikannya mengemudi, termasuk Shiro. Karena Shiro tidak tahu cara mengemudikan Pesawat X.
Meskipun begitu, Ketua Asosiasi cukup terkesan dengan para Murloc. Karena para Murloc terlihat sangat penurut, mereka tidak banyak melakukan tindakan kecil, bahkan mereka sangat mematuhi perkataan Shiro dan dirinya.
Ia juga melihat fisik Murloc yang lebih tinggi dari manusia dan fisik ikan mereka membuat Ketua Asosiasi cukup tertarik.
Setelah beberapa kali bolak-balik mengantar para Murloc, akhirnya tugas keduanya telah selesai. Merekapun berpisah dengan para Murloc. Sebelum pergi, Ketua Asosiasi tidak lupa memberitahu mereka cara menghubungi pihak Asosiasi Pahlawan ataupun Shiro.
Dan ketika Ketua Asosiasi sibuk dengan hal lain, ada satu Murloc yang diam-diam memberikan Orb kepada Shiro.
Shiro tersenyum, ia menerimanya dengan tangan terbuka. Ia lalu menyimpannya ke dalam ruang inventorynya tanpa sepengetahuan Ketua Asosiasi.
Ia agak tidak sabar untuk menggunakannya, entah apa yang akan ia dapatkan kali ini.
Setelah perpisahan mereka, Shiro mengikuti Ketua Asosiasi dari belakang. Ia memasuki Pesawat X bersama dengannya.
Pesawat dihidupkan, dan Shiro duduk tepat di samping Ketua Asosiasi di ruang kemudi. Shiro ingin melihat cara Ketua Asosiasi mengendalikan Pesawat X, kali aja ia bisa belajar.
Pesawat mulai terangkat, Ketua Asosiasi menoleh kepada Shiro dan bertanya: "Kau ingin kemana? Aku akan mengantarkanmu!"
Shiro tersenyum: "Mari kita kembali ke Kota!"
Jawaban dari Shiro membuat Ketua Asosiasi tertegun. Ia merasa pendengarannya ada yang salah sehingga ia bertanya kembali kepada Shiro: "Eh, sepertinya ada yang salah dengan pendengaranku, bisakah kau mengulanginya lagi?"
"Aku akan ikut denganmu kembali, Ketua!" ucap Shiro secara perlahan.
Kali ini Ketua Asosiasi memperhatikan ketika Shiro memberitahu tujuannya, merasa pendengarannya tidak ada yang salah, ia lalu tertawa: "HAHAHA~ Kalo begitu, kita berangkat sekarang juga!"
__ADS_1
Pesawat melaju ke Kota dengan sangat cepat. Shiro yang melihat perubahan sikap dari Ketua Asosiasi hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia bergumam pelan: "Sungguh kekanak-kanakan!"