Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
126. Rencana


__ADS_3

Para pahlawan yang melihat kebangkitan dari Undead Dragon menjadi ragu-ragu. Beberapa dari mereka ketakutan.


Apalagi saat Undead Dragon mengaum dengan sangat keras, beberapa diantara mereka yang pertahanan mental jiwanya lemah, langsung pingsan tak sadarkan diri.


Beberapa yang yang bertahan, memegang kepalanya dan mengerang kesakitan.


Untungnya ada Pahlawam Support Rank S yang tidak terlalu terpengaruhi oleh raungan dari Undead Dragon. Ia langsung menghapus Debuff dan kembali menjernihkan jiwa, mental dan pikiran pahlawan yang terkena efek raungan Undead Dragon.


Cahaya putih menyinari seluruh pahlawan, rasa sakit yang dirasakan pahlawan perlahan mulai menghilang.


"Sial, raungan itu membuatku takut sampai mati."


"Iya, hampir aja aku kencing di celana."


"Eh, coba lihat, celanamu kataknya sudah basah?"


"Tidak, aku tidak sengaja menumpahkan air minumku sebelumnya."


"..."


Para pahlawan mulai bergosip, mereka mencoba mengabaikan serangan musuh. Namun meskipun begitu, masih ada pahlawan yang melihat ke arah makhluk Raksasa yang sebenarnya adalah Undead Dragon.


"Hei, bagaimana kita mengalahkan monster itu?" tanya seorang Pahlawan dengan ekspresi ketakutan diwajahnya.


Walaupun pahlawan lain ingin menghindari topik itu, tapi mereka hanya bisa kembali menatap Undead Dragon.


Mereka diam dan tak menjawab pertanyaan pahlawan tersebut. Walaupun mereka tahu jawaban dari pertanyaan itu.


Sangat sulit untuk mengalahkan monster itu dengan hanya mengandalkan 10 orang pahlawan Rank S. Setidaknya mereka membutuhkan minimal 20 orang dan itupun masih harus merumuskan strategi yang matang untuk mengalahkan monster tersebut.


Ditengah keheningan mereka, tiba-tiba hembusan angin yang cukup kuat terasa. Merekapun merasakan tanah bergetar dan suara pertempuran terdengar ditelinga mereka.


"Sepertinya ada orang yang bertarung dengan makhluk itu."


Mereka kembali memperhatikan arah sumber suara itu. Mereka melihat dari kejauhan bahwa ada seseorang yang sedang bertarung dengan makhluk raksasa itu.


Mereka melihat orang tersebut sedang bertarung melawan monster tersebut.


Anastasya berbalik, ia melihat kearah para pahlawan dan bertanya kepada mereka: "Apakah ada diantara kalian yang memiliki kemampuan pengamatan jarak jauh atau semacamnya?"


Seorang Pahlawan Ranger yang membawa senapan menjawab: "Aku punya."


"Bisakah kau menampilkan dan menunjukkannya kepada kami semua disini?" tanya Anastasya.


"Bisa, tapi aku perlu menggunakan semacam alat bantu, dan alat bantu itu tidak murah," jawab Ranger tersebut.

__ADS_1


"Tenang saja, Asosiasi Pahlawan yang akan menggantinya."


Mendengar jawaban Anastasya, pahlawan Ranger itu mengangguk. Ia mulai menggunakan skillnya dna mengeluarkan sebuah alat berupa lempengan.


Kemudian terlihat gambar proyeksi mulai terlihat dari lempengan tersebut.


Dari layar tersebut, Mereka semua mulai melihat pertarungan yang dilakukan Shiro dan Undead Dragon.


Jika Shiro melihat ini, mungkin Shiro akan memarahinya. Bukannya membantu, tapi malah menonton pertarungannya seperti sedang nonton layar tancap.


Mereka semua melihat pertarungan keduanya, dari kekuatan dari Undead Dragon sampai dengan kekuatan pukulan Shiro.


Melihat kekuatan pukulan dahsyat Shiro yang berhasil menghancurkan tengkorak Undead Dragon, salah satu Pahlawan Rank S berkata: "Pukulannya memang sekuat ini? atau pertahanan monster itu yang sangat lemah?"


Anastasya menanggapi pertanyaan pahlawan itu: "Kami tidak punya data tentang kemampuan penuhnya. Tapi melihat dari dampak serangan tersebut, sepertinya kekuatan pukulannya yang sangat kuat."


Pahlawan itu mengangguk, tapi tangannya terasa gatal ingin memukul monster raksasa itu seperti yang dilakukan Shiro.


"Nona Asisten, coba lihat. Tubuh monster itu bergenerasi kembali. Apakah monster itu merupakan makhluk panggilan juga seperti para Kerangka sebelumnya?"


Mendengar celetukan dari salah satu pahlawan, Anastasya dan yang lainnya juga kembali fokus ke layar pertempuran tersebut. Mereka juga melihat tengkorak Undead Dragon yang sebelumnya berlubang, kini mulai kembali lagi.


"Hal ini mungkin saja terjadi," jawab Anastasya.


"Kalo begitu, apakah kita harus menemukan kastor yang mengendalikan monster itu juga?"


Pertanyaan itu tidak ada yang menjawab. Mereka semua mulai merenungkan pertanyaan itu. Keputusan berada ditangan Brewthern dan Anastasya sebagai ketua tim saat ini.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Brewthern dan Anastasya membuat keputusan.


"Kita perlu membantu Zero, dan ada kemungkinan makhluk itu adalah makhluk panggilan. Jadi kita akan membagi 2 tim. Tim pertama untuk membantu pertarungan melawan monster itu, tim pertama akan terdiri dari pahlawan Rank S. Untuk sisanya masuk ke tim 2 yang bertugas mencari kastor."


Mendengar pengaturan dari Brewthern dan Anastasya, mereka semua mengangguk.


"Apakah ada yang keberatan?" tanya Brewthern.


"Tidak."


"Bagus, kalau begitu. Laksanakan rencananya."


"Ya."


...****************...


Disisi Shiro, ia terus berusaha menghindari serangan dari Undead Dragon.

__ADS_1


Tak hanya itu, ia juga sering membalas serangan. Ketika Undead Dragon ingin terbang, Shiro kembali memukulinya. Salah satu sayap dari Undead Dragon juga tampak patah oleh pukulan Shiro.


Kepatahan salah satu sayapnya, membuatnya tersungkur di tanah.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Shiro untuk memanggil Unseen.


"Unseen, kemari. Aku punya tugas penting untukmu."


Kemudian terlihat Unseen keluar dari Bayangan Undead Dragon dan bergerak cepat menuju Shiro.


"Ada tugas penting apa? Jangan bilang kau menyuruhku merekam pertempuran lagi," balas Unseen.


"Aku punya misi serius untukmu. Dengarkan aku..."


Kemudian Shiro mulai menceritakan rencana dari misi yang diberikan Shiro kepada Unseen. Unseen pun terlihat mengangguk ketika mendengarkan rencana Shiro.


"Bagaimana? Apakah kau bisa melakukannya?" tanya Shiro.


Unseen mengangguk, "Bisa, tapi bagaimana aku menghubungimu nanti jika ada suatu kendala?"


"Belum apa-apa sudah mikiran kendala," sindir Shiro.


Meski begitu, Shiro tetap mengeluarkan Kristal kecil atau manik kecil yang bisa digunakan sebagai alat komunikasi.


Fungsi manik ini mirip seperti HT yang bisa digunakan untuk komunikasi 2 arah atau lebih. Tapi harus dilakukan pencocokan terlebih dahulu. Dan Shiro sudah menyesuaikan kedua alat komunikasi tersebut agar bisa saling terhubung jika berada dijarak radius 500 meter.


"Oke, kalau begitu kau sembunyi dulu. Undead Dragon ini sedang mengarahkannya kepadaku."


Unseen mengangguk, kemudian Ia menjauh dan menunggu kode dari Shiro.


Sedangkan Shiro, ia sedang berlari menjauh, berbeda arah dengan Unseen. Undead Dragon terlihat ingin menggunakan 'Dragon Breath' kepadanya.


Api biru kembali mengarah kepadanya. Saat api semakin dekat dan jangkauan serangan Dragon Breath, Shiro hanya bisa menghidarinya dengan menggunakan Skill Switch.


Shiropun berhasil pindah tempat dan menghindari serangan tersebut. Api dari Dragon Breath terlihat menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya, bahkan batupun terlihat terbakar dan perlahan meleleh.


Shiro baru menyadari kengerian Dragon Breath. Sebelumnya, serangan Dragon Breath diudara tidak terlihat membahayakan, karena ia tidak melihat efek dari serangan tersebut.


Namun sekarang, Shiro tahu kalau sambutan api dari sang Naga bukanlah kaleng-kaleng. Jika terkena sedikit saja, dagingnya bakal hangus tak bersisa.


Shiro berlari kembali ke arah Undead Dragon dan memukulnya dengan keras.


BANG~


"Sekarang giliranku."

__ADS_1


__ADS_2