Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
208. Kebetulan


__ADS_3

Shiro merasakan ada sebuah tim beranggotakan 3 orang yang masuk ke dalam wilayah pengawasannya. Hal ini membuat Shiro yang semula ingin beristirahat karena mengira tidak akan ada peserta lain, menjadi harus kembali bekerja.


"Shiro, kau istirahat saja! Biarkan aku yang mengurus mereka," ucap Unseen.


Namun Shiro menolak saran dari Unseen dengan menggelengkan kepalanya, "Tidak, ini adalah tugasku. Selain itu, dilihat dari Aura mereka, kekuatan mereka cukup kuat. Mereka pasti bisa mengatasi semua monster yang ada disekitar sini."


"Lalu kenapa kau tidak membiarkan aku saja yang mengawasi mereka?" tanya Unseen bingung.


Jika mereka cukup kuat, seharusnya Shiro tidak perlu khawatir akan suatu kecelakaan sehingga ia bisa bersantai dan beristirahat dengan tenang Lalu menyerahkan tugas ini kepada Unseen.


Shiro tersenyum lalu menjawab: "Aku penasaran dengan mereka. Coba lihat peta yang mereka pegang!"


Mendengar kata-kata Shiro, Unseen melihat peta yang digenggam oleh salah satu orang di tim tersebut. Peta yang bentukannya sangat mirip dengan peta yang didapat Shiro dari timnya Van.


"Peta yang sangat mirip. Bukankah itu aneh? Jika memang ada harta karun, pasti cuma ada satu peta, tidak mungkin petanya akan menyebar banyak. Kecuali peta itu telah terfragmentasi sehingga perlu di kumpulkan untuk mengetahui informasi dan lokasi dari harta karun itu."


Mendengarkan penjelasan dari Shiro, Unseen terdiam, ia tidak bisa membantah. Penjelasan Shiro sangat masuk akal. Sehingga ia hanya bisa kembali bersembunyi didalam bayangan dan terus memperhatikan perkembangan yang terjadi di sekitarnya.


Ketiganya mencari sebuah ruangan rahasia, dan mereka menemukan ruangan rahasia di balik air terjun. Mereka lalu masuk ke dalamnya.


Saat berada didalam sana, ketiganya melihat jejak pertempuran yang ada di dalam terowongan di balik air terjun itu.


Setelah mereka analisa, mereka menemukan kalau pertempuran yang terjadi kurang dari sehari. Sehingga membuat mereka pesimis, mungkin harta itu sudah diambil oleh orang lain.


"Sial, kita terlambat. Mari kita kembali saja! Tidak mungkin ada monster di lokasi yang sudah dibersihkan seperti yang ada disini," ucap Ketua tim tersebut sambil membuang peta tersebut ke tanah dengan keras lalu menginjaknya.


Mendengar saran dari Ketua tim mereka, anggota yang lain hanya mengangguk setuju. Ketiganya pergi begitu saja dari dalam sana..


Shiro yang mengikuti mereka juga cukup heran. Mereka menganalisis terlalu dini. Padahal tim sebelumnya hanya sampai ke tengah-tengah terowongan.


Dan tim mereka, baru masuk beberapa meter, malah menyerah dengan mudahnya tanpa melihat yang sebenarnya terjadi. Shiro hanya bisa geleng-geleng kepala lalu mengambil peta yang sudah lecek karena diinjak oleh Ketua tim mereka.

__ADS_1


Shiro lalu menyamakan peta yang mereka buang dengan peta yang Shiro dapatkan dari timnya Van.


"Beneran mirip!" gumam Shiro.


Kedua peta itu sangat identik, mungkin lebih seperti sebuah salinan asli atau fotocopy-an. Semuanya benar-benar sama.


Dari sini, Shiro mulai merasakan ada sesuatu yang aneh. Ia lalu menyimpan kedua peta itu, dan kembali mengikuti tim tersebut.


Kali ini, arah yang mereka tuju adalah lokasi sarang para Blood Wolf.


Tebakan Shiro benar sebelumnya, tim mereka cukup kuat untuk mengalahkan beberapa dari Blood Wolf itu. Namun meskipun begitu, jumlah Blood Wolf yang sangat banyak itu membuat mereka ngeri. Sehingga setelah membunuh cukup banyak Blood Wolf, mereka memutuskan untuk melarikan dari sana.


Usaha tim tersebut berjalan dengan baik. Selain membunuh Blood Wolf yang mengejar, mereka juga berhasil lolos dari sarang Blood Wolf.


Kepergian tim tersebut, menandakan tugasnya untuk hari ini telah selesai.


Saat ini, malam sudah semakin larut, jadi Shiro memutuskan untuk beristirahat. Ia tak lupa untuk menyuruh Unseen untuk berjaga untuk malam ini.


......................


Tidak ada yang terjadi malam itu, palingan ada beberapa monster di sekitar yang mencoba mendekat, namun berhasil diselesaikan semuanya oleh Unseen.


Shiro bangun, setelah sarapan sederhana, ia kembali berpatroli.


Beruntung, di pagi hari ini, Shiro kembali melihat sebuah tim yang bergerak ke lokasi patrolinya. Yang membuatnya heran, tim yang datang juga membawa sebuah peta.


Shiro bahkan bertanya-tanya, "Apakah memang ada peta untuk ujian kali ini ya? atau hanya sebuah kebetulan belaka?"


Seingatnya, tidak ada yang menyebutkan sebuah peta dalam Briefing sebelumnya. Sehingga kecurigaan Shiro menjadi sangat terasa.


Shiro diam-diam bergerak di belakang tim tersebut untuk melihat peta yang mereka bawa. Benar saja, isi peta tersebut sama persis dengan dua peta yang ia miliki.

__ADS_1


Untungnya mereka datang dari lokasi yang lurus dengan sarang Blood Wolf. Sehingga ketika mereka baru melangkah memasuki sarang Blood Wolf, ketiganya langsung kabur tanpa pikir panjang.


Sepanjang jalan mereka bergumam takut sambil mengatakan: "Sudah kubilang, tempat harta karun pasti melalui tempat yang berbahaya."


Ketiganya pergi meninggalkan lokasi tersebut dan memasuki area lain yang bukan termasuk wilayah patroli Shiro.


Shiro tidak pergi dari sana, melainkan ia menulis sebuah surat yang menuliskan semua keanehan yang terjadi disini.


"Unseen, aku ada misi untukmu!"


Mendengarkan panggilan Shiro, Unseen keluar dari bayangannya lalu menjawab: "Misi apa?"


Shiro lalu menyerahkan surat yang ia buat barusan, "Serahkan ini kepada Ketua Asosiasi atau kedua asisten Anastasya dan Brewthern. Bilang saja ini dariku dan ini sangat penting!"


Unseen mengangguk, "Baiklah, aku mengerti!"


Kemudian Unseen memberi hormat kepada Shiro sebelum kemudian ia pergi menuju pintu keluar White Gate untuk menemui Ketua Asosiasi dan memberikan surat yang Shiro titipkan kepadanya.


Sebelum ia pergi, Shiro memberi Unseen skill yang membuatnya tak terlihat. Ini untuk berjaga-jaga dan membuatnya terhindar dari keberadaan musuh. Sehingga tugas yang ia berikan bisa berjalan dengan mulus.


Shiro ingin pergi, namun kemudian ia mengerutkan kening. Sebab dari arah tim tersebut melarikan diri, ada tim lainnya yang datang dan mengarah kepadanya.


Tidak hanya satu tim, melainkan tiga tim, termasuk tim yang melarikan diri sebelumnya.


Saat mereka mendekat, Shiro juga melihat ketiga tim tersebut sedang berdiskusi tentang peta yang mereka pegang. Lagi-lagi peta yang sangat identik yang membuat Shiro heran.


Ketiganya sepertinya sedang berdiskusi tentang harta karun tersebut beserta pembagiannya. Mereka sepertinya sepakat untuk bekerja bekerja dalam memperjuangkan harta karun tersebut.


Memperhatikan ketiga tim tersebut, ternyata ada satu orang lagi yang baru muncul. Shiro heran dengan pria itu. Ia sepertinya termasuk salah satu siswa, namun keberadaannya sangat aneh. Pergerakannya sangat halus bagaikan seorang Pahlawan yang sangat berpengalaman.


Saat Shiro lebih fokus mengamati peserta itu, mata Shiro tiba-tiba terbuka lebar.

__ADS_1


"Apakah ini kebetulan?"


__ADS_2