Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
69. Akhir Pelelangan


__ADS_3

Shiro sangat bahagia melihat harga jual item tersebut sebesar 18.900 Gold.


Namun melihat pengurangan sebesar 5% yaitu 954 Gold, ntah kenapa hati Shiro agak sakit.


Melihat keuntungan yang didapatkan pihak pelelangan, Bahkan Shiro sempat berfikir. 'Mungkinkah kedepannya aku harus membuka pelelangan juga?'


Walaupun ia sangat iri karena pihak pelelangan dapat dengan mudah mendapatkan keuntungan dengan cara semudah itu.


Namun Shiro hanya bisa mendesah pelan, ia kembali memfokuskan diri ke Item pelelangan selanjutnya.


Pelelangan terus berlanjut.


Satu-persatu item pelelangan ditampilkan.Namun tidak banyak yang menarik perhatian Shiro.


Dari mulai Senjata seperti Busur, Perisai, Tongkat Sihir, pedang dan sebagainya yang memiliki efek khusus. Semuanya tidak menarik perhatian Shiro. Adapun Dagger yang dijual, karena harganya terlalu mahal, Shiro malas untuk menawar dan langsung menyatakan menyerah.


Selain Senjata ada juga Potion, obat dan juga item sekali pakai lainnya. Seperti Obat regenerasi, item deteksi, dan Potion memperkuat serangan untuk sementara.


Namun Shiro tidak tertarik dengan Item-Item tersebut. Efek yang terlalu biasa, dan tidak terlalu bermanfaat untuknya.


Pelelangan terus berlanjut.


Setelah pelelangan terhadap Senjata dan Item sekali pakai. Kini persaingan di pelelabgan menjadi cukup intens. Karena yang dilelang kali ini adalah Battle Pet dan juga Gulungan tang berisikan sebuah Skill.


Untuk Battle Pet seperti Thunder Tiger, Roaring Lion, Shrio melewatkannya. Ia sudah memiliki Unseen yang lebih kuat dan lebih bermanfaat untuknya daripada Battle Pet tersebut


"Item selanjutnya adalah Skill 'Healing Rain', yaitu Skill penyembuhan bertipe Area yang dapat menyembuhkan banyak orang sekaligus. Harga awalnya 10.000 Gold, setiap kenaikan tidak kurang dari 100 Gold. Silahkan menawar! "


"10.100 Gold."


"10.500 Gold."


"15.000 Gold."


"...."


Harga item tersebut terus melonjak. Dan Shiro terkejut.


Ia tidak menyangka, Skill tipe Support seperti itu bisa mencapai harga puluhan ribu Gold. Apalagi Skill tipe serangan, mungkin bisa mencapai ratusan ribu Gold.


Shiro melirik total nominal uang yang ia punya, ia bergumam pelan, "Huh, kemiskinan membunuh imajinasiku."

__ADS_1


Harga Skill tersebut terus melonjak, bahkan melebihi 20.000 Gold.


Shiro hanya bisa menonton para orang kaya tersebut menawar item pelelangan dengan tatapan iri.


Akhirnya item 'Healing Rain' dapat terjual dengan harga 24.500 Gold.


Pelelangan untuk item Skill terus berlanjut, dari Silent Step yang dijual 31.400 Gold, Exolosion yang dijual 45.750 Gold, Wind Slasher seharga 29.600 Gold, dan semacamnya.


Shiro hanya bisa melihat orang lain menawar dengan perasaan sedih. Walaupun ada beberapa Skill yang berguna, namun Aset yang ia miliki tidak bisa digunakan untuk membelinya saat ini.


Pelelangan terus berlanjut.


Pelelangan telah mencapai puncaknya, namun Shiro tidak bisa sempat menawar di item-item pelelangan tersebut.


Semakin mendekati akhir, harga item yang dijual semakin meningkat bahkan harga awalnya saja seharga 50.000 Gold.


Melihat perbandingan yang ada antara yang miliknya dan item yang dijual, Shiro hanya bisa sedih melihat kesenjangan ekonomi yang terjadi padanya.


Merasa tidak ada yang bisa ia lakukan di pelelangan selanjutnya, Shiro keluar dari Aula Lelang dengan perasaan sedih.


Walaupun pelelangan beluk selesai, Shiro tetap keluar dan berjalan menuju ruang pembayaran dan pengambilan item.


Shiro menyerahkan kartu identitas lelangnya dan mulai membayar 3.800 Gold untuk mengambil sebutir Mermaid Tears.


Yah, walaupun tidak banyak item yang ia peroleh di pelelangan, setidaknya ia masih bisa mendapatkan cuan.


Pendapatan penjualan sebesar 17.946 dikurangi pembelian seharga 3.800 Gold. Shiro mendapatkan untung sebesar 14.146 Gold. Ini memang tidak banyak, namun cukup untuk kehidupan sehari-hari.


Setelah mendapatkan uang dan itemnya, Shiro keluar dari rumah lelang dan berkeliling Black Market.


Ia mampir ke Toko Pandai Besi terkenal di Black Market, yaitu Flunder Blacksmith.


"Halo Tuan, ada yang bisa saya bantu ?" kata pelayan Toko.


"Aku ingin memesan sebuah Dagger." ucap Shiro.


Pelayan toko itu tersenyum dan bertanya kembali. "Apakah Tuan yang menyediakan materialnya atau kami yang menyediakan materialnya ?"


Shiro berpikir sejenak. "Aku menyediakan material utamanya, untuk material pelengkap lainnya, aku serahkan kepada kalian."


Pelayan tersebut tersenyum, "Mari ikuti Aku !"

__ADS_1


Shiro berjalan di belakang pelayan tersebut, Shiro tahu bahwa pelayan itu menbawanya kepada master Blacksmith.


Seorang pria tua kekar, namun tidak terlalu tinggi sedang merokok di ruang penempaan. Melihat kedatangan Shiro, ia langsung mematikan rokoknya.


"Tuan, ini pelanggan kita hari ini. Ia meminta ditempakan sepasang Dagger. Material utamanya berasal darinya." ucap Pelayan tersebut dengan hormat.


Pria tua itu memberi isyarat kepada pelayan tersebut untuk keluar, dna pelayan tersebut membungkuk lalu keluar dari ruang tempa. Hanya menyisakan Shiro dan pria tua itu.


"Namaku Garr, aku seorang Blacksmith. Senjata apa yang ingin kau buat." ucap Pria tua kekar itu.


"Aku ingin membuat senjata sejenis Dagger, dengan spesifikasi seperti ini....."


Shiro mulai menjelaskan spesifikasi senjata yang ia inginkan. Pria tua Garr juga mengangguk mendengar spesifikasi senjata yang Shiro inginkan.


"Bahan Material seperti apa yang kau bawa? Coba tunjukkan ! "


Shiro mengangguk dan mengeluarkan material yang ingin ia jadikan senjata impiannya tersebut.


Sepasang taring dengan masing-masing seukuran 50 cm.


Ya, kalian benar, ini adalah taring yang sama dengan Fang's of Two-headed Hydra yang Shiro jual di pelelangan. Bedanya, yang dijual Shiro adalah taring atas, sedangkan yang ini merupakan taring bawah.


"Ini adalah taring bawah dari Two-headed Hydra." ucap Shiro sambil menyerahkan kedua taring tersebut kepada Garr.


Garr awalnya terkejut mendengar nama item ini, namun ekspresi langsung berubah menjadi kesenangan. Lalu ia mengambil item tersebut dengan hati-hati.


"Material yang bagus." puji Garr.


Shiro mengangguk, "Berapa harganya?"


Garr merenung sebentar, "Menurut spesifikasi senjata dan bahan materialnya. Memakan waktu pembuatan selama 3 hari dengan harga keduanya sebanyak 15.000 Gold."


Shiro mengangguk menyetujuinya, ia menjabat tangan Garr sebagai tanda menyetujui kesepakatan tersebut.


" Deal ! "


Setelah itu Shiro pergi dan menuju hotel. Ia tidak membayar Garr terlebih dahulu, karena memang aturannya seperti itu.


Uang diberikan ketika barang tempaan telah selesai. Masalah pelanggan tidak mau membayar atau tidak mengambil item tempaan tersebut bukanlah sebuah masalah.


Toh, senjata yang tidak diambil bisa dijual kembali dan bahkan bisa lebih mahal jika dijual di Aula pelelangan.

__ADS_1


Shiro kembali ke hotel dengan perasaan lelah. Setelah sampai di kamarnya ia langsung berganti pakaian dan tidur.


__ADS_2