Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
30. Misi Kedua


__ADS_3

Shiro kembali ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat.


"huh~"


Shiro menarik nafas dalam-dalam lalu mulai memberanikan diri untuk bertanya, "Sekarang sudah tidak ada orang lain, mari kita bicara!"


setelah Shiro berkata seperti itu, belalang mantis yang berada di bahu Shiro masuk melepaskan kondisi tak terlihatnya dan ia melompat ke depan Shiro lalu menghadap Shiro.


keduanya pun mulai saling bertatapan saat ini.


" Apa yang ingin kau katakan?" ucap Shiro kepada belalang mantis tersebut.


"Tidak ada, aku hanya ingin berkenalan denganmu" ucap Belalang Mantis tersebut.


Namun ucapan tersebut tidak terdengar oleh telinga Shiro, melainkan ucapan tersebut datang langsung ke dalam pikirannya. Layaknya telepati.


Sepanjang perjalanan pulang sebelumnya, sebuah suara sering terdengar di pikirannya, seakan mengajak Shiro untuk mengobrol. Namun tidak menghiraukannya.


Awalnya Shiro tidak tahu tentang siapa yang berbicara langsung di pikirannya, namun setelah ia merasakan Aura yang bergerak dari Belalang Mantis disampingnya, Shiro mulai menembak bahwa Belalang Mantis itulah yang mengririnya percakapan.


"Baiklah namaku Shiro, Aku memiliki bakat tipe Fisik Murni, bagaimana denganmu?"


"Apa tidak salah kau tipe fisik murni? pada saat Aura milikmu keluar sebelumnya, kau memiliki nafas layaknya seorang assasin."


Shiro tertegun ketika mendengar perkataan Belalang Mantis didepannya, "Bagaimana kau tahu ?"


" itu hal yang mudah, itu sudah biasa bagi kami untuk mengetahui nafas seorang Assassin, karena itu keahlian kami "


Shiro menatap Belalang Mantis didepannya dan mendesah pelan, "Kuharap kau tidak memberitahu siapapun"


"Tenang saja, sebuah rahasia adalah sebuah jiwa dari seorang assasin, aku tidak akan memberitahukannya kepada orang lain"


"Oh ya, kau belum memperkenalkan dirimu."


"Aku hanya seekor Belalang Mantis Bayangan biasa, aku tidak memiliki nama, jadi tidak ada yang perlu ku perkenalkan kepadamu"


"Lalu mengapa kau berbeda dengan Belalang Mantis yang lainnya?"


"Beda ? Apanya yang beda ?"


"Jangan pura-pura ga tau"


Shiro agak kesal dengan jawaban Belalang Mantis tersebut, walaupun Ekspresi Belalang Mantis tersebut biasa saja, namun pose yang ia gunakan untuk pura-pura bingung membuat Shiro lumayan kesal.


"Oh, jadi kau sudah merasakan perbedaannya juga ya ?"


"Tentu saja, kalo tidak, aku tidak akan memilihmu" ucap Shiro.


"Oke begini, aku sebenarnya bukan Makhluk Asli dari planet ini, aku berasal dari Gate. Jadi aku berbeda dengan Makhluk yang sama denganku di planet ini."

__ADS_1


"Oh" jawab Shiro dengan datar.


"Sepertinya kau tidak terlalu terkejut !"


Shiro mengangguk, "Karena itu sudah kami pelajari di Akademi, banyak Makhluk, binatang ataupun monster yang diplanet ini, berasal dari Makhluk Asli ataupun Makhluk yang keluar dari Gate dan berhasil beradaptasi dengan di lingkungan di planet ini"


"Lalu apa lagi, kau tau penyebab Makhluk di planetmu mengalami mutasi dan memiliki kekuatan?"


"Tentu, mereka semua mendapatkan kekuatan karena mengalami mutasi, dan mutasi tersebut berasal dari Aura yang keluar dari kemunculan Gate."


"Kalau kau sudah tau, kenapa masih bertanya, dasar manusia."


Shiro terkekeh pelan, "Aku hanya ingin memastikannya saja, kali aja tebakanku salah dan ada penyebab lainnya"


"Oh ya, kau kan bisa telepati, apakah kau bisa membaca pikiranku ?" timpal Shiro.


"Tidak, kami hanya bisa mengirim pesan atau berbicara dengan menyampaikan langsung ke target, tapi kami tidak bisa membaca pikiran taraget"


Mendengar hal ini, Shiro merasa lega, setidaknya Shiro tidak takut percakapan rahasianya dengan sistem terdengar oleh orang atau makhluk lain.


"Bagaimana kalau aku memberimu nama UNSEEN, karakteristik mu yang tidak terlihat dan tidak diketahui, sepertinya cocok dengan nama itu." ucap Shiro.


"Terserah kau saja, aku ingin istirahat, aku capek mengikutimu seharian"


"Yaudah, aku mau mandi dulu kal...."


"Hati-hati dengan senpaimu yang berambut putih tersebut! "


"Eh, emangnya kenapa ?"


"Aku tidak tahu, Ada Aura yang sangat aneh dalam dirinya"


"Ku kira apaan, cuma prasangka toh, udah ah, aku mau mandi, lengket nih tubuhku"


Mendengar bahwa UNSEEN juga tidak tahu, Shiro mengabaikannya dan berjalan ke kamar mandi untuk mandi.


Shiro hanya berfikir mungkin Aura seorang pahlawan sangat kuat sehingga Belalang Mantis sekelas UNSEEN sangat waspada. Atau itu berasal dari Atribut Es atau Salju milik Shiryuu-senpai yang mungkin adalah kelemahan Belalang Mantis.


UNSEEN yang melihat kepergian Shiro pun tidak terlalu memperhatikannya, ia pun tidak tahu apa yang terjadi dan hanya berharap tidak akan terjadi apa-apa.


Ia pun langsung mencari tempat yang gelap di sudut ruangan untuk mulai beristirahat.


......................


Keesokan Harinya.


Shiro dan yang lainnya berkumpul bersama Shiryuu-senpai, tentu dengan membawa Battle Pet masing-masing.


"Senpai, misi apa yang akan kita lakukan hari ini?" tanya Brendy dengan penuh semangat, sepertinya hari ini, ia sangat ingin bertarung.

__ADS_1


"Berbahagialah, Senpai sudah mengambil 3 misi untuk kalian semua"


"Benarkah ? Apa misinya ?"


Brendy dan kera putih, eh Gorilla Salju miliknya sangat bersemangat, sepertinya mereka sangat menantikan pengerjaan misi hari ini.


"Misinya mudah, kalian akan membantu menjaga Peternakan, Penangkaran Monster dan Membantu dalam menjaga Pusat Industri Keluarga Yuki"


Mendengar penjelasan misi yang akan mereka hadapi, Shiro dan yang lainnya tampak murung. Semangat seakan meninggalkan jiwa mereka bertiga.


"Masing-masing dari kalian akan menjaga salah satu tempat seharian, dan bergantian dengan teman kalian yang lain pada keesokan harinya."


Mendengar penjelasan tambahan dari Shiryuu-senpai, Shiro dan yang lainnya tambah lesu, mereka harus menghadapi situasi membosankan seperti itu selama 3 hari, sendirian pula.


Sepertinya, tidak hanya semangat mereka yang pergi, bahkan jiwa mereka pun turut terbang dari raga mereka.


"Pfft~" Shiryuu-senpai tersenyum melihat pemandangan ini, ia ingin tertawa namun ia menahannya.


"Tidak perlu murung seperti itu, memang seperti itu biasanya misi yang bisa dijalankan oleh pahlawan level rendah dan siswa magang seperti kalian, ini memang sudah biasa."


"Tapi senpai, aku ingin bertarung." keluh Brendy.


"Kau masih bisa bertarung, selama ada penjahat yang ingin mengacaukan Keluarga Yuki, ataupun saat ada monster yang mencoba kabur atau menyerang Peternakan dan pusat penangkaran" jawab Shiryuu-senpai sam tersenyum ke arah Brendy.


"Benarkah ?" Brendy terkejut.


"Iya, tapi masih utamakan keselamatanmu!"


"Hore~"


Tak hanya Brendy, Shiro dan Denshu pun menjadi bersemangat, sepertinya mereka seakan mendapatkan kembali alasan hidupnya.


Melihat ketiga juniornya, Shiryuu-senpai menjadi sedikit melankolis, ia sepertinya mengingat momen hidupnya yang sama dengan Shiro dan yang lainnya saat ia menjadi Siswa magang.


"Simpan semangat kalian, kita akan membagi tempat misi kalian"


"Ya, Shiryuu-senpai"


Merekapun melakukan undian ditempat.


Untuk hari pertama, Shiro yang akan menjaga Peternakan, Denshu yang menjaga Penangkaran, dan Brendy yang menjaga Pusat Industri.


Hari Kedua, giliran Shiro yang menjaga Pusat Industri, Brendy di penangkaran, dan Denshu di Peternakan.


Dan Untuk hari ketiga, tentu Shiro menjaga penangkaran, Denshu di pusat Industri, dan Brendy di Peternakan.


"Pembagian tugas telah selesai, mari kita selesaikan misinya, semoga misinya berhasil" ucap Shiryuu-senpai mencoba menyemangati Shiro dan yang lainnya.


"Ya, senpai"

__ADS_1


Mereka pun mulai berpencar, sesuai arah dan lokasi misi masing-masing.


__ADS_2