Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
101. Rencana


__ADS_3

Melihat para Dark Elf tersebut mulai pergi ke satu arah. Shiro yang melihat ini langsung menunjukkan senyum jahatnya. "Hehe~"


Kemudian, secara diam-diam Shiro mengikuti pergerakan sekumpulan Dark Elf tersebut.


Beberapa kali para Dark Elf berhenti, mereka seakan merasa sedang diikuti, sehingga beberapa kali mereka berpatroli sebentar sebelum akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya kembali.


Melihat kewaspadaan para Dark Elf yang sangat tinggi, Shiro tidak berani bergerak dengan gegabah. Walaupun Skill Stealth yang Ia gunakan sulit sekali untuk dideteksi, Shiro tidak ingin mengambil resiko yang cukup besar, kemudian Ia mulai mengikuti para Dark Elf dengan jarak yang cukup jauh.


Walaupun begitu, Shiro masih dapat mengikuti jejak para Dark Elf melalui jangkauan persepsinya.


Setelah para Dark Elf kehilangan perasaan dimata-mata. Mereka mulai bergerak dengan cepat.


Shiro dapat melihat mereka yang sedang mulai berpencar. Ia tidak tahu apa yang mereka rencanakan, Ia pun tidak bisa mengikuti mereka semua.


Terpaksa, Shiro hanya bisa mengikuti salah satu Dark Elf wanita yang memiliki penampilan yang cukup cantik.


Jarak antara Shiro dan Dark Elf wanita tidak terlalu jauh. Karena mereka mulai berpencar, Shiro sudah berani melihat aktivitas mereka dari jarak dekat.


Shiro dapat melihat Dark Elf Wanita tersebut sedang mengintai seekor Babi Hutan yang memiliki ukuran sebesar truk.


Ukuran Babi Hutan yang sangat besar membuat Shiro berpikir. "Jika ditabrak Babi Hutan ini, pasti akan langsung terkirim ke isekai."


Setelah itu, Shiro mulai menduga, bahwa para Dark Elf tersebut berpencar dengan tujuan untuk berburu mangsa.


Benar saja, Dark Elf wanita itu memerintahkan monster tunggangannya sejenis Black Panther untuk mulai memancing mangsa.


Ukuran Black Panther dua kali lebih kecil daripada Babi Hutan tersebut. Dengan mengandalkan kelincahannys, Black Panther mulai menggoda Babi Hutan dengan sesekali menyerang.


` stratch~`


` stratch~`


Black Panther berkali-kali berputar-putar mengelilingi Babi Hutan. Ketika ada kesempatan, Black Panther mulai menyerang Babi Hutan tersebut.


Walaupun serangannya hanya menimbulkan luka dangkal pada kulit Babi Hutan tersebut, namun dengan serangan yang terus menerus, membuat Babi Hutan itu sangat marah.


Babi Hutan tersebut mulai mencoba menyerang Black Panther, namun serangannya tidak dapat mengenai Black Panther yang sangat lincah tersebut.


Sebenarnya Babi Hutan tersebut sudah cukup cepat, namun Babi Hutan tersebut tidak cukup fleksibel dalam berakselerasi, Sehingga Babi Hutan tersebut tidak dapat sekalipun menyerang Black Panther yang lincah dan cepat itu.


Merasa bahwa fokus Babi Hutan itu mulai teralihkan kepada dirinya, Black Panther mulai mengajaknya bertarung agak menjauh. Tentu saja, Babi Hutan yang sangat marah kepada Black Panther langsung mengejarnya.


Disisi lain, Shiro dapat melihat Dark Elf Wanita itu sedang membuat berbagai jebakan. Ia dapat melihat Dark Elf Wanita sedang membacakan sebuah mantra, dan 'Boom'. Sebuah lubang yang sangat besar dan didalamnya terdapat duri-duri tajam yang terbuat dari tanah.

__ADS_1


Setelah itu, Dark Elf wanita itu mulai menutupi lubang besar tersebut dengan berbagai ranting pohon yang cukup rapuh, dan dilapisi oleh daun-daun kering.


Sepertinya lubang besar tersebut akan digunakan oleh Dark Elf wanita itu untuk membunuh Babi Hutan yang sangat besar tersebut. Dan Black Panther bertugas untuk mengalihkan perhatian Babi Hutan dan menuntunnya untuk memasuki lubang.


Setelah membuat jebakan, Dark Elf Wanita itu mulai menjauh dan memperhatikan jebakan tersebut dari jarak jauh.


Shiro tiba-tiba memikirkan sesuatu, senyuman jahatnya tiba-tiba muncul.


"Unseen, keluar sebentar," pinta Shiro dengan suara rendah.


Unseen pun keluar dan menatap Shiro, "Ada apa?"


Kemudian dengan senyuman liciknya, Shiro mulai membisikkan rencananya kepada Unseen.


Setelah selesai, Shiro menatap Unseen dengan kedua alisnya terangkat, "Bagaimana ?"


Unseen terlihat mengangguk menyetujui rencana Shiro.


"Baiklah, Laksanakan!"


Setelah mendengar perintah Shiro, Unseen mulai melaksanakan rencana Shiro. Ia mulai bergerak diantara bayang-bayang pohon yang rimbun. Ia bergerak menuju kearah jebakan yang telah diatur oleh Dark Elf wanita.


Shiro pun tak tinggal diam, ketika Ia melihat Unseen yang sudah dalam posisi. Ia mengambil batu yang tak jauh darinya lalu Ia membuat batu itu tak terlihat. Kemudian Shiro melemparkannya ke semak yang tak jauh di belakang Dark Elf wanita tersebut.


Mendengar suara yang mencurigakan di semak-semak yang ada belakangnya. Dark Elf wanita menjadi waspada. Dengan hati-hati, ia mulai memeriksa apa yang ada di semak belakangnya.


Namun tak ada yang Ia temui, Dark Elf wanita itu bernapas lega.


Kemudian Ia kembali ke posisinya, namun alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat keadaan jebakan yang ia pasang sebelumnya.


Jebakan yang sebelumnya tampak rapih, kini hancur berantakan. Dark Elf wanita mulai memeriksa kondisi jebakan tersebut.


Dark Elf wanita itu menggaruk kepalanya ketika melihat kondisi jebakan tersebut. Ia dapat melihat bahwa salah satu ranting penyangga utamanya tampak patah.


Tanpa pikir panjang, Dengan cepat, Dark Elf wanita itu mulai mengambil ranting lain dan memasang kembali jebakan tersebut.


Setelah memastikan jebakan tersebut tidak ada masalah, Ia mulai kembali ke posisinya semula.


` krak~`


Belum jauh pergi, Dark Elf wanita itu mendengar suara dari arah jebakan yang Ia pasang. Dark Elf wanita itu langsung berbalik dan melihat kondisi jebakan tersebut.


Raut wajahnya terlihat pasrah ketika melihat jebakannya kembali hancur.

__ADS_1


Dark Elf wanita itu kembali ke jebakan tersebut dan memasangnya kembali.


Hal ini terjadi 3-4 kali sampai membuat Dark Elf itu kesal dan marah. Tentu saja, jebakan yang hancur berulang membuat Dark Elf wanita menjadi curiga. Namun setelah itu, tidak ada yang terjadi lagi.


Dan tentu saja, kehancuran jebakan yang berulang kali memang disebabkan oleh seseorang, yaitu Unseen.


Ya, ini adalah rencana jahil Shiro untuk membuat kesal Dark Elf wanita itu.


Setelah melihat ekspresi kesal dan marah Dark Elf wanita itu, Shiro merasa puas.


Kemudian perhatiannya beralih kepada Black Panther yang sedang berjuang mati-matian menghindari serangan Gila dari Babi Hutan.


Black Panther tersebut tampak sudah mulai lelah. Walaupun kecepatan dan kelincahannya lebih unggul daripada Babi Hutan. Namun kekurangan Black Panther dalam hal daya tahan dan stamina, membuat keadaan mungkin saja akan berbalik tidak lama lagi.


` priwit~`


Sebuah siulan tiba-tiba terdengar, siulan tersebut berasal dari Dark Elf wanita.


Mendengar suara siulan tersebut, Black Panther mulai berlari kearah jebakan yang yang disediakan oleh Dark Elf wanita.


"Sepertinya siulan tersebut merupakan aba-aba kalau jebakan telah siap," gumam Shiro dengan suara rendah.


Black Panther pura-pura melambat, membiarkan Babi Hutan tersebut memiliki delusi bahwa Ia dapat mengejar Black Panther.


Keduanya mulai berlari mendekati jebakan tersebut, ketika tinggal selangkah lagi akan memasuki jebakan, Black Panther mulai berbelok tajam, sehingga Ia dapat menghindari jebakan tersebut dengan mulus.


Namun tidak dengan Babi Hutan. Babi Hutan tidak bisa berakselerasi seperti Black Panther. Membuatnya masuk ke dalam jebakan.


` krak~`


` krak~`


` BRAKKK~`


Babi Hutan itu masuk kedalam jebakan yang telah dibuat. Tubuhnya terjun bebas masuk kedalam lubang, lalu tubuhnya penuh dengan lubang akibat tertusuk oleh duri-duri tanah yang berada di dalam jebakan tersebut.


Dark Elf wanita dan Black Panther perlahan mendekati jebakan tersebut dan melihat Babi Hutan yang telah mati.


` grrr~`


Black Panther menggeram dan menggosokkan tubuhnya ke tubuh Dark Elf wanita. Ekspresinya terlihat marah kepada Dark Elf wanita.


Dark Elf wanita tampak meminta maaf dan mengusap kepala Black Panther.

__ADS_1


Kemudian mereka mulai mengambil tubuh dari Babi Hutan tersebut lalu pergi dari sana dengan menyeret tubuh Babi Hutan Raksasa tersebut.


__ADS_2