Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
145. Berakhir dengan Mudah


__ADS_3

"GRAAA~"


One-Horned Giant Cyclops meraung keras dan menunjuk ke arah Shiro. Ia memerintahkan keempat pengawalnya untuk menyerang Shiro.


Keempat Giant Cyclops mulai bergerak ke arah Shiro. Sedangkan Shiro tersenyum melihat ini.


"Ya, Ayo kemari."


Shiro membuat provokasi untuk mereka.


Mata para Giant Cyclops mulai bersinar dengan Aura oranye kecokelatan. Mereka mulai mengangkat tanah dan batu-batuan untuk menyerang Shiro.


DUARR~


DUARR~


DUARR~


Mengandalkan kecepatannya, Shiro berhasil menghindari semua serangan is mengarah padanya. Serangan dari Giant Cyclops hanya mengenai tanah dan membuat berlubang, bahkan membuat debu naik dan menghalangi pandangan mereka.


Shiro tidak tinggal diam, ia memanfaatkan kurangnya jarak pandang yang singkat, untuk mendekati mereka.


Slasshhh~


Shiro memotong salah satu leher Giant Cyclops terdekat.


"Arghhh~"


Sebelum kematiannya, Giant Cyclops tersebut sempat berteriak kesakitan sebelum akhirnya terkapar tak berdaya.


Setelah kematian Giant Cyclops tersebut, Shiro tidak sempat untuk mengambil rampasan. Ia kemudian melompat di udara dan mengeluarkan Frost Wing untuk terbang. Tak lupa ia memasuki kondisi Stealth agar tidak terlihat.


Para Giant Cyclops yang tersisa menjadi waspada setelah mendengar teriakan rekannya.


Debu mulai menghilang, para Giant Cyclops akhirnya melihat kematian dari rekannya yang berada di paling depan. Namun mereka tidak melihat lokasi keberadaan Shiro.


Para Giant Cyclops menjadi sangat marah. Mereka mulai menyerang dengan ganas. Karena mereka tidak melihat lokasi Shiro, mereka hanya bisa menyerang membabi buta di segala arah.


Namun sayangnya, usaha mereka sudah dipastikan gagal total. Sebab Shiro bukan berada di daratan, melainkan di udara. Serangan mereka tidak akan mengenai Shiro sedikitpun.


Shiro yang sedang terbang melihat pemandangan ini sambil geleng-geleng kepala.


"Tsk tsk tsk~ Dasar makhluk-makhkuk bodoh. Badan doang yang gede, otak cuma jadi hiasan doang."


Shiro bergumam pelan sambil melihat kebodohan para Giant Cyclops.


Kemudian Shiro mengalihkan perhatiannya ke lokasi bukit di belakang One-Horned Giant Cyclops.

__ADS_1


Disana Shiro melihat cukup banyak barang yang ditumpuk secara asal. Ada armor, pedang, Perisai, tombak, tongkat, dan lain sebagainya.


Shiro juga melihat cukup banyak bola mata yang kemungkinan adalah bola mata pahlawan yang mereka bunuh. Mereka menjadikan semua itu sebagai piala kemenangan mereka.


Namun yang menjadi fokus Shiro bukan itu. Melainkan Skill Book yang terlihat diantara tumpukan barang tersebut.


"Ya, sepertinya tebakanku benar."


Menurut spekulasi Shiro, semua pahlawan yang mati akan menjatuhkan Skill Book yang diambil dari skill yang mereka miliki selama hidupnya.


Namun yang membuat Shiro bingung, kanapa ia belum pernah mendengar mengenai hal ini. Selain itu, ia juga punya dua teman yang mati di dalam Gate, yaitu Brendy dan Denshu. Kematian mereka tidak menjatuhkan Skill Book.


Setelah ini, Shiro berniat meminta konfirmasi dari Asosiasi Pahlawan. Ia ingin tahu kebenaran dari informasi ini. Ia sangat yakin kalau Asosiasi Pahlawan pasti mengetahui tentang kasus ini.


"Oke, mari kita akhiri semua ini dengan cepat. Dengan begitu kita akan cepat kembali dan beristirahat."


Selama liburan kemarin, Shiro semakin nyaman dengan aktivitas santainya. Jika bukan karena tanggun jawab atas kekuatan yang ia miliki, mungkin ia akan pensiun dini dan menjalani kehidupan dengan santai.


Shiro melapisi Katana dengan Auranya. Ia mulai berakselerasi ke arah salah satu Giant Cyclops. Ia tidak menyembunyikan hawa keberadaan. Sehingga para Giant Cyclops dapat melihat lokasinya.


Slasshhh~


Hanya mengandalkan 70% dari kekuatannya, Shiro berhasil membelah tubuh Giant Cyclops menjadi dua, dari ujung kepala sampai pangkal paha. Tentu saja Shiro menghindari daerah mata dan letak Inti Kristal di perut Giant Cyclops agar tidak hancur.


Tubuh Giant Cyclops terbelah dengan mudah oleh Shiro, membuat para Giant Cyclops menjadi marah ketika melihat ini.


Mereka mulai bergerak dengan gila-gilaan ke arah Shiro. Mereka ingin menusuk Shiro dengan cakarnya yang tajam dan menelan Shiro hidup-hidup.


Slasshhh~


Slasshhh~


Keenam tangan mereka jatuh secara bersamaan, darah menyembur keluar. Merekapun berteriak kesakitan.


Tanpa kedua tangan mereka, mereka tidak bisa menangkap Shiro. Mereka mengendalikan kekuatan mata mereka untuk mengendalikan tanah dan batu-batuan untuk terus menyerang Shiro.


Mungkin karena rasa sakit yang mereka alami. Akurasi dan kecepatan serangan mereka berkurang banyak. Bahkan tanpa menghindar, serangan tersebut tidak akan mengenai dirinya.


Shiro tersenyum di balik jubahnya.


Walaupun para Giant Cyclops tidak melihat senyum Shiro, namun mereka merasa ngeri ketika melihat Shiro. Ada niatan mereka untuk mundur dan kabur dari pertempuran.


Namun Shiro tidak membiarkannya. Ia mulai berlari ke arah mereka, membuat para Giant Cyclops menjadi panik.


Slasshhh~


Slasshhh~

__ADS_1


Slasshhh~


Para Giant Cyclops panik, bahkan mereka lupa untuk bertahan. Dengan kemampuan mengendalikan tanah dan batu disekitar, seharusnya mereka bisa mengandalkan tanah dan batu itu sebagai media pertahanan.


Namun sayang, mereka berhasil ditebas oleh Shiro dengan mudah. Ketiga kepada Giant Cyclops terlepas dari tubuh mereka.


Kemudian Shiro menyeka darah di bilah Katananya, lalu memandang One-Horned Giant Cyclops yang tampak gemetaran di kejauhan.


Shiro berjalan selangkah demi langkah mendekati One-Horned Giant Cyclops. Rasa tekanan ketakutan muncul di benak One-Horned Giant Cyclops yang membuatnya tanpa sadar mundur perlahan juga.


Brukk~


One-Horned Giant Cyclops terjatuh akibat tersandung oleh tumpukan barang dan material di belakangnya.


One-Horned Giant Cyclops mencoba berdiri dengan terengah-engah.


"GRAAA~"


One-Horned Giant Cyclops berteriak keras, membuat Aura oranye kecokelatan dimatanya menyala terang. Tak hanya matanya, Aura itu juga melilit tanduk kecilnya.


Sebuah tekanan gravitasi muncul dan menghilangkan keseimbangan Shiro untuk sementara.


Namun peningkatan gravitasi yang ditimbulkan One-Horned Giant Cyclops tidaklah seberapa. Shiro berhasil menyesuaikan diri dengan cepat.


Shiro mulai cepat berlari ke arah One-Horned Giant Cyclops, namun tampaknya One-Horned Giant Cyclops tidak tinggal diam. Ia juga mulai melemparkan serangan tanah dan batu kepada Shiro. Tidak lupa One-Horned Giant Cyclops juga memasang Pelindung batu di depannya.


Melihat sikap defensif One-Horned Giant Cyclops, Shiro mengangguk ringan. Ia merasa One-Horned Giant Cyclops jauh lebih pintar daripada Giant Cyclops biasa.


"Ya, setidaknya otaknya bukan sekedar aksesoris saja."


Namun sayang, di hadapan Shiro, usaha One-Horned Giant Cyclops terbilang sia-sia. Pertahanan batu defensifnya menghalangi pandangannya sehingga Shiro dapat menyelinap ke belakangnya dengan menggunakan skill Switch.


Shiro berpindah tempat dengan material para pahlawan yang menggelinding tidak jauh di belakang One-Horned Giant Cyclops.


Slasshhh~


Shiro mulai menebas, namun tampaknya One-Horned Giant Cyclops cukup peka. Ia langsung meletakkan pertahanan di belakangnya.


"Oh, boleh juga. Namun ini semua tidak cukup."


Pertahanan di belakang One-Horned Giant Cyclops terpotong dalam sekali serangan.


Slasshhh~


Shiro kembali menebas leher One-Horned Giant Cyclops, kali ini tidak ada lagi penghalang yang dapat menghalangi tebasannya.


One-Horned Giant Cyclops ingin memperkuat pertahanannya, namun usahanya selangkah di belakang Shiro. Kepalanya terlepas terlebih dahulu sebelum pertahanannya terwujud.

__ADS_1


Kematian mendatangi One-Horned Giant Cyclops. Dan Shiro berhasil memenangkan pertarungan dengan sangat mudah Bahkan ia belum berkeringat sepenuhnya.


"Oke selesai, saatnya kembali."


__ADS_2