
Iblis itu berusaha kabur, namun arah kaburnya mengarah kearah Shiro yang sedang berjongkok, menonton pertarungan mereka.
Ia terus kabur sambil melirik ke belakang. Melihat keempat Murloc itu tidak mengejarnya, ia akhirnya bisa bernapas lega. Ia tersenyum memuji rencananya, namun ada ekspresi kekesalan dari senyumannya itu.
"Lihat saja nanti, akan ku balas kalian semua!" gumam Iblis itu dengan ekspresi marah.
Kabur bukan berarti menyerah. Ia hanya mundur beberapa langkah sebelum mencoba untuk maju lebih jauh lagi.
Iblis itu kabur, tapi ia tidak akan pernah melupakan penghinaan ini. Dari rasnya, darah yang mulia mengalir di tubuhnya. Ajaras Ras mereka sudah melekat di dalam daging mereka. Mata dibalas dengan mata, bahkan lebih dari itu. Pokoknya penghinaan ini harus dibalaskan.
Karena tidak bisa menghadapi mereka sekaligus, Iblis itu ingin mencari kesempatan untuk melawan mereka satu persatu. Bahkan ia berniat untuk membantai semua Ras Murloc yang ada. Dengan kekuatannya, tidak ada ada mustahil. Selama ada kesempatan, semua bisa dilakukan.
Ketika Iblis itu terus kabur sambil memikirkan rencananya untuk membalas dendam, tiba-tiba sebuah firasat buruk melekat di jiwanya. Ia merasakan krisis yang datang, seakan sabit dari Dewa Kematian sudah melingkari lehernya.
Ini adalah insting atau nalurinya yang selalu menyelamatkan nyawanya di saat genting. Maka dari itu, Iblis itu selalu selamat dengan percaya pada firasatnya.
Ia langsung berenang mengelak dari arah jalur pergerakannya. Dan benar saja, sebuah bayangan biru melesat sesaat setelah ia merubah arah pergerakannya.
"Bajingan mana yang melakukan serangan diam-diam!" gerutu Iblis itu.
Ia sadar sosok inilah yang selalu mengganggu rencananya sebelumnya. Ia sangat kesal, karena orang itu hanya berani melancarkan serangan diam-diam tanpa pernah menampakkan wajahnya.
"Jangan sampai aku bertemu denganmu, atau aku akan membunuh dan menyiksa semua anggota keluargamu!" gumam Iblis itu dengan marah.
Tiba-tiba mata Iblis itu membelalak, dan matanya melirik ke arah belakang, karena sebuah suara tiba-tiba terdengar di belakangnya.
"Benarkah? Tapi sayangnya keluargaku sudah mati."
Suara yang tiba-tiba muncul dibelakang Iblis itu membuatnya terkejut. Suara itu sangat dekat, mungkin hanya berjarak satu meter di belakangnya. Selama ini, tidak pernah ada satupun makhluk yang bisa menyelinap diam-diam di belakangnya.
Sebab, selama dalam radius 3 meter, ia bisa merasakan semangat pertarungan dan rasa haus darah yang dimiliki lawan.
__ADS_1
Iblis itu terkejut, reflek ia langsung berbalik dan melakukan tendangan cambuk. Namun sayang, tendanganya tidak mengenai apa-apa.
Hal ini membuat Iblis itu khawatir, musuh memiliki kemampuan menyembunyikan diri yang sangat kuat. Bahkan firasat dan naluri yang selalu menyelamatkan nyawanya tidak merasakan apa-apa ketika menghadapi peristiwa ini.
"SIALAN, KELUAR KAU PENGECUT!" Teriak Iblis itu dengan marah.
BANG~ Sebuah pukulan menghantam dadanya, yang membuat Iblis itu terpental cukup jauh.
Kemudian bersamaan dengan itu, sesosok pria muncul sambil menggaruk telinganya: "Dasar berisik!"
Sosok itu adalah Shiro. Melihat para Murloc yang sepertinya sudah kehabisan akal. Ia akhirnya memutuskan untuk bergerak. Karena sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengambil keuntungan nelayan.
Iblis itu terpental cukup jauh dan menyemburkan darah dari mulutnya. Ia pun terbatuk cukup parah, Dadanya terasa sesak, bagaikan dipukul oleh palu godam dengan sangat kuat.
Ia mencoba bangkit, melihat sesosok manusia yang berdiri tidak jauh dirinya, ekspresi penghinaan muncul di wajahnya. Ras rendahan ini berani berdiri di depannya.
Iblis itu langsung bergegas ke arah Shiro dan hendak memukulnya dengan sangat keras: "Matilah kau!"
Shiro tidak mengelak, bibirnya melengkung menunjukkan senyum penghinaan. Ia lalu mengepalkan tinjunya dan beradu pukulan dengan Iblis itu.
Pukulan Iblis itu sangat kuat, Shiro mengakuinya. Ini baru pertama kalinya ia berhadapan dengan pengguna tinju atau serangan tangan kosong yang sangat kuat.
Namun sayangnya, kekuatannya lebih kuat dari Iblis itu. Walaupun dampak pukulan dari keduanya sangat kuat dan tampak seimbang, tapi yang terpental jauh adalah Iblis itu. Sedangkan Shiro masih berdiri diam ditempat.
Iblis itu merasakan rasa sakit dari tangannya, ia tidak bisa menggerakkan tangannya. Ia tahu tangannya patah oleh beradu pukulan itu.
Perasaannya campur aduk, ia terkejut, marah dan merasa terhina. Siapa sangka Ras rendahan seperti manusia bisa membuatnya seperti ini.
Selain itu, ia merasa hari ini sangat sial bagi dirinya. Tanpa melakukan apa-apa, ia dikejar oleh para Murloc. Padahal tindakannya sebelumnya tidak meninggalkan jejak apapun.
Tak hanya dikejar, ia bahkan harus melawan empat Murloc yang cukup kuat, dan ia dipojokkan oleh keempat Murloc tersebut. Sekarang, ia harus berhadapan dengan manusia didepannya dan ternyata ia juga kalah dari manusia itu.
__ADS_1
Ia bahkan bertanya-tanya, apakah kekuatannya melemah? Apakah ia sesial ini? Sampai-sampai semesta membuat dirinya menerima penghinaan berkali-kali.
"SIALAN!" Iblis itu menggertakkan giginya dengan tangan yang perlahan mulai sembuh. Ia menyeka darah yang keluar dari mulutnya dan mencoba kembali menyerang Shiro.
Tapi Iblis itu bukanlah orang bodoh, ia belajar dari pengalamannya. Ia tidak langsung menyerang Shiro secara membabi buta. Tapi ia berhenti beberapa meter dari Shiro dan bersiap melepaskan jurus pamungkas.
Melihat tingkah laku cerdik dari Iblis itu, Shiro langsung tahu niat dari Iblis itu. Ia ingin menggunakan serangan pamungkasnya Eraser Smash untuk mengalahkan Shiro dalam sekali pukulan.
Sebuah kilasan inspirasi tiba-tiba lewat dipikirannya: "Eh... mungkin aku bisa mencobanya!"
Shiro melemparkan Ice Javelin ke arah Iblis itu. Namun Iblis itu tidak menghindar sedikitpun dan menampilkan senyuman menghina. Sebab, serangan Shiro tidak mengarah ke tubuhnya, hanya melewati tubuhnya.
"Sekarang giliranku! Eraser Smash!" Iblis itu maju beberapa langkah, dan memukulkan tinjunya ke depan.
BANG~ Pukulan yang sangat kuat meledak, membuat segala sesuatu yang ada di dalam radius 5 meter menghilang, kecuali Iblis itu.
Iblis itu tersenyum penuh kemenangan. Ia ingin mencibir, namun tiba-tiba sebuah Suara terdengar tidak jauh dibelakangnya.
"Gigantification!"
Ia melihat ke belakang dan terlihat kedua tangan Shiro membesarkan hampir dua kali lipat dengan otot yang sangat menonjol.
Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat, ia tidak percaya ada orang yang bisa lolos dari serangan terkuatnya itu. Sebuah krisis yang sangat kuat tiba-tiba ia rasakan.
Iblis itu berniat kabur, namun itu sudah terlambat. Shiro sudah meledak dengan kekuatannya dan muncul di dekat Iblis itu dalam sekejap mata.
BANG~
Sebuah ledakan yang sangat kuat terdengar, ledakan itu tidak kalah kuat dengan efek suara ledakan dari pukulan pamungkas Iblis itu.
Pukulan Shiro yang sudah sangat kuat, ditambah dengan skill Gigantification, membuat Iblis itu tidak bisa berkutik. Ia bahkan tidak bisa beregenerasi lagi, karena tubuhnya telah berubah menjadi bubur darah.
__ADS_1
Bahkan Shiro tercengang melihat ini, ia tidak percaya bahkan sampai menggaruk kepalanya.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan!"