
Shiro, Denshu dan Brendy masuk ke kamarnya masing-masing.
Jarang-jarang mereka pisah kamar, biasanya mereka selalu bercanda dan melakukan aktivitas bersama. Kini mereka pisah kamar dan mencoba menikmati kesendirian mereka.
Shiro menutup pintu kamar, tidak lupa ia menguncinya rapat-rapat.
"Sistem, cek hadiah saya semalem"
[Ding! 'Tuan Rumah' mendapatkan kemampuan tipe Ruang : Perpindahan Ruang]
[Kemampuan Perpindahan Ruang bisa 'Tuan Rumah' gunakan berdasarkan Aura yang dimiliki 'Tuan Rumah']
['Tuan Rumah' bisa mengecek informasi selengkapnya di fragmen ingatan 'Tuan Rumah' mengenai kemampuan tersebut]
[Selain itu, 'Tuan Rumah' juga mengalami peningkatan indera ataupun kemampuan 'Tuan Rumah' dalam merasakan dan mendeteksi Aura di sekitar berkat mendapatkan kemampuan ini]
Setelah mendengar pemberitahuan Sistem, Shiro mulai memejamkan matanya, mencoba mengingat kembali, mencerna segala informasi mengenai kemampuan barunya.
Beberapa menit kemudian, Shiro membuka matanya. Raut wajah kebahagiaan tertera di senyumnya.
Satu kata yang muncul di benak Shiro ketika mengetahui detail kemampuan tersebut adalah kata "GILA".
Ya, kemampuan yang ia dapatkan lumayan langka di dunia ini. Selain itu, penggunaan yang simpel membuat kemampuan ini menjadi sangat Overpower menurut Shiro.
Kemampuan Perpindahan Ruang hampir mirip dengan Teleportasi yang Shiro kenal. Bedanya Skill milik Shiro ini memerlukan objek untuk bertukar tempat. Beda dengan teleportasi yang hanya perlu mengetahui koordinat untuk berpindah tempat.
Objek Skill Perpindahan tempat milik Shiro ini tidak terbatas pada Objek atau Benda Mati, tapi juga pada Makhluk Hidup.
Selain itu, Shiro juga bisa memindahkan beberapa objek tanpa perlu membuat dirinya berpindah tempat.
Shiro perlu mendeteksi Aura objek di sekitar, dan menggunakan skill ini untuk bertukar tempat. Baik dirinya sendiri ataupun objek-objek yang dia inginkan.
Namun, ada syarat untuk menggunakan Skill ini. Target Perpindahan harus berada dalam jangkauan persepsi Shiro. Selain itu, syarat pengangktifan Skill ini berupa jentikan jari Shiro.
Menurut Sistem, semakin besarnya objek dan Aura yang dimiliki target, akan memengaruhi konsumsi Aura di dalam tubuh. Jadi saat ini Shiro hanya bisa menggunakan skill ini dalam jangkauan 100 meter sampai dengan 1 Kilometer.
Ditambah kombinasi dengan Skill Stealth miliknya, Shiro bisa jadi Seorang ninja atau Assasin yang sangat berbahaya.
Selain itu, Ia juga bisa menggabungkan serangannya dengan menggunakan Soul Weapon miliknya, yang mana pedangnya memiliki skill yang dapat membuat musuh berhalusinasi dan tidak bisa mengeluarkan suara ketika terkena serangan Shiro.
Ditambah dengan kemampuan pernapasan yang bisa membuatnya terus menyerap Aura di sekitar, kemampuan yang Shiro miliki saat ini sudah dibilang terbaik dan lumayan overpower.
"Mari kita coba dulu" Shiro berniat mencoba kemampuannya itu. Tak lupa ia memeriksa kondisi di dalam kamarnya, ia takut nanti ada kamera layaknya cctv yang merekam aksinya.
Setelah cukup memeriksa setiap sudut ruangan dan menggunakan kemampuan persepsinya. Shiro merasa cukup aman, ia pun bersiap mencoba kemampuan barunya.
Shiro mengambil beberapa benda kecil di kamarnya dan menyelimuti benda tersebut dengan Skill Stealth miliknya sehingga benda tersebut tidak bisa terlihat oleh mata telanjang. Lalu Shiro menyebar benda tersebut di sekitar ruangan.
__ADS_1
Shiro mencoba memfokuskan dirinya untuk mengamati Aura benda-benda tersebut. Benar saja, ia bisa merasakan dengan jelas dimana posisi benda-benda tersebut tersebar.
`ctek~`
Shiro menjentikkan jarinya, lalu ia menghilang di tempatnya saat ini dan muncul di sudut kiri kamar.
` ctek~`
Shiro kembali menjentikkan jarinya, kemudian ia menghilang dan muncul di tempat semula.
Setelah mencoba skill Perpindahan tempat, Shiro memfokuskan ke benda yang ia jadikan Perpindahan sebanyak dua kali barusan.
Shiro terkejut karena melihat benda tersebut masih dalam kondisi tak terlihat, dan Aura benda tersebut tidak berkurang sedikitpun.
`ctek~`
Shiro mencobanya lagi berkali-kali pada Objek yang sama, tapi ternyata emang benar, hanya Aura milik Shiro yang dikonsumsi.
Shiro beristirahat sebentar, mencoba mengisi kembali Aura yang telah hilang menggunakan metode pernapasan miliknya.
Setelah beristirahat beberapa menit, Aura milik Shiro sudah penuh kembali. Sepertinya Aura miliknya juga meningkat berkat mendapatkan kemampuan perpindahan Ruang ini.
Shiro akhirnya mencoba kembali, namun tidak pada target yang sama.
`ctek~`
`ctek~`
Shiro berpindah tempat dari satu objek ke objek yang lain dalam sekejap. Sepertinya kemampuan ini tidak memiliki Cooldown ataupun Countdown yang membuatnya bisa berpindah secara instan berulang kali tanpa jeda sedetikpun.
Setelah puas mencoba skill barunya tersebut, Shiro tiduran di kamarnya. Ia seperti memikirkan sesuatu yang cukup mengganjal di pikirannya.
'Apakah aku harus coba pada Brendy dan Denshu ya?' pikir Shiro.
Ya, Shiro masih kurang puas berpindah tempat dengan objek saja. Ia ingin sekali mencobanya dengan makhluk hidup, Brendy dan Denshu yang ada di pikirannya saat ini.
Namun Shiro langsung menggelengkan kepalanya, walaupun ia bisa merasakan Aura Denshu dan Brendy di kamar sebelah. Namun Shiro tidak melakukan.
Ia tahu keduanya sangat peka terhadap Aura. terutama Denshu yang memiliki Afinitas dengan Roh Element, ia terkadang bisa bicara dan meminjam kekuatan dari Roh Elemen di sekitarnya.
Dan untuk Brendy, kemampuannya dalam mendeteksi Aura juga sudah pernah dilatih di Akademi, terutama di Pelajaran Tambahan dan Ekskull khusus seorang Assasin.
Jadi Shiro tidak ingin ada orang yang tahu tentang kemampuan barunya, Ia bermaksud menggunakan skill ini sebagai kartu Truff miliknya.
Walaupun pahlawan dengan kemampuan Tipe Ruang sangat jarang, dan jika diketahui dapat membuat namanya terkenal dan mendapatkan gaji yang tinggi, namun Shiro tidak mau, itu bertentangan dengan tujuannya untuk tetap Low-profil.
'Sepertinya harus mencari hewan peliharaan aja deh' Pikir Shiro.
__ADS_1
Shiro lalu bangkit dan mulai menata Ruang kamarnya, ia mulai menyusun barang-barang yang ia bawa baik dari ransel yang dibawanya ataupun barang yang ia simpan di Ruang Inventory milik sistem.
Setelah cukup berkemas, Shiro langsung tertidur. Sepertinya tubuh Shiro terlalu lelah setelah berulang kali mengisi ulang Aura di tubuhnya.
Shiro tertidur cukup pulas, sampai ia dibangunkan oleh ketukan pintu.
` tok~ tok~ tok`
"Iya, tunggu sebentar!" ucap Shiro.
Shiro lalu bangkit, ia berjalan ke kamar mandi, ia mencuci muka lalu ganti baju.
Dari persepsinya, ia tahu bahwa Denshu dan Brendy lah yang mengetuk pintu dan menunggunya di luar kamar.
"Ada apa ?" tanya Shiro.
"Pake nanya lagi, ayo makan, udah pagi nih, nanti Shiryuu-senpai nunggu lama" ucap Denshu.
Shiro melihat ke dalam ruangan, tepatnya ke arah Jam Dinding. Ia sepertinya baru menyadari kalau hari sudah berganti. Wajar saja perutnya terasa agak kosong saat ini.
"Oke Ayo berangkat" Shiro langsung mengiyakan ajakan mereka.
Shiro, Denshu dan Brendy langsung pergi menuju kafetaria tempat para pegawai Yuki Family makan.
Dari perkenalan Shiryuu-senpai kemaren, Kafetaria ini merupakan akomodasi khusus untuk para pegawai di Industri Yuki Family. Tentu saja siswa magang seperti Shiro dan yang lainnya termasuk di dalamnya.
Setelah makan, mereka beristirahat sebentar, lalu mereka pergi ke tempat berkumpul yang sudah dijanjikan Shiryuu-senpai kemaren.
Sesampainya di tempat berkumpul, Shiro dan yang lainnya melihat Shiryuu-senpai yang sepertinya baru sampai juga di tempat berkumpul.
"Shiryuu-senpai" panggil Shiro dan yang lainnya.
"Bagaimana istirahat kalian kemaren ?" tanya Shiryuu-senpai.
"Enak"
"Nyaman banget"
Mendengar jawaban positif dan Shiro dan yang lainnya, Shiryuu-senpai mengangguk dan tersenyum puas, "Baguslah kalau begitu. Apa yang akan kita lakukan terlebih dahulu sekarang"
Mendengar pertanyaan Shiryuu-senpai, Brendy langsung menjawab terlebih dahulu dengan spontan dan penuh semangat, sepertinya ia sudah tahu apa yang akan diucapkan Shiryuu-senpai, "Shiryuu-senpai, mari kita mulai dengan latihan bertarung seperti yang kau bilang kemaren"
Mendengar jawaban dari Brendy, Shiro baru ingat kalau Shiryuu-senpai pernah menjanjikan sesuatu kemarin. Ia pun menjadi semangat, tak hanya Shiro, Denshu pun sepertinya sangat menantikannya. Ia sepertinya ingin mengetahui perbedaan kekuatan antara dirinya dan Pahlawan yang sesungguhnya.
Shiryuu-senpai hanya tersenyum ringan dan menjawab dengan santai.
"Oke, mari kita bertarung"
__ADS_1