Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
36. Farming


__ADS_3

"Disini lokasi kota mencari tanaman obat, ini dia daftarnya" Shiryuu-senpai memberi Shiro dan yang lainnya selembaran kertas yang berisi daftar tanaman obat yang dibutuhkan.


Shiro mengambilnya dan membacanya daftarnya satu-persatu. Didalamnya tertulis tanaman obat dan fungsinya, lengkap dengan gambar dan ciri-ciri tanaman obat tersebut secara mendetail.


Shiro dan yang lainnya membacanya daftar tersebut dan mengangguk. Setidaknya mereka dapat mengetahui tanaman obat apa saja yang perlu diambil, tanpa takut salah ambil.


"Bagaimana ? Bisa ?" tanya Shiryuu-senpai.


"Bisa, senpai"


"Baiklah, kalian cari sebanyak mungkin, semakin banyak, semakin banyak pula upah yang kalian dapatkan."


"Ya, senpai"


Mendengar kata Upah yang banyak, Shiro dan yang lainnya tersenyum penuh semangat, terutama Denshu.


"Mulai menyebar" perintah Shiryuu-senpai.


Shiro dan yang lainnya mulai menyebar dan mencari tanaman Obat di sekitar, dan Shiryuu-senpai pergi ntah kemana. Mungkin ia mengawasi mereka dari jauh.


Shiro berjalan agak jauh dari lokasi tersebut.


Setelah cukup lama berjalan, Shiro akhirnya berhenti dan mulai mencari sesuatu di balik semak-semak.


"Aku menemukannya" ucap Shiro ringan.


Shiro lalu mengeluarkan Gunting kecil untuk memotong tanaman obat tersebut.


Tanaman obat yang didapat Shiro kali ini adalah sejenis tanaman Putri Salju.


Tanaman Putri Salju biasanya tumbuh diarea yang ban Salju namun tidak terkena Sinar Matahari seperti di dalam Gua atau di balik semak-semak.


Setelah memotong beberapa cabang, Shiro langsung mencari tanaman obat yang lain. Ia membiarkan beberapa cabang tetap utuh agar bisa bertunas kembali.


' Sepertinya aku pernah melihat tanaman ini sebelumnya ?' pikir Shiro mencoba mengingat-ngingat.


Shiro akhirnya ingat kalo ia pernah melihat tanaman ini tumbuh di dalam sarang yang terdapat telur sebelumnya.


Shiro berniat mengunjungi sarang tersebut disaat mereka kembali.


Setelah cukup mencari tanaman Putri Salju di bawah semak-semak ataupun di dalam lubang. Shiro akhirnya pindah tempat, karena ia merasa sudah cukup mencari di area ini. Ia pun sudah mendapatkan belasan cabang tanaman Putri Salju.


Dalam mencari tempat tanaman obat yang cocok, Shiro menemukan ladang Anggrek Es.


Shiro menghampiri ladang Anggrek es tersebut, barisan Anggrek Es yang tertata rapih membuat Shiro penasaran, Siapa yang menanamnya disini ?


Namun Shiro mengabaikan semua pertanyaannya, ia menganggap karena Gate ini dikelola oleh Keluarga Yuki, kemungkinan anggota Keluarga Yuki jugalah yang menanam ya disini.


Perihal Shiryuu-senpai yang tidak memberitahunya, mungkin ini sejenis ujian bagi Shiro dan yang lainnya. Tak mungkin semuanya harus disuapi oleh Shiryuu-senpai. Perlu bagi Shiro dan yang lainnya untuk belajar langsung dari Alam untuk menambah wawasan.


Shiro memanen cukup banyak Anggrek Es, namun Shiro tidak serakah, ia masih menyisahkan beberapa batang Anggrek Es yang masih muda agar bisa dibudidayakan kembali di kemudian hari.


Shiro melanjutkan mencari.


Tak jauh, ia menemukan tempat yang cocok sesuai dengan katalog. Beberapa pohon yang banyak cakaran.


Shiro mencari dan akhirnya mendapatkan apa yang ia cari. Tanaman Catnip Cooler.

__ADS_1


Catnip Cooler adalah tanaman Catnip biasa yang tumbuh diarea bersalju. Tanaman ini cukup dingin dan disukai oleh sejenis monster tipe kucing. Cakaran di pohon disekitarnya melambangkan sebuah area kawasan monster kucing tersebut.


Shiro melirik sekitarnya, lalu ia mulai mengambil semua bagian dari Catnip ini. Ia mulai mencari disekitar, dan memanien semua tanaman Catnip Cooler tersebut.


Tumbuhan Catnip Cooler termasuk langka karena butuh tempat Khusus, yaitu tempat teduh namun masih bisa terkena Sinar Matahari, sungguh aneh kan ?


Selain itu, tanaman Catnip ini juga sering dimangsa oleh kucing kecil maupun kucing besar, sehingga keberadaannya cukup jarang.


Dari persepsinya, ada sesuatu yang bergerak ke arahnya. Shiro buru-buru kabur dan mencari tempat lainnya.


Ia hanya ingin farming dengan tenang dan aman, tidak mau dirusuhi oleh orang lain, apalagi oleh monster disekitar.


Shiro terus mencari, banyak hal yang ia dapatkan, mulai dari akar Jahe Kutub, Bunga Tulip Es, buah jeruk khusus di Gate ini, jamur yang tumbuh dari bangkai yang membeku, dan masih banyak lagi.


Panen Shiro cukup banyak, dan ia berjalan ketempat berpisahnya mereka sebelumnya, untuk berkumpul kembali dengan yang lainnya.


...****************...


Di sisi Denshu saat ini.


Denshu sedang memetik tanaman obat berdasarkan katalog tanaman obat yang dibutuhkan.


Dahi Denshu mengerinyit, ia mendapat bisikan dari Roh Element disekitar bahwa ada bahaya yang mendekati dirinya.


Denshu berbalik, ia agak mendongak keatas.


Ia melihat Ular putih yang cukup besar, dengan taring keluar layaknya sebuah pisau. Mirip dengan Harimau Cyber-Tooth, Ular tersebut adalah Snake Cyber Ice-Tooth atau dikenal sebagai Ular Es bergigi pedang.


Denshu mengeluarkan bola api di tangannya dan melemparkan bola api tersebut ke arah Ular tersebut.


` bang~`


"Berhasil kah ?" tanya Denshu ringan.


Asap mulai menghilang, namun Ular tersebut sepertinya baik-baik saja. Tak ada luka bakar sedikitpun di tubuh Ular tersebut.


Melihat hal ini, Denshu bergumam pelan " Sepertinya tidak"


Denshu melihat Ular tersebut mulai bergerak ke arahnya, sepertinya ia marah ketika diserang oleh Denshu barusan.


` priiwiiit~`


Denshu bersiul, ia mencoba memanggil Serigala Angin yang sedang berkeliling di sekitarnya.


` rawwrrr~`


Suara Auman Serigala Angin terdengar di kejauhan, sepertinya Serigala Angin tersebut mendengar siulan Denshu dna bergegas kearahnya.


Namun Denshu tidak bisa bernafas lega, karena Ular Es Bergigi Pedang tersebut sudah mendekati dirinya, bahkan melayangkan serangan cambuk ekornya.


` bang~`


Denshu berhasil menghindarinya, namun tidak dengan pohon yang berada di belakang Denshu.


Pohon tersebut roboh ketika dihantam dengan cambukan ekor Ular tersebut. Melihat hal ini, Denshu tak bisa tidak meneguk air liurnya, ia bisa membayangkan bagaimana jika serangan tersebut berhasil mengenainya, pasti tulang ya akan patah semua.


Denshu kembali tersadar, ia melihat Ular tersebut mengenarny, Denshu hanya bisa berlari menjauh.

__ADS_1


Serangan biasa tidak mempan terhadap Ular tersebut, ia perlu memadatkan serangan yang cukup luas biasa agar serangannya bisa berimpact pada Ular tersebut.


Namun ia butuh waktu untuk memadatkan serangannya, ia perlu jarak yang cukup jauh agar Ular tersebut tidak mengacaukan dirinya saat emmadatkan serangan.


Beruntung, Serigala Angin yang dipanggilnya telah datang. Denshu menaiki Serigala Angin tersebut lalu memerintahkannya berlari cukup jauh.


Terlihat dari belakang, Ular tersebut masih mengejar Denshu, walaupun kecepatannya tidak secepat Serigala Angin.


Merasakan Jarak yang cukup, Denshu berhenti, ia mengumpulkan Aura dan Element Api ditangannya. Ia mulai memadatklan api besar ditangannya. Sedangkan Ular tersebut masih bergerak mendekat.


Denshu tidak merisaukan Ular yang bergerak mendekat, ia tetap menarik roh elemen api disekitarnya dan memadatkannya ditangannya.


Jarak Ular tersebut dengan Denshu kini mencapai 30 meter.


Lalu Denshu mulai melemparkan bola api besar ditangannya, " Makan Ini"


" Aoooo"


Serigala Angin membantu dengan mengeluarkan energi angin di mulutnya untuk menyerang searah dengan bola api milik Denshu, agar bola api Denshu menjadi lebih besar.


` bang~`


Suara ledakan yang cukup besar bergema di hutan saat ini.


Dan Denshu cukup bersemangat ketika melihat luka hangus di beberapa tubuh Ular tersebut, sepertinya serangannya berhasil.


Ular tersebut menjadi sangat marah setelah terkena serangan Denshu, ia lalu melilit beberapa pohon dan mulai membelitnya.


Ular tersebut dapat dengan mudah mematahkan pohon tersebut dengan belitannya. Setelah itu, Ular tersebut melemparkan pohon yang ia belit ke arah Denshu.


` swuunggg~`


Denshu dapat menghindarinya dengan mudah, namun ketika ia melihat ke arah Ular tersebut, ia menemukan bahwa Ular tersebut sudah tidak ada disana.


Denshu mencoba mencari ke arah mana Ular tersebut bersembunyi.


" woooo"


Serigala Angin yang diduduki Denshu menggonggong, lalu mulai bergerak menghindari Area tersebut.


` bang~`


Tiba-tiba cambukan Ular tersebut mendarat di tempat Denshu sebelumnya, kalau bukan karena insting Serigala Angin milik Denshu, mungkin Ular tersebut dapat menyerang Denshu.


"Hampir saja" Denshu mendesah pelan.


Denshu melihat ke arah terkejut, ia kembali terkejut ketika melihat pergerakan ular tersebut menjadi lebih cepat.


"Sial, bagaimana bisa menjadi lebih cepat dafi sebelumnya"


Denshu lalu menepuk Serigala Angin tersebut dan mulai memerintahkannya untuk kabur terlebih dahulu.


Denshu kabur cukup jauh, namun Ular Es Bergigi Pisau masih terus mengejarnya dengan kecepatan yang konstan, tanpa ada tanda-tanda melambat sedikitpun.


Setelah cukup jauh, Denshu melihat 2 orang yang ia kenal.


"Hey, tolong bantu aku..."

__ADS_1


__ADS_2