
Hari ketiga ujian Battle Academy tahap kedua telah berakhir, menandakan ujian tahap kedua juga berakhir.
Setelah ujian berakhir, Suar yang mereka pegang secara otomatis terbuka. Banyak suar yang terpancar di langit White Gate saat ini. Para pengawas juga mulai menjemput setiap siswa peserta yang masih berada di dalam White Gate.
Shiro juga mulai menjemput siswa yang ada di wilayah pengawasannya. Siswa peserta yang ia jemput adalah peserta yang tidak ia kenali. Siswa itu sepertinya memiliki spesialis serangan di dalam air, ia berburu di sekitaran sungai dan memburu monster-monster yang ada di sungai tersebut.
Setelah mengantarkan siswa itu, ia tidak kembali ke dalam White Gate, karena tugasnya telah selesai.
Disana terlihat banyak sekali pengawas ujian lainnya yang mengantarkan siswa seperti dirinya. Selain itu, disana juga terlihat Anastasya yang sibuk mendata siswa yang telah kembali.
Setelah melaporkan sisa yang dibawanya, Shiro tidak langsung pergi. Ia memfokuskan diri untuk merasakan Aura yang dimiliki pasa siswa beserta dewan guru yang hadir.
"Huh~ Sepertinya tidak ada masalah!"
Setelah merasakan tidak ada Aura jahat yang dimiliki Iblis diantara mereka semua, Shiro akhirnya bisa bernapas lega.
Ia pun kembali berkumpul dengan para pengawas ujian lainnya untuk melaporkan temuan mereka. Shiro datang kesana bukan untuk melapor, tapi hanya untuk mendengar laporan dari para pengawas.
Setelah setiap pengawas melaporkan kejadian yang mereka alami selama 3 hari ini, mereka semua bubar, termasuk Shiro.
Tanpa korban jiwa, dan semuanya berjalan lancar tanpa ada hambatan. Tentu saja kecuali dirinya. Hanya Shiro yang mengalami peristiwa yang cukup membahayakan nyawa para siswa.
Untuk keputusan yang akan diambil Ketua Asosiasi tentang siswa yang dirasuki Iblis, itu bukan urusannya. Ia kembali ke rumahnya, dan disana terlihat Ume yang telah tidur.
Setelah kedatangan Ume, rumahnya kini menjadi lebih bersih. Selain masalah kebersihan, rumahnya juga tidak lagi terlihat monoton. Sudah banyak dekorasi yang tersusun dan tertata rapi. Membuat rumah yang semula tanpa hiasan, kini lebih aestetic.
Karena hari telah malam, Shiro hanya pulang dan memasak mie instan untuk mengganjal perut. Sebenarnya setelah pelaporan kegiatan, ada yang namanya Mukbang untuk para Pengawas ujian tahap kedua. Namun Shiro tidak berniat mengikutinya. Istirahat di rumah dengan nyaman adalah keputusan terbaik menurutnya. Tentu saja sebelum istirahat, mengganjal perut adalah urusan yang tidak bisa ditinggalkan.
Setelah kenyang, Shiro kembali ke kamarnya dan langsung tertidur dengan pulas.
Hari berikutnya adalah hari-hari biasa. Ada satu hari libur sebelum memasuki ujian tahap ketiga atau ujian tahap akhir yang menjadi puncak dalam kegiatan Battle Academy ini.
__ADS_1
"Ini adalah nikmat dunia~"
Selama seharian penuh, Shiro tidak keluar rumah. Ia hanya beristirahat seharian dirumah. Layaknya seorang ansos yang mengurung diri di kamar.
Ume agak khawatir dengan keadaan Shiro. Karena baru kali ini ia melihat Shiro seperti ini. Namun kekhawatiran Ume ternyata percuma saja. Shiro memberitahunya untuk tidak usah khawatir, ia hanya ingin beristirahat. Ume lega mendengarnya.
Hari berganti.
Setelah sebelumnya seharian penuh beristirahat, kini Shiro menjalani hari ini dengan penuh semangat juang.
Selain itu, hari ini adalah hari dimana ujian tahap ketiga dilaksanakan. Ia memiliki tugas pada ujian tahap ketiga ini. Bukan sebagai wasit, hanya sebagai pengawas permainan.
Ia hanya bertugas untuk membantu bertindak ketika ada situasi yang berada di luar kendali. Ia hanya akan bergerak ketika ada situasi yang kemungkinan menimbulkan korban jiwa.
Pekerjaan yang sangat mudah baginya namun memiliki resiko yang tinggi. Terlambat sedikit saja dalam bertindak, korban jiwa akan muncul yang akan merugikan banyak pihak. Sehingga tugasnya ini waalupun sangat mudah, namun harus selalu fokus dan waspada setiap detiknya.
Dan Shiro tidak masalah dengan ini. Ia memiliki fokus yang cukup tinggi, kemampuan yang kuat dan memiliki persepsinya yang membuatnya selalu menyadari perubahan yang ada di lingkungan sekitarnya.
Saat ini, sebuah podium arena telah dibentuk di sebuah lapangan yang dimiliki Asosiasi Pahlawan. Lapangan yang semula hijau, disulap menjadi sebuah Arena menggunakan sebuah kemampuan dari seorang Pahlawan.
Ketua Asosiasi beserta para pengawas ujian tahap ketiga ini, termasuk Shiro sudah masuk ke dalam arena. Selanjutnya adalah kata sambutan dari Ketua Asosiasi.
"Selamat datang para penonton yang penuh antusias. Kami sangat menghargai semangat kalian untuk mengikuti pertandingan Battle Academy yang selalu diadakan setiap tahunnya. Kami harap pertarungan para siswa ini juga penuh dengan semangat juang."
Prokk~ Prokk~ Prokk~
Sambutan dari Ketua Asosiasi mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Mereka semua sangat menantikan acara ini.
"Tanpa lama-lama lagi, sebagai Ketua dari Asosiasi Pahlawan, Thomas Schven, memutuskan, Battle Academy tahap ketiga, Dimulai!"
Sekali lagi, Ketua Asosiasi mendapatkan tepuk tangan yang meriah disertai siulan yang menggema di seluruh arena.
__ADS_1
"Selanjutnya, kami akan mengumumkan 16 siswa yang akan berlaga di ujian tahap ketiga ini. Ke-16 siswa tersebut adalah..."
Seluruh arena sunyi, mereka mendengarkan nama-nama ke-16 peserta itu dengan seksama. Tentu saja, setelah nama peserta disebutkan, gemuruh kembali terdengar.
William, Scout, Bellerin dari Akademi A.
Wullt, Ben, dari Akademi B.
Sena, Hina dari Akademi C.
Lisa, O'nila dari Akademi D.
Mona, Misa dari Akademi E.
Anne, Michael, Louis dari Akademi F.
Prass, Vera dari Akademi G.
Itu semua adalah ke-16 peserta yang akan mengikuti ujian tahap ketiga ini.
"Baiklah, selanjutnya kami akan memberitahu aturan dalam ujian tahap ketiga ini, dengarkan baik-baik."
Mendengarkan kata-kata Ketua Asosiasi, arena kembali terdiam. Mereka menunggu Ketua Asosiasi membacakan aturan ujian kali ini.
"Ujian ini berlangsung selama 2 hari. Setiap siswa akan berduel satu lawan satu. Hari ini adalah penyisihan sampai muncul 4 besar. Besok adalah tahap menentukan juara diantara para peserta yang tersisa. Untuk peraturan, seperti biasa, setiap siswa bebas menggunakan semua skill yang mereka miliki, namun tidak bisa menggunakan Battle Pet ataupun senjata sekali pakai. Tidak boleh saling membunuh. Keputusan juri adalah hal yang mutlak..."
Satu persatu peraturan disebutkan oleh Ketua Asosiasi. Setiap peserta yang terpilih memasuki ujian tahap ketiga mendengarkan dan mengingat semuanya dengan baik.
"... Mungkin itu saja peraturan ujian tahap ketiga ini. Sekarang kita akan langsung memasuki pertarungan pembuka."
Prokk~ Prokk- Prokk~
__ADS_1
Di sebuah layar yang ada di tengah-tengah arena, nama di kedua sisi mulai teracak.
Setelah beberapa detik, akhirnya kedua nama peserta muncul di layar.