Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
65. Black Market


__ADS_3

"Kemana tujuanmu ?" tanya Penjaga Gerbang teleportasi.


Tanpa pikir panjang, Shiro langsung menyatakan tujuannya. "Aku ingin ke kota F."


"Baiklah, permintaan diterima. Silahkan masuk ke dalam lingkaran yang ada di sana."


Shiro melangkah ke dalam lingkaran sihir teleportasi yang ditunjuk penjaga disana.


Ketika Shiro berada di Lingkaran Sihir Teleportasi, penjaga tersebut mulai melantunkan mantranya. Lingkaran Sihir teleportasi mulai menyala dan perlahan naik menyelimuti tubuh Shiro.


Seperti biasa, pemandangan di depan Shiro langsung berubah.


Ia telah tiba di Kota F.


Shiro masuk dan melihat-lihat lingkungan Kota F. Baru masuk ke dalam Kota, ia sudah melihat banyak sekali Gym dan sanggar bela diri.


Orang-orang yang berada di jalanan pun kebanyakan adalah pria berotot.


Mungkin ini semua disebabkan karena Kota F memiliki Akademi Pahlawan yang memiliki spesialisasi dalam merekrut siswa yang memiliki kemampuan tipe fisik.


Shiro mengabaikan Gym ataupun tempat latihan lainnya, ia saat ini fokus menuju hotel. Mencari tempat bermalam.


Shiro memiliki tujuan sendiri untuk datang ke kota F ini.


Bukan karena tidak ada yang mengenlainya disini, tapi sebenarnya ada. Yaitu orang tua Brendy dan ada juga Joe Kee yang sedang bersekolah di Akademi F ini.


Namun tujuan kedatangan Shuro ke kota F ini bukan untuk keduanya, melainkan ada sesuatu yang selalu membuatnya penasaran.


Hal itu adalah 'The Black Market'.


Ya, itu adalah 'Black Market', sebuah pasar yang berada dalam kegelapan dan hanya beberapa pihak tertentu saja yang bisa masuk.


Namun 'Black Market' yang dimaksud disini adalah sebuah pasar tertentu yang di buka oleh seoarang pahlawan yang memiliki kemampuan khusus tipe Ruang.


Identitas Pahlawan tersebut masih dirahasiakan, namun kemampuannya sudah terdengar ke penjuru negeri. Yaitu membuat ruang dimensinya sendiri, yang bisa membuat orang-orang masuk dan beraktivitas di dalam ruang dimensinya.


Karena ini kemampuan seseorang, Black Market muncul secara acak, dan tidak menetap. Mungkin hari ini di Kota F, bisa jadi bulan depan berada di kota X, atau semacamnya.


Berkat kemampuannya, Pahlawan itu membuat organisasi pedagang yang dinamakan Black Market. Banyak pedagang lainnya yang ikut beraliansi dengan Black Market agar bisa melakukan bisnis ya di dalam ruang dimensi milik Black Market.


Mungkin bagi kalian, kemampuan ini sangat kuat karena bisa menjebak semua orang ke dlaam ruang dimensi.


Namun kalian salah besar, ruang dimensi yang dibuat bisa dimasuki oleh orang-orang yang tahu pintu masuknya. Sedangkan untuk keluar, selama melewati batas dari ruang dimensi, orang tersebut akan keluar sendirinya.


Sehingga kemampuan ini sangatlah tanggung. Lebih cocok dijadikan pasar seperti ini. Karena penggunanya bisa mengetahui dan melihat seluruh kondisi yang ada di dalam ruang dimensinya.

__ADS_1


Black Market sendiri tidak berbeda dengan pasar pada umumnya, namun lebih terkhusus pada kebutuhan para pahlawan. Namun yang paling terkenal di Black Market yaitu pasokan dan bahan material yang lengkap.


Di Black Market juga ada Lelang yang selalu dinantikan oleh para saudagar kaya dan pahlawan yang memiliki banyak uang.


Setelah cukup berjalan, Shiro sampailah ke sebuah hotel. Hotel tersebut memiliki nama Hotel Otot.


Shiro tidak memperdulikan nama dari hotel tersebut, ia hanya butuh tempat istirahat dan Check-in hotel selama satu minggu.


Setelah selesai Check-in, ia kembali berkeliling kota F, melihat kondisi sekitar.


Saat berkeliling, Shiro sangat tertarik dengan Arena Bela Diri yang terletak tidak jauh dari Akademi F.


Saat Shiro ingin masuk ke dalam arena, ia disambut oleh Petugas disana. "Halo Tuan, apakah anda ingin menguji kemampuan atau hanya menonton."


"Aku hanya ingin menonton."


Shiro tidak tertarik dengan pertarungan seperti ini, namun tidak ada salahnya untuk melihat dari bangku penonton, mungkin ada hal yang bisa ia petik disini.


Setelah itu Shiro dibiarkan masuk dengan membayar 1 Gold.


Karena ia tidak ada kenalan dan tidak tahu pertandingan mana yang harus ditonton, Shiro hanya duduk di tempat secara acak.


Pertandingan telah dimulai, yaitu seorang pria petarung tangan kosong melawan seseorang pria yang membawa tongkat kayu.


Namun Shiro kecewa, pertarungan keduanya memang terlihat sengit, tapi Shiro tidak tertarik. Teknik yang keduanya gunakan hanyalah dasar, dna tidak ada teknik khusus.


keduanya bertanding tidak lebih seperti uji ketahanan fisik. Yang kelelahan terlebih dahulu, pasti akan tumbang.


Mengingat-ingat tentang pertandingan Arena, Shiro pernah mengajukan diri untuk ikut bagian kompetisi antar Akademi, namun ia ditolak pihak Akademi.


Shiro ditolak karena bakatnya waktu itu yang dibawah peringkat S. Dan hampir semua siswa yang ikut kompetensi memiliki bakat tingkat S.


Sehingga Shiro hanya bisa menyerah untuk ikut kompetisi seperti para MC di Novel yang pernah ia baca.


Sampai sore hari Shiro berada di Arena, ia menonton semua pertarungan. Namun tidak ada yang menarik perhatiannya.


Daripada menonton pertarungan, ia malah lebih tertarik kepada Bibi penjual makanan keliling di arena.


Shiro banyak mengobrol dengan Bibi itu karena makanan yang ia jual cukup unik dan belum pernah ia melihatnya.


Sebuah makanan yang mirip mie, namun penyajiannya yang ditusuk layaknya sebuah sate. Ditemani oleh buah-buahan dan sayuran sebagai pelengkapnya.


Paket komplit dan menyehatkan.


Selain cemilan, Bibi itu juga menjual minuman. Shiro pun membelinya, lumayan untuk mengisi kebosanannya ketika menonton pertandingan yang monoton.

__ADS_1


Shiro kembali dengan tangan kosong, walaupun ia tidak mendapatkan apa-apa ketika menonton pertandingan, ia dapat membunuh waktu luangnya.


Mungkin itu juga disebabkan karena petarung di arena kebanyakan hanyalah siswa di Akademi F, bukan para pahlawan seperti dirinya.


Memikirkan pertarungan para siswa, Shiro memikirkan salah satu kenalannya.


"Bagaimana keadaan Joe Kee, ya ? Apakah ia sudah bertambah kuat." pikirnya.


Namun ia tidak berniat menjenguknya saat ini, apalagi ia sudah dianggap orang yang sudah meninggal. Bisa-bisa Joe Kee terkejut melihat Shiro yang masih hidup.


Shiro pun pulang menuju hotel, Sebelum kembali ke hotel, ia mampir dulu ke Gym terdekat dan berolahraga disana.


Walaupun ia sudah menjadi pahlawan, dan fisiknya sudah sangat kuat. Shiro tidak pernah lupa untuk berolahraga.


Setelah kembali ke hotel, Shiro pergi mandi dan tidur sebentar.


......................


Waktu malam.


Shiro keluar dari Hotel, ada tempat yang ingin ia tuju.


Tempat itu adalah sebuah rumah yang berada di sebuah komplek pemukiman warga.


Walaupun rumah tersebut terlihat biasa-biasa saja. Namun ada sebuah rahasia yang tersimpan didalamnya yang hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya.


Rahasianya adalah bahwa rumah tersebut digunakan sebagai pintu masuk menuju Black Market.


Di gang kompleks perumahan, walaupun kondisi terlihat sepi, namun ada beberapa orang yang lewat menggunakan topeng dan pakaian tertutup.


Sama seperti dirinya yang menggunakan Jubah Assasin berwarna hitam.


Mereka semua sama seperti dirinya, yaitu ingin memasuki Black Market.


Lalu Shiro berjalan santai menuju rumah tersebut, ia mengikuti orang lain yang sedang antre untuk memasuki Black Market.


Datang ke gilirannya. Ia disambut oleh Penjaga pintu tersebut. Shiro membayar 1 Gold dan dipersilahkan masuk.


Penjaga tersebut tersenyum ramah, "Selamat datang, semoga kau mendapatkan apa yang kau cari di dalam sana."


Shiro mengabaikan penjaga tersebut dan memasuki pintu menuju Black Market.


Sesampainya di dalam, Shiro terkejut.


"Inikah Black Market ?"

__ADS_1


__ADS_2