
"Halo, dengan Zero disini, saya ingin melaporkan hasil dari misi investigasi saya."
Setelah komunikasi tersambung, Shiro cukup kenal dengan lawan bicaranya, karena suara yang ada di sebrang komunikasi adalah Bawahan dari Ketua Asosiasi yang memberinya tugas.
Tanpa basa-basi, Shiro langsung memberitahukan semua tentang detail Misi yang ia temui di dalam Gate.
Mula-mula, Shiro menceritakan tentang tingkat keparahan kerusakan Kota U yang masih tergolong ringan.
Lalu Shiro memberitahukan tentang tata letak Gate yang ia temui, Shiro pun menjelaskan mengenai jalan cepat menuju Gate dari Tenggara Kota U.
Setelah itu, Shiro memberitahukan suasana di Gate, pintu masuknya dan iklim.
Shiro memberitahukan bahwa pintu masuknya berada di pinggir tebing, di sebuah Tanjung sebuah pulau kecil. Ia memberitahukan detailnya termasuk penyebaran monster di pulau tersebut.
Semuanya Shiro jelaskan secara detail.
Di Akhir, Shiro baru memberitahukan mengenai dugaannya mengenai Ras musuh dan Boss Gate yang ia temui.
Shiro memberitahukan pihak Asosiasi Pahlawan tentang pertemuannya dengan Siren, kemampuan Siren's Lullaby, Siren's Screams dan karakteristik Siren tersebut.
Shiro juga menduga bahwa Siren aktif di lautan dan ketika malam, mereka mendekat ke pinggiran pantai untuk mencari mangsa.
"....Begitulah hasil investigasiku di malam pertama." Lapor Shiro.
Dari alat komunikasi, jawaban langsung tersedia, "Kerja Bagus, itu sudah cukup berguna bagi kami."
"Apakah masih perlu memastikan lebih lanjut ?" tanya Shiro.
"Tidak perlu, itu semua sudah cukup. Terimakasih atas kerja kerasmu." Setelah itu, komunikasi ditutup.
Shiro mengembalikan alat komunikasi kepada Wanita Pelayan yang menunggunya dari tadi.
Wanita Pelayan itu menerima alat komunikasi tersebut dengan senyuman. "Terimakasih atas kerja kerasmu."
Shiro mengangguk dan pergi dari sana.
Wanita pelayan itu juga menonaktifkan skillnya dan mengikuti Shiro.
Ketika Shiro kembali, ia melihat para pahlawan lainnya tersenyum kearahnya.
"Hei nak, seleramu bagus juga." ucap seorang Pahlawan sambil menepuk bahu Shiro.
"Hehe, coba beritahu kami tentang gadis pelayan itu nak." saut pria lainnya.
Mendengar ucapan dari kedua pahlawan pria tersebut, Shiro langsung mengerti arah pembicaraan mereka.
Shiro agak malu mendengarnya. Padahal keduanya tidak ada hubungan apa-apa.
__ADS_1
Walaupun Shiro mencoba menjelaskan hubungan keduanya, namun percuma saja. Mereka tidak mendengarkan sama sekali. Mereka bersikeras menganggap bahwa Shiro sedang mendekati wanita pelayan itu.
Mereka asyik membicarakan hubungan Shiro dengan wanita pelayan tersebut.
Shiro hanya bisa mendengarkan pembicaraan mereka dengan pasrah.
Setelah asyik bercerita, mereka semua kembali melaksanakan misi mereka.
Tidak banyak misi yang dilakukan, misinya hampir sama dengan misi hari kemarin. Bedanya cuma terletak di penugasannya saja yang berbeda.
Jika hari sebelumnya Shiro melakukan misi mengangkat segala barang dan reruntuhan, hari ini Shiro melaksanakan misi mengangkat bahan bangunan. Ya, sebuah misi simpel menjadi seorang kuli bangunan.
Seperti biasa, Shiro dapat dengan mudah menyelesaikan semua tugas yang diberikan.
......................
Keesokan harinya.
Shiro melaksanakan tugas seperti biasa, namun fokusnya teralihkan ketika banyak Pahlawan yang datang dengan atribut lengkap.
Armor berat, pedang, tombak panjang, tongkat penyihir dan banyak perlengkapan yang dibawa dan dikenakan oleh para pahlawan yang datang ke arah mereka.
Mata para pahlawan kuli berkaca-kaca ketika melihat kilauan dari equipment para pahlawan tersebut. Ini adalah impian mereka sejak kecil.
Walaupun impian mereka tidak bisa tercapai, namun pekerjaan mereka sebagai Pahlawan kecil saat ini mempunyai kebanggaan tersendiri.
Para pahlawan tempur tersebut keluar dari Kota U dari arah Tenggara Kota. Shiro tahu bahwa para pahlawan inilah yang bertugas menyelesaikan Gate yang telah Shiro selidiki sebelumnya.
Shiro menghampirnya, ia berniat ikut bertarung ke dalam Gate.
"Kakak, bolehkah aku ikut masuk ke dalam Gate ?" pinta Shiro.
Bawahan Asosiasi Pahlawan itu menyipitkan matanya, melihat penampilan Shiro, ia menolak. "Maaf, kau tidak bisa ikut. "
"Kenapa kak ? Kemampuanku tidak kalah sama mereka." ucap Shiro.
"Tidak bisa, mereka memiliki kemampuan dan equipment khusus yang bisa membantu mereka bertarung di dalam air." jelas Bawahan Ketua Asosiasi.
Shiro agak kecewa, namun ia tidak menyerah. "Aku cukup bertarung di darat saja, menunggu gerbang Gate."
"Tetap tidak bisa, pekerjaan kecil itu telah disediakan kepada para magang senior dan pahlawan baru. Sudah, kau lanjutkan pekerjaanmu, kami mau pergi dulu." jelas Bawahan Ketua Asosiasi.
Shiro hanya bisa menunduk kecewa melihat kepergian mereka. Ia ingin sekali bertarung dengan para monster, karena dengan bertarung bisa menambah pengalamannya agar bisa menjadi lebih kuat lagi.
"Hei nak, tidak usah kecewa. Kau masih muda, mungkin masih ada kesempatan di kemudian hari."
"Iya nak, jangan patah semangat, terus berlatih."
__ADS_1
"Betul tuh."
Para pahlawan kuli yang melihat ini, langsung memberi Support kepada Shiro. Mereka menyemangati Shiro supaya tidak menyerah dan tetap berusaha keras.
Banyaknya semangat dari mereka, Shiro tersenyum, ia merasakan ketulusan dari kata-kata mereka.
Setelah itu Shiro kembali melaksanakan tugasnya.
Menjadi kuli, membangun negeri.
...****************...
Di depan pintu Gate.
Para pahlawan yang bertugas menaklukkan Gate sedang berbaris rapih di depan Gate.
Sebelum masuk dan mulai penaklukan Gate, mereka melakukan Briefing terlebih dahulu.
"Dari informan kami, setelah masuk ke dlaam Gate, kalian akan berdiri dipinggir tebing. Maka dari itu, kalian masuk satu persatu dan cepat menyingkir ketika sudah didalam." perintah Bawahan Ketua Asosiasi.
Salah satu Pria kekar membawa pedang mengangkat tangan lalu bertanya. "Apakah berita itu dapat dipercaya ?"
"Tak perlu khawatir, beritanya dapat dipercaya."
Bawahan Ketua Asosiasi lali mengeluarkan sebuah benda bulat yang berfungsi layaknya proyektor.
Rekaman yang Shiro, atau lebih tepatnya Unseen rekam menampilkan keseluruhan pulau.
Ketika adegan di rekaman tersebut menunjukkan penampilan Siren dan Kemampuannya. Para Pahlawan jadi merinding.
"Seperti yang kalian lihat, musuh kita kemungkinan berada di dalam lautan. Jadi bersiaplah." jelas Bawahan Ketua Asosiasi.
Pria itu mengangguk dan bertanya kembali, "Lalu Bagaimana dengan kemampuan Siren yang ada di video itu ?"
Para pahlawan lainnya mengangguk, dan Bawahan Ketua Asosiasi mulai menjelaskan dugaan dari kemampuan Siren tersebut, sama dengan penjelasan Shiro.
Lalu Para pahlawan itu masuk ke dalam Gate saru persatu secara tertib.
Sesuai instruksi sebelumnya, mereka langsung membagi barisan menjadi dua arah.
Satu baris yang bertugas membersihkan monster di daratan, satu barisnya lagi bertugas menjelajahi dan membunuh monster yang ada dilautan.
"Hari ini, kita bertugas membersihkan monster di seluruh pulau terlebih dahulu, untuk tim lautan fokus menjelajahi sekitar dan membersihkan monster yang ada di sekitaran pantai. Kalian paham ?"
Sebelum menjalankan misi, Bawahan Ketua Asosiasi memberikan perintah terakhir. Sebagai pengingat dari prosedur mereka.
"Siap ! Mengerti!" para pahlawan menjawab dengan nada tegas.
__ADS_1
"Bagus, kalo begitu...."
"OPERASI PENAKLUKAN GATE, DIMULAI..."