
Shiro berdiri di depan sebuah bangunan yang cukup mewah.
' inikah tempat lelangnya ? ' pikir Shiro.
Melihat satu-persatu orang dengan jubah, topeng dan masker memasuki bangunan tersebut, Shiro yakin inilah tempatnya.
Dengan santai dan penuh percaya diri, Shiro berjalan menuju tempat pelelangan.
Sesampainya di depan pintu, ada seorang petugas administrasi wanita yang menyambut Shiro, "Halo Tuan, selamat datang di pelelangan ! Adakah yang bisa kami bantu ?"
"Aku ingin berpartisipasi dalam pelelangan ?" jawab Shiro dengan santai.
"Tuan ingin menjual sesuatu atau membeli di pelelangan ? " tanya petugas administrasi wanita itu dengan ramah.
Shiro berpikir sejenak, ia mengingat bahwa ada beberapa item yang cukup langka di inventarisnya. " Aku ingin ikut keduanya, bisakah itu dilakukan ?"
"Tentu bisa Tuan, lalu Apakah Tuan punya kartu Undangan ?" tanya petugas administrasi wanita tersebut.
"Tidak."
"Kalau begitu kami akan mengecek keuangan yang Tuan bawa terlebih dahulu."
"Silahkan." ucap Shiro sambil mengeluarkan beberapa kantong Uang yang ia bawa.
Petugas administrasi wanita itu mengambil uang tersebut dengan penuh senyuman, ia mulai menghitungnya menggunakan kemampuan kalkulasinya.
"Semuanya ada 20.749 Gold Tuan. Ini kartu nomor kursi pelelangan anda Tuan. Anda bisa menempelkan kartu tersebut di tempat yang telah disediakan di kuris tersebut sebagai bukti Check-in identitas" ucap Petugas administrasi wanita itu dengan senyuman ramah sambil menyerahkan sebuah kartu kepada Shiro.
Shiro dengan senang hati mengambilnya, lalu ia melihat nomer nomor yang tertera adalah nomor 113m
Shiro mengeriyitkan dahi, ia agak heran, kenapa ia selalu terlibat dengan nomor 13 ?.
"Huh.. terimakasih." ucap Shiro sambil menghela nafas.
"Silahkan masuk Tuan, untuk menjual barang untuk dilelang, silahkan masuk ke lorong kanan. Untuk berpartisipasi dalam pelelangan Silahkan masuk ke lorong kiri. Pelelangan akan dimulai dalam 30 menit lagi."
Mendengar penjelasan petugas administrasi wanita itu, Shiro mengangguk. Ia langsung masuk dan berjalan menuju lorong kanan.
Melihat kepergian Shiro, petugas administrasi wanita itu tersenyum dan kembali melayani tamu yang datang lainnya.
Hanya beberapa detik berjalan, Shiro sampai ke sebuah ruangan yang cukup besar.
Di ruangan tersebut banyak sekali orang yang antre di beberapa loket. Sepertinya loket tersebut digunakan untuk menjual barang untuk pelelangan.
__ADS_1
Shiro berjalan menuju loket yang antaranya tersisa 2 orang, agar ia tidak terlalu lama menunggu.
Sambil menunggu, Shiro melihat sekitar dan memilih informasi yang ada.
Dari apa yang ia dapatkan, barang yang akan dijual akan diperiksa oleh seorang Penilai, dan barang tersebut harus lulus kriteria dari sang Penilai agar bisa masuk ke dalam Pelelangan.
Barang tersebut berupa meterial langka, item sekali pakai yang multifungsi, equipment khusus, item dimensional, senjata, dan lainnya.
Selagi menunggu, Shiro juga memilah item apa yang akan dijual. Soalnya banyak sekali material dan bahan-bahan langka yang ada didalam ruang inventarisnya.
Berbagai item dan material tersebut adalah sesuatu yang ia dapatkan dari membunuh monster yang ada di dalam Gate selama misi pengintainnya.
Item tersebut tidak bisa dijual sembarangan karena item tersebut kebanyakan sangat langka di pasaran dan sulit menentukan harga jualnya.
Shiro melirik salah satu item yang ada di inventarisnya dan memutuskan akan menjual item tersebut. "Sudah kupituskan Aku akan menjual item ini saja."
Giliran Shiro akhirnya tiba.
"Item apa yang akan anda jual, Tuan ?" ucap Seorang Pria tua berkacamata.
Shiro tahu bahwa pria tersebut adalah seorang Penilai yang bertugas di loket ini.
Shiro tidak banyak bicara, ia hanya mengeluarkan item yang akan ia jual.
Penilai tersebut dengan lembut meletakkan tangannya diatas Taring tersebut dan cahaya muncul ditangannya.
Penilai tersebut memejam, seakan sedang memeriksa identitas dan informasi dari Taring tersebut.
Shiro diam dan menunggu proses penilaian dilakukan oleh sang Penilai. Ia tidak takut Taring tersebut tidak berharga ataupun dianggap barang palsu.
Jika Penilai menganggapnya seperti itu, berarti pelelangan ini tidaklah berkualitas dan tidak dapat dipercaya.
2 menit telah berlalu, Pria tua Penilai tersebut membuka matanya. Ia merapihkan kacamatanya dan menatap Shiro dengan penuh senyuman.
"Tuan, item Fang's of Two-headed Hydra bisa dijual dipelelangan ini. Harga awal yang kami sarankan adalah 1.000 - 2.000 Gold. Untuk biaya penilaian dan sebagainya, kami hanya kanan mengambil 5% dari harga jual dipelelangan. Apakah tuan setuju ?"
Harga yang ditawarkan agak rendah dari yang Shiro bayangkan, "Itu harga itu satu Taring atau sepasang ?"
"Itu hanya untuk satunya saja Tuan, kalau Tuan ingin menjualnya langsung sepasang. Kami sarankan untuk menjualnya dengan harga awal sekitar 5.000 Gold."
Shiro mengangguk setuju, "Baiklah, aku setuju dengan persyaratan itu."
Shiro tidak ingin tawar-menawar terlalu lama, karena pelelangan akan segera dimulai. Ia tidak ingin terlambat dan melewatkan item yang dijual di pelelangan.
__ADS_1
"Terimakasih atas kepercayaannya Tuan. Izinkan kami melihat nomer identitas pelelangan milik Tuan."
Shiro menunjukan kanti identitas yang diberikan oleh Petugas administrasi wanita ketika di depan.
Pria tua Penilai mengambil kartu identitas tersebut. Setelah mendaftarkannya, ia mengembalikannya ke Shiro. "Terimakasih banyak Tuan."
Setelah mengambil kembali kartu identitas pelelangan, Shiro pergi menuju ruang pelelangan akan dilaksanakan.
Pria tua Penilai juga tersenyum, ia memerintah pelayan untuk membawakan kedua Fang's of Two-headed Hydra ke Aula pelelangan untuk didaftarkan sebagai salah satu item yang aka dilelang.
Shiro berjalan menuju tempat pelelangan akan dilaksanakan.
Shiro scan identitas di pintu masuk Aula Pelelangan, setelah itu ia masuk kedalam.
Ia melihat tempat pelelangan yang cukup besar, kursi bertingkat mengelilingi Tempat pelelangan, layaknya tempat duduk penonton di stadion Sepak bola.
Shiro mencari nomor tempat duduknya di Aula pelelangan, yaitu nomor 113. Setelah mencari hampir 1 menit, ia akhirnya menemukan tempat duduknya.
Disamping kanannya ada seorang wanita muda berambut abu-abu dengan topeng badut menangis. Sebelah kirinya ada orang dengan pakaian serba hitam seperti miliknya, Shiro tidak bisa menentukan usia dan jenis kelaminnya.
Shiro tidak berniat berkenalan dengan keduanya, Ia meng-scan kembali kartu identitas pelelangan di pegangan kursi sebelah kanannya.
Setelah scan, total uang dan informasi tentang barang yang ia lelangkan muncul di layar yang ada di pegangan kursi tersebut.
Setelah melihat informasi tersebut, ia mengangguk dan melihat petugas yang sedang meng-debug peralatan di panggung utama pelelangan.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya waktu pelelangan akhirnya dimulai.
Seorang wanita masuk dengan anggun ke panggung pelelangan. Rambut kuning keemasan, gaun pesta seksi dengan warna emas berkilau, menambah daya tarik peserta pelelangan.
Wanita itu mengetuk microphone dan mulai bicara. "Selamat datang di pelelangan Black Market. Saya adalah Christine, dan saya akan menjadi Host dan pemandu lelang kalian untuk hari ini."
` clap~ clap~ clap~`
Suara tepuk tangan yang meriah terdengar dari para Audience pelelangan.
"Terimakasih atas antusias kalian semua." ucap Christine dengan senyum menawan.
Seseorang tiba-tiba masuk dan membawa sesuatu muncul dan berhenti dibelakangnya. Sebuah barang yang masih tertutup tirai merah dan membawa semacam Aura misterius yang dapat membangkitkan keinginan Audience.
"Langsung saja kita mulai pelelangannya, ini adalah item pertama pelelangan hari ini."
Bersama dengan ucapan Christine, tirai tersebut terbuka, dan item pertama pelelangan terlihat oleh mata para Audience.
__ADS_1
"Ini adalah item pertama kita, silahkan memberikan harga..."