Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
71. Twin White Tiger


__ADS_3

Setiap harinya, Selain beristirahat di hotel, Shiro melakukan berbagai aktivitas harian seperti latihan, sorenya pergi ke Arena untuk mengasah kemampuan bertarung. Dan malam harinya ia pergi ke Black Market untuk pergi ke Bar dan mencari informasi.


Selama 3 hari terakhir diadakannya Black Market, setiap malamnya Shiro selalu berkunjung ke Black Market.


Walaupun pelelangan telah berakhir ketika haru ketiga Black Market, Shiro tetap berkunjung dan berjalan-jalan ke sekitaran Black Market.


Dari tempat material, Toko herbal, restoran, sampai dengan Bar tempat para pahlawan berkumpul, minum-minum dan mabuk.


Sudah beberapa malam Shiro berkunjung ke salah satu Bar yang paling ramai di Black Market hingga larut.


Shiro mendengar setiap pembicaraan yang ada di Bar.


Wajar saja, ini adalah Black Market. Banyak Pahlawan dari berbagai tempat berkumpul di Black Market.


Ini adalah kesempatan baik bagi Shiro untuk mencari informasi tentang tempat-tempat lain.


Dari berbagai pembicaraan, Shiro banyak mendapatkan informasi terutama tentang berbagai keluarga besar dari setiap Kota.


Seperti keluarga Blaze dari Kota J, Keluarga Lloyd dari Kota Z, Kumpulan Apoteker Kota L, dan semacamnya.


Walaupun banyak informasi yang Shiro dapatkan, namun tidak banyak informasi yang berguna.


......................


Hari ini adalah malam terakhir diadakannya Black Market di Kota F.


Hari ini juga Shiro memiliki jadwal untuk mengambil senjata pesanannya.


Namun, Sebelum ke tempat master tempa, Shiro mampir dulu ke Bar.


Seperti biasa, Shiro hanya memesan Tequila ringan dan beberapa cemilan kecil-kecilan. Ia duduk di tempat yang strategis dan mulai mendengar berbagai informasi yang keluar dari mulut para pahlawan dari Kota lain.


"Hei, kau tahu tidak, ada banyak gadis cantik di hotel..."


"Tempat pemandian di Kota X ternyata ada tempat pemandian campuran, kuy kita kesana."


"Ku dengar banyak herbal yang tumbuh dan dibudidayakan di sekitaran kota L."


"...."


Banyak sekali informasi yang Shiro peroleh, namun tidak banyak informasi yang berguna.


1 jam berlalu.


Karena mulai bosan dan merasa tidak ada yang bisa ia dapatkan lagi kali ini, Shiro berniat keluar.


Namun ketika ia hendak berdiri, ia mendengar sebuah berita menarik di sudut Bar belakang dirinya.


Shiro kembali duduk dan berpura-pura menenggak minuman yang sedari tadi sudah lama habis.


Ia memfokuskan pendengarannya dan mendengar perbincangan dari beberapa orang tersebut. Ia juga memerintahkan Unseen untuk bersembunyi dan merekam pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Hei, kau tahu tidak, ku dengar di Kota D ada sebuah Gate yang baru muncul."


"Benarkah?"


"Iya, benar."


"Terus-terus, bagaimana dengan penyelidikannya?"


"Dari yang kudengar, Keluarga Squard sedang merekrut anggota untuk Raid (penyerangan) Gate esok hari."


"Besok ? Kalo begitu, aku ikut. Ayo kita berangkat ke Kota D malam ini."


Pria tersebut menggelengkan kepala, "Tidak bisa, persyaratan cukup tinggi."


"Eh, kenapa ? emangnya apa persyaratan yang keluarga Squard berikan ?"


Pria itu melirik ke kiri dan kanan dan mulai berbisik kepada pria tersebut. "Setahuku, Gate tersebut memiliki monster tipe terbang. Sehingga perlu petarung udara atau penyerangan jarak jauh. Keluarga Squard kekurangan penyerangan yang bisa terbang."


Setelah mendengar berita itu, pria tersebut tertunduk kecewa. Keduanya terus berbincang-bincang tentang hal-hal lainnya.


Sedangkan Shiro, ia sudah berjalan keluar dari Bar dan mendengarkan rekaman yang Unseen rekam.


Setelah mendengarkan semua informasi dari rekaman tersebut, Shiro tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Sepertinya kita sudah memutuskan tujuan kita selanjutnya." kekeh Shiro.


Shiro melanjutkan perjalanan menuju Toko tempa tempatnya memesan senjata, yaitu Flunder Blacksmith.


Melihat kedatangan Shiro, Garr menyilangkan tangannya dan menatap Shiro. "Hei nak, ku kira kau sudah melupakan item pesananmu."


"Tentu saja tidak Tuan Garr." ucap Shiro dengan nada ramah.


"Untung saja kau datang tepat waktu, aku hampir saja mau menjual senjatamu itu Hahaha.." tawa Garr bersemangat.


"Mari ikuti Aku ! " tambah Garr.


Shiro mengikuti Garr ke tempat senjata Shiro disimpan.


Garr mengambil sebuah kotak di salah satu etalase di dalam ruangan penyimpanan senjata.


Ia membuka Kotak tersebut dan menunjukkan item yang ada di dalam kotak tersebut kepada Shiro. "Ini senjata pesananmu, coba kau lihat-lihat dulu."


Shiro mengambil senjata yang ada di dalam kotak tersebut dan mulai mengamati setiap detail dari senjata tersebut.


Shiro memegang senjata tersebut, ia menatap gagang kedua senjata tersebut. Ia memegang ya seperti menggenggam tangan seorang gadis.


Setelah itu, Shiro mengusap bilah senjata tersebut. Ketajaman dapat dilihat dalam sekali lihat.


Panjang yang cuma sepanjang 30 cm, Ujung yang lancip, bilah melengkung tajam hampir 90 derajat, dapat dilihat bahwa senjata ini dapat merobek organ dalam musuh dalam sekali serangan.


Mungkin kalian bisa menenbaknya, ini adalah salah satu senjata tradisional dari negara asalnya di kehidupannya sebelumnya. Sebuah senjata tradisional yang sudah mendunia.

__ADS_1


Senjata sejenis Dagger yang disebut, Kerambit.


Shiro menggenggam sepasang Kerambit tersebut dan mulai membentuk kuda-kuda.


` slash~`


` swuusshhhh~`


` swuusshhhh~`


Shiro mencoba menghunuskan Kerambit beberapa kali. Ia tersenyum dan merasa sangat puas dengan senjatanya tersebut.


"Apakah kau puas ?" tanya Garr dengan penuh senyuman.


"Iya, ini sangat cocok denganku." ucap Shiro.


Shiro lalu mengeluarkan uang pembayarannya dan menyerahkannya kepada Garr.


Garr dengan senang hati menerimanya, "Karena kau sudah setuju, silahkan kau beri nama kedua senjata tersebut."


Mendengar perkataan Garr, Shiro merenung sebentar dan memikirkan nama yang cocok dengan kedua Kerambit tersebut.


Garr masih menunggu Shiro memberikan nama kepada senjata tersebut. Sebenarnya ia sudah mempunyai saran nama yang bagus, namun ia menunggu Shiro tidak sanggup memberikan nama, karena sudah biasa para pahlawan tidak bisa memberikan nama untuk senjata mereka.


Setelah memikirkan sebentar, Shiro tersenyum. "Ku beri nama, Twin White Tiger."


Garr hanya bisa menepuk dahinya ketika mendengar nama yang diberikan Shiro. Menurutnya nama tersebut terdengar norak, namun ia tidak akan membantahnya. Karena keputusan berada di tangan Shiro.


"Terimakasih Tuan Garr atas mahakaryanya."ucap Shiro dengan sopan.


Garr tersenyum dan mengangguk kepada Shiro, "Jaga baik-baik senjata itu."


Shiro hanya mengangguk, ia membungkuk hormat dan mulai pergi dari Flunder Blacksmith.


......................


Keesokan harinya.


Shiro Check-out dari hotel dan pergi ke Gerbang Kota F.


Shiro pergi ke penjaga Gerbang, dan berencana menggunakan susunan teleportasi untuk dapat cepat sampai ke Kota D.


Setelah membayar sejumlah uang dan menunjukkan kartu identitasnya, Shiro masuk kedalam susunan teleportasi dan mulai berangkat ke Kota D.


Sesampainya di Kota D, Shiro melihat sekelompok orang yang sedang berkumpul di dekat Gerbang. Sepertinya mereka berniat untuk pergi bersama menuju ke luar Kota.


Shiro dan menebaknya, sepertinya mereka semua adalah anggota Raid yang dikabarkan yang akan menyelesaikan sebuah Gate yang muncul.


Shiro mendekati kelompok tersebut, lalu berkata.


"Bolehkah aku ikut bersama kalian ?"

__ADS_1


__ADS_2