Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
131. Rapat


__ADS_3

Keesokan harinya.


Setelah sarapan, Shiro langsung menuju ke Kantor Pusat Asosiasi Pahlawan.


Kemarin, setelah pulang dari tempat Karaoke, Shiro pulang kerumah dan melihat rumah dalam keadaan bersih. Sepertinya Unseen telah selesai membersihkan semua sisi rumah.


Shiro pun kembali dengan mood yang bagus, melanjutkan istirahatnya, Ia kembali tidur di kamar dan bangun keesokan harinya.


Menuju Kantor Pusat Asosiasi Pahlawan, Shiro akan melaporkan tentang pertarungan di Gate kemarin. Selain itu, ia juga akan mengikuti jalannya rapat mengenai rencana berbahaya dari Bangsa Iblis.


Selain itu, Shiro yakin kalau berita tentang rencana Iblis pasti akan menggemparkan semua orang yang hadir.


Memakai pakaian sehari-hari, Shiro datang ke bagian administrasi. Penampilan Shiro yang tidak menjanjikan, membuat pengawas administrasi dan petugas keamanan ingin menangkap Shiro. Namun ketika Shiro mengeluarkan surat lisensi khusus, pengawas administrasi dan petugas keamanan langsung tertunduk malu.


"Bisakah aku bertemu Ketua Asosiasi? Aku disuruhnya melapor kemarin," tanya Shiro.


"Tunggu sebentar, Tuan. Kami akan menghubungi Asisten Ketua terlebih dahulu," balas Pengawas Administrasi.


"Baiklah, beritahu Anastasya kalau Zero sudah datang untuk melapor."


"Ya."


Setelah itu, Shiro duduk di kursi tunggu yang telah disediakan. Sesekali Ia melihat petugas lainnya yang sepertinya sedang sibuk menyiapkan sesuatu.


Shiro dapat menebak kalo ini pasti disebabkan untuk persiapan rapat yang akan dilakukan sebentar lagi.


Tak lama ia menunggu, Shiro melihat Anastasya datang menghampirinya.


Anastasya membungkuk kepada Shiro lalu berkata: "Tuan, mari ikuti saya."


Shiro mengangguk dan mengikuti arahan Anastasya menuju Kantor Asosiasi Pahlawan.


Selama perjalanan, Anastasya banyak bertanya mengenai kepergian Shiro kemarin. Tentu saja Shiro menjawabnya dengan asal-asalan.


Anastasya tidak puas dengan jawaban Shiro, ia pun sering mendesak Shiro dengan pertanyaan tersebut. Akhirnya Shiro memberitahu Anastasya kalau ia lelah sehingga ia pulang terlebih dahulu.


Teringat sesuatu, Shiro bertanya kepada Anastasya: "Oh ya, dimana Jubah yang disiapkan Asosiasi Pahlawan? Aku tidak nyaman jika harus ikut rapat dengan penampilan seperti ini."

__ADS_1


Kemudian Anastasya melihat penampilan Shiro seperti masyarakat biasa, ia pun mengangguk menyetujuinya, "Benar juga. Tunggu sebentar semuanya telah siap."


Anastasya mampir ke Ruang penyimpanan dan mengambil salah satu jubah hitam yang ada disana dan memberikannya kepada Shiro.


"Nah, pakai ini saja dulu untuk sementara. Kualitasnya tidak jauh berbeda dengan Jubah yang kau miliki, hanya sedikit lebih rendah."


"Terimakasih."


Shiro mengangguk dan tidak lupa berterimakasih kepada Anastasya.


Sesampainya di depan Kantor Ketua Asosiasi, Anastasya mengetuk pintu. Setelah dipersilahkan masuk oleh Ketua Asosiasi, Anastasya mengajak Shiro masuk ke dalam ruang Kantor.


"Ketua, Zero sudah tiba."


Ketua Asosiasi, Thomas Schven yang tampak sibuk dengan berbagai dokumen melirik kepada Shiro.


"Silahkan duduk dulu. Tunggu sebentar, Masih ada yang harus aku lakukan."


Mendengar ucapan Ketua Asosiasi, Shiro hanya bisa mengangguk. Tidak ada yang bisa ia lakukan ketika melihat kesibukan Ketua Asosiasi.


Anastasya tampak ikut membantu Ketua Asosiasi dalam mempersiapkan dokumen. Shiro hanya bisa duduk menunggu sambil makan dan minum dengan apa yang telah disediakan.


Ketua Asosiasi menyesap kopi di mejanya lalu bertanya kepada Shiro: "Hei nak, bagaimana perjalananmu sebelumnya?"


"Bukannya kau sudah tahu, ya? Mari kita langsung ke topik utamanya." Shiro lalu menjawab dengan dingin, ia tidak suka dengan basa-basi.


"Seperti biasa ya. Coba jelaskan tentang monster yang ada di Gate sebelumnya?"


Shiro mengangguk lalu mulai menjelaskan secara singkat.


Shiro memberitahu kalau monster utama adalah Pengendali Kerangka yang disebut Lich. Kelemahan Lich adalah Liontin di kalung mereka yang merupakan sebuah Inti Kristal.


Setelah itu, Shiro memberitahu Ketua Asosiasi kalau Boss monster awalnya adalah Lich King. Namun karena suatu kondisi, membuat Boss monster berubah dari Lich King menjadi Undead Dragon.


"... Karena penggunaan Orb oleh Lich King, Undead Dragon muncul dan Lich King tersedot oleh Orb dan menghilang. Aku tidak tahu apakah menghilangnya Lich King membuat Gate terselesaikan atau mentransfer posisi Boss monster dari Lich King ke Undead Dragon."


Mendengar penjelasan singkat Shiro, Ketua Asosiasi merenung sebentar. Ia mencoba mencerna laporan yang diceritakan Shiro. Bahkan Anastasya disampingnya cukup terkejut dengan apa yang dialami Shiro saat musuh.

__ADS_1


"Oh, kalo begitu, itu berarti..."


Sebelum Ketua Asosiasi memberikan spekulasinya, Alat Komunikasinya berdering. Melihat ini, Shiro hanya bisa mendesah pelan. Setiap kali ada yang perlu dilaporkan, ada saja yang mengganggu.


Benar saja, lagi-lagi Brewthern yang menghubungi Ketua Asosiasi.


"Ya Brewthern, ada apa? Oke, aku akan segera kesana. Terimakasih atas kerja kerasmu."


Setelah itu, Ketua Asosiasi mematikan alat komunikasi dan kembali menatap Shiro.


"Nak, mari kita lanjutkan nanti. Audiens rapat sudah pada hadir, mari kita ke Ruang Rapat. Rapat akan segera dimulai."


Mendengar ini, Shiro hanya bisa mengangguk, mengikuti Ketua Asosiasi dan Anastasya menuju ruang rapat.


Mengikuti Ketua Asosiasi dan Anastasya, akhirnya mereka sampai ke ruangan yang cukup besar. Mungkin lebih besar sedikit dari lapangan basket. Banyak sekali kursi dan meja, yang menandakan ruangan ini akan digunakan sebagai ruangan Rapat.


Memasuki ruangan rapat, terlihat ada 30 meja Audiens yang masing-masing meja berisi 3 kursi yang berarti setiap digunakan hanya untuk 3 orang saja.


Setiap kursi sepertinya sudah banyak terisi dan hampir penuh, dan Shiro lumayan banyak mengenali identitas dari masing-masing peserta yang hadir.


Kebanyakan dari mereka adalah Walikota dari Kotanya masing-masing, termasuk Eric Santos dari Kota tempat asal Shiro. Tak hanya Eric Santos, Shiro juga mengenali Walikota dari Kota A, B dan beberapa walikota Kota lain.


Dari jauh, Shiro juga melihat Leon yang juga hadir. Menandakan keluarga Leon cukup berpengaruh sehingga ia bisa ikut mewakili keluarganya dalam rapat kali ini.


Walaupun banyak orang yang dikenalnya, Shiro tidak takut dikenali, terutama oleh Eric Santos dan Leon.


Saat ini Shiro masih dalam penyamaran dan tidak banyak yang mengingat identitasnya setelah bertahun lamanya. Selain itu, Asosiasi Pahlawan tidak memberitahu siapapun tentang identitasnya yang sebenarnya, bahkan ke Eric Santos.


"Ketua, silahkan duduk disini."


Ketua Asosiasi duduk di tempat yang telah disediakan oleh Brewthern.


Melihat cuma ada satu kursi di depan, Shiro hanya bisa berdiri di belakang Ketua Asosiasi seperti yang dilakukan Anastasya dan Brewthern. Sungguh pelayanan yang kurang baik.


Namun Shiro tidak bisa mengeluh, sebab, lebih banyak sosok besar yang sedang memasuki ruangan. Penampilan mereka menarik mata audiens lain, karena mereka yang baru masuk adalah Pahlawan-pahlawan besar yang namanya sudah terkenal dimana-mana.


Sambutan, sorakan dan tepuk tangan saling bersaut ketika mereka memasuki ruangan.

__ADS_1


Setelah semua orang duduk, Ketua Asosiasi berdiri lalu berkata: "Baiklah, karena semua orang telah hadir, Rapat akan segera dimulai."


__ADS_2