Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
153. Shadow Prison


__ADS_3

Shiro terkejut dengan tanggapan Unseen untuk memberikan masalah interogasi kepada dirinya. Shiro memandang Unseen dengan tatapan tak percaya.


"Apa katamu? Emangnya kamu bisa ?" tanya Shiro dengan nada sedikit meremehkan.


"Tentu saja, itu berkat skill baruku."


Mendengar jawaban Unseen, Shiro jadi tertarik. Ia juga belum melihat skill-skill baru yang dimiliki Unseen.


"Oh, coba kau Ceritakan padaku mengenai skill barumu itu."


Setelah itu, Unseen mulai menceritakan tentang skill-skill barunya itu. Ia awalnya memberitahukan mengenai Shadow Trap, Shadow Bind, dan Shadow Thorn. Unseen bercerita dengan sedikit menyombongkan diri. Ia juga memberitahu Shiro kombo skillnya itu.


Mendengar deskripsi skill-skill baru Unseen, Shiro juga jadi semangat. Kombo yang dibicarakan Unseen juga terbilang masuk akal.


"Oke, skill baruku yang terakhir yaitu Shadow Prison." jelas Unseen.


"Shadow Prison? Memenjarakan musuh ? Bagaimana penjara bisa membuat musuh membuka mulut dan bertobat."


Mendengar nama Skill terakhir Unseen, Shiro jadi kurang percaya. Dari namanya saja sudah tidak cocok untuk pekerjaan interogasi.


"Dengarkan aku dulu, begini penjelasannya..."


Kemudian Unseen memberitahu Shiro tentang Skill barunya itu.


Shadow Prison bukan sekedar penjara biasa. Shadow Prison juga bisa disebut penjara kegelapan, dimana makhluk yang dipenjara di dalamnya hanya akan melihat kegelapan tiada akhir. Mereka tidak akan mengenal konsep ruang dan waktu. Hal ini akan menimbulkan keputusasaan bagi siapapun yang terjebak didalamnya.


Selain itu, Di dalam sana, musuh yang terperangkap akan diperlihatkan ketakutan terbesar mereka dan mereka akan dipaksa untuk mengalami ketakutan mereka tersebut. Sehingga bisa membuat efek jera.


Semakin lama mereka berada di dalam, akal sehat mereka perlahan-lahan akan berubah. Sampai akhirnya mereka seakan tubuh tak bernyawa, seperti robot berdaging tanpa ekspresi yang bisa menjawab semua pertanyaan yang ia ketahui.


Mendengar deskripsi skill Shadow Prison, Shiro menjadi agak ngeri. Tanpa sadar, ia mundur beberapa langkah dari Unseen.


"Namun tenang, skill ini memiliki kelemahan yang cukup jelas. Sulit untuk memenjarakan musuh, hanya mereka yang dalam keadaan antara hidup dan mati yang bisa dipenjara di dalam Shadow Prison. Selain itu, aku hanya bisa memenjarakan satu makhluk dalam satu waktu. Jika ingin memenjarakan makhluk lain, makhluk yang sudha berada di dalam harus dikeluarkan terlebih dahulu."


Mendengar hal ini, Shiro akhirnya bisa bernapas lega. Skill sekuat ini, jika tanpa kelemahan, pasti akan sangat mengerikan.


Bayangkan saja jika tidak ada syarat pengaktifkan dan batas pemakaian. Pasti semua makhluk hidup bisa dimasukkan ke dalam Shadow Prison dan terkurung disana selamanya. Bukankah itu mengerikan?


"Lalu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya menjawab semua pertanyaan?" tanya Shiro kepada Unseen.


"Tergantung keadaan mental musuh. Karena di dalam sana tidak ada konsep waktu, mereka tidak akan sadar sudah berapa lama waktu berlalu. Mungkin mereka mengira sudah berjalan bertahun-tahun lamanya, namun sebenarnya baru beberapa hari di dunia luar."

__ADS_1


Mendengar penjelasan ini, Shiro mengangguk. Sepertinya ia juga sedikit tertarik dengan skill tersebut. "Tapi kau bisa menariknya keluar kapan saja kan?"


"Ya."


"Oke, mari kita coba."


Setelah mendengar hal ini, Unseen juga berniat untuk melepaskan skillnya.


"Eh tunggu sebentar," cegah Shiro.


"Ada apa lagi?" tanya Unseen.


"Aku ingin mengetesnya untuk terakhir kalinya sebelum kau yang melakukannya."


"Baiklah kalau begitu."


Unseen hanya bisa mengalah atas permintaan Shiro.


Kemudian Shiro terlihat menuangkan Air dingin ke wajah Iblis Orc itu. Metode Shiro efektif, Iblis Orc itu terbangun dari pingsannya.


"Manusia rendahan, apa yang kau perbuat kepadaku?" ucap Iblis Orc itu dengan arogan.


"Ku beri kau satu kesempatan terakhir, jawab pertanyaanku. Bagaimana mengakhiri ritual pengorbanan itu? Apa yang kalian panggil?" tanya Shiro.


Di belakang Shiro, Unseen sudah siap merekam jawaban dari Iblis Orc. Namun sayang, mereka tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.


"HAHAHAHA~ MANUSIA RENDAHAN SEPERTIMU TIDAK AKAN MENGERTI."


Iblis Orc memberikan tawa menghina kepada Shiro, lalu ia melanjutkan kata-katanya: "Lagian, kami para Iblis memiliki kesetiaan kepada Bangsa kami sendiri, tidak seperti kalian. Mau kau berusaha sekuat apapun, aku tidak akan pernah mengatakan apapun."


"Oh, kalau begitu, Akan menberimu skill interogasi yang bisa membuka mulutmu." ancam Shiro.


Mendengar ancaman Shiro, Iblis Orc itu tidak merasa takut, ia malah tetawa lebar.


"HAHHAHA~ Coba saja. Itu tidak akan berhasil. Kami Bangsa Iblis sudah ada perlindungan diri pada memori kami. Kami tidak akan pernah mengungkapkan informasi yang sepenting itu. Kecuali kami sendiri yang berinisiatif untuk memberitahu kalian, kalian tidak akan mendapatkan apapun. Hahhaah~"


Mendengar jawaban dari Iblis Orc itu, Shiro akhirnya mengerti kenapa pada saat Iblis di ruang rapat yang diinterogasi oleh Anthonio melakukan serangan balik. Itu semua terkait metode perlindungan otomatis pada memori mereka.


Melihat Shiro terdiam, Iblis Orc itu menjadi lebih angkuh. "Kenapa Manusia? Kau menyerah? Lebih baik kau membunuhku sekarang daripada membuang-buang waktumu. hahahh~"


"Baiklah kalau itu keinginanmu, jangan menyesal."

__ADS_1


Setelah itu, Shiro memberi isyarat kepada Unseen untuk memulai. Unseen juga terlihat menyimpan kembali kameranya dan mulai mengaktifkan skill Shadow Prison kepada Iblis Orc.


"Hahahha~ Menyesal tidak ada di dalam Jiwa kami." Iblis Orc itu tertawa meremehkan.


BANG! Shiro meninju Iblis Orc dengan cukup keras, sehingga membuatnya pingsan kembali. Shiro melakukan ini demi keberhasilan skill Shadow Prison yang dikeluarkan Unseen.


Setelah Iblis Orc itu pingsan, dari bawah bayangan Iblis Orc itu, puluhan tangan mulai merayap dari bawah membawa tubuh Iblis Orc masuk ke dalam bayangan.


Pemandangan yang begitu mengerikan bagi Shiro. Ia pun lalu melirik Unseen dengan tatapan sedikit ragu.


"Tenang saja, ini memang terlihat seperti ini. Biasakan saja." jawab Unseen.


Ia tahu kekhawatiran Shiro. Jadi Ia berusaha meyakinkan Shiro.


"Jadi apa yang perlu kita lakukan selanjutnya?" tanya Shiro ketika melihat tubuh Iblis Orc telah masuk sepenuhnya kedalam bayangan.


"Tidak ada, kita bebas. Kita hanya bisa menunggu jiwa Iblis itu menyerah."


Mendengar ini, Shiro mengeluarkan seperangkat alat catur di depan mereka, lengkap dengan kopi hangat dan beberapa cemilan.


"Mau coba?" ajak Shiro.


"Ayok!" jawab Unseen.


Kini keduanya menghabiskan waktu dengan bermain catur.


...****************...


Disisi Iblis Orc.


Iblis Orc itu merasakan ada sesuatu yang salah pada tubuhnya. Ia membuka mata dan hanya melihat kegelapan pekat yang tak berujung. Bahkan ia tidak bisa melihat warna kulitnya.


Namun sepertinya Iblis Orc itu sudah terbiasa dengan kegelapan itu. Ia mencoba melangkah, namun ia tidak bisa merasakan apapun di bawah kakinya. Ia hanya bisa pasrah, menerima keadaan seperti ini.


Entah sudah berapa lama waktu berlalu, Iblis Orc itu kini dalam keadaan gelisah. Banyak sekali bisikan-bisakan yang terdengar di telinganya. Bayangan-bayangan menakutkan juga terus-menerus muncul di benaknya.


Iblis Orc itu tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, terkadang ia merasakan kalau dirinya terluka namun ia tidak tahu persis dimana luka itu berada.


Singkatnya, Iblis itu perlahan-lahan mulai panik. Di tengah kegelapan pekat itu, ia mulai ketakutan. Ia mencoba mencari jalan keluar, namun sayangnya ia tidak bisa keluar sama sekali sekuat apapun mencoba.


Usaha Iblis Orc itu terbilang sia-sia. Ia hanya bisa menerima tubuh dan pikirannya yang mulai terkikis oleh kegelapan di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2