
Melihat ketiga muridnya yang sudah mulai memasuki ke pedalaman hutan, Shiryuu-senpai sedikit melankolis.
Ia juga masih bingung memikirkan perkataan patriark kemaren. Ia tidak tahu cara seperti apa yang perlu dilakukan agar Shiro dan yang lainnya terbujuk dan misinya selesai.
Ia tidak terlalu pandai berkomunikasi, hanya pemberian hadiah yang ada dipikiran. Namun sepertinya itu belum cukup untuk membujuk Shiro dan yang lainnya.
' Huh, mari kita pikirkan perlahan ' pikir Shiryuu-senpai.
Ia pergi ke Peternakan Keluarga Yuki di dekat sana, lalu ia mengambil Sebuah Kotak yang terbuat dari Jaring-jaring besi. Kotak tersebut akan dibawa dan gunakan untuk menyimpan Musang Angin yang ditangkap oleh Shiro dan yang lainnya nantinya.
Shiryuu-senpai kembali ke tempat berpisahnya Shiro dan yang lainnya.
Ketika sampai, ia terkejut ketika melihat Shiro yang sedang duduk disana sambil memegang tengkuk leher Musang Angin.
Shiro pun yang sepertinya sudah lama menunggu kedatangan Shiryuu-senpai sedang melihat ke arah Shiryuu-senpai datang.
"Shiryuu-senpai" Shiro melambai ke arah Shiryuu-senpai.
Shiryuu-senpai melambai balik dan berjalan ke arah Shiro, "Oiy Shiro, cepat sekali kau menangkap Musang Anginnya!"
"Hehe, aku hanya beruntung, senpai" jawab Shiro.
Mendengar jawaban Shiro, Shiryuu-senpai tahu kalau Shiro hanya mencoba low-profil dan tidak ingin mengungkapkan apa-apa. Tapi ia tidak terlalu peduli, karena setiap orang pasti punya privasi dan rahasianya tersendiri.
Lalu Shiryuu-senpai memberikan salah satu Kandang jaring besi yang ia bawa kepada Shiro, "Masukkan Musang Angin tersebut kedalam kandang ini!"
Shiro mengambil kandang tersebut dan memasukkan Musang Angin yang ia tangkap kedalam kandang.
"Arrghhh~"
Musang Angin tersebut berteriak marah ketika ia dimasukkan kedalam Kandang.
Ia berusaha menggigit kandang, namun kandang tersebut tetap kokoh dan tanpa ada goresan sedikitpun. Setelah cukup lama berusaha, tampaknya Musang Angin tersebut mulai berhenti meronta, sepertinya ia sudah kelelahan dan menerima kenyataan.
"Senpai, aku sudah selesai, apa yang harus aku lakukan sekarang ?" tanya Shiro.
"Kita akan menunggu yang lainnya, Kau bebas melakukan apa pun yang kau inginkan"
Mendengar jawaban Shiryuu-senpai, Shiro mendengus ringan, ia hanya bisa menunggu dengan tenang.
Beberapa menit berlalu, akhirnya Brendy muncul dan membawa Seekor Musang Angin yang ukurannya cukup kecil.
Setelah Ia memasukkan Musang Angin kedalam Kandang, Brendy kembali masuk ke hutan.
__ADS_1
"Senpai, Brendy mau kemana ?" tanya Shiro.
"Brendy ingin menangkap Musang Angin lagi" jawab Shiryuu-senpai dengan santai.
Shiro tertegun, "Emangnya boleh ?" tanyanya.
"Tentu saja, kau bebas menangkap sebanyak apapun yang kau mau."
Mendengar jawaban Shiryuu-senpai, Shiro langsung berlari kembali ke pedalaman hutan dan ingin menghabiskan waktu yang membosankan itu untuk menangkap Musang Angin sebanyak-banyaknya.
Sedangkan Shiryuu-senpai, ia bingung ketika melihat Shiro berlari ke pedalaman hutan. Ia bingung apakah ia membuat kesalahan?
Ia sebenarnya mengambil misi ini selain untuk menambah stok monster yang akan dilatih menjadi Battle Pet, itu juga untuk melatih para juniornya. Karena Musang Angin terkenal karena memiliki kecepatan dan kelincahan yang cukup bagus, terutama ketika berada di area hutan.
Menurutnya, satu Musang Angin yang ditangkap oleh Shiro sudah cukup untuk membuktikan kemampuan Shiro.
Namun ia tak terlalu memperdulikannya lagi, walaupun ia masih bingung dengan pemikiran Shiro dan yang lainnya.
1 jam kemudian.
Shiro dan yang lainnya telah berkumpul ditempat semula, terlihat di dekat Shiryuu-senpai sudah banyak kandang yang berisi Musang Angin didalamnya.
Sekitar 13 ekor Musang Angin yang sudah ditangkap eh Shiro dan kawan-kawan.
"Hey, bagaimana kalian bisa menangkap Musang Angin itu ?" tanya Denshu dengan nada kelelahan.
"Mudah, tinggal gunakan kamuflase, terus tangkap." jawab Brendy dengan penuh kebanggaan.
"Shiro, Brendy wajar menangkap banyak, tapi mengapa kau menangkap lebih banyak dari Brendy? " tanya Denshu kepada Shiro.
"Aku menggunakan metode jebakan, lalu aku beruntung menangkap sekeluarga besar Musang Angin" jawab Shiro asal-asalan.
"Oh ya, bisa juga menggunakan peranhkap, kenapa aku tidak kepikiran ya !. Sungguh beruntung dirimu Shiro." keluh Denshu.
Shiro tersenyum mendengar keluh kesah Denshu, sebenarnya ia menangkap dengan mudah menggunakan Skill Perpindahan miliknya, selain itu, jika bukan karena keberuntungan Shiro yang buruk, sehingga perlu waktu untuk lama untuk menemukan Musang Angin, maka Shiro bisa menangkap satu Musang Angin dalam satu menit.
"Baiklah, Istirahat telah selesai, mari kita ke Peternakan ! "
"Ya senpai"
Mereka berangkat ke Peternakan di dekat sana. Setelah menyerahkan misi, mereka mendapat 1 Perak untuk Saeekor Musang Angin. Sehingga secara keseluruhan mereka mendapat 13 Koin Perak.
Setelah itu, mereka diajak Shiryuu-senlai untuk mengunjungi Tempat Pelatihan dan Budidaya Battle Pet. Mereka bermaksud untuk membawa Musang Angin yang mereka tangkap kesana.
__ADS_1
"Senpai, kok murah banget upah misinya ?" Denshu mengeluh melihat 2 koin perak miliknya.
"Memang seperti itu normalnya, toh kalian juga membawa Musang Angin hidup yang masih bisa dijual" jawab Shiryuu-senpai.
Denshu terkejut mendengar jawaban Shiryuu-senpai, "Eh, ini masih bisa dijual ?"
"Iya betul, baik yang masih hidup ataupun yang sudah menjadi mayat, masih bisa dijual. Mama dari itu, upah misinya relatif kecil karena sudah diganti dengan target Misinya. lalu..."
Shiro dan yang lainnya mengangguk mendengar penjelasan Shiryuu-senpai, "Oh seperti itu"
Mereka baru mengetahui bahwa Target misi bisa mereka miliki sepenuhnya. Namun hal itu tergantung pemberi misi.
Dari penjelasan Shiryuu-senpai, jika pemberi misi menginginkan mayat monsternya, maka penerima misi harus memberikan mayat monster tersebut. Tentu saja upahnya tidak murah.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka sampai ke tempat Pelatihan dan Budidaya Battle Pet Keluarga Yuki.
Mereka menyerahkan Musang Angin yang mereka bawa, lalu mereka mendapatkan satu koin Emas untuk seekor Musang Angin.
Dari yang dijelaskan oleh pegawai disana, harga Musang Angin relatif murah. Maka hanya satu koin emas untuk setiap ekornya.
Walaupun Musang Angin yang sudah berlatih bisa dijual seharga 10 koin Emas perekornya, namun Biaya pelatihan, makan, kertas kontrak dan biaya-biaya lainnya masih perlu dihitung.
"Oh ya, mumpung kita disini, langsung saja kalian ambil hadiah yang kalian inginkan." ucap Shiryuu-senpai.
Mendengar ucapan Shiryuu-senpai, Shiro dan yang lainnya tertegun. Namun senyum kebahagiaan langsung muncul di wajah mereka. "Benarkah ?"
Shiryuu-senpa mengangguk kepada mereka dan memanggil 3 pegawai disana untuk membawa Shiro dan yang lainnya untuk mengambil hadiah mereka.
Sebelum mereka mengambil hadiahnya, Shiro memikirkan sesuatu dna bertanya kepada Shiryuu-senpai, " Senpai, sebelum membuat kontrak, ada yang perlu diperhatikan gak ?"
"Oh ya, ini pertama kalinya ya bagi kalian, aku kan menjelaskannya secara singkat kalau begitu."
"Untuk membuat kontrak dengan Battle Pet, kalian harus membuat Battle Pet yang kalian inginkan tersebut harus menyukai kalian dan setuju untuk menjadi Battle Pet kalian. Sehingga tidak ada masalah ataupun serangan balik yang terjadi saat kontrak berlangsung." Jelas Shiryuu-senpai.
"Lalu bagaimana caranya membuat mereka menyukai kami senpai ?" tanya Shiro kembali.
"Biasanya mereka akan melihat Aura kalian, bisa juga dengan cara membuktikan kemampuan dan kekuatan kalian, selain itu juga sering kali mereka mengajukan permintaan kepada kalian dan kalian harus menurutinya. Sesimpel itu"
"Terimakasih Senpai"
Mendengar penjelasan Shiryuu-senpai, Shiro dna yang lainnya berterimakasih dan mengikuti ketiga pegawai tersebut untuk melihat Battle Pet yang sudah disediakan untuk mereka.
Mereka berpisah, dan diajak ke tempat berbeda sesuai dengan Battle Pet yang mereka inginkan sebelumnya.
__ADS_1
"Ini adalah Battle Pet kalian.."