Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
38. Bertarung


__ADS_3

"Ayo kesini ! " ucap Shiro sambil memberikan gerakan provokatif kepada Ular tersebut.


Ular tersebut mengendus ringan ke arah Shiro, lalu ia sepertinya merasakan bau yang ia kenal. Ular tersebut mendadak marah, matanya memerah dan menatap tajam ke arah Shiro.


Ular tersebut mulai bergegas ke arah Shiro, ia bergegas menerjang, mencoba menggigit Shiro menggunakan gigi-giginya yang tajam bak sebilah pisau.


Sedangkan disisi Shiro, merasakan gerakan provokatifnya berhasil, ia tersenyum lalu berkata. "Sekarang"


Memanfaatkan kemampuannya yang tak terlihat, Brendy yang tak jauh dari sana mulai menyerang Ular tersebut dengan kuat.


` dentang~`


Brendy menyerang dengan kuat menggunakan pisaunya, terlihat bekas baretan di sisik ular tersebut.


Brendy terkejut, serangannya ternyata tidak bisa membuat luka yang lebih dalam. Serangannya barusan seharusnya bisa membuat luka serius pada beberapa monster, bahkan Kera Putih miliknya sering terluka terkena serangan ini.


Merasa serangannya gagal, Brendy bergegas mundur.


Sedangkan Ular tersebut, ia mengabaikan luka kecil yang disebabkan oleh Brendy tersebut. Ia masih fokus menatap Shiro.


Sedangkan Shiro, ia sedikit mengerutkan dahi melihat Ular tersebut bergerak ke arahnya tanpa melambat sedikitpun.


"Huh.. Sepertinya gagal" Desah Shiro.


Tiba-tiba Denshu yang cukup jauh di belakangnya memberikan peringatan kepadanya, "Hati-hati Shiro, sisik ular tersebut sangat keras, sulit untuk menyerangnya. Lalu hati-hati juga dengan cambukan ekonya, bahkan batu keras pun bisa hancur."


Mendengar peringatan dari Denshu, Shiro mengangguk mengiyakan. Ia bersiap menahan serangan ular tersebut.


` tsaaahhh`


Ular tersebut bergerak semakim cepat, lalu Ular tersebut membuka mulutnya, ia mendesah dan mencoba menggigit Shiro.


Dengan kecepatannya, Shiro dapat dengan mudah menghindarinya.


Walaupun Denshu tidak memberikan apa-apa tentang informasi mengenai Gigitan ular tersebut, namun Shiro cukup berhati-hati. Takutnya Ular tersebut memiliki Bisa yang mematikan.


Ular tersebut tidak tinggal diam ketika Shiro menghindari serangannya.


Kini ular tersebut mencoba berguling ke samping, tepatnya ke arah Shiro yang berada tepat disinya. Sepertinya kali ini ular tersebut ingin menyerang menggunakan duri di punggungnya.


Ular tersebut mengarahkan duri di punggungnya ke arah Shiro, lalu ia mencoba membelit Shiro, mencoba membelit dan menusuk Shiro dengan menggunakan duri dipunggungnya.


Namun bukan Shiro namanya jika tidak bisa menghindari serangan simpel tersebut.


Shiro dengan mudah melompar mundur, menjauhi jangkauan belitan ular tersebut.


Ketika ular tersebut ingin melilitnya, Shiro melihat bagian perut ular tersebut yang terbuka untuk serangan. Shiro tidak akan melewatkan kesempatan tersebut, ia langsung maju, menggunakan Aura Fist dan memukul perut ular tersebut.


` bang~`


Shiro memukul perut ular tersebut, ular tersebut menggeliat sedikit ketika ia pukul. Sepertinya serangan Shiro barusan lumayan berefek kepada sang Ular.


Ular tersebut dengan marah mencoba mencambuk Shiro dengan ekornya.

__ADS_1


` bang~`


Shiro menangkis serangan ekor ular tersebut dengan tangannya. Shiro sedikit mengerutkan dahi, tangannya agak mati rasa sebentar ketika menangkis serangan ular tersebut.


"Sepertinya sudah saatnya." ucap Shiro ringan.


Shiro bergegas menangkap ekor Ular tersebut dan melemparkannya ke udara, sebuah bola api besar mengenai Ular yang terlempar diudara tersebut.


Serangan tersebut berasal dari Denshu. Ketika Shiro bertarung dengan ular tersebut, Denshu mulai memadatkan kekuatan apinya dan mencari kesempatan untuk menyerang sang Ular.


Sembari menunggu kesempatan, Denshu terus memadatkan serangannya sehingga terus membesar, sampai ia melihat Shiro melemparkan ular tersebut ke udara. Lalu ia mundur beberapa langkah.


"Giant Fire Ball" ucap Denshu mencoba menyebutkan nama jurusnya.


` bang~`


Sebuah ledakan cukup besar terdengar akibat ledakan serangan tersebut.


"Kerja Bagus !" ucap Denshu dari kejauhan.


Shiro hanya mengacungkan jempolnya kepada Denshu.


Shiro sudah merasakan sebelumnya bahwa Denshu sedang menyiapkan serangan yang cukup besar, maka dari itu, Shiro melemparkan ular tersebut ke udara agar bisa menjadi target empuk bagi Denshu.


` bukk~`


Ular tersebut terjatuh dari udara akibat efek Gravitasi, tubuhnya penuh dengan luka bakar.


Melihat hal ini, Brendy tidak tinggal diam, Ia mulai menyerang Ular terebut dengan pisaunya. Ia terutama menargetkan serangan terhadap perut, dan bagian tubuh yang terkena luka bakar.


` swiiiinggg~`


Brendy menebas beberapa tebasan kepada ular tersebut. Terlihat darah yang keluar bekas tebasannya.


Sepertinya serangan kali ini berhasil, Brendy berhasil melukai ular tersebut lebih dalam dari sebelumnya.


Brendy lalu melirik ke arah mata ular tersebut dan berniat menyerang mata ular tersebut.


Ia lalu melompat, mencoba menusuk mata ular tersebut. Namun sebuah suara terdengar di telinganya, "Brendy, awas!~"


Mendengar suara peringatan tersebut, ia langsung melempar pisau ditangannya ke arah Ular tersebut, dan menggunakan tangannya untuk menangkis cambukan ekor tersebut.


Ia tidak bisa menghindar karena sedang melompat di udara, ia hanya bisa pasrah, mencoba menangkis serangan ular tersebut.


` bang~`


Brendy terlempar cukup jauh akibat serangan cambukan ular tersebut, ia terhempas ke pohon terdekat, ia mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


"AAAAA~"


Ular tersebut ternyata salah satu matanya terkena lemparan pisaunya Brendy. Kini ia marah dan mencoba menyerang Brendy yang sedang mencoba bangkit.


" Brendy~"

__ADS_1


" Brendy~"


Shiro dan Denshu berteriak mengkhawatirkan Brendy. Shiro langsung bergegas ke arah Brendy dan menyelamatkannya.


` bang~`


` krekkk~`


` bukk~`


Serangan ular tersebut cukup keras menghantam pohon di belakang Brendy, membuat pohon tersebut roboh.


Untung saja Shiro dapat menyelamatkan Brendy tepat waktu, kalo tidak, ntah apa yang akan terjadi pada Brendy.


`swuusshhhh~`


Lalu Shiro melemparkan bom asap ke arah Ular tersebut, membuat ular tersebut tidak bisa melihat ataupun mencium Shiro dan yang lainnya untuk sementara.


Shiro membawa Brendy ketempat Denshu, lalu mereka mencoba mengobati Brendy.


"Sepertinya beberapa tulang rusukku patah." ucap Brendy.


"Kau istirahat dulu disini, biar Denshu yang menjagamu." balas Shiro


"Iya, serahkan sisanya kepadaku dan Shiro." timpal Denshu mencoba menghibur Brendy.


Brendy hanya bisa tersenyum pasrah dan mangangguk, mencoba menggantungkan harapannya kepada Shiro dan Denshu. Ia agak menyesali tindakan bodohnya sebelumnya.


"Hati-hati! " ucap Brendy kepada Shiro dan Denshu.


Shiro dan Denshu mengangguk.


Lalu Denshu bertanya kepada Shiro, "Shiro, apakah kau tau dimana Shiryuu-senpai?"


"Aku tidak tahu, tapi dengan ledakan seperti tadi, dia tidak mungkin tidak mendengarnya, mungkin ia sedang menuju kesini" ucap Shiro optimis.


Denshu mengangguk, "Mari kita ulur waktu sambil menunggu Shiryuu-senpai kembali."


Shiro mengangguk, namun ia tidak terlalu berharap banyak, ia memiliki keinginan untuk mengalahkan ular ini tanpa bantuan Shiryuu-senpai. Karena ini adalah langkah pertama mereka untuk menjadi seorang Pahlawan.


Apalagi, akan ada semakin banyak bahaya yang akan mereka hadapi kedepannya ketika menjadi seorang Pahlawan. Mereka harus menggunakan kekuatan mereka sendiri untuk menghadapi bahaya tersebut.


Jika mereka harus selalu bergantung pada orang lain, mereka tidak akan pernah maju, kekuatan mereka tidak akan pernah meningkat.


Melihat asap yang menyelimuti ular tersebut perlahan menghilang, Shiro menatap Denshu dan berkata, "Bersiap!"


Denshu mengangguk, lalu ia mundur beberapa langkah dekat dengan Brendy. Sedangkan Shiro ia maju ke depan. Ia siap menyerang dan menangkis serangan ular tersebut.


Shiro berjalan cukup jauh ke depan, memberikan jarak yang cukup kepada Denshu dan Brendy yang ada dibelakangnya, agar keduanya tidak menajdi sasaran langsung oleh ular tersebut.


Asap mulai menghilang.


Shiro dan Ular tersebut saling menatap saat ini.

__ADS_1


"Ronde kedua..... Dimulai!"


__ADS_2