
Shiro bersiap menghadapi ular tersebut.
"Unseen, aku punya tugas untukmu! " Shiro memanggil Unseen.
Lalu suara Unseen terdengar di benak Shiro, "Ya, ada apa?"
Shiro mengeluarkan beberapa benda dan membuat benda tersebut semi transparan. Lalu Shiro menyerahkan benda-benda tersebut kepada Unseen. "Kau tau apa yang harus kau lakukan kan ?"
Unseen mengambil benda-benda tersebut dan mengangguk, "Ya, aku mengerti."
"Kalo begitu, Laksanakan!" perintah Shiro.
Unseen pun langsung menghilang saat itu juga, dari persepsi Shiro, Unseen sudah mulai mendekati posisi Ular tersebut dan menebar beberapa benda tersebut.
Namun Shiro sepertinya melihat sebuah keanehan pada Ular tersebut. Ular tersebut diam menatap Shiro, ia tidak menyerang.
Perut ular tersebut mulai agak menggelembung, mulutnya mengeluarkan sebuah udara dingin.
Melihat hal ini, Shiro merasakan firasat buruk.
"Unseen Mundur!" Shiro berteriak kepada Unseen.
Setelah Shiro memerintahkan Unseen untuk mundur, Ular tersebut membuka mulutnya lebar-lebar.
"Tsaaahhhh"
Asap putih diikuti udara dingin keluar dari ular tersebut.
Shiro kaget, tanpa sadar ia berteriak keras, "UNSEEN~"
Asap putih tersebut membekukan apapun yang dilewatinya.
"Syukurlah." Dari persepsinya, ia menemukan bahwa Unseen baik-baik saja, ia tidak terkena serangan udara dingin dari ular tersebut.
Shiro terus memperhatikan udara dingin yang bergerak ke arahnya, ia juga dapat merasakan bahwa benda yang diserahkan ke Unseen, ada satu yang berada di dekat ular tersebut.
Shiro tersenyum, ia berlari menerjang ke arah udara dingin tersebut dan mengeluarkan bom asap.
Asap hitam bertemu dengan Asap putih, pihak luar tidak ada yang bisa melihat apa yang terjadi.
"SHIRO~" Denshu dan Brendy yang melihat tindakan Shiro dari kejauhan, mereka cukup terkejut. Mereka tidak mengerti, apa yang Shiro rencanakan.
Asap hitam perlahan menghilang, namun Shiro tidak ada lagi ditempatnya, hal ini membuat keduanya bingung, mereka tidak melihat pergerakan Shiro.
Yang tidak mereka tahu, Shiro saat itu sudah berpindah tempat di balik pohon, dekat dengan ular tersebut.
Shiro bersembunyi sambil mengurangi hawa keberadaanya, ia mencoba mencari waktu terbaik untuk menyerang.
Agak lama Shiro memperhatikan ular tersebut, namun tampaknya Ular tersebut sangat waspada dengan lingkungannya, ia hanya sesekali menoleh tanpa bergerak sedikit pun.
__ADS_1
Shiro mengambil sebuah ranting didekatnya dan melemparkannya ke dekat ular tersebut.
` bang~`
Dengan reflek, Ular tersebut langsung mencambuk ranting tersebut dengan kuat. Mungkin ia mengira bahwa yang mendekat adalah Shiro.
Namun yang tak ia sangka, hanya sebuah ranting yang ia serang.
Tak sampai disitu, Ular tersebut langsung menjadi marah, matanya memerah ketika melihat Shiro yang berdiri bersandar di salah satu pohon tidak jauh disana.
Shiro memegang sebuah ranting dan tersenyum sinis kepada Ular tersebut.
"Tsaaahhhh~" Ular tersebut membuka mulutnya lebar-lebar dan mulai menerjang Shiro, berusaha menggigitnya.
Shiro dengan mudah menghidaru serangan ular tersebut dengan melompat.
Seperti yang Shiro prediksi, Ular tersebut memberikan serangan lanjutan dengan ekornya ketika Shiro berada di udara.
Shiro dengan mudah menangkis serangan ekor ular tersebut dan menangkapnya.
Shiro lalu membanting ular tersebut beberapa kali dan memutar-mutarnya diudara layaknya sebuah tali yang digunakan Koboi untuk menangkap mangsa.
Lalu Shiro melemparkan ular tersebut ke sebuah pohon yang membuat pohon tersebut roboh terkena dampak lemparan Shiro.
Ular tersebut mencoba bangkit, namun kepalanya masih terasa pusing akibat serangan yang Shiro lakukan.
Shiro pun tak tinggal diam, ia langsung bergegas kearah ular tersebut dan mulai meninjunya dengan Aura Fist miliknya.
Namun Shiro tak memberinya kesempatan untuk bernafas, ia terus menyerang Ular terebut. Membuat ular tersebut mundur sampai mendekati sebuah pohon dibelakangnya.
Melihat Ular tersebut terus terpojok, Shiro tidak mengendorkan serangannya, ia terus menyerang Ular tersebut.
"Da da da da da~"
Kali ini, Shiro menggunakan Ular tersebut sebagai samsak tinju, ia terus memukulinya dengan kecepatan yang luar biasa.
Ditambah ular tersebut terpojok di sebuah pohon, membuat Shiro dengan leluasa terus memukuli ular tersebut tanpa bisa melawan sedikitpun.
Ular tersebut mencoba melawan, namun perlawanannya sia-sia dihadapan serangan bertubi-tubi dari Shiro.
Sesekali ular tersebut ingin memberi perlawanan lewat gigitannya, namun kepala ular tersebut malah kena pukul oleh Shiro, Sungguh sangat ironis.
" Da da da da da~"
Setelah sekian banyak serangan, samsak tinju tersebut sudah mulai penyok dibeberapa sisi..Ular tersebut beberapa kali mengeluarkan seteguk darah.
Merasa ular tersebut sudah tak sadarkan diri, Shiro menghentikan serangannya.
Namun yang tak ia sangka, Ular tersebut langsung menerkam Shiro ketika ia menghentikan serangannya.
__ADS_1
` bang~`
Shiro langsung memukul wajah ular tersebut, salah satu taringnya langsung patah akibat pukulan Shiro.
Ular tersebut langsung terlempar, dan berusaha untuk bangkit.
"Hehe~ sepertinya kau akan menjadi korban pertama dari Soul Weapon milikku"
Shiro langsung mengeluarkan Soul Weapon miliknya yang berbentuk katana.
Shiro mengaktifkan Skill Dream milik Soul Weapon tersebut dan membuat ular tersebut diam tak bergerak.
Lalu Shiro menggenggan gagang Katana tersebut menggunakan kedua tangan, tak lupa ia melapisinya dengan Aura seperti yang diajarkan kepadanya oleh klub berpedang di akademi.
Shiro berlari ke ular tersebut dengan menggenggam pedang terebut. Ia juga meningkatkan kekuatan lengan dan genggamannya melalui kontraksi berbagai otot dan saraf ditangannya melalui metode latihan pernapasan.
"Teknik Pedang: One Slash"
Shiro menyebutkan nama tekniknya ketika menebas ular tersebut, walaupun sebenarnya tebasan tersebut adalah tebasan biasa dan tidak memiliki nama.
Namun Shiro terispirasi dari setiap karakter di berbagai dunia Ani-manga, yang setiap karakter menyebut nama tekniknya agar terlihat lebih keren.
Shiro menebas ular tersebut dengan sekuat tenaga, dan ular tersebut terpotong menjadi dua. Ular tersebut tidak bereaksi akibat Skill Dream milik Soul Weapon miliknya.
Darah ular tersebut berceceran, bau darahnya sungguh menyengat, Shiro merasa agak mual, karena ini baru pertama kalinya bagi dirinya untuk membunuh dan melihat terlalu banyak darah.
Setelah menyesuaikan mentalitasnya, Shiro menyimpan mayat ular tersebut ke dalam Ruang penyimpanan miliknya dan bergegas kembali ketempat Denshu dan Brendy. Asap putih yang berisi udara dinginpun perlahan mulai menghilang.
Melihat Shiro kembali dengan banyak darah dipakaiannya, Denshu dan Brendy menjadi khawatir, "Kau baik-baik saja Shiro ?"
"Santai, darah ini bukan milikku, ini milik Ular tersebut, aku baik-baik saja." ucap Shiro dengan senyuman teukir diwajahnya.
"Syukurlah !" Denshu dan Brendy bernafas lega.
Brendy tiba-tiba menjadi lesu, dan berkata dengan nada pesimis, " Aku sungguh tidak berguna !"
"Jangan berkata begitu Brendy, ini pertama kalinya kita bertarung melawan monster yang cukup kuat, aku juga sangat ceroboh pada awalnya, seandainya aku tidak memancing kemarahan ular tersebut, pasti kita tidak akan melawan ular tersebut." Denshu mencoba menghibur Brendy.
Denshu menyalahkan diri sendiri akibat membawa ular tersebut, padahal sebenarnya ular tersebut mengejar mereka bukan karena Denshu, melainkan akibat Shiro yang mencuri telurnya. Tentu saja, mereka bertiga tidak mengetahuinya, termasuk Shiro.
"Sudah, tidak perlu saling menyalahkan, jadikan ini semua sebagai pelajaran dan pengalaman bagi kita semua." ucap Shiro mencoba menasihati keduanya.
"Ayo kita pergi, takutnya ada banyak monster lainnya yang datang akibat dampak dari pertempuran barusan." tambah Shiro.
Keduanya pun mengangguk, mereka mulai bangkit dan mulai bergerak ke tempat Shiryuu-senpai.
Tanpa mereka sadari, ada beberapa pasang mata yang melihat mereka dari kejauhan. Jaraknya sangat jauh, lebih jauh dari persepsi Shiro.
Mereka mengintai Shiro dan yang lainnya.
__ADS_1
Ntah apa yang mereka inginkan, semoga Shiro dan yang lainnya baik-baik saja, dan bisa keluar dari Gate dengan selamat.