
Shiro lalu memimpin 50 orang pahlawan tersebut ke lokasi Markas Organisasi Hitam yang mereka ketahui. Mereka berangkat dari portal teleportasi dan berangkat menuju kota W.
Markas Organisasi Hitam itu terletak di ruang rahasia yang terdapat di hutan dekat Kota W.
"Ikuti aku!" Shiro meningkatkan kecepatannya. Pahlawan lain tidak keberatan dengan perintah Shiro. Mereka mengikuti Shiro dan menambah kecepatan.
Shiro yang pertama kali tiba, ia langsung membuka pintu menuju ke ruang bawah tanah yang terletak di bawah sebuah pohon besar.
Derit~
Bunyi berderit terdengar, lalu terbukalah sebuah lorong yang cukup luas hampir 2 kali ukuran manusia normal.
"Biar aku yang memeriksa jalan, kalian ikuti aku dari belakang!" perintah Shiro.
Semua pahlawan mengangguk, ia menuruti perintah Shiro. Mereka tidak mempermasalahkannya, sebab tidak ada dari mereka yang ingin menjadi pembuka jalan yang mungkin menghadapi bahaya untuk pertama kalinya.
Shiro dengan sangat cepat langsung menerjang ke bawah. Sepanjang jalan menuju ke ruang bawah tanah, ia tidak menemukan satu orangpun yang menjaga di sepanjang lorong.
Dengan cepat, Shiro langsung berada di bawah tanah, tempat Markas rahasia Organisasi Hitam. Terlihat beberapa anggota Organisasi Hitam kurang dari 10 anggota.
Merasakan kekuatan mereka yang sangat rendah. Shiro langsung mengaktifkan skill Dreaming All, lalu bersiap menerjang dan membunuh mereka semua.
Hampir semua anggota Organisasi Hitam yang ada merasa pusing dan langsung tertidur. Shiro dengan mudah membunuh mereka semua. Tentunya Shiro menyisakan satu orang untuk diinterogasi.
Pahlawan yang lain masih menunggu diatas. Apa yang dilakukan Shiro dangat cepat dan tanpa suara jasi tidak ada suara jebakan atau ledakan yang terdengar dari bawah tanah, mereka juga merasa kalau semuanya aman, lalu mereka langsung bergegas menyusul Shiro dari belakang. Mereka tetap berhati-hati ketika berjalan ke bawah.
Ketika mereka sampai dibawah, mereka terkejut, mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat ketika melihat banyaknya mayat yang sudah tergeletak begitu saja di tanah. Dan hanya ada Shiro yang masih berdiri sambil memegang satu orang.
"Dimana yang lain?" tanya Shiro.
Namun anggota Organisasi Hitam yang ditangkapnya tidak menjawab dan hanya menggertakkan giginya. Ia sepertinya tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan Shiro.
Kemudian Shiro mengalihkan perhatiannya ke arah para pahlawan yang baru datang, "Adakah dari kalian yang memiliki kemampuan membaca ingatan atau skill yang membantu dalam melakukan interogasi?"
Para pahlawan saling memandang, kemudian ada satu orang yang menjawab, "Aku bisa!"
Shiro mengangguk, "Cari informasi lokasi anggota mereka yang lain. Semakin lengkap semakin baik."
Pahlawan itu mengangguk, ia langsung mencari apa yang Shiro perintahkan kepadanya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, akhirnya pahlawan itu mendapatkan apa yang diperintahkan Shiro kepadanya.
"Bagaimana? Apa hasilnya?" tanya Shiro.
"Mereka telah pergi beberapa hari yang lalu, mereka mencari Gate yang menyebar. Tujuan utama mereka belum diketahui. Mereka hanya bertugas untuk menunggu Markas saja," jawab pahlawan itu.
"Sial, kita telat!" ucap Shiro marah.
Kemudian ia berjalan pergi. Ia tak lupa memberikan perintah: "Kalian bersihkan tempat ini, ratakan dengan tanah. Sisanya terserah kalian."
Setelah itu, Shiro pergi begitu saja meninggalkan semua pahlawan lain dengan penuh tanda tanya. Meskipun begitu, mereka tetap menjalankan perintah Shiro. Mereka mengubur semua mayat tersebut beserta lokasinya secara bersamaan. Setelah itu, mereka kembali ke rumahnya masing-masing.
Shiro juga kembali ke Kota A dan melaporkan apa yang terjadi di Markas Organisasi Hitam. Mendengar laporan itu, Ketua Asosiasi hanya bisa menghela napas berat. Mereka terlambat beberapa hari. Sangat disayangkan.
Shiro kemudian berjalan-jalan di pinggiran Kota A. Tiba-tiba ia mendengar suatu keributan di sekitar sana. Ia penasaran dengan apa yang terjadi, ia langsung mendekat.
Ketika tiba disana, Shiro terkejut dengan apa yang dilihatnya. Seorang Dark Elf yang sedang sekarat ditemani oleh wanita yang ia kenal.
"Lidya?" ucap Shiro.
Mendengar ada orang yang memanggilnya, Lidya menoleh, Ia kemudian tersenyum, "Kamu..."
"Mereka ingin mengambil pasien yang ku bawa," tunjuk Lidya kepada beberapa pahlawan.
Mendengar ini, Shiro tahu apa yang terjadi. Para pahlawan ini tertarik dengan Dark Elf yang dibawa oleh Lidya.
"Kalian, silahkan bubar! Kami dari Asosiasi Pahlawan!" ucap Shiro sambil menunjukkan kartu identitasnya sebagai anggota Asosiasi Pahlawan.
Melihat ini, mereka takut dan langsung bubar.
Setelah mereka pergi, Shiro kemudian bertanya kembali ke Lidya, "Kenapa kau disini?"
"Desa kami diserang..."
"Tunggu, tunggu, kita bicaranya jangan disini. Ikuti aku!" potong Shiro.
Lidya mengangguk, kemudian Ia menunjuk ke Dark Elf yang dibawanya, "Lalu bagaimana dengan dia?"
"Emmmm... bawa sajalah!" jawab Shiro.
__ADS_1
Lidya mengangguk lalu membawanya bersamanya, ia lalu mengikuti Shiro.
Shiro membawanya ke Markas Pusat Asosiasi Pahlawan, atau lebih tepatnya ke kantor Ketua Asosiasi.
"Ketua..." panggil Shiro.
Mendengar suara yang dikenalnya, Ketua Asosiasi mendesah pelan. Ia menoleh kepada Shiro, ia sepertinya tahu kalau Shiro datang kepadanya, pasti ada masalah. "Ada apa?" responnya terpaksa.
Kemudian Ketua Asosiasi cukup tertarik dengan Dark Elf yang masih koma. Masalah Lidya, ia tidak memperhatikannya. Suku Cindaku sangat mirip dengan manusia, sehingga ia menganggap Lidya adalah manusia biasa.
"Ketua, seperti ini..."
Shiro menceritakan apa yang diceritakan Lidya kepadanya tentang Organisasi Hitam yang mulai menyerang desanya yang berada jauh dari Kota.
Awalnya Ketua Asosiasi tidak percaya kalau masih ada pemukiman selain Kota-kota tempat mereka berada. Namun Shiro hanya memberitahukan kalau masih ada pemukiman kecil di luar sana. Perlahan, Ketua Asosiasi mulai menerimanya.
"Jadi, kapan itu terjadi?" tanya Ketua Asosiasi.
"Ke... kemarin desa kami di serang oleh sekelompok pria dengan jubah hitam. Mereka dengan kejam membunuh dan membantai penduduk desa," jawab Lidya.
Ketua Asosiasi memandangnya dengan prihatin. Lalu ia menoleh kepada Shiro memberi isyarat apakah ia dapat dipercaya?
Shiro mengangguk, "Aku kenal mereka!"
Uhukkk~ Uhukkk~
Tiba-tiba Dark Elf yang sedari tadi tidak sadarkan diri terbatuk dan terbangun. "Dimana aku?" tanyanya bingung.
"Tenang, kau sudah aman. Apa yang terjadi padamu?" tanya Shiro.
Mendengar ini, ekspresi Dark Elf itu langsung berubah. Ia menunjukkan wajah marah dan kesal. "Sial, desa kami diserang, aku harus segera kembali."
Dark Elf itu ingin bergegas pergi, namun baru balik badan, ia langsung tersungkur, terjatuh di tempat.
Melihat apa yang terjadi pada Dark Elf yang sama dengan apa yang terjadi pada suku Cindaku. Shiro tahu kalo semuanya sudah sangat jauh, mereka harus segera bertindak dan menyusul.
"Ketua, jika terus seperti ini, kita akan terlambat. Aku akan pergi ke lokasi desa mereka berada."
"Aku ikut..."
__ADS_1