
Setelah mendapatkan lokasi dari Gate yang ada di alam liar. Shiro berinisiatif untuk mengambil alih tugas untuk membersihkan Gate-gate tersebut.
Namun Ketua Asosiasi tidak membiarkan Shiro untuk mengemban semua tugas itu. Ia hanya menyuruh Shiro untuk memilih kawasan mana yang akan ia bersihkan.
Mendengar penolakan tegas dari Ketua Asosiasi, Shiro hanya bisa menyerah. Ia menuruti perintah Ketua Asosiasi. Setelah melengkapi perbekalan, disaat Ketua Asosiasi melakukan rapat, Shiro sudah pergi dari Kota A.
Saat ini, Shiro sekarang berada di alam liar. Ia lah yang mengambil tugas untuk membersihkan lokasi nomer 13-17. Lokasi itu berada di sekitaran lokasi suku Cindaku dan para Dark Elf dihancurkan.
Ia mengambil alih wilayah itu untuk segera membersihkan Gate itu sekaligus mencari jejak para Iblis di Organisasi Hitam. Mencoba menjatuhkan 2 burung dengan satu batu.
"Dari radar, sepertinya itu berada di sekitaran sini!"
Setelah beberapa menit berlari dengan kecepatan penuh, akhirnya Shiro tiba di titik lokasi yang pertama. Ia melihat radar deteksi mini, salinan dari yang dimiliki oleh Ketua Asosiasi.
Karena ukurannya yang mini, ia hanya bisa menampilkan lokasi kasarnya saja. Namun itu bukanlah masalah besar bagi Shiro. Dengan kemampuan persepsinya, ia bisa mencari lokasi Gate tersebut dari Aura yang dipancarkannya.
__ADS_1
"Ketemu!" Setelah Shiro berjalan mengikuti persepsinya, akhirnya ia tiba di depan sebuah Gate.
Namun meskipun begitu, Shiro tidak menunjukkan ekspresi bersemangat. Ia terlihat cukup kecewa. Hal ini disebabkan karena Gate yang ada di depannya saat ini, adalah sebuah White Gate atau Gate yang sudah aman dan sudah diselesaikan.
Menilai dari lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pemukiman suku Cindaku. Shiro agak dilema, ia sibuk memikirkan siapa yang telah menyelesaikan Gate ini. Suku Cindaku sebelum dimusnahkan, atau Iblis? Soalnya lamanya menghilang sebuah Gate yang telah diselesaikan, memiliki jangka waktu yang berbeda-beda, tergantung jumlah Aura yang dimiliki Gate tersebut.
"Masuk aja dulu, untuk memastikannya!" Unseen memberi saran.
Shiro mengangguk, apa yang dikatakan Unseen benar adanya. "Ayo masuk!" ajak Shiro.
Seperti White Gate pada umumnya, aktivitas monster di dalam sana tidak terlalu banyak. Selain itu, Shiro dan Unseen hanya melihat beberapa monster muda.
"Unseen, bisakah kau bicara dengan monster-monster itu dan tanyakan apa yang terjadi disini sebelumnya?" tunjuk Shiro kepada beberapa ular hitam yang berada di dalam sarang mereka yang ada di lubang pohon.
"Serahkan padaku!" Unseen mengangguk kemudian pergi menuju monster ular yang berada di dalam sarang mereka.
__ADS_1
Dari jauh, Shiro dapat melihat kalau percakapan Unseen tidak berjalan baik. Kedua belah pihak saling menyerang. Namun karena para Ular itu hanyalah ular-ular muda, sehingga dihadapkan dengan Unseen yang penuh pengalaman, mereka sangatlah rentan. Unseen dapat dengan mudah membuat mereka tertunduk.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Unseen kembali ke tempat Shiro berada.
"Bagaimana?" tanya Shiro.
"Jadi begini..."cerita Unseen.
Dari informasi yang Unseen gali dari para ular tersebut, mereka bilang kalau Golden Gibson, Boss monster Gate ini yelah diselesaikan oleh sekelompok harimau sekitar 25 hari yang lalu. Dari sini, Shiro dapat menebak kalau yang menyelesaikan Gate adalah para suku Cindaku.
Namun seminggu yang lalu, orang-orang berjubah hitam datang lagi kemari dan mulai melakukan pembantaian. Para ular itu cukup selamat, karena bersembunyi di bawah tanah. Sehingga mereka masih hidup sampai sekarang.
Mendengar informasi yang didapat Unseen, Shiro tahu kalau mereka telah terlambat.
"Sial, kita terlambat!" Shiro keluar bersama Unseen dari dalam Gate dengan perasaan kesal. Kemudian mereka melanjutkan ke titik Gate selanjutnya.
__ADS_1