
Para pahlawan yang awalnya sibuk menghadapi Guardian Undead, kini perhatian mereka teralihkan menuju kastil.
Sebuah bola di angkasa dengan gaya tarikan yang sangat besar, bagaikan sebuah Black Hole yang menyerap semuanya.
"Hei, coba lihat para Undead ini."
Salah satu Pahlawan berkata yang berhasil mengalihkan perhatian Pahlawan lainnya. Mereka melihat para Guardian Undead baik yang masih utuh, ataupun yang sudah tidak bergerak, mereka semua ditarik ke arah bola tersebut.
"Adakah yang bisa memberitahuku, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya salah satu Pahlawan dengan wajah bingung.
Namun pertanyaan tersebut tidak mendapatkan jawaban apapun. Karena tidak ada dari mereka yang tahu tentang apa yang terjadi.
Mereka perlahan melihat perubahan yang terjadi. Bola tersebut mulai dikelilingi oleh oleh tulang lengkap dan membentuk suatu dinding untuk bola tersebut.
Tulang-tulang mulai tersusun dan saling terhubung, membuat suatu kesatuan. Akhirnya mereka melihat wujud asli dari tulang tersebut.
Makhluk Raksasa dengan tinggi hampir 100 meter, tubuhnya hanya terdiri dari tulang-belulang, namun memiliki rasa penindasan yang cukup kuat.
Makhluk tersebut terbang dengan gagah, memandang rendah para pahlawan yang ada disana.
"AAAAUUUMMMMM~"
Makhluk tersebut mengaum dengan keras, membuat para pahlawan menjadi ketakutan.
Kemudian Anastasya bertanya kepada Rhea: "Rhea, target yang kau kunci ada dimana ?"
Sambil memegangi telinganya, Rhea menunjuk kearah monster tersebut dan menjawab: "Ada di dekat monster itu."
Anastasya lalu memandang arah yang ditunjuk Rhea dengan khawatir.
...****************...
Disisi lain.
Shiro yang berada tak jauh dari lokasi makhluk tersebut, merasakan getaran tak hanya di tubuhnya, bahkan jiwanya ikut bergetar mendengar auman makhluk tersebut.
"SIALAN, Sepertinya aku perlu alat Pelindung indera, tidak, aku perlu sesuatu yang dapat kelindungi Jiwa dan mentalku," gerutu Shiro sambil memegang kepalanya.
Shiro merasakan sakit tak hanya di gendang telinganya, kepalanya juga serasa ikut bergetar oleh auman makhluk tersebut.
Makhluk legenda yang bisa terbang, memiliki tanduk dan dapat mengeluarkan api dari mulutnya.
Makhluk tersebut adalah Dragon atau Naga barat legendaris, namun melihat tubuhnya yang hanya tediri dari tulang saja, itu berarti makhluk Raksasa di dekatnya adalah sejenis Dragon Bone atau Undead Dragon.
__ADS_1
"Tidak, ini Undead Dragon."
Dragon Bone adalah makhluk Naga yang sudah mati dan dikendalikan oleh Dark Summoner seperti Lich. Dan Undead Dragon adalah salah satu Ras Naga yang memiliki kekuatan kematian dan kekuatan Undead.
Alasan Shiro dapat mengatakan bahwa makhluk tersebut adalah Undead Dragon, karena Naga Kerangka tersebut tidak ada pengendali atau seorang Summoner disampingnya.
Naga Kerangka tersebut juga terlihat hidup dan memiliki kehendak dan pikirannya sendiri. Itu bisa terlihat dari mata Undead Dragon yang memiliki api Roh berwarna biru.
Dari hal itulah Shiro mendapatkan kesimpulan bahwa makhluk di depannya adalah seekor Undead Dragon.
Shiro menggosok kepalanya, "Sepertinya ini akan merepotkan."
Jika itu hanya sekedar Dragon Bone, Shiro hanya perlu mengalahkan pemanggilnya. Selain itu, Dragon Bone sulit untuk beregenerasi meskipun merupakan makhluk panggilan.
Sedangkan untuk Undead Dragon, Shiro meski harus membunuhnya dan menghancurkan inti Jiwa dari Undead Dragon. Jika tidak, Undead Dragon akan tetap hidup dan karakteristik Undeadnya yang membuatnya dapat terus beregenerasi.
Dan kemungkinan Inti Jiwa dari Undead Dragon adalah Orb yang telah diberi mantra oleh Lich King sebelumnya.
"Ya, sepertinya pertarungan kali ini tidak ada keuntungan yang diperoleh."
Dari pertempuran Dark Elf dan saat ini, Shiro tidak banyak mendapatkan rampasan. Semua Orb yang dimiliki penguasa Suku/Ras hancur.
Bahkan waktu melawan Old Green Nova Priarie, Shiro curiga kalau Orb yang dimiliki Ras mereka juga ikut hancur ketika terjadi peledakan diri.
Kemudian Shiro melihat Undead Dragon itu menatap kepadanya.
"Tidak, tidak. Kau salah paham. Bukan aku yang mengganggumu, itu pasti Lich King," Shiro berusaha untuk menyanggah.
"Mau kau atau bukan, itu tidak masalah bagiku. Karena kalian sudah mengganggu tidur siangku, saatnya aku membalasnya dengan menghancurkan kalian semua."
Ucapan Undead Dragon membuat Shiro mengerutkan kening, "Hei Tuan Naga yang terhormat, sudah ku beritahu bahwa bukan kami yang mengganggumu, ini hanya salah paham."
Namun Undead Dragon sepertinya tidak mendengarkan pembelaan Shiro. Terlihat dari ekor dan sayapnya mulai muncul gelombang listrik biru yang mengelilinginya.
Listrik Biru itu mulai bergerak ke arah kepala, atau lebih lebih tepatnya ke arah kedua tanduk dari Undead Dragon.
"Sial."
Melihat ini, Shiro merasakan bahwa akan ada serangan besar yang akan terjadi. Ia mulai kabur dan melempar beberapa Belati yang ia aliri Aura ke sekitarnya.
"Terima ini, Manusia."
Petir biru mulai menyambar dari kedua tanduk Undead Dragon ke arah Shiro berada.
__ADS_1
Glegar~
Glegar~
Shiro menggunakan skill Switch untuk menghindari serangan Petir yang mengarah padanya.
Petir yang dikeluarkan Undead Dragon tidak hanya sekali, melainkan berkali-kali. Setiap Shiro pindah tempat, Petir tersebut akan menyambar tempat Shiro berada tanpa henti.
Setelah beberapa putaran, serangan Petir dari Undead Dragon akhirnya berhenti. Undead Dragon pun mulai memuji Shiro.
"Kemampuan Ruang Angkasa, ya? Boleh juga kau, manusia. Namun kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku," puji Undead Dragon dengan nada penuh arogansi.
"Oh, terimakasih kalau begitu."
Kemudian terlihat urat kaki Shiro mulai mengencang, dan Shiro mulai melompat ke arah Undead Dragon dengan cepat.
BANG~
Shiro langsung memukul tubuh Undead Dragon. Namun sepertinya Undead Dragon meremehkan serangan Shiro, sehingga ia hanya menerima pukulan Shiro dengan santai.
Klik~ Klik~
Pukulan Shiro membuat retakan pada tubuh tulang Undead Dragon.
Undead Dragon tampak terkejut, namun serangan Shiro tidak hanya sampai disitu. Otot bisepnya mulai membengkak dan ia kembali meninju tubuh Undead Dragon.
BANG~
Pukulan Shiro berhasil melubangi tubuh tulang Undead Dragon.
Kemudian Shiro melihat ekor dari Undead Dragon mulai berkibas kearahnya dengan sangat cepat. Dengan menggunakan skill Switch, ia berhasil serangan cambuk ekor Undead Dragon dan kembali lagi ke daratan.
"Bagaimana rasanya pukulanku?" tanya Shiro.
"Ku akui kau cukup kuat untuk seukuran manusia." tiba-tiba Aura ditubuh Undead Dragon mulai meledak, lubang yang dibuat Shiro perlahan mulai terisi kembali. "Namun kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku manusia."
" Ya ya ya~ Terserah padamu."
Shiro merasakan Aura yang keluar dari tubuh Undead Dragon yang meledak-ledak. Ia pun menjadi waspada.
"Shiro, apa kau butuh bantuanku?"
Tiba-tiba sebuah suara terdengar dibenaknya, ia pun mengenali suara terbentuk sebagai suara Unseen.
__ADS_1
Shiropun menoleh dan melihat Unseen dan Twin White Tiger yang berlari kearahnya. Ia pun tersenyum dan merasa kedatangan keduanya adalah waktu yang pas.
"Tepat sekali, aku butuh bantuanmu."