Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
45. 2-0


__ADS_3

"Sungguh strategi yang luar biasa, Tuan!" puji Shiryuu-senpai kepada Panatua Ice Elf.


"Tentu saja, semakin lama Mereka bertarung, mereka akan semakin tersiksa." jawab Panatua Ice Elf.


Shiryuu-senpai mengangguk, "Iya, kita hanya perlu mengulur waktu, mereka akan binasa dengan sendirinya."


Panatua Ice Elf tersenyum, ia mulai berteriak kepada para anak buahnya dengan bahasa mereka sendiri. " £$; !&£# ¥+&@&"


Para Ice Elf yang mendengarnya mengangguk dan langsung mundur.


"Kau tidak bisa kabur dariku." ucap Brendy sambil terus menyerang Ice Elf Assasin.


"£$&÷£" Ice Elf Assasin tersebut marah, ia terus beradu serangan dengan Brendy.


"Hahaha.. Bagus, seorang laki-laki tidak boleh mundur dari pertarungan." ucap Brendy.


` dentang~`


` dentang~`


Keduanya beradu serangan, beberapa luka mulai tergores di berbagai sudut pakaian Keduanya. Mereka berdua bertarung dengan imbang.


Keduanya mundur, dan mereka berdua masuk ke dalam mode tak terlihat atau Kamuflase. Kali ini mereka bertarung layaknya seorang Assasin.


Di medan pertempuran mereka, suasana menjadi sunyi, hanya hembusan Angin dan Kabut Putih yang bergerak.


` dentang~`


` dentang~`


Percikan api keluar akibat adu serangan senjata dari kedua belah pihak. Namun belum ada satupun dari mereka yang menunjukkan wujudnya.


Battle Pet milik Brendy yang tak jauh disana merasa kebingungan, sebab musuh yang dilawannya sebelumnya sebelumnya menghilang. Ia berusaha mencari tahu keberadaan musuh, namun ia tak mampu.


Ia terus bergerak dan mendengar suara pertempuran, ia pun mendekat. Ia menyadari bahwa tuannya yaitu Brendy yang sedang bertarung disana.


"AAAARRGGHH~"


Battle Pet milik Brendy berteriak dan memukul tanah dengan kedua tangannya. Pukulannya sangat keras sehingga membuat ruangan dalam Gua tersebut terguncang, tanahnya pun menjadi retak bagaikan sebuah ular yang meliuk-liuk mengejar mangsa.


Getaran tanah membuat Brendy dan Ice Elf Assasin kehilangan keseimbangan.


Brendy memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang.


` slasshhh~`


Serangan Brendy hanya sedikit menggores pipi Ice Elf Assasin tersebut.


Ice Elf Assasin tersebut dapat menghindar dengan refleknya. Setelah berhasil menghindar, ia melompat mundur.


` swiiing~`


Ice Elf Assasin tidak menyangka Brendy akan melempar Dagger ke arahnya, ia tidak bisa mengelak sehingga pahanya terkena serangan Brendy. Dagger tersebut berhasil tetancap di Pahanya.


Ice Elf Assasin tersebut mencabut Dagger yang tertancap di Pahanya, darah mengalir keluar dari sana.


Brendy tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia terus mengejar dan melempar beberapa Pisau dan Dagger.


Namun serangannya berhasil dihindari oleh Ice Elf Assasin.


"Serangan yang sama sepertinya tidak akan berhasil untuk kedua kalinya." gumamnya.


Brendy maju dan mulai menerjang Ice Elf Assasin tersebut.

__ADS_1


` dentang~`


` dentang~`


Serangan dari keduanya kembali terlibat. Namun ada perbedaan kali ini. Ice Elf Assasin didepan oleh serangan Brendy.


"Hehe, sepertinya kamu melambat ya !" cibir Brendy.


Ice Elf Assasin menjadi marah, ia berteriak, "KIEKK~"


Melihat perilaku abnormal dari Ice Elf Assasin, Brendy memilih mundur.


Brendy ingin melihat serangan apa lagi yang akan dikeluarkan oleh Ice Elf Assasin.


1 Detik Berlalu.


5 Detik Berlalu


10 Detik Berlalu.


Tidak ada yang terjadi, Ice Elf Assasin tersebut malah kabur menjauh dari Brendy.


"Sial, kau membohongiku." Brendy kesal karena ia merasa ditipu oleh lawannya.


Brendy mengejar lawannya sekuat tenaga dengan perasaan marah.


Ia berusaha melempar beberapa Pisau agar membuat Ice Elf Assasin tersebut melambat. Namun ternyata tidak, Ice Elf Assasin dapat dengan mudah menghindarinya. Malahan Brendy yang melambat akibat sering melempar pisau terus-terusan.


Merasa percuma akan perbuatannya, Brendy berhenti melempar pisau dan Dagger terus-terusan. Ia fokus mengejar lawannya.


Jarak diantara keduanya semakin pendek, dan Brendy berhasil menyusulnya, "Kena Kau."


Ice Elf Assasin sudah berusaha kabur sekuat tenaga, namun ia tidak bisa lepas dari Brendy. Melihat jarak yang semakin dekat, Ice Elf Assasin tersebut malah berbalik arah dan menyerang Brendy.


Ice Elf Assasin tersebut menggertakan giginya, ia menyerang Brendy membabi buta.


` dentang~`


` dentang~`


Keduanya kembali saling serang, Brendy lebih unggul kali ini, ia dapat membaca serangan lawannya dengan mudah. Sehingga ia berhasil melancarkan beberapa serangan yang membuat lawannya terluka.


Ice Elf Assasin tersebut mundur beberapa langkah dan maju kembali menyerang Brendy.


Brendy tersenyum, ia bersiap menantikan serangan Ice Elf Assasin tersebut.


` dentang~`


Dagger keduanya saling menahan satu sama lain. Keduanya saling berhadap-hadapan, mencoba mendorong pihak lainnya.


Ice Elf Assasin tersebut tersenyum, dan Brendy yang melihat ini langsung merasakan firasat buruk.


` slash~`


Benar saja, Brendy tertebas oleh lawan. Namun bukan dari Ice Elf Assasin di depannya, melainkan dari Ice Elf Assasin lainnya yang menyerangnya dari Belakang.


` duarr~`


Meskipun ia tertebas di belakangnya, Brendy sempat mengayunkan sikunya ke belakang dan berhasil mengenai Ice Elf Assasin yang membokonginya.


"Sial, aku lengah." kutuk Brendy sambil mencoba mundur dari serangan apitan keduanya.


Brendy terlalu terlena dengan pertarungannya sehingga ia tidak menyadari serangan menyelinap dari musuhnya yang lain.

__ADS_1


Untung saja tebasan lawan tidak terlalu dalam akibat reflek dan otot miliknya.


Ketebalan otot miliknya membuat tubuhnya menjadi lebih keras, sehingga agak susah bagi lawan untuk menembus pertahanannya. Apalagi dengan senjata tajam.


Kedua Ice Elf Assasin perlahan mendekati Brendy dan berusaha menyerang dari kedua sisi.


Tidak mungkin bagi Brendy untuk menerima serangan dari keduanya sekaligus. Ia berlari menghampiri salah satu Ice Elf Assassin dan mulai menyerangnya terlebih dahulu.


Salah satu Ice Elf Assassin menjadi kesal karena diabaikan oleh Brendy yang malah memilih rekan setimnya.


Ia kesal, dan berlari bergegas menyerang Brendy dari belakang.


Tiba-tiba...


` duarrr~`


Ice Elf Assasin tersebut terpental ke dinding oleh sebuah tabrakan dari Battle Pet milik Brendy.


Brendy dan Ice Elf Assasin yang dilawannya terkejut dan langsung menoleh. Mereka tidak percaya atas apa yang dilihatnya.


Termasuk Brendy, ia tertegun, ia tidak menyangka Battle Pet miliknya memiliki kemampuan seperti ini. Ia juga tidak tahu bahwa Battle Pet miliknya bisa bergerak dengan diam dan tiba-tiba muncul disampingnya.


Memanfaatkan kebingungan Brendy, Ice Elf Assasin yang dihadapi Brendy langsung kabur dan menghilang dengan cepat.


Brendy baru menyadari ia telah kehilangan lawannya.


Namun Brendy tak peduli, Ia dan Battle Pet miliknya menghampir Ice Elf Assasin yang berhasil ditabrak oleh Battle Pet miliknya.


Ice Elf Assasin tersebut pingsan dan masih menempel di dinding. Brendy tidak melewatkan kesempatan ini, ia langsung membunuh Ice Elf Assasin tersebut.


Lalu ia menggosok bulu dan memuji Battle Pet miliknya. "Bagus sekali, kau hebat."


Battle Pet milik Brendy langsung tersenyum dan berubah jadi kecil.


Pertarungan tersebut dimenangkan Oleh Brendy.


Kedudukan 2-0.


...****************...


Shiro yang merasakan bahwa musuhnya mencoba mengulur waktu, ia tidak tinggal diam.


Shiro mengeluarkan beberapa benda dan melemparkannya ke berbagai arah. Ia mencoba mengecek keadaan sekitar dan menggunakan Switch untuk membunuh musuh secara instan.


Tak lama, ia melihat Battle Pet milik Brendy yang berdiri kebingungan, mungkin itu disebabkan karena ia tidak menemukan musuh.


Shiro yang merasakan sesuatu tiba-tiba memiliki sebuah ide.


Shiro memberi perintah kepada Battle Pet milik Brendy untuk berlari kedepan sekuat tenaga.


Gorilla Salju yang menjadi Battle Pet milik Brendy awalnya tidak mau. Namun ketika Shiro memberitahunya kalau ada musuh di sana, ia langsung setuju.


Ia berlari sekuat tenaga dengan bahu didepan seakan sedang menabrak musuh.


Shiro menjentikkan jarinya dan menggunakan Battle Pet milik Brendy sebagai target Switch.


Shiro memindahkan Gorilla Salju tersebut dengan salah satu benda yang dilempar Shiro sebelumnya.


Dan hasilnya mengejutkan, Gorilla Salju tersebut berhasil menabrak Ice Elf Assasin yang berada dekat dengan salah satu objek miliknya. Serangan itupun terjadi.


Brendy dan Battle Petnya tidak tahu apa yang terjadi, mereka tidak tahu kalo ini semua ada hubungannya dengan Shiro.


Shiro yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum. Ia mulai memandangi sekitar dan mencari target lainnya.

__ADS_1


"Siapa ya selanjutnya ?"


__ADS_2