
"Silahkan untuk peserta selanjutnya untuk memasuki Arena!"
Setelah William dan Wullt meninggalkan arena, Arena diperbaiki. Setelah itu, wasit mengumumkan untuk memulai pertarungan selanjutnya.
Ketiga pertandingan yang tersisa dimulai secara bergantian.
Pertandingan antara Louis dari Akademi F melawan Hina dari Akademi C dimenangkan oleh Hina. Serangan tombaknya membatasi serangan dari Louis. Selain itu, serangan Dragon Spear yanh dikeluarkan oleh Hina, tidak bisa diatasi oleh Louis. Sehingga Hina memenangkan pertandingan.
Setelah Wullt dari Akademi B yang pulang terlebih dahulu, kekalahan Louis juga membuat Akademi F harus berpulang menyusul Akademi B.
Pertarungan selanjutnya antara Bellerin dari Akademi A melawan Mona dari Akademi E, dimenangkan oleh Mona dari Akademi A. Dalam pertarungan ini, Mona hampir saja kalah, dan Akademi A memiliki 2 kandidat di pertarungan selanjutnya.
Memanfaatkan strategi dan kemampuan Kontrol yang kuat, Bellerin berhasil menangkap pergerakan Mona. Setelah Mona tertangkap, Bellerin lengah sedikit. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh Mona.
Ternyata Mona memiliki Skill yang masih bisa dikeluarkan walaupun ia terperangkap dan tidak bisa bergerak. Mengandalkan Skill Mind Control, ia berhasil diam-diam melayangkan serangan berkat kemampuan kontrol senjatanya tersebut.
Serangan Mona berhasil, Bellerin yang lengah dan menganggap semua ini berada di dalam genggamannya, ia tidak menyangka akan diserang saat ini juga. Hal ini membuat Bellerin kalah dalam pertarungan ini.
Disini mengajarkan semua orang, termasuk Bellerin sendiri untuk tidak pernah lengah apalagi meremehkan lawan.
Setelah perbaikan Arena, selanjutnya memasuki pertandingan terakhir di babak delapan besar antara Prass dari Akademi G melawan O'nila dari Akademi D.
"Ini adalah pertarungan terakhir di babak delapan besar dan juga pertarungan terakhir untuk hari ini. Mari kita sambut, Prass dari Akademi G dan O'nila dari Akademi D."
Prokk~ Prokk~ Prokk~
Sorakan dan tepuk tangan kembali menggema ketika kedua peserta memasuki Arena.
"Pertandingan terakhir di babak delapan besar, Dimulai!" Tanpa menunggu lama, Wasit langsung memulai pertandingan terakhir tersebut.
Tanpa banyak bicara, O'nila langusng bergegas ke tengah Arena dan mulai menyebarkan Asap putih.
"Roarrr~"
__ADS_1
Ketika Asap menyebar, Liger, Makhkuk panggilan Prass mengaum keras untuk menyebarkan asap putih tersebut. Namun usaha tersebut gagal.
"Sudah kuduga, itu tidak akan berhasil," gumam Prass.
Ia dan makhluk panggilannya hanya bisa menerima diselimuti oleh kabut tersebut.
Ditengah asap, Prass dan makhluk panggilannya dengan tenang mencoba mendengar apa yang terjadi di dalam kabut. Walaupun penciuman dan penglihatan kurang berfungsi di saat seperti ini, namun ia masih tetap tenang.
"Lakukan~" ucap Prass diikuti oleh raungan kecil dari Liger.
Tubuh Liger bertambah besar, taring dan kukunya bertambah panjang dan tajam. Selain itu, matanya berubah menjadi merah.
Ditengah kabur asap, Mata merah Liger bersinar garang. Ini adalah Skill Aura Predator yang dimiliki oleh Liger.
Bagaikan seekor predator yang fokus mencari dan mengunci mangsa, dan siap untuk menerkam mangsa dengan kekuatan penuhnya.
Ditengah-tengah kabut, O'nila cukup bergidik merasakan Aura Predator yang dikeluarkan Liger. Selain itu, ketika ia bergerak dalam diam di area kabut, mata merah Liger seakan mengikuti setiap pergerakannya. Seakan-akan seekor Predator yang telah menguncinya sebagai seekor mangsa.
O'nila menjadi ragu dalam bertindak. Ia menjadi takut akibat tatapan mengerikan dari Liger. Namun ia masih harus bertindak, asap ini tidak berlangsung lama.
Berpindah dari lokasi Battle Academy dilaksanakan, kini di sebuah Markas bawah tanah, banyak sekali orang yang berkumpul. Mereka semua memakai jubah hitam.
Selain itu, jika diperhatikan dengan seksama, ada perbedaan yang menonjol pada setiap mereka. Ada yang badannya menonjol, berekor, ada juga yang memiliki tonjolan aneh di balik tudung jubahnya.
Bisa dipastikan kalau mereka berasal dari Ras yang berbeda, bahkan ada yang berwujud monster non-humanoid.
Jika Shiro ada disini, mungkin ia sudah tahu identitas mereka. Aura jahat yang terpancar walaupun mereka berasal dari Ras yang berbeda, sudah tentu mereka adalah bangsa Iblis.
Entah apa yang para Iblis rencanakan dengan jumlah mereka yang banyak, tapi sudah pasti bukanlah hal yang baik.
"Boss, sepertinya semuanya sudah berkumpul!" ucap seseorang dengan suara berat.
"Baiklah, kalau begitu, langsung kita mulai saja pertemuan kita hari ini!"
__ADS_1
Sosok itu berdiri di podium paling atas, dan menoleh ke semua anggota Organisasi Hitam yang telah hadir. Semua orang diam saat ia memasuki podium atas.
"Semuanya, alasan kalian dikumpulkan hari ini, adalah untuk membahas kegiatan yang akan kita lakukan. Kegiatan ini bukanlah kegiatan kelas rendah seperti biasa kita lakukan, melainkan sebuah peristiwa besar. Kalian tidak inginkan selalu bergerak diam-diam?"
Semua orang mengangguk bersamaan. Mereka selama ini selalu bergerak hati-hati, dan tidak pernah membuat peristiwa besar.
"Maka dari itu, ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk membuat keributan dan memanggil para leluhur kita yang masih terperangkap di dimensi yang berbeda," lanjut pemimpin Organisasi Hitam.
"Boss, kali ini siapa yang akan kita hancurkan?" tanya seseorang.
Pemimpin Organisasi Hitam mengulurkan ketiga jarinya, "Target kita yaitu ketiga Kota kecil."
Mendengar target kali ini adalah sebuah Kota, mereka sangat bersemangat. Target kali ini terbilang sangat besar. Sehingga membuat mereka sangat menantikan keributan besar ini.
"Tapi Boss, bagaimana dengan para Pahlawan yang melindungi kota tersebut?" tanya seseorang.
Pemimpin Organisasi Hitam tersenyum, "Kalian ingat kegiatan apa yang sedang terjadi saat ini?"
"Battle Academy?" jawab mereka bersamaan.
"Benar, saat Battle Academy dilaksanakan, banyak pahlawan yang menghadiri kegiatan tersebut. Dan disaat itulah kita akan bertindak."
Semua orang mengangguk secara bersamaan.
"Oke, karena kalian sudah mengerti dan tidak sabar lagi. Kalian semua akan dibagi menjadi 4 tim. Satu tim untuk setiap Kota, dan satu tim untuk mengacau di lokasi Battle Academy dilaksanakan."
Semua orang bingung dengan rencana itu, bukankah lebih baik fokus menyerang secara langsung satu-persatu tanpa perlu membagi tim, lagian buat apa membuat kekacauan di lokasi Battle Academy?
Seakan tahu apa yang dipikirkan anggotanya, Pemimpin Organisasi Hitam itu tersenyum dan melanjutkan: "Aku tahu kalian bingung, tapi percayalah, ini adalah rencana yang baik. Jika kita hanya fokus menyerang di satu titik saja, bala bantuan akan terkonsentrasi di titik itu juga. Jadi lebih baik membaginya. Selain itu, jika kita mengacau di lokasi Battle Academy, bala bantuan mungkin akan datang terlambat."
Mendengar jawaban dari pemimpin mereka, semuanya mengangguk. Mereka akhirnya mengerti tujuan dari adanya rencana ini.
"Jika kalian sudah mengerti, silahkan bubar. Ingat, semuanya harus berjalan lancar tanpa ada kendala sedikitpun. Jangan sampai kegiatan ini gagal dan malah mengacaukan semua yang kita buat selama ini."
__ADS_1
"Iya, kami mengerti!"