Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
108. Next Round


__ADS_3

Sang Iblis memandang Shiro dengan senyum mengerikan, "Kekeke~ Hei nak, aku sedikit tertarik padamu. Maukah kau bermain denganku ?"


Shiro tidak menanggapi, karena jaraknya yang dekat, Ia langsung menyerang Iblis tersebut.


Dentang!~


Dentang!~


Tebasan Kerambit Shiro berhasil ditangkis Sang Iblis menggunakan kuku-kuku tajamnya. Entah sejak kapan kuku-kuku itu sudah menjadi panjang. Namun Shiro tidak memperdulikan hal tersebut.


Dentang!~


Dentang!~


Shiro terus menyerang, namun serangannya selalu berhasil ditangkis oleh kuku sang Iblis.


Serangan Shiro tidak berhasil menggores kuku Iblis tersebut sedikitpun. Namun efek pasif cakaran berhasil membuat serangan Shiro menjadi lebih ganas.


Beberapa kali Sang Iblis terdesak mundur oleh serangan Shiro. Namun ekspresi Sang Iblis tidak banyak berubah. Ia masih dengan ekspresi tersenyum mengerikan.


"Kekeke~ Sepertinya senjatamu boleh juga. Aku jadi semakin tertarik padamu."


Iblis berniat menangkap serangan Shiro dan menggenggam Senjata Shiro. Namun Shiro sudah tahu niatnya.


Dengan cepat, Shiro menarik kembali Twin White Tiger, membatalkan tebasannya. Lalu ia menendang dada Iblis yang tanpa pertahanan dengan kuat.


Bang!~


Iblis itu terpental jauh oleh tendangan Shiro. Ia menabrak dinding di ruang rapat, membuat dinding tersebut memiliki lubang besar.


Di tengah asap reruntuhan, Iblis perlahan bangkit, walaupun ia sedikit terluka, senyum di wajahnya tidak menghilang.


Iblis tersebut memandang ke depan dan tidak menemukan jejak Shiro. Ia menoleh ke kanan sebentar, dan sebuah tinju mengarah ke mukanya.


Bang~


Iblis itu kembali terpental. Namun sang Iblis dengan cepat bangkit. Ia memutar-mutar lehernya. Membuat sendi-sendinya berbunyi.


"Keke~ Tubuh ini sudah terlalu tua. Tubuh ini tidak bisa merespon pikiranku dengan cepat," ucap Sang Iblis sambil menyeka noda darah di mulutnya.

__ADS_1


Shiro ingin bergegas maju menyerang Sang Iblis. Namun beberapa serangan dari Dark Elf yang dikendalikan sang Iblis, sudah mendekatinya.


Beberapa anak panah dan Dark Elf Assasin sudah mendekatinya dengan cepat. Shiro hanya bisa menangani hal ini terlebih dahulu.


Dentang~


Dentang~


Shiro berhasil menangkis beberapa anak panah dan belati dari Dark Elf Assasin. Shiro berniat menebas dari Dark Elf Assasin, namun ternyata Dark Elf Assasin yang satu ini cukup lincah.


Dark Elf Assasin langsung backflip dan menghindari serangan Shiro. Namun Shiro tidak tinggal diam, ia langsung mengambil anak oanah yang tertancap di tanah lalu melemparkannya ke arah Dark Elf Assasin.


Lemparan anak panah Shiro berhasil mengenai paha dari Dark Elf Assasin. Walaupun serangannya tidak mengenai organ vital dari Dark Elf Assasin, namun serangan tersebut berhasil membuat Dark Elf Assasin itu mundur.


Shiro tidak berniat mengejar Dark Elf Assasin yang berusaha kabur tersebut, karena sudah ada beberapa Dark Elf yang mendekati dirinya.


Selain itu, Shiro merasakan perubahan Aura dari sang Iblis yang membuat Shiro khawatir.


Walaupun Sang Iblis tampak santai dan tidak ada perubahan yang jelas pada tubuhnya, namun perubahan Aura di tubuh sang Iblis membuat Shiro waspada. Entah apa yang akan dilakukan Sang Iblis selanjutnya.


Shiro melompat dan mengeluarkan belati biasa dari penyimpanannya, lalu ia melemparkannya ke arah Sang Iblis. Walaupun serangan Shiro tidak terlihat mematikan, namun ia hanya berniat untuk mengacaukan rencana sang Iblis.


Dentang~


Shiro kesal, namun apa boleh buat. Musuh terlalu banyak dan kebanyak dari mereka sangat professional.


Beberapa anak panah kembali mengarah padanya, namun Shiro berhasil menghindarimua dengan mudah. Bahkan Shiro berhasil menangkap salah satu anak panah dan melemparkannya kembali ke para Dark Elf.


Semakin lama Shiro melawan Dark Elf, suasana menjadi semakin mencekam. Shiro merasakan Aura sang Iblis yang menjadi semakin padat. Unseen yang berada di dalam bayangannya tampak bergetar.


Ya, Unseen ditugaskan Shiro untuk merekam apa yang terjadi selama pertempuran yang dapat digunakan sebagai laporan atas kekuatan dari Sang Iblis.


Melihat kondisi sekitar yang sudah terkepung, Shiro tidak punya pilihan lain untuk meminta bantuan Unsen untuk membantunya menyerang musuh.


"Unseen, bantu aku melawan para Dark Elf itu," perintah Shiro.


Unseen yang sedari tadi memegang kamera, merekam semua pertempuran yang terjadi. Kini ia melepas kamera tersebut dan keluar dari Bayangan Shiro.


Unseen mengangguk kepada Shiro dan bergegas ke arah Dark Elf dengan cepat.

__ADS_1


Meskipun begitu, dengan jumlah para Dark Elf yang mencapai ratusan, tidak mungkin bagi Unseen untuk menyelesaikannya seorang diri. Shiro masih harus bergerak membantunya.


Namun suasana aneh yang ditimbulkan oleh Sang Iblis membuat Shiro khawatir.


"Tcih~" Shiro hanya bisa menggertakkan giginya dan menerobos ke arah kerumunan Dark Elf.


Shiro tidak bisa bergerak bebas dan fokus menyerang Sang Iblis ketika Ia diganggu oleh serangan para Dark Elf. Hal ini dapat membuatnya lengah dalam menghadapi Sang Iblis.


Kelengahan tersebut bisa saja membuatnya kehilangan nyawanya. Maka dari itu, Shiro berniat mengakhiri para pengganggu tersebut.


Ketika Shiro hendak menerobos ke kerumunan Dark Elf, tiba-tiba banyak sulur tanaman berdiri yang muncul dari tanah. Kemunculan sulur-sulur tersebut membuat Shiro berhenti dan menjadi waspada.


"Tenang saja, ini aku yang melakukannya."


Sebuah suara terdengar, dan Shiro melirik Ratu Elfie yang berbicara.


Kemudian Ratu Elfi melanjutkan ucapannya, "Daripada kau yang menghabisi rakyatku, Aku tahu mereka dikendalikan, namun hanya ini yang bisa ku lakukan. Kau fokus saja melawan Iblis tersebut, Serahkan saja mereka padaku."


Shiro mengangguk kepada Sang Ratu, bantuan ini sangat bermanfaat baginya. Ia lalu terbang dan mengeluarkan Frost Wing.


Untuk dapat dengan cepat menjangkau tempat Sang Iblis berada, terbang adalah solusi terbaik. Walaupun panah sering datang kepadanya, namun sulur-sulur tanaman membantu menangkis sebagian anak panah.


Shiro terus bergerak menuju sang Iblis, ia pun dapat melihat penampilan sang Iblis yang agak berbeda dari sebelumnya.


Penampilan Elf Tua sebelumnya kini sudah jauh berbeda, warna kulit yang berwarna merah darah, sepasang tanduk mulai muncul di kepala Sang Iblis. Tak hanya itu, kuku-kukunya tampak sedikit lebih panjang dan lebih tajam dari sebelumnya. Badannya pun yang awalnya terlihat tua, kini terlihat kekar dan atletis.


Bahkan ada sepasang sayap kecil yang tumbuh dipunggungnya.


Melihat penampilan sang Iblis yang menjadi lebih baik dari sebelumnya, membuat Shiro mengerutkan kening.


"Huh... Level musuh sepertinya meningkat."


Shiro hanya bisa mendesah pelan. Melawan Iblis yang tampak lemah sebelumnya saja sudah susah, apalagi melawan Iblis yang sepertinya dalam mode terbaiknya.


Namun untungnya, ia belum pernah mengarahkan kekuatan fullnya selama ini. Dan mungkin, saat inilah ia bisa menggunakan kekuatannya secara penuh.


Shiro perlahan turun dan saling menatap hadap-hadapan dengan sang Iblis. Ia tidak memperdulikan apa yang terjadi di belakangnya. Fokus Shiro saat ini adalah menghadapi Iblis yang ada didepan matanya.


"Mari kita mulai Ronde berikutnya."

__ADS_1


__ADS_2