
Melihat Thunder Bird King Mengeluarkan jurus yang sama, Leon hanya bisa menggertakkan giginya.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain. Aku harus bertaruh."
Leon mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang ditangannya.
Shiro tang berada diatas hendak membantu mereka, namun melihat tindakan dari Leon, ia menhurungkan niat.
"Shiro, apakah kau tidak akan membantu mereka ?" tanya Unseen.
"Nanti, kita lihat dulu apa yang terjadi selanjutnya." jawab Shiro sembari menggelengkan kepalanya.
Unseen diam dan tidak bertanya lebih lanjut, ia tahu apa yang dikhawatirkan Shiro.
Ntah apa yang direncanakan oleh Leon, ia dan Shiro juga ingin melihat apa yang terjadi.
Alasan Shiro tidak mau membantu, karena ia masih curiga dengan motif Keluarga-Keluarga Besar menaklukkan Gate.
Seperti yang kita tahu, Shiro sudah mengalami kejadian ini sekali. Ia ditipu dan dimanfaatkan oleh Keluarga Besar. Sehingga ia waspada dengan tindakan Leon.
Dalam kondisi terjepit seperti Inilah, seseorang akan menunjukkan sifatnya yang sebenarnya. Ntah itu baik, ataupun buruk.
Thunder Bird King telah selesai menyiapkan mantranya, ia lalu mengarahkan seranganyha kepada Leon dan kawan-kawan.
Petir yang sama, dengan intensitas serangan yang tidak kalah jauh dengan yang sebelumnya. Namun bedanya, tidak ada penghalang yang menghambat serangan dari Thunder Bird King kali ini.
Serangan Thunder Bird King sangat cepat karena tidak ada penghambat apapun. Serangan tersebut mengarah tepat kepada Leon yang tengah berdiri tegak.
"Kapten. Menghindar !"
Para pahlawan lainnya berteriak, mencoba mengingatkan Leon untuk menghindari serangan dari Thunder Bird King.
Namun Leon tidak menghindarinya, ini adalah kesempatannya untuk bertaruh.
Leon lalu melemparkan sebuah cermin ke serangan Thunder Bird King.
Dan sebuah keajaiban terjadi, setelah serangan mengenai cermin tersebut. Serangan tersebut malah mengenai Thunder Bird King.
` BAAANNNGGG~`
Sebuah ledakan cukup terdengar dan itu berada tepat di tempat Thunder Bird King berada. Asap hitam menyelimuti tubuh Thunder Bird King.
Leon yang melihat ini, tersenyum. "Yes, berhasil."
Apa yang Leon lemparkan adalah sebuah item sekali pakai yang bernama Magic Mirror. Item ini memiliki kesempatan kecil untuk memirroring atau merefleksikan serangan yang mengarah kepada Cermin dan mengembalikannya kepada pemilik serangan tersebut.
Semakin besar kekuatan serangan yang mengenai cermin, akan semakin kecil pula kesempatan untuk merefleksikannya.
__ADS_1
Jika gagal, ia dan rekan tim lainnya akan terkena serangan dari Thunder Bird King secara telak. Mungkin saja, ia akan mati jika terkena langsung serangan tersebut.
Ntah memang karena keberuntungan atau apa, serangan tersebut berhasil dikembalikan kepada Thunder Bird King dengan kemampuan Magic Mirror yang memiliki peluang sangat kecil tersebut.
Walaupu serangannya cukup kuat karena bisa mengembalikan serangan sebesar 100%. Namun karena ini item sekali pakai, Magic Mirror tersebut lansung gosong dan pecah, hancur berkeping-keping setelah mengembalikan serangan kepada Thunder Bird King.
Shiro dan para pahlawan yang melihat hal ini langsung terkejut, mereka tidak percaya bahwa Leon masih memiliki Kartu As sebagai pegangannya.
"Hore.... Kapten berhasil.
"Kita berhasil."
"Yeaayy~"
Sorakan kegembiraan terucapkan oleh para pahlawan yang masih sadar. Mereka kegirangan, karena merasa sudah menang.
Namun Shiro yang berada jauh diatas sana tahu, bahwa Thunder Bird King masih hidup dilihat dari Aura yang berada di tubuh Thunder Bird King saat ini.
Leon pun tidak langsung merayakannya, dan ia mengingatkan yang lainnya. "Jangan senang dulu, Thunder Bird King mungkin saya masih hidup."
Mendengar hal ini, Pahlawan lainnya juga kembali sadar. Sebelum melihat mayat Thunder Bird King, jangan langsung mengambil kesimpulan dan jangan lengah.
Mereka melihat ke langit, tepatnya ke arah dimana asap hitam berada.
Asap hitam perlahan menghilang tertiup angin, penampakan dibalik Asap hitam itupun terlihat.
Terlihat Thunder Bird King yang tubuhnya terlihat cukup berantakan. Bulu nya yang sebelumnya terlihat indah, kini gosong dan terlihat beberapa bulu yang rontok, terbang berjatuhan akibat refleksi dari serangannya sendiri.
Perlahan, ia mulai turun ke bawah. Seekor raja langit, kini terpaksa harus menapakkan kakinya ke tanah.
Melihat kondisi dari Thunder Birs King saat ini, Leon menjadi cukup bersemangat. "Semuanya, Thunder Bird King sudah cukup melemah. Berdirilah ! Kita masih punya kesempatan untuk menang."
"Ya, dengan Kapten disini, kita bisa menang."
"Ya, ayo berdiri dan kalahkan Thunder Bird King."
"Ayo bangkit..."
Satu persatu, pahlawan yang sudah sadar, mulai bangkit dan berdiri tegak. Walaupun tubuh mereka terdapat berbagai luka, namun mereka tetap bangkit untuk mengalahkan musuh didepan mereka.
Inilah semangat para pahlawan, Untuk Keluarga dan Untuk Kemenangan.
Para Tanker berdiri paling depan, dan para Damage Dealer mulai menyiapkan serangan untuk Thunder Bird King.
Untuk sisanya, para Support. Mereka memberikan berbagai Buff kepada Tanker dan Damage Dealer. Lalu mereka merawat luka anggota tim mereka yang tengah terluka dan tak sadarkan diri.
"Serang !! " Leon memimpin serangan. Ia maju paling depan.
__ADS_1
Mumpung Thunder Bird King sedang tidak dalam kondisi baik untuk terbang. Mereka menyerangnya dalam jarak dekat.
Leon memimpin para Tanker yang bisa berdiri, Battle Mage, dan Ranger untuk menyerang dari segala arah.
Untuk Mage, dari kejauhan mereka sudah merapalkan mantra cukup besar untuk menyerang Thunder Bird King.
` Dentang~`
` Dentang~`
Berbagai serangan diarahkan kepada Thunder Bird King. Sayatan pedang, tusukan tombak, tabrakan Perisai, anak panah, peluru pistol, dan berbagai mantra mengenai tubuh Thunder Bird King yang cukup besar itu.
Tubuh Thunder Bird King yang sangat besar, membuatnya menjadi sasaran empuk untuk para pahlawan menyerang.
` Kiekkk~`
Kesadarannya yang belum pulih, membuat Thunder Bird King menerima berbagai serangan dari Leon dan rekan tim lainnya.
Waalupun pertahanannya cukup besar dan ada Busur Listrik yang bisa memberikan serangan balik kepada para penyerang jarak dekat. Namun tetap saya, ia akan terluka oleh beberapa serangan.
Terlihat, badanny penuh dengan luka saat ini. Salah satu matanya pun Buta akibat serangan yang cukup kuat oleh salah satu Ranger.
Setelah menerima banyak luka, Thunder Bird King akhirnya mendapatkan kembali akal sehatnya. Dan ia menjadi sangat marah.
Melihat kesadaran Thunder Bird King yang sudah kembali, Leon memperingatkan anggota tim Raidnya untuk mundur dan bersiap untuk bertahan.
Mereka semua mundur, sedangkan Thunder Bird King terbang kembali ke angkasa dan memandang para pahlawan dengan perasaan penuh amarah.
`KIEEEKKK~`
Thunder Bird King kembali berteriak, namun teriakan ini berbeda dengan teriakan-teriakan sebelumnya.
Teriakan ini mengandung Aura yang cukup besar.
Mereka dapat melihat, banyak awan hitam yang mulai berdatangan dan berhenti berhenti diatas Thunder Bird King.
Kristal di dahi Thunder Bird King kembali bersinar. Namun lebih bersinar cemerlang daripada sebelumnya.
Melihat pemandangan ini, beberapa Pahlawan ambruk di tanah. Mereka tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Bahkan Leon tercengang, ia tidak percaya bahwa Thunder Bird King masih punya kekuatan sebesar ini walaupun sudah terkena banyak luka.
Beberapa pahlawan nampak putus asa mencoba menyerang Thunder Bird King. Namun semua serangan mereka sia-sia. Pertahanan dan jarak serangan yang cukup jauh, tidak berdampak banyak pada Thunder Bird King.
"Sial, inikah akhirnya ?"
"Tidak ada harapan untuk menang lagi."
__ADS_1
"Anak dan istriku, semoga kalian bisa hidup dengan baik setelah ini."
Ya, keputusasaan telah menyebar di pikiran mereka saat ini.