
Iblis persepsi memilih kabur menyelamatkan nyawanya daripada bertarung demi kehormatan yang telah tertanam di gen rasialnya.
Sembari kabur, ia tidak pernah sekalipun menengok ke belakang. Namun meski begitu, persepsinya berfokus kepada lokasi Shiro.
Ia selalu mengunci lokasi Aura Shiro. Ia takut Shiro akan mengejarnya. Namun untungnya Shiro sepertinya tidak tertarik kepadanya.
Ini membuatnya bisa bernapas lega. Tapi ia tetap tidak mengendurkan kewaspadaannya. Persepsinya masih terfokus ke lokasi Shiro.
Sehingga Iblis itu tidak menyadari tentang Aura aneh yang ada di depannya.
BRAKK! Iblis itu terjatuh, kakinya seperti tersangkut oleh sesuatu.
"Sial, apa ini?"
Iblis itu melihat kakinya masuk ke sebuah bayangan. Ia berusaha untuk melepaskan kakinya yang terperosok ke dalam ruang bayangan.
Jika ia sedang berada di masa terkuatnya, mungkin ia bisa melepaskan diri dari perangkap bayangan ini. Namun sayangnya, kekuatannya saat ini belum bisa dikerahkan seutuhnya.
Iblis itu terkena Shadow Trap yang telah disiapkan Unseen sebelumnya.
Unseen merasa beruntung Iblis itu berlari lurus ke arah Shadow Trap yang telah ia pasang. Padahal dalam rencananya, ia berniat mencoba bertarung dan mengarahkan iblis itu agar bergerak ke lokasi Shadow Trap.
Namun semuanya berjalan terlalu mulus, tanpa usaha sedikitpun, musuh telah datang ke pintu. Jadi Unseen tidak perlu terlalu banyak bekerja.
Kemudian Unseen datang ke arah Iblis itu, terlihat iblis itu ingin memotong kedua kakinya. Mengingat Ras Iblis memiliki kemampuan regenerasi yang cukup cepat, Unseen tidak membiarkan Iblis itu lolos.
Unseen mengeluarkan Shadow Bind untuk menghentikan tindakan dari Iblis itu. Iblis itu gagal melancarkan aksinya. Kini gerakannya tertahan oleh kemampuan Unseen.
Kakinya terperosok ke dalam Ruang Bayangan dan tangan serta tubuhnya terikat oleh Shadow Bind.
Setelah berhasil menangkap mangsa, Unseen tidak langsung membunuhnya. Karena ia tahu Shiro pasti membutuhkan tawanan. Jadi Unseen mengeluarkan sebuah bom asap dan melemparkannya ke arah Iblis itu.
Bom asap itu sebenarnya adalah gas tidur yang bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran. Unseen mendapatkan ini dari Shiro setelah ia meminta Shiro untuk dicarikan seperangkat alat yang bisa membuat musuh kehilangan kesadaran. Dan Bom asap tidur ini adalah salah satu dari sekian banyak alat sekali pakai lainnya.
Setelah membuat Iblis itu tertidur dan kehilangan kesadaran, Unseen berniat memenjarakannya di Shadow Prison.
Namun kesadaran Iblis itu cukup tangguh, ia masih mencoba menahan rasa kantuknya. Melihat ini, Unseen mengeluarkan obat tidur lainnya.
__ADS_1
Setelah beberapa obat tidur, akhirnya Iblis itu tertidur dan kehilangan kesadaran. Akhirnya ia bisa menggunakan Shadow Prison untuk memenjarakan iblis ini.
Iblis itu pun masuk ke dalam Shadow Prison tanpa perlawanan sedikitpun. Bersamaan dengan itu, Shiro juga telah menyelesaikan lawannya dan sekarang menuju ke lokasi Unseen.
"Berhasil?" tanya Shiro ketika melihat penampilan bangga Unseen.
Unseen mengangguk dengan sombongnya, "Dia ada di Shadow Prison."
"Bagus!" Shiro tidak pelit untuk memuji Unseen.
"Kira-kira berapa lama ia bisa diinterogasi?" sambung Shiro.
Unseen menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Shiro. Semuanya tergantung mentalitas dari tahanan Shadow Prison.
Shiro hanya bisa mendesah pelan mendengar hal ini. Ia masih terlalu tidak sabaran. Tapi ia hanya berharap spekulasi sebelumnya benar.
Sekarang, Shiro hanya bisa terus melanjutkan perjalanannya bersama Unseen. Selain itu, Shiro juga meninjau ulang kemampuan barunya saat uji lapangan bersama para Iblis.
Ia tampak puas dengan kemampuannya itu. Ia juga paham akan kekurangan dari kemampuan ini.
Skill Ice Javelin walaupun bisa di spam terus menerus, tapi semuanya tergantung target. Ice Javelin hanya bisa menyerang pada garis lurus, sehingga sulit untuk mengenai target jika ada suatu penghalang.
Pertarungan sebelumnya dengan para Iblis, Shiro berhasil mengalahkan mereka semua dengan jarak dekat-menengah, itupun ditambah serangan diam-diam.
Jika Skill Ice Javelin digunakan untuk serangan jarak jauh, akan sangat sulit untuk menghadapi musuh yang lincah. Palingan skill Ice Javelin selain digunakan untuk serangan diam-diam, skill ini bisa ia gunakan sebagai sarana untuk mengarahkan musuh atau membatasi pergerakan lawan.
Setelah menyelesaikan tinjauannya, Shiro cukup puas dengan kemampuan ini. Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya. Arah yang ia tuju, diambil dari arah datangnya ketiga Iblis ini.
......................
Belum genap satu hari, Unseen tiba-tiba memberitahunya bahwa interogasi sudah bisa dilakukan.
Mendengar ini, Shiro sangat bahagia. Walaupun ia sudah menebak kalau interogasi akan segera dilakukan, namun ia tidak berharap kalau semuanya kurang dari satu hari.
Tentu ini adalah kabar bahagia bagi Shiro. Kemudian Ia memerintahkan Unseen untuk melakukan persiapan.
Unseen mengangguk, ia mulai memanggil iblis itu dari Shadow Prison. Setelah iblis itu terpanggil, Unseen melanjutkan kembali tugas sampingannya sebagai Vlooger yang merekam interogasi Shiro.
__ADS_1
Iblis itu kembali muncul, namun penampilan yang pucat dengan tatapan kosong. Membuat Shiro merasa harus berhati-hati terhadap Unseen. Belum sampai sehari, Iblis ini telah berubah jauh.
"Oke, mari kita mulai. Apa levelmu?" tanya Shiro.
Iblis itu langsung menjawab dengan datar: "Iblis tingkat menengah."
"Iblis tingkat menengah? Kenapa begitu lemah?" Shiro bertanya kembali. Ia tidak menyangka iblis yang sangat lemah ini adalah iblis setingkat dengan iblis Agasura.
Tentu saja ini karena Shiro tidak tahu alasan kekuatan iblis itu melemah. Kemudian Iblis itu memberitahu Shiro tentang periode kelemahan ketika memperoleh tubuh baru.
Mendengar ini, Shiro mengangguk. Akhirnya ia mengerti. Kemudian Ia melanjutkan bertanya: "Ada berapa orang di pihak kalian?"
"Semua yang ada di Camp kami ada 34. 2 diantara telah kau bunuh."
Shiro cukup terkejut mendengar banyaknya Ras Iblis yang ada di Organisasi Hitam. Dan itu hanya Iblis yang ada di Base Camp mereka, bukan secara keseluruhan.
"Lalu dimana lokasi Base Camp kalian berada?"
"Di dekat danau es yang terletak 20 kilometer sebelah Tenggara Kota S."
Mendengar lokasi ini, Shiro mencoba mengingat arah kepergiannya dari Kota S. Ia pergi menuju ke Barat dari Kota S. Lokasi yang cukup jauh jika ia ingin putar balik dan memyergap lokasi persembunyian sebagian dari Organisasi Hitam ini.
"Sepertinya aku harus menyibukkan Asosiasi Pahlawan terkait hal ini." gumam Shiro pelan.
Kemudian Shiro memandang Iblis itu kembali dan bertanya: "Lalu apakah kau tahu lokasi Base Camp kalian yang lainnya?"
Iblis itu menggelengkan kepalanya: "Tidak! Kami tidak saling mengetahui lokasi Base Camp masing-masing. Hanya iblis tingkat atas yang berhak tahu lokasi setiap Base Camp."
Mendengar ini, Shiro hanya bisa mendesah kecewa.
"Terimakasih atas informasinya, selamat tinggal!"
Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Shiro lalu membunuh Iblis itu tanpa perlawanan sedikitpun.
Ia lalu melihat hasil video yang direkam Unseen. Setelah merasa tidak ada kesalahan, Shiro langsung mengirimkannya kepada Ketua Asosiasi dan meminta pihak Asosiasi Pahlawan segera menyelesaikan masalah ini.
"Mari lanjutkan perjalanan!"
__ADS_1
Shiro memandang Unseen dan kembali melanjutkan perjalanannya.
Masalah Base Camp Organisasi Hitam, biarkan Asosiasi Pahlawan yang mengurusnya.