
Iblis itu berhasil lolos dari pengepungan para Murloc Penjaga. Shiro yang melihat ini langsung tersenyum. Kali ini adalah gilirannya untuk menembak.
Kemampuan kamuflase dari Iblis itu tidaklah kuat, bahkan bisa dikatakan sangat rendah. Hanya dengan matanya, Shiro dapat melihat keberadaan Iblis itu yang sedang terus bergerak dalam kondisi kamuflase.
Sedangkan kemampuan Stealth milik Shiro sudah berada di kemampuan tingkat atas. Sebuah kesenjangan yang cukup besar.
Jadi Shiro mengikuti kepergian Iblis itu yang bergerak perlahan.
Sampailah mereka ke pintu masuk pemukiman Ras Murloc, tempat Shiro menyelinap masuk. Disana, sudah ada Penjagaan yang ketat. Sepertinya para Murloc memang sudah menunggu kedatangan Iblis itu.
zzz
Sebuah gelombang ultrasonik tersebar dari salah satu Murloc Penjaga. Gelombang itu tidak berpengaruh banyak pada kemampuan tak terlihat yang dimiliki Shiro. Namun tidak dengan Iblis itu. Kamuflasenya terbongkar ketika gelombang ultrasonik melewati dirinya.
"SIAL~"
Iblis itu kesal, padahal jalan kabur tinggal selangkah lagi. Tapi ia terpaksa untuk ketahuan. Tidak ada jalan lain, ia hanya bisa melawan puluhan Penjaga Murloc yang berada di pintu depan.
Para Murloc Penjaga telah bergantian menggunakan kemampuan pelacak yang mereka miliki setelah mendapat perintah dari Kapten Penjaga.
Beruntung, mereka melihat target mereka yang berdiri tidak jauh dari lokasi mereka. Namun mereka tidak berniat untuk menyerang terlebih dahulu. Mereka tahu target sangat kuat, selain itu karena tujuan target adalah untuk keluar, target pasti akan menyerang mereka terlebih dahulu.
Benar saja, Iblis itu langsung berlari menerjang ke arah pasukan puluhan Murloc Penjaga. Mengeluarkan beberapa pisau kecil yang menggantung di tentakelnya, ia berniat untuk menyerang musuh.
Namun sayang, Para Murloc sudah bersiap. Menghadapi serangan Iblis yang ganas, para Murloc Penjaga mengeluarkan banyak skill kontrol dan skill pertahanan.
Tujuan mereka saat ini untuk menangkap musuh atau menahan target agar tidak bisa kabur.
Langkah kakinya terasa berat, ia tahu kalau ia telah terkena serangan debuff dari para Murloc. Beberapa tanaman rambat juga mulai bergerak untuk melilitnya.
__ADS_1
Karena gerakannya tidak bisa cepat, ia hanya bisa bertarung menghadapi puluhan sulur rambat yang berniat menangkapnya.
Tentakel yang memegang pisau terus berputar, menebas semua sulur yang mengarah kepadanya. Gerakannya seperti seorang akrobatik yang sedang melakukan aksi. Terlihat indah dan memukau mata.
Sambil menepis tanaman rambat itu, Iblis itu masih terus berjalan maju, mencoba mendekati para Murloc Penjaga untuk memulai pertarungan jarak dekat.
Merasa serangan mereka mudah dipatahkan oleh musuh, beberapa Murloc Penjaga mengeluarkan serangan jarak jauh lainnya.
Kini Iblis itu harus menghadapi beberapa serangan tidak hanya dari tanaman rambat, tapi juga serangan lainnya yang dilontarkan para Murloc Penjaga.
Iblis itu menggertakkan giginya, ia mengepalkan tangannya sangat kuat.
Saat serangan para Murloc kurang dari 5 meter dari dirinya, Iblis itu meninju ke depan dengan sangat kuat.
BANG~
Dari tinjunya, air mulai bergetar. Serangan yang datang semuanya berhenti di tempat dan menghilang begitu saja.
Sungguh kekuatan yang menakutkan, Inilah kengerian dari Iblis itu. Sayang sekali, ini hanya berguna dalam pertarungan jarak dekat. Menghadapi musuh yang selalu menjaga jarak, membuat Iblis itu sakit kepala.
"Waw~ Gila!"
Shiro yang melihat serangan dari Iblis itu ikutan kagum. Ia melihat serangan yang dilancarkan Iblis itu. Meskipun sangat kuat, Shiro juga percaya skill itu tidak akan bisa dilakukan terus menerus.
Soalnya Shiro melihat ketika Iblis itu mengumpulkan Aura di tinjunya selama 3 detik. Itu berarti Iblis itu perlu waktu 3 detik mengumpulkan Aura itu sebelum bisa melepaskan Skill itu.
Dan biasanya, dalam 3 detik itu, kondisi itu tidak bisa diganggu terlalu parah. Jika tidak, skill itu akan dibatalkan dan bisa saja penggunanya terkena serangan balik dari skill yang gagal.
Shiro menjadi semakin tertarik dengan Iblis itu, jika saja serangan seperti itu dilatih, bukankah itu cukup menakutkan. Selama ia berhasil memukul musuh yang super kuat dengan serangan itu, bukankah kemenangan sudah terjamin?
__ADS_1
Ia lalu bergerak mendekati Iblis itu, Shiro ingin melihat kemampuan apa lagi yang dimiliki Iblis itu. Selain itu, Aura Iblis itu menunjukkan kalau Iblis itu adalah Iblis tingkat menengah. Agak sulit bagi para Murloc ini untuk mengalahkan Iblis ini.
Kembali ke medan pertempuran, Setelah melihat kemampuan Iblis itu, para Murloc terkejut dan menunjukkan jejak ketakutan di wajah mereka. Namun mereka tetap tidak mundur, masih ada beberapa penghalang yang dibuat sebelumnya yang mencegah Iblis itu untuk melangkah lebih jauh.
Iblis itu terus berjalan mendekat, ia akhirnya tiba di penghalang pertama. Sebuah penghalang yang terbuat dari sekumpulan garam yang sangat padat.
BANG~ Iblis itu memukul dengan pukulan biasa, tanpa menggunakan skill apapun. Penghalang yang cukup kuat berhasil hancur berkeping-keping. Garam itu berhamburan sampai akhirnya terlarut oleh air laut.
Satu penghalang telah hancur, dan masih ada satu penghalang terakhir yang sangat kuat. Penghalang yang terakhir adalah penghalang yang terbuat dari berlian. Ini adalah Skill pertahanan paling kuat yang dimiliki oleh para Murloc Penjaga.
Iblis itu tahu dengan kekuatan Diamond Block, ia berniat untuk menggunakan kembali Eraser Smash untuk menghancurkan penghalang ini.
Ketika ia sedang mengumpulkan Aura, sebuah Tombak Es tiba-tiba muncul di dekatnya dengan kecepatan yang sangat cepat.
Merasakan krisis itu, Iblis itu menghindar tepat waktu. Tapi sayang kegagalan merapal mantra membuat tangannya terbakar.
"SIALAN, SIAPA ITU?" raung Iblis itu dengan marah.
Iblis itu melirik asal Tombak Es itu, tapi ia tidak menemukan orang lain. Ia hanya bisa melampiaskan amarahnya kepada para Murloc Penjaga.
Tangan Iblis yang terbakar hebat sampai gosong, perlahan mulai pulih. Ia melihat sekeliling, setelah tidak merasakan siapapun dan merasa aman, Iblis itu berniat ingin melepaskan kembali Eraser Smash.
Tapi sekali lagi terjadi, Sebuah Tombak Es kembali mengacaukan skillnya yang membuatnya kesal. Ketika melihat kebelakang ia sekali lagi tidak menemukan seorang pun. Namun ia hanya melihat beberapa Murloc Penjaga lainnya yang telah menyusul, bersama dengan Kapten Orcain, Wakil Kapten Shura dan Sang Raja.
Melihat ini, pupil mata Iblis itu menyusut. Jika hanya bertarung satu lawan satu, ia berani melawan mereka secara bergantian dan pasti menang. Namun jika bertarung keroyokan, Iblis itu tidak yakin bisa menghadapi ketiganya secara bersamaan.
Kemungkinan menangnya hanya kurang dari 50%. Apalagi ditambah oleh pasukan Murloc Penjaga lainnya.
Iblis itu menggertakkan giginya dan membuat keputusan: "SIALAN!"
__ADS_1
Iblis itu berenang berbalik dan berniat menghadapi para Murloc tingkat tinggi yang datang. Sepertinya ini adalah keputusannya untuk bertarung sampai akhir.