Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
191. Book (Seal)


__ADS_3

Shiro pergi menuju Markas Pusat Asosiasi Pahlawan. Ada hal yang perlu dibicarakan dengan Ketua Asosiasi.


Saat berbincang lama dengan Ketua Asosiasi kemarin, Ia tahu masalah apa yang mereka hadapi. Walaupun di luar sana juga banyak tempat yang mungkin terdapat Gate yang belum terjangkau oleh manusia, namun setidaknya Ia bisa membantu menjaga keamanan yang ada di sekitar Kota tempat para warga beraktivitas.


Selain itu, ia juga merasa kalau saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengorek informasi dari pihak Asosiasi Pahlawan.


Kebetulan sekali, saat Shiro datang ke Markas Asosiasi Pahlawan, ia melihat Anastasya yang sedang berjalan cepat sambil membawa beberapa tumpuk dokumen.


"Anastasya!" panggil Shiro.


Mendengar seseorang memanggilnya, Anastasya berhenti dan melihat Shiro yang memakai jubah hitam.


"Iya, ada apa?" tanya Anastasya.


"Aku ingin bertemu dengan Ketua Asosiasi!" pinta Shiro langsung.


Anastasya tidak banyak berpikir, ia langsung mengangguk, "Baiklah, ikuti aku!"


Shiro mengikuti Anastasya menuju ruang kerja Ketua Asosiasi. Ruang kerja ini sangat berbeda dengan apa yang Ia ingat.


Kalau dulu, ruang kerja Ketua Asosiasi cukup kecil, tapi sekarang sangatlah luas. Namun meskipun begitu, ruangan yang seluas itu oenuh dengan tumpukan kertas.


Melihat banyaknya kertas dokumen yang berserakan, Shiro turut prihatin dengan penderitaan yang dirasakan Ketua Asosiasi.


"Ketua, ini ada dokumen tambahan?" ucap Anastasya menghampiri Ketua Asosiasi yang masih sibuk membaca dokumen satu persatu.


Mendengar ucapan Anastasya, Ketua Asosiasi terkejut. "Hah... Ada lagi?"


Ia tampak depresi saat ini, Shiro ingin tertawa melihat ekspresi Ketua Asosiasi yang tampak berat.


Saat ini Ketua Asosiasi belum melihat keberadaan Shiro. Mungkin ia terlalu sibuk dengan kerjaannya. Shiro memikirkan sesuatu yang cukup eksentrik. Ia berniat mengganggu Ketua Asosiasi dalam melakukan tugas.


Ia ingin mengacaukan tugas yang sedang dilakukan Ketua Asosiasi. Namun sebelum bertindak, Shiro mengurungkan niatnya. Walaupun ia sudah bisa membayangkan ekspresi marah Ketua Asosiasi, tapi ia tidak tega, ia merasa kasihan. Lagian, pekerjaan yang dilakukan oleh Ketua Asosiasi cukup banyak. Jadi Ia mengurungkan niatnya.


"Tumben Ketua sangat rajin hari ini!" celetuk Shiro berniat menyindir Ketua Asosiasi.

__ADS_1


Ketua Asosiasi berhenti sejenak, lalu ia memandang ke arah Shiro dengan tatapan sinis. Ia mendengus ringan kemudian melanjutkan pekerjaannya.


"Ini semua karenamu, Nak! Jika bukan karena libur kemarin, pekerjaanku hari ini tidak akan menumpuk banyak seperti ini!" ucap Ketua Asosiasi sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


"Loh... loh... loh... Jangan menyalahkanku, Ketua. Itu salahmu sendiri, Ketua. Bukannya kau terlalu asik liburan kemarin?" sindir Shiro.


Crack~ Pulpen yang dipegang Ketua Asosiasi patah. "LIBURAN KEPALA LU PEANG, KALIAN HANYA MENGANGGAPKU SEBAGAI SUPIR KEMARIN!"


Shiro hanya cengengesan melihat kemarahan Ketua Asosiasi. Ia tidak membalas kata-katanya, karena memang yang ia katakan adalah sebuah kebenaran.


Setelah mematahkan Pulpennya, Ketua Asosiasi mengambil mengambil pulpen baru dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Ketua, sebenarnya tujuan kunjunganku ini karena ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepadamu."


Shiro tidak berniat menunggu pekerjaan Ketua Asosiasi selesai, ini akan memakan waktu lama. Maka dari itu, ia langsung menyatakan tujuannya secara langsung.


"Kau bisa lihat sendiri betapa sibuknya aku saat ini, lain kali saja!" balas Ketua Asosiasi yang masih melanjutkan pekerjaannya.


"Tapi ini adalah waktu yang mendesak bagiku. Mungkin aku tidak akan lama tinggal di Kota. Jadi Ketua... Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu, tapi tolong dengarkan aku!"


"Karena Ketua tidak menjawab, aku anggap sebagai setuju! Ketua, yang ingin ku tanyakan yaitu tentang informasi Manusia yang keluar dan berasal dari Gate."


Shiro tidak lagi menunggu, ia langsung menyatakan permintaannya secara langsung. Gerakan Ketua Asosiasi terhenti ketika mendengarkan permintaan Shiro.


Ia memandang Shiro dengan terkejut, "Bagaimana dia mengetahuinya?" pikir Ketua Asosiasi. Ini adalah informasi yang sangat-sangat rahasia dan sudah terkubur jauh tanpa pernah bocor sekalipun.


"Apa maksudmu?" tanya Ketua Asosiasi.


"Ketua, jangan pura-pura tidak tahu. Aku tahu kalau Gate pertama yang muncul di dunia ini adalah Gate yang berisikan manusia dari dunia lain. Aku ingin meminta informasi tentang mereka, mungkin aku bisa menemukan sesuatu yang sangat berguna untuk kita semua!"


Ketua Asosiasi terdiam mendengar ini. Ia berpikir sejenak lalu mendesah pelan: "Huh... Informasi ini memang ada, tapi..."


Ketua Asosiasi memutuskan untuk membesarkan informasi ini. Tapi kata-katanya yang tanggung, yang membuat Shiro khawatir.


Kata 'Tapi' mengisyaratkan sebuah pernyataan yang tidak lengkap, butuh negosiasi atau butuh persyaratan yang lain.

__ADS_1


Shiro menunggu Ketua Asosiasi melanjutkan kata-katanya, namun Ketua Asosiasi masih terdiam, ia sepertinya agak ragu untuk melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa Ketua?" Shiro tidak tahan lagi, sehingga ia bertanya kembali.


Ketua Asosiasi memandang Shiro dengan pandangan yang dalam. Ia memasang ekspresi penyesalan. "Kau benar, kami memang tahu tentang manusia luar dari Gate. Tapi, informasi yang kau inginkan tidak akan tersedia. Kami tidak bisa memberikannya kepada dirimu."


"Kenapa? Jika butuh pertukaran, kita bisa menegosiasikannya!" Shiro mengulurkan dua Orb dan menunjukkannya kepada Ketua Asosiasi.


Ketua Asosiasi melihat dua buah Orb di tangan Shiro dengan ekspresi penyesalan. "Bukan masalah itu nak!"


"Lalu kenapa, Ketua?"


"Informasi yang kau inginkan tidak akan tersedia, karena informasi itu masih tersegel. Dan kami tidak tahu cara membuka Segel itu."


Mendengar penjelasan dari Ketua Asosiasi, Shiro agak meragukannya, ia kurang percaya. "Apa maksudmu?"


"Semua informasi tentang manusia dari dunia lain yang bergabung melalui sebuah Gate, tiba-tiba menghilang. Para Manusia kita dan manusia dari dunia lain tiba-tiba kehilangan ingatan tentang itu semua. Mereka menganggap kalau Manusia adalah sama, walaupun sumbernya berbeda. Selain itu, informasi yang kau inginkan, ada yang menyimpannya dalam sebuah buku. Namun kami tidak tahu membuka segel buku itu. Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya kami mencoba, namun tidak bisa. Maka dari itu, kami menyerah!"


Shiro terdiam dengan penjelasan dari Ketua Asosiasi. Ia tidak menyangka kalau ini adalah kebenarannya.


Jika hal itu memang benar, itu berarti dunia memang ingin kedua manusia itu bersatu untuk menyambut kedatangan monster yang muncul dari Gate.


Meskipun begitu, Shiro menganggap penjelasannya agak tidak masuk akal. Jika informasi tersebut memang tersegel, maka pasti ada petunjuk dan cara untuk memecah segel tersebut.


Selain itu, jika informasi itu disegel, maka informasi yang terkandung didalamnya sangatlah berguna. Mungkin perkembangan umat manusia ada di dalam informasi itu.


"Ketua, tapi buku yang tersegel itu masih ada kan?" tanya Shiro.


"Masih ada. Kami masih menyimpannya."


"Bolehkah aku melihatnya, kali aja ada petunjuk untuk membuka segelnya."


Shiro meminta agar diantarakan ke Lokasi tempat Buku itu berada. Walaupun ia belum jelas tentang cara membukanya, setidaknya Ia ingin melihat dan mencobanya.


"Hah... Baiklah, aku akan mengantarmu. Ikut denganku!"

__ADS_1


__ADS_2