
Setelah pertandingan Battle Academy tahap perempat final diumumkan, sebuah layar besar acak menampilkan Nama pasangan peserta yang akan bertanding.
Peserta itu adalah:
Pertandingan pertama yaitu duel antara William dari Akademi A yang akan melawan Hina dari Akademi C
Selanjutnya diikuti oleh pertarungan antara Mona dari Akademi E dan yang akan melawan Prass dari Akademi G.
"Silahkan untuk William dari Akademi A dan Hina dari Akademi C untuk memasuki Arena."
Wasit meminta untuk kedua peserta untuk masuk ke arena dan memulai pertarungan.
Keduanya memasuki Arena dan saling membungkukkan badan untuk memberi hormat. Selanjutnya keduanya memasang kuda-kuda untuk bersiap untuk bertarung.
Namun keduanya belum ada yang mau menyerang. Mereka semua diam ditempat. Ini adalah pertarungan antara seorang Assassin dan Fighter. Keduanya adalah Penyerang jarak dekat, namun Fighter lebih ke pertarungan daya tahan, sedangkan Assassin adalah pertarungan singkat.
Keduanya sama-sama waspada, sebab jika mereka menyerang dengan gegabah, kemungkinan mereka jugalah yang akan kalah dimanfaatkan lawan.
Kedua peserta yang diam ditempat, membuat suasana menjadi semakin tegang. Bahkan para penonton juga terdiam, mereka juga tegang, menunggu pihak yang akan menyerang dulu, karena mereka juga tahu, pihak yang akan menyerang terlebih dahulu, akan menentukan pertandingan ini. Entah ia akan kalah karena kecerobohannya, atau menang karena keyakinan akan kekuatan dan strategi yang ia miliki.
Hina tidak tahan lagi, ia sebagai seorang Fighter, petarung jarak dekat langsung bergegas memulai pertarungan. Ia bergegas menyerang, maju langsung ke arah William.
Tombaknya menusuk lurus ke arah dada William.
Swoosh~ Tombak tersebut bergerak lurus, namun William tidak bergerak sama sekali dan hanya menunjukkan senyuman.
Tombak itu menembus tubuh William, namun tidak ada darah yang menyembur keluar, bahkan senyuman William tidak menghilang.
Hina merasa ada yang salah dengan William, sebab tusukannya terlalu ringan, seperti tidak mengenai apapun.
__ADS_1
Benar saja, tubuh William perlahan mulai memudar dan menghilang dari pandangan Hina dan penonton lainnya.
Hal ini membuat Hina beserta penonton tercengang, "Sejak kapan?"
Kemudian ia merasakan ada seseorang yang muncul di belakangnya. Hina langsung mengibaskan tombak ke belakang.
Sosok William yang ada dibelakangnya terbelah dua dan kemudian kembali memudar.
"Sial, ilusi?" gumam Hina kesal.
"Kau salah, ini bukan ilusi. Ini adalah skillku, Fatamorgana," sebuah suara terdengar di belakang Hina.
Hina dengan refleks langsung berbalik dan melihat banyak William yang muncul di sekitarnya.
Ia tahu kalau ini adalah Skill Fatamorgana yang disebutkan William. Hina memiliki pengetahuan yang cukup, ia tahu apa itu Fatamorgana sehingga ia menjadi waspada dengan kemunculan banyak William. Ia tahu kalau semua yang terlihat kemungkinan adalah palsu.
Ia langsung memasuki mode siaga, ia tidak menghiraukan luka kecil itu. Namun ia menunggu dan tidak ada serangan lagi yang muncul. Walaupun banyak William yang melewatinya dengan niatan menyerang, namun ia tahu itu hanyalah sebuah Fatamorgana. Sehingga serangan itu tidak berdampak pada dirinya.
"Jangan kira hanya kau yang memiliki Kartu As."
Hina merubah kuda-kudanya, dan fokusnya berubah, Auranya berubah menjadi lebih tenang. Namun ada sesuatu yang misterius ditubuhnya yang membuat William merasakan bahaya.
Meskipun begitu, Skill Fatamorgana miliknya tidak bertahan lama. Kalau ia tidak menyerang dalam 2 menit ini, skill ini akan menghilang begitu saja dan ia akan kehilangan kesempatan untuk kembali menyerang.
Apalagi setelah ia berhasil melukai Hina sebelumnya, kepercayaan dirinya meningkat. Sehingga ia perlahan mulai meningkatkan intensitas serangan.
Ia mulai memperbanyak Fatamorgana dan menyerang Hina.
BANG~ seragannya berhasil ditangkis oleh tombak milik Hina.
__ADS_1
William terkejut, sebab ia menyerang di titik buta Hina namun tanpa banyak bergerak, ia berhasil menangkis serangannya.
"Kebetulan?" William bertanya-tanya.
Ia percaya kalau ini hanyalah sebuah kebetulan. Sehingga ia berniat menyerang lagi.
Dentang~ Serangannya kembali dipatahkan, namun kali ini Hina tidak hanya sekedar menangkis, ia bisa merasakan kekurangan dari serangan Willian, sehingga ia tidak hanya menangkis, tapi juga mengeluarkan serangan balik.
Swoosh~ Bukk~
Ayunan tombak Hina mengenai pinggang William dengan telak. Fatamorgana dibatalkan dan terlihat memuntahkan beberapa teguk darah.
William terhuyung-huyung kemudian ia terkena tendangan didadanya oleh Hina. Ketika ia mulai sadar, ujung tombak telah berada di lehernya. Hanya butuh dorongan sedikit, lehernya akan menjadi donat.
"Menyerahlah!" perintah Hina.
"Aku menyerah!" William tidak ada pilihan lain selain menyerah.
Hina menarik kembali tombaknya dan tersenyum penuh kemenangan. Kemudian wasit memasuki Arena dan mengumumkan pemenangnya.
Hina dan William keluar secara bersamaan. William bertanya kepada Hina: "Ngomong-ngomong, bagaimana kau tahu lokasi ku?"
"Ini adalah skillku, Sense of Battle. Ini merangsang inderaku menjadi maksimal sehingga bisa mendeteksi keberadaan musuh yang menyerang."
Mendengar jawaban dari Hina, William mengangguk. Ia tahu bahwa ia telah kalah. Pergerakannya terlalu kasar sehingga berhasil dibaca bahkan terkena serangan balik karena kurang waspada.
"Selamat!" ucap William setelah berpisah dengan Hina.
Pemenang babak perempat final pertama adalah Hina dari Akademi C.
__ADS_1