
Saat pertandingan final akan dimulai, Shiro memperhatikan ada hal aneh yang berada di tribun.
Karena tahap final dari Battle Academy belum dimulai, Shiro lalu langsung menuju ke tribun VIP tempat Ketua Asosiasi berada.
Kedatangan Shiro yang tiba-tiba membuat Ketua Asosiasi dan tamu lainnya di tribun VIP terkejut. Ketua Asosiasi memandang Shiro dan menaikkan alisnya, memberi isyarat mengenai maksud kedatangan Shiro ke dalam tribun VIP ini.
Shiro melirik ke kiri dan ke kanan, lalu mendekati Ketua Asosiasi. Ia membisikkan sesuatu di telinga Ketua Asosiasi.
Mata Ketua Asosiasi membelalak ketika mendengar berita yang disampaikan Shiro kepadanya. "Benarkah?" tanyanya.
Shiro mengangguk, "Tidak salah lagi, itu mereka."
Ketua Asosiasi menggertakkan giginya, "Sial, kenapa harus sekarang. Kita hanya bisa menambah penjagaan di area tribun agar tidak ada kecelakaan."
"Sebaiknya biarkan Penjaga dan pahlawan lain membaur dengan masyarakat agar tidak membuat mereka curiga. Selain itu, jika mereka tersedak, mungkin mereka akan melukai warga sekitar yang ada di podium. Jadi sebaiknya, melakukan penyamaran dan tempatkan para pahlawan dan penjaga di sekitar mereka."
Ketua Asosiasi mengangguk ketika mendengar saran Shiro. "Ya, kau benar. Coba beritahukan lokasi mereka berkumpul saat ini dan penyebaran mereka di tribun."
Shiro mengangguk lalu memberitahukan lokasi dari mereka satu persatu. Setelah mengetahui semua informasi, Ketua Asosiasi lalu mulai memerintahkan pahlawan yang ada untuk membaur di tribun.
Tamu yang lainnya juga merasakan ada yang tidak beres ketika kedatangan Shiro, sehingga mereka juga merasa was-was.
"Ketua Asosiasi, apa yang terjadi?" tanyabseorang tamu.
"Bukan apa-apa, sebagai jaga-jaga saja, karena mungkin akan ada kecelakaan di Battle Academy tahun ini. Jadi, kami harap kalian akan membantu jika hal itu terjadi," jawab Ketua Asosiasi.
Tamu yang mendengar hal ini tidak bisa tidak menelan mudah. Mereka juga ngeri jika memang akan terjadi kecelakaan. Bahkan ada beberapa orang yang sudah kabur duluan setelah mendengar hal ini. Namun Ketua Asosiasi tidak memperdulikannya. Jika ingin kabur, mereka tidak melarang.
Untungnya masih banyak orang yang masih bertahan, mereka semua adalah kaum elit di masyarakat. Walikota, ataupun pemain dari sebuah organisasi. Sehingga bantuan mereka cukup bermanfaat.
Ketua Asosiasi tersenyum memandang tamu di ruang VIP saat ini, "Tenang saja, semoga saja tidak ada yang terjadi. Mari kita tonton babak final ini tanpa rasa khawatir."
__ADS_1
Para Tamu tersenyum dan kembali ke kursi masing-masing.
Shiro kembali berbisik kepada Ketua Asosiasi, "Bolehkah aku yang memberi komando jika mereka mulai bertindak?"
Ketua Asosiasi mengangguk tanpa banyak bicara, "Kalo begitu, yang disana ku serahkan kepadamu."
Shiro mengangguk, ia mundur beberapa langkah, lalu menghilang begitu saja. Para tamu yang memperhatikan mereka juga tampak takjub dengan Shiro, bisa datang dan pergi tanpa bisa terdeteksi, layaknya hantu.
Mungkin setelah ini, Shiro akan mendapatkan Julukan baru yaitu Ghost, Spectre, atau semacamnya.
Saat pertandingan akan dimulai, Shiro sudah berada di tribun dengan jumlah anggota Organisasi Hitam terbanyak. Ia menghapus Aura dan keberadaannya dari panca indera mereka semua.
Tak hanya Shiro, Unseen juga bersiap untuk bertindak dengan menggunakan Shadow Trap di lokasi yang terdapat banyak anggota Organisasi Hitam.
Dari Aura yang dimiliki para Iblis di Organisasi Hitam itu, kebanyakan dari mereka adalah Iblis tingkat rendah, dan hanya ada kurang dari 5 orang yang merupakan Iblis menengah.
Dengan jumlah 20 orang dan dipimpin oleh 5 Iblis tingkat rendah, tidak mungkin mereka hanya ingin membuat keributan biasa, Shiro merasa kalau ada suatu masalah yang ia tidak pertimbangkan. Namun ia tidak tahu apa itu. Ia tidak bisa banyak berpikir saat ini, karena pertandingan final akan dimulai. Shiro melihat kalau akhirnya Organisasi Hitam itu mulai bertindak. Melihat pergerakan mereka, Shiro tersenyum.
"BOOMM~" Benar saja, sebuah ledakan terdengar di tribun yang bersebrangan dengan lokasi Shiro saat ini.
Namun Shiro tidak memperhatikannya, ia sekarang malah fokus ke Iblis yang memiliki Aura yang paling jahat diantara mereka. Selain itu, karena mereka sudah mulai bertindak, itu berarti sekarang saatnya untuk menyerang balik.
"Lakukan sekarang!"perintah Shiro dari perangkat nirkabel.
"Okay!" Jawaban dari pernahkah nirkabel diikuti oleh gerakan dari berbagai sudut tribun.
BANG~ BANG~ BANG~
Pertempuran terjadi cukup sengit sengit berbagai sudut tribun, pertarungan ini mengejutkan para penonton. Mereka juga menyadari kalau ada sebuah masalah disini. Mereka mulai panik, untungnya ada para penjaga yang membantu para penonton untuk melarikan diri.
Pertandingan duel kali ini, bisa terbilang gagal total.
__ADS_1
Karena pertempuran di tribun, bahkan Mona dan Hina yang ada di arena ikut terpengaruh. Mereka berhenti saling serang dan menjadi waspada saat melihat ke arah tribun.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Mona yang mendekati Hina.
Hina menaikkan bahunya, "Entahlah, tapi sepertinya duel kita tidak bisa dilanjutkan. Mari kita tunggu keputusan dari penyelenggara."
Mona mengangguk dengan keputusan Hina. Hanya ini jalan satu-satunya disaat kekacauan seperti ini terjadi. Selain itu, mereka juga harus tetap waspada waspada siaga, mungkin saja pertarungan akan berdampak pada mereka yang berada di arena.
Pertarungan di setiap tribun semakin sengit, untung saja banyak penonton biasa yang sudah mengevakuasikan diri berkat bantuan petugas. Sehingga mereka tidak terkena dampak dari pertarungan tersebut.
"Sial, apa yang terjadi? Apakah identitas kita sudah di ketahui?" Salah satu anggota Organisasi Hitam tampak terengah-engah ketika menghadapi pengepungan pahlawan.
"Sepertinya begitu. Lihat saja mereka telah menetapkan target kepada kita tanpa ada satupun dari kita yang terlewat," jawab rekannya.
"Tcih~ Jika sudah begini, kita harus bertarung sekuat tenaga. Kita hanya bisa berharap tim lainnya berhasil menyelesaikan misi dengan cepat sehingga kita bisa mundur dengan selamat."
Anggota Organisasi Hitam disebelahnya mengangguk, "Ya, kau benar. Kita hanya bisa mengerahkan semua kemampuan kita untuk bertahan dan menyebabkan kerusakan kepada mereka."
"Oh, sepertinya kalian punya rencana yang besar ya?"
Sebuah suara tiba-tiba muncul di belakang mereka, yang membuat keduanya waspada dan berbalik, "Siapa itu?"
"Malaikat mautmu!"
Shiro kemudian muncul dan langsung menebas salah satu dari mereka. Kemudian Shiro menggunakan skill Headbutt untuk membuat anggota Organisasi Hitam yang satunya lagi pingsan.
Setelah itu, Shiro kembali menghilang membawa satu orang Organisasi Hitam yang berhasil ia tangkap.
Di kegelapan, Shiro langsung menghubungi Ketua Asosiasi yang mencoba menenangkan tamu yang ada di Ruangan VIP.
"Ketua, sepertinya ini bukanlah serangan biasa. Kami butuh tim interogasi untuk mencari tahu apa yang mereka rencanakan."
__ADS_1
"Baiklah!"