
Melihat Grin dan menteri lainnya mengarahkan senjata kepadanya, Ratu Elfie menatap ketiganya dengan penuh kekecewaan.
Ketiganya sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri, namun mereka berani melakukan hal seperti ini.
"Huh- Aku tidak percaya kalian akan melakukan hal ini. Sebelum aku mati, bolehkah aku bertanya! mengapa kalian melakukan ini semua ?" tanya Ratu Elfie.
Ratu Elfie berniat mengorek informasi dari ketiganya, semua ini diperintahkan oleh Shiro.
"Maafkan aku yang mulia, ini semua demi kebaikan Ras kita. Kekuatanmu sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup kita semua." ucap Grin.
"Apa maksudmu? Bukankah kalian bisa keluar dari Gerbang Dimensional dan hidup dengan bebas ?" tanya Ratu Elfie.
Grin meninduk malu, "Aku tahu yang mulai, namun tim pemburu kami pernah melacak kekuatan di sekitar, dan kami menemukan pemukiman manusia. Mereka semua sangat kuat dan kejam, semua tim kami terbunuh kecuali aku."
Ratu Elfie mengingat moment itu, waktu itu pertama kalinya Ia memerintahkan Grin sebagai Menteri pertahanan untuk mengeksplorasi lingkungan di luar Gate.
Setelah berbulan lamanya mereka mengeksplorasi, akhirnya tim mereka kembali. Dan yang paling mengejutkan, hanya Grin yang kembali dengan perasaan yang sangat terpukul dan kecewa.
Pada saat itu Grin tampak murung, kepercayaan dirinya berkurang. Sang Ratu ingin menghiburnya, namun Telin menghentikannya. Pada saat itu, Telin berkata untuk membiarkan dirinya mengurus semuanya.
Ratu Elfie mempercayai, dan terbukti Telin berhasil. Hanya beberapa hari berlalu, Grin kembali ceria dan Ia sanggup melaksanakan tugas sehari-harinya.
"Lalu kenapa kau tak bilang padaku ? Kau tak perlu melakukan semua hal ini," bujuk Ratu Elfie.
"Kau ? membantuku? Itu mustahil. Kau tidak akan mampu. Kekuatan mereka sangat kuat. Dan untuk membalaskan dendam, ini adalah satu-satunya cara untuk membuat mereka merasakan apa yang kurasakan."
Ratu Elfie menunduk penuh penyesalan. Lalu ia menatap dua menteri lainnya, "Bagaimana dengan kalian ? Szee? Telin?"
Telin tidak menjawab sedikitpun, Ia hanya diam tak bicara.
Szee yang berbicara, "Aku rasa rencana Grin benar, ini adalah rencana yang bagus untuk membalaskan dendam suamiku."
__ADS_1
Ratu Elfie terdiam dengan ucapan Szee, suaminya ikut terbantai ketika melaksanakan eksplorasi bersama dengan Grin.
Tiba-tiba Telin yang selama ini diam, membuka mulutnya untuk bicara, matanya yang semula tertutup, kini terbuka sepenuhnya. "Tidak perlu banyak bicara, lakukan! "
Ratu Elfie melihat keanehan di mata Telin, mata yang berwarna merah gelap mengingatkanmya dengan makhluk yang menakutkan.
Tak hanya mata Telin, mata Grin dan Szee juga berubah. Tak hanya mata, Aura ditubuh mereka juga menjadi sangat jahat.
"Telin ? Apa yang terjadi ? Mengapa matamu sangat mirip dengan Mata Iblis ? " tanya Ratu Elfie penuh ketakutan.
"Keke~ Apakah aku perlu menjawab ? Bukankah kau sudah tahu jawabannya?"
Ratu Elfie menjadi sangat marah, " SIALAN KAU IBLIS, APA YANG KAU LAKUKAN PADA KETIGA MENTERIKU?"
"Keke~ Tidak hanya menterimu yang berada dibawah pengaruh ku, namun mereka semua."
Bersamaan dengan ucapan Telin... tidak, iblis. Banyak para Dark Elf yang mendobrak masuk ke ruangan Rapat. Mata mereka terlihat berbeda, dan pandangan mereka kosong seperti sedang dikendalikan.
"SIALAN KAU IBLIS, APA YANG AKAN KAU LAKUKAN PADA BANGSAKU, LEPASKAN MEREKA."
"BAJINGAN, MATI KAU."
Beberapa Sulur Tanaman muncul dari bawah tanah dan hendak menerkam Iblis Telin.
Ketika sulur-sulur tanaman menjerat Iblis Telin, tubuh Iblis itu berubah menjadi banyak sekali ular. Ular-ulat tersebut langsung menyerang ke arah Ratu Elfie dengan sangat cepat.
Melihat pergerakan ular-ular tersebut, Ratu Elfie bergegas menyerang dengan berbagai serangan serangan cukup kuat.
Ratu Elfie berusaha menyerang ular-ular tersebut, namun pergerakan ular tersebut sangat fleksibel. Walaupun serangannya cukup besar dan berhasil membunuh beberapa ular, namun ular-ular tersebut cukup banyak, dan percuma saja Ia membunuh beberapa ular.
Ular-ular tersebut langsung menjerat, melilit Ratu Elfie. Ratu Elfie sudah pasrah dan bersiap untuk mati. Ia memejamkan matanya, dan mengingat pria berjubah hitam.
__ADS_1
Ratu Elfie sudah dapat memastikan bahwa pria berjubah hitam pasti sudah kabur ketika mendengar iblis itu.
"Pria memang tidak bisa dipercaya," gumamnya pelan.
Ratu Elfie menunggu kematiannya, namun semakin lama, ia merasa ada yang aneh. Ia tidak merasakan sakit sedikitpun dan Ia tidak merasakan perubahan apapun pada tubuhnya.
Kemudian Ratu Elfie membuka matanya, ia masih berada di lingkungan sebelumnya, tubuhnya masih terikat oleh ular-ular tersebut.
Didepannya terlihat Iblis menyeringai dengan senyuman yang menyeramkan, "Apa yang kau pikirkan? Apakah kau berpikir kau akan mati ? Kekeke~ tidak semudah itu. Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan cepat, kau sangat penting untuk membuat lingkungan di dunia ini menjadi tempat yang cocok bagi bangsa kami."
Wajah Ratu Elfie menjadi suram ketika mendengar ucapan Iblis. Ia langsung mengetahui target dan rencana sang Iblis. Iblis ingin menggunakannya untuk menghancurkan lingkungan di luar Gate dan menjadikan temoat tersebut sebagai tempat yang cocok untuk mereka tinggal.
Ratu Elfie hanya bisa menunduk sedih, tidak ada yang bisa ia lakukan.
"Kekeke~ Karena kau sekarang menjadi patuh, akan ku beri tahu kau sebuah rahasia. Sebenarnya mereka tidak dibunuh oleh Manusia, aku yang membunuh mereka semua. Lalu aku membiarkan salah satu dari mereka selamat dan mengubah ingatannya."
Mendengar kebenaran dari Iblis, wajah Ratu Elfie menjadi sangat marah, wajahnya memerah, "DASAR IBLIS TERCELA, KAU..."
Sebelum sempat melanjutkan ucapannya, mulut sang Raru ditutupi dengan tangan sang Iblis. "Kekeke~ tidak perlu marah seperti itu, namun aku suka dengan sikap mu itu. Kalo begitu, Akan ku beri satu hal lagi. Sebenarnya aku tidak sendirian yang menyelinap ke Ras mu. Hampir semua Ras telah kami susupi. Kau tahu apa maksudku kan ?"
"Jadi, maksudmu, meskipun bukan kau, ada Ras mu yang lain yang akan memanggil Ras kalian dan menghancurkan dunia ini?" ucap Ratu Elfie tidak percaya.
"Kekeke~ Bingo. Aku suka wanita yang cerdas."
Ratu Elfie menunduk lemah, tidak ada yang bisa ia lakukan. Kekuatannya tidak bisa mengalahkan iblis didepannya. Bahkan ia tahu, walaupun ia bergabung semua anggota Rasnya untuk menyerang sang Iblis, ia masih tidak percaya diri untuk mengalahkan Iblis tersebut. Sekarang semua aanggota Rasnya berada dibawah kendali sang Iblis.
Ratu Elfie tampak sudah pasrah, Tidak ada yang bisa menyelamatkan Rasnya. Ia menggigit bibirnya kuat, membuat bibirnya berdarah. Ia berniat bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya.
"Setidaknya, salah satu rencana Iblis akan gagal," pikirnya.
Saat hendak bunuh diri, sebuah suara yang ia kenal tiba-tiba terdengar.
__ADS_1
"Hehe~ Terimakasih atas informasinya. Itu sangat berguna bagiku."
Ratu Elfie mendongak, tiba-tiba ia menangis melihat sesosok pria berjubah hitam berdiri di depannya.