
Mungkin karena ini pertama kalinya bagi Shiro dan yang lainnya memasuki Gate. Mereka bertiga terdiam cukup lama, mereka sibuk melihat-lihat lingkungan yang ada di dalam Gate. Mereka sibuk mengagumi pemandangan tersebut.
"Senpai, apakah ini benar Gate yang berada di bawah tanggung jawab Keluarga Yuki ?" tanya Shiro cukup mengkhawatirkan.
"Benar, indah bukan ?"
Menghadapi pertanyaan Shiryuu-senpai, Shiro tidak bisa tidak mengangguk. Ia mengangguk diikuti dengan anggukan Denshu dan Brendy.
"Senpai, tolong ceritakan lebih detail tentang Gate ini! " tanya Shiro kembali.
"Oke baiklah, tapi di dalam perjalanan saja. Kita cari lokasi memasang tenda dulu di tengah hutan sana." ucap Shiryuu-senpai sambil menunjuk area hutan yang hanya terlihat ujung pucuknya saja.
"Ya, senpai"
Mereka berangkat menuju hutan, karena disanalah mereka akan bermalam dan mencari tanaman Obat.
Di dalam perjalanan, mereka tidak henti-hentinya mengagumi pemandangan di dalam Gate. Perjalanan pun terasa lambat karena sering berhenti melihat pemandangan sekitar.
Shiryuu-senpai juga tak lupa dengan janjinya untuk menjelaskan lebih rinci tentang Gate tersebut.
Shiryuu-senpai menjelaskan bahwa Gate ini memiliki luas hampir 100.000 Km².
Mereka terkejut, ternyata luas Gate ini sangatlah besar, mereka tidak menyangka bahwa Gate ini akan sebesar itu.
Di dalam Gate tersebut, ada kawasan pegunungan, gua, hutan, sungai, dan juga danau. Tentu semuanya ditutupi oleh lapisan Salju. Dan tidak ada pemukiman di dalam Gate ini.
Dari penjelasan Shiryuu-senpai, Gate ini dulunya berisi banyak sekali monster-monster berelemne Salju, seperti beruang kutub berukuran 5-7 meter, rusa setinggi 3 meter, harimau Salju, berang-berang Salju, banteng saju, dan beberapa monster lainnya. Tidak ada monster atau ras humanoid didalamnya.
Pada saat Gate tersebut muncul, lumayan mudah bagi para Pahlawan untuk menjelajahi Gate ini dan melawan para monster tersebut. Namun karena memiliki luas yang sangat besar, butuh waktu yang cukup lama bagi para pahlawan untuk menjelajahi Gate tersebut.
Belum sempat dijelajahi sepenuhnya, Gate tersebut berubah menjadi warna putih. Para pahlawan pun berhenti menjelajah, karena itu berarti tidak ada lagi bahaya di dalam Gate tersebut.
Para pahlawan banyak yang pindah tugas ke Gate yang masih aktif lainnya. Namun Gate Putih bukan berarti harus dibiarkan saja sampai menghilang.
Asosiasi Pahlawan menugaskan beberapa keluarga untuk mengawasi Gate ini. Dan Keluarga Yuki yang terpilih. Hal ini dikarenakan Keluarga Yuki berada di Kota A dan memiliki reputasi yang baik kala itu. Selain itu, Kepala Keluarga Yuki saat itu memiliki afinitas tinggi dengan Elemen Es, sehingga Keluarga Yuki lebih dipercaya mengurus Gate ini sampai menghilang.
__ADS_1
Keluarga Yuki pun menerima tugas tersebut dengan senang hati, Gate ini bisa mereka manfaatkan untuk mencari tanaman obat dan mencari monster-monster untuk mereka budidayakan.
Tentu saja Keluarga Yuki tidak bisa semena-mena menggunakan Sumber Daya dlaam Gate tersebut. Keluarga Yuki perlu memberikan keuntungan kepada Kota dan Asosiasi Pahlawan. Segala tindakan di dalam Gate perlu dilaporkan. Para pahlawan yang ingin masuk juga diperbolehkan, namun dengan izin dan syarat lengkap.
Namun anehnya, hampir 100 tahun berlalu, Gate yang dikelola Keluarga Yuki ini tidak pernah menghilang. Membuat pihak lain khawatir, karena Gate lainnya yang seera dengan Gate tersebut sudah hilang semuanya. Keluarga Yuki pun tidak tahu apa-qpa tentang masalah ini.
Selain itu, Keluarga Yuki memiliki semakin banyak anggota keluarga bertipe elemen es dan Salju. Hal ini membuat iri pihak lain.
Banyak pihak yang mencoba mencari tahu penyebab hal ini terjadi, namun mereka kembali dengan tangan kosong.
Beberapa bahkan melaporkan hal ini ke pihak Asosiasi Pahlawan, yang menyebabkan terjadinya pemeriksaan terhadap Keluarga Yuki.
Namun semuanya berhasil nihil, tidak ada kelainan yang ditemukan baik di dalam Gate, ataupun dari Keluarga Yuki.
Setelah hal itu terjadi, banyak pihak yang mengira bahwa Keluarga Yuki mendapat berkah dari Gate yang mereka jaga, sehingga Keluarga Yuki terpapar Aura elemen es yang membuat mereka memiliki rasio besar memiliki bakat tipe elemen es atau Salju.
Semenjak saat itu juga, banyak para Keluarga yang mencoba menerima dan ingin memiliki Gate tipe tertentu untuk mereka. Bahkan dengan cara yang buruk.
Mereka berharap hal yang terjadi di Keluarga Yuki, akan terjadi juga pada Keluarga Mereka.
Asosiasi Pahlawan pun kebingungan menghadapi hal tersebut, sehingga pihak Asosiasi banyak menetapkan Syarat yang ketat tentang persyaratan kepemilikan Gate. Banyak ya syarat akan kepemilikan Gate, banyak pihak yang gagal dalam memenuhi Syarat dan hanya beberapa pihak saja yang berhasil memiliki Gate pribadi, sisa Gate yang tersebar berada dibawah yuridiksi Asosiasi Pahlawan.
Ketiganya hanya mengangguk mendengar penjelasan Shiryuu-senpai yang panjang sekali tersebut. Ntah berapa banyak yang dapat mereka simultan dari cerita tersebut.
Berbeda dengan Shiro, ia awalnya memiliki prasangka terhadap Shiryuu-senpai. Namun dari penjelasan Shiryuu-senpai, kekhawatiran Shiro berkurang.
' Sepertinya prasangka ku selama ini hanyalah pemikiranku saja yang terlalu berlebihan ' desah Shiro dibenaknya.
Aura yang di rasakan Unseen terhadap Shiryuu-senpai mungkin disebabkan karena Gen keturunan ataupun banyaknya Aura dari Gate ini yang melekat pada Shiryuu-senpai.
"Senpai, bolehkah aku membunuh monster yanh ada disini ?" tiba-tiba Brendy mengajukan pertanyaan kepada Shiryuu-senpai.
"Tentu saja, asalkan kau sanggup membunuhnya" jawab Shiryuu-senpai.
Mendengar jawaban Shiryuu-senpai, Brendy langsung tersenyum dan berjalan ke satu arah. Dan Mulai memasuki kondisi Kamuflase.
__ADS_1
Shiro memusatkan perhatian ke arah pergerakan Brendy.
Melalui persepsinya, Shiro merasakan Aura berbentuk Ular. Sepertinya ular tersebut adalah target Brendy. Namun Shiro mengabaikannya, karena Aura ular tersebut terlalu biasa bagi Shiro. Tidak ada tantangan sama sekali bagi Shiro.
Benar saja, tak lama setelah Brendy memasuki kondisi Kamuflase, ia membawa ular yang sudah mati di tangannya.
"Sepertinya kau cukup beruntung, empedu ular tersebut bisa dijadikan bahan obat, namun sayangnya ular tersebut belum dewasa, urat, lunas dan kulitnya belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya saat ini." ucap Shiryuu-senpai ketika melihat Ular yang dibawa Brendy.
Brendy hanya tersenyum.pahit ketika mendengar ucapan Shiryuu-senpai, setelah itu ia memasuki mayat ular tersebut ke dalam cincin ruang angkasa miliknya.
Setelah episode kecil tersebut, mereka pun melanjutkan perjalanan.
3 jam berlalu.
Kondisi di dalam Gate sudah mulai gelap. Merekapun mulai mencari tempat terdekat untuk berkemah.
Tak lama kemudian, mereka akhirnya telah menemukan tempat yang pas untuk berkemah.
Lingkungan yang cukup luas, tidak jauh dari sumber air, dan tidak ada sarang monster di dekat mereka. Mereka pun memutuskan bermalam disana.
Mereka mulai mengeluarkan barang-barang keperluan mereka dari Item ruang penyimpanan. Termasuk Shiro, walaupun sebenarnya ia menyimpannya di dalam Ruang Inventory Sistem.
Setelah cukup mengeluarkan barang keperluannya, mereka mulai memasang tenda dan mengatur barang keperluan tersebut di dalam tenda.
Setelah semuanya beres, mereka berkumpul ditengah dan mulai membakar api unggul kecil do tengah-tengah keempat tenda tersebut.
Mereka mulai menyiapkan bahan makanan setelah api unggun siap.
Malam ini, mereka menikmati camping pertama mereka di dalam Gate.
Gelak tawa mereka bergema di dalam hutan. Suasana ceria menyelimuti mereka.
Malam semakin larut, 8 jam lagi sampai matahari terbit.
Mereka pun memutuskan akan bergantian berjaga, setiap orang memiliki waktu jaga sekitar 2 jam.
__ADS_1
Semuanya menyetujui, dan mereka mulai melakukan lotere untuk memutuskan urutan ronda.
Dan yang pertama keluar adalah nama Shiro.