Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
85. Bertemu Musuh


__ADS_3

Shiro tidak tahu bahwa ketika ia masuk ke dalam Gate, ada sekelompok orang juga yang memasuki Gate juga.


Meskipun ia tahu, Shiro tidak akan memperdulikannya. Karena Gate ini ditemukan jauh dari pusat kota manapun yang berarti Gate ini bersifat netral dan tanpa kepemilikan.


Saat ini Shiro muncul di sebuah padang rumput yang cukup besar dan masih hijau.


Didepannya, Shiro dapat melihat ekosistem yang lengkap. Ada rerumputan, hewan atau monster herbivora, dan juga karnivora.


Ia bisa melihat sekelompok Iron-teeth Lion sedang mengejar Speedrun Gazelle. Kecepatan Speedrun Gazelle terlihat sangat cepat, sulit untuk mengejarnya. Namun para Iron-teeth Lion dengan cerdik mengepungnya lalu menerkam Speedrun Gazelle secara bersamaan.


Speedrun Gazelle hanya bisa panik dan mencoba berlari, namun gigitan dari Iron-teeth Lion tidak mudah terlepas. Perlahan-lahan, Speedrun Gazelle mulai melemah dan kehilangan tenaga, hingga akhirnya ia menjadi mangsa dari kawanan Iron-teeth Lion.


Shiro yang melihat pemandangan ini hanya bisa menggelangkan kepalanya lalu bergumam pelan, "Inilah hukum rimba."


Ya, beginilah hukum rimba, memangsa atau dimangsa.


Setelah itu, Shiro mulai menjelajah dengan cara terbang. Ia terbang untuk menghindari pertarungan yang kurang bermanfaat.


Selain itu, ia melihat kondisi di dalam Gate yang masih pagi, berbanding terbalik dengan di luar Gate yang sudah mulai malam. Hal ini berarti, adanya perbedaan siang dan malam antara Gate dan Real Life.


Shiro terbang sembari mengeluarkan camilan yang ia beli di Kota D sebelumnya untuk mengganjal perut.


Tak lama ia terbang, ia dapat melihat pemandangan gunung yang cukup besar di depannya, gunung tersebut menjulang tinggi dan ditutupi awal putih.


Melihat tingginya gunung, Shiro dapat menembak bahwa Monster utama ataupun Boss, kemungkinan besar tinggal di sekitaran gunung atau di puncak gunung.


Saat terbang, ia tidak lupa mengaktifkan skill Stealth. Ia mencoba menghindar pertarungan yang tidak perlu, dan hanya berniat mencari keuntungan.


Karena Gate ini belum memiliki jejak telah dijelajahi, itu berarti kekayaan di dalam Gate ini masih terjaga dan belum tersentuh sedikitpun.


Shiro berniat mencari keuntungan dengan mencarinya melalui udara.


Sepanjang mata memandang, Shiro hanya bisa melihat padang rumput, hutan, sungai dan gunung besar di depannya. Lengkap dengan berbagai macam tanaman yang asri, berbagai macam hewan. Sebuah ekosistem dan rantai makanan yang lengkap.

__ADS_1


Jika ia tidak tahu bahwa ia berada di dalam Gate, Shiro mungkin sudah mengira bahwa saat ini Ia sedang berlibur di sebuah cagar alam.


Merasa bosan, dan belum mendapatkan apa-apa. Shiro memutuskan untuk turun ke kaki gunung, dan mulai menjelajah.


Shiro memulai menjelajah dari kaku gunung, namun perjalanannya bukan menuju puncak. Namun untukk mengitari kaki gunung, setelah itu, Shiro baru berniat untuk mendaki ke puncak gunung.


"Unseen, menurutmu monster apa yang berada di Gate seperti ini," tanya Shiro mencoba memecah kesunyian.


"Entahlah, namun pemandangan seperti ini adalah hal yang normal. Pemandangan hutan, Laut, sungai, danau, padang rumput, gurun maupun pegunungan merupakan pemandangan umum di Endless Land."


Shiro hanya bisa kecewa. Ia terus melanjutkan perjalanannya mengitari gunung.


Selain mendapatkan beberapa daging untuk dimakan, Shiro hanya mendapatkan beberapa buah-buahan dan tanaman herbal.


Tanaman dan buah-buahan yang Ia petik pun hanya tanaman dan buah yang ia ketahui. Beberapa tanaman dan buah yang ia tidak tahu, tidak Shiro petik.


Ketika Shiro hendak beristirahat, ia mendengar sebuah suara langkah kaki yang bergerak secara konstan.


Shiro langsung menghapus hawa keberadaannya dan memasuki kondisi Stealth. Ia mencari arah sumber suara tersebut.


Melihat tubuh makhluk tersebut, Shiro agak bingung. Ia tidak tahu identitas makhluk tersebut. Meskipun ia pernah hidup di dua dunia, ia belum pernah melihat ataupun mendengar sosok makhluk humanoid seperti ini.


Kalau Shiro tidak salah ingat, di kehidupannya sebelumnya, sosok ini digambarkan sebagai sosok Alien.


Shiro melihat makhluk hijau dengan antena di kepalanya, makhluk itu memiliki mata merah dengan piksel mirip mata Lalat. Tangannya memiliki 2 siku, dan hanya memiliki 3 jari.


Shiro perlahan mengikuti makhluk tersebut dari belakang secara diam-diam. Ia bertanya kepada Unseen mengenai makhluk tersebut.


"Unseen, kau tahu dengan identitas makhluk tersebut."


Ketika Shiro berbisik, kedua antena di makhluk tersebut langsung berdiri. Makhluk hijau tersebut langsung melihat-lihat sekeliling.


Shiro terkejut melihat respon dari makhluk hijau tersebut, ia tidak menyangka bahwa bisikannya bisa terdengar oleh makhluk tersebut. Ia dapat melihat kalau makhluk tersebut sudah mulai waspada dengan lingkungan sekitarnya.

__ADS_1


Namun yang lebih mengejutkan Shiro, adalah perintah Unseen setelahnya; "Cepat bunuh makhluk itu, lalu pergi dari sini dengan cepat."


Walaupun Shiro bingung dengan perintah Unseen secara tiba-tiba. Ia masih tetap menurutinya. Shiro mulai menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan Katana miliknya.


Tiba-tiba Shiro minat Makhluk hijau tersebut mulai berlari. Shiro tidak tinggal diam, ia lalu mulai memaksimalkan fungsi otot kakinya untuk mengejar makhluk tersebut.


` slasshhh~`


Dengan kecepatannya, Shiro dapat dengan mudah menyusul makhluk hijau tersebut dan menebas lehernya.


Seketika, kepalanya langsung terlepas dari tubuhnya. Shiro juga langsung menangkap kepala makhluk hijau tersebut dan menyimpan tubuh dan kepalanya di ruang inventeris.


Menuruti perintah Unseen sebelumnya, Shiro laku bergegas terbang dan pergi dari tempat itu.


Tak lama, Shiro pergi. Puluhan makhluk serupa muncul ditempatnya berada sebelumnya. Mereka terlihat mencari sesuatu, namun tidak dapat menemukan apa-apa kecuali beberapa tetes darah berwarna ungu di tanah.


Hal ini tidak Shiro ketahui, ia bertanya kepada Unseen perihal perintahnya barusan. Soalnya Unseen jarang memberi perintah secara tergesa-gesa seperti itu.


"Unseen, apa sebenarnya identitas makhluk itu?Mengapa kau terlihat sangat takut dan cemas?"


"Panjang penjelasannya, namun akan ku ceritakan. Makhluk tersebut disebut Green Nova Priarie. Makhluk tersebut salah satu makhluk tercerdas di Endless Land. Kemampuan mereka..."


Shiro mendengar penjelasan Unseen dengan seksama. Ia sesekali terkejut ketika mendengar penjelasan Unseen tentang makhluk tersebut.


Mata yang mirip mata Lalat makhluk tersebut dapat membagi penglihatannya dan mempresiksi serangan yang mengarah padanya.


Lalu yang terpenting adalah antena di kepalanya. Antena tersebut dapat digunakan sebagai media komunikasi dari jarak jauh, mirip telepati. Selain itu, antena tersebut dapat mendeteksi frekuensi suara tertentu. Sehingga ia bisa mendengar suara sekecil apa pun.


Yang lebih parahnya lagi, antena tersebut bisa juga mendeteksi suara telepati yang sama seperti Unseen. Maka dari itu, ketika Unsen menyuruh Shiro untuk membunuhnya, Green Nova Priarie langsung kabur karena mendengar perintah tersebut.


Nah, ada 1 lagi kemampuan luar biasa dari Green Nova Priarie, yaitu membaca pikiran. Hal-hal itulah yang membuat mereka cukup disegani di Endless Land.


Shiro akhirnya mengerti, "Jadi, kau menyuruhku pergi karena ada kemungkinan bahwa Green Nova Priarie yang sudah kubunuh barusan, sudah memanggil teman-temannya."

__ADS_1


Unseen mengangguk.


Shiro hanya bisa menghela napas ringan. Ia cukup beruntung hanya bertemu satu Green Nova Priarie. Setelah itu, Shiro terus melanjutkan perjalanannya. Karena ia sudah tahu, kalau monster utama termasuk Boss di Gate inu adalah Green Nova Priarie.


__ADS_2