Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
201. Oleh-oleh


__ADS_3

Shiro membawa Blood Wolf yang diiblis keluar dari Gate. Pengawas yang lain tampak tidak peduli, mereka tidak mempermasalahkannya.


Di luar Gate, Shiro melihat Ketua Asosiasi yang masih menunggu laporan dari pengawas lainnya sembari mengerjakan tugasnya mengurus dokumen yang diterima Asosiasi Pahlawan.


"Ketua!" panggil Shiro.


Mendengar panggilan orang yang dikenalnya, Ketua Asosiasi hanya hanya melirik sejenak kemudian melanjutkan pekerjaannya. "Ada apa?" tanya Ketua Asosiasi.


Shiro tersenyum, "Ketua, aku punya oleh-oleh untukmu."


Ketua Asosiasi meletakkan dokumennya dan menoleh kepada Shiro, "Dimana?"


"Ini dia!" Shiro meletakkan Blood Wolf yang diiblis di depan Ketua Asosiasi.


Melihat Blood Wolf yang pingsan di tanah, Ketua Asosiasi cukup bingung. "Apa ini? cuma Blood Wolf? Kalo cuma ini, aku juga bisa menangkapnya sendiri." tanyanya.


"Tapi ada yang spesial dengan Blood Wolf ini," ucap Shiro sambil menunjukkan senyum misterius.


"Oh... Apa itu?" tanya Ketua Asosiasi dengan rasa penasaran.


Shiro tersenyum dan mendekat ke telinga Ketua Asosiasi dan mulai berbisik, "Blood Wolf ini agak lain, karena ada Aura Iblis pada tubuhnya."


Setelah membisikkan itu, Shiro mundur beberapa langkah dengan senyumannya. Ia ingin melihat ekspresi seperti apa yang akan di tunjukkan Ketua Asosiasi setelah mendengar berita ini.


Benar saja, Ketua Asosiasi terkejut ketika mendengar spesialisasi yang dimiliki Blood Wolf ini. Ia agak tidak percaya dengan informasi ini, jika bukan karena Shiro yang memberitahunya, ia mungkin sudah tertawa terbahak-bahak mendengarkan informasi ini.

__ADS_1


Meskipun Shiro suka bercanda dengan dirinya, namun menyangkut Iblis dan keselamatan umat manusia, Shiro tidak pernah bercanda terhadap dirinya.


Shiro kemudian mulai menjelaskan: "Blood Wolf ini memiliki Aura Iblis ditubuhnya, mungkin setara dengan Iblis tingkat rendah. Selain itu, aku tidak tahu apakah ada Iblis yang merasuki Blood Wolf ini atau Blood Wolf ini yang dikendalikan Iblis dari jarak jauh, aku tidak tahu."


Pernyataan Shiro memang benar, sehingga membuat Ketua Asosiasi cukup pusing memikirkannya. Jika Blood Wolf ini memang dirasuki Iblis, itu tidak masalah, berarti tidak ada Iblis lain, karena Iblis jarang bergerak bersama kecuali dalam Organisasi Hitam.


Namun jika Blood Wolf ini dikendalikan oleh Iblis dari jarak jauh, ini agak berbahaya. Karena ada kemungkinan besar kalau tidak hanya ada satu Blood Wolf yang dikendalikan oleh Iblis. Kemungkinan ada monster lain yang dikendalikan oleh Iblis itu yang berada di dalam White Gate.


Tidak mungkin untuk mengubah lokasi ujian dengan waktu yang sangat mepet ini. Tidak ada waktu untuk melakukan ini.


"Ketua, mungkin saat ini kita harus melihat ingatan dari Blood Wolf ini, kita cari tahu apakah ia dikendalikan atau memang ia adalah Iblis. Selain itu, untuk Berjaga-jaga lebih baik jumlah pengawas kali ini ditambahkan saja. Untuk meminimalkan jumlah kecelakaan yang kemungkinan terjadi," saran Shiro.


Ketua Asosiasi memikirkannya sebentar, kemudian mengangguk setuju, "Kau ada benarnya, mari kita lakukan itu!"


Apa yang diusulkan Shiro memang, selain mengubah lokasi ujian, menambah jumlah pengawas adalah cara yang tepat untuk mengurangi resiko munculnya korban jiwa.


Shiro tidak tahu apakah kurungan itu cukup kuat untuk menahan Blood Wolf yang diiblis itu. Jadi Ia hanya bisa percaya saja dengan Ketua Asosiasi.


Hari ini, Shiro tidak ada aktivitas lain. Namun ia belum bisa pergi dari sekitar lingkungan White Gate. Sebagai pengawas, Shiro hanya bisa berkeliaran di sekitar White Gate untuk memastikan keamanan White Gate agar tidak ada pihak yang bisa keluar-masuk White Gate dengan seenak jidatnya saja.


Sampai malam berlalu, Shiro tidak merasakan beban dalam tugasnya hari ini. Ada satu pihak Dewan Guru yang mendekat, namun sebelum Shiro bertindak, ada petugas lain yang menghentikan pihak tersebut.


Guru tersebut hanya memberi alasan kalau ia tersesat karena tiada pernah menginjakkan kaki di Kota A. Walaupun jawabannya cukup mencurigakan, pengawas lain tampaknya percaya dengan apa yang dikatakan Guru tersebut, sehingga Guru itu dibebaskan dengan mudah.


Shiro tidak ingin terlalu banyak ikut campur. Tapi jika ia yang berada di pihak petugas itu. Apapun alasannya, ia pasti akan menahan Guru tersebut untuk sementara.

__ADS_1


Setidaknya Ia akan menahannya sampai setidaknya peserta Ujian tahap kedua telah memasuki White Gate. Setelah itu melaporkannya kepada Ketua Asosiasi karena mencurigakan. Kalo perlu meminta tebusan.


Kemudian Shiro mengabaikannya, ia tidak melaporkan hal ini kepada Ketua Asosiasi. Ia terus berjaga di sekitar sana. Setelah makan makanan yang dibawakan oleh Anastasya untuk semua pengawas ujian tahap kedua, Shiro kembali ke tempatnya untuk sekali lagi memeriksa lokasi patrolinya.


Ia beranggapan kalau ada Monster yang dikendalikannya oleh Iblis itu menghilang atau kehilangan kontak, pasti Iblis itu akan kembali ke lokasi ini. Namun setelah sekian lama menunggu, ia tidak menemukan hal yang mencurigakan. Ia bahkan tidak menemukan monster lain yang memiliki Aura Iblis tubuh mereka.


Malam telah semakin larut, Shiro berkemah di lokasi patrolinya, ia tidak ingin kembali ke lokasi perkemahan yang diatur oleh Asosiasi Pahlawan. Ia tidak takut ada yang mencarinya, Ketua Asosiasi ataupun Anastasya pasti paham dengan tindakan yang ia lakukan.


Meskipun siang harinya ia tidak menemukan Iblis lain atau pihak yang mencurigakan, namun Shiro ingin tetap berjaga-jaga. Mungkin saja mereka akan muncul karena malam adalah waktu yang tepat untuk bergerak ketika semua orang sedang beristirahat. Jadi Shiro tidak ingin lengah.


Shiro bergantian jaga malam dengan Unseen, namun sampai ia tertidur lelap, ia ataupun Unseen tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Mungkin memang tidak ada masalah tentang White Gate ini, dan kemunculan Blood Wolf dengan Aura Iblis adalah kebetulan belaka.


......................


Disisi lain, Ketua Asosiasi bersama dengan seorang Pahlawan sedang menghadap Blood Wolf yang ditangkap Shiro.


"Bisakah kau membaca ingatannya?" tanya Ketua Asosiasi sambil menunjuk Blood Wolf yang sangat ganas di dalam sangkar khusus.


"Tentu, aku akan mencobanya," jawab Pahlawan itu.


Ketua Asosiasi mengangguk, "Aku serahkan padamu."


Kemudian pahlawan itu mulai mengucapkan mantranya, ia menembakkan sesuatu dari jari tangan kanannya ke arah Blood Wolf, sedangkan tangan kirinya masuk ke dalam air yang ada di dalam pot gentong yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


Ini adalah metode pembacaan pikiran yang dimiliki oleh Pahlawan itu. Dengan menembakkan skillnya ke arah dahi musuh, salinan target itu akan muncul di media air yang terhubung dengan dirinya.


Setelah itu, gambar mulai muncul di air yang ada di dalam pot gentong tersebut. Kemudian keduanya pun tahu apa yang terjadi dengan Blood Wolf tersebut.


__ADS_2