Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
193. Sejarah


__ADS_3

Cahaya yang bersinar membuat Ketua Asosiasi tidak percaya. Ia yakin, cahaya ini adalah bentuk Segel yang telah terlepas. Ia kemudian memandang Shiro dengan takjub.


Shiro juga tidak menyangka kalau ia berhasil membuka segel.


Setelah cahaya menyinari sebuah ruangan, keduanya tiba-tiba berada di dalam ruangan putih. Di depan mereka ada sebuah layar biru transparan yang mirip seperti layar sistem. Tapi bedanya yang ada di depan mereka adalah layar proyeksi yang bisa dilihat oleh keduanya.


Shiro sudah terbiasa melihat layar proyeksi sistem, namun tidak dengan Ketua Asosiasi, ia berusaha menyentuh layar proyeksi itu.


Di dalam hatinya, Shiro menertawakan tingkah laku yang dilakukan oleh Ketua Asosiasi. "Sungguh Norak! "


Kemudian tulisan muncul di proyeksi tersebut dilengkapi dengan suara mekanisme yang akrab bagi Shiro.


[Ding! Terdeksi manusia dengan Jiwa yang sangat Murni, Segel terbuka.]


Kemudian setelah 3 detik, layar proyeksi itu berubah menjadi seorang lelaki tua dengan rambut putih panjang dan berjenggot yang juga telah memutih.


"Hohoho~ Anak muda dari Bumi dengan Jiwa yang Murni, senang bertemu denganmu!" ucap lelaki tua itu kepada Shiro sambil mengusap janggut panjangnya.


Shiro tersenyum namun ia masih cukup waspada dengan proyeksi lelaki tua yang ada di depannya.


"Tak perlu takut anak muda. Silahkan bertanya jika ada sesuatu yang ingin bicarakan."


Mendengar ucapan lelaki tua itu, Shiro terdiam. Meskipun ia ingin mencari informasi tentang Endless Land, namun tiba-tiba ia merasa kalau ada sesuatu yang aneh dan perlu ditanyakan kepada Lelaki tua itu.


Sedangkan untuk Ketua Asosiasi, ia ingin mengajukan pertanyaan. Namun ia kemudian melirik Shiro. Karena lelaki tua itu bertanya kepada Shiro, jadi Ia memutuskan untuk diam terlebih dahulu dan menunggu Shiro selesai mengajukan pertanyaan.


Setelah memikirkannya sejenak, Shiro sudah tahu apa yang perlu ditanyakan: "Tuan, kenapa aku dianggap memiliki Jiwa Murni? Padahal sudah banyak sekali musuh yang ku bunuh dan aku tidak sebaik yang orang pikirkan."

__ADS_1


Ketua Asosiasi terdiam mendengar pertanyaan Shiro, ia tidak menyangka Shiro akan mengajukan pertanyaan seperti itu.


Lelaki tua itu tersenyum lalu menjawabnya: "Jiwa yang murni bukan masalah kebaikan atau semacamnya. Tapi memang sebuah Jiwa yang memang berasal dari Bumi, tanpa ada campur tangan kedua manusia dari kedua dunia. Jadi, Jiwa murni terkait manusia yang hanya memiliki darah dari salah satu garis keturunan manusia."


Jawaban dari Lelaki tua itu cukup mengejutkan Shiro dan Ketua Asosiasi. Ia tidak menyangka dirinya lahir dari keluarga yang murni berasal hanya dari salah satu Ras Manusia dari dua dunia yang berbeda.


Sedangkan Ketua Asosiasi bingung dengan hal ini, "Tapi kami mencatat semua leluhur anak ini, dan salah satu leluhurnya pernah kami coba untuk membuka segel buku ini dan hasilnya tidak bisa. Bukankah aneh jika anak ini sedangkan leluhurnya tidak bisa?"


Pertanyaan balik dari Ketua Asosiasi hanya mendapatkan senyuman dari Lelaki tua itu. Sedangkan Shiro terkejut dengan ucapan Ketua Asosiasi.


"Jangan bilang kalau yang dimaksud Jiwa murni bukanlah Shiro yang mempunyai tubuh ini, tapi Alvin Finnegan yang menempati tubuh Shiro?" pikir Shiro.


Setelah dipikir-pikir, itu mungkin benar. Ia berasal dari Bumi dan bereinkarnasi ke tubuh Shiro yang meninggal karena depresi. Itu berarti jiwanya bukanlah Jiwa Shiro melainkan Jiwa seorang Alvin Finnegan, penduduk Bumi murni.


Maka tidak heran kalau dirinya bisa membuka segel buku ini.


Lelaki tua itu tersenyum dan menanggapi gumaman dari Ketua Asosiasi: "Bagaimana kalau kalian melihat sejarah kami?"


Kemudian Lelaki tua itu melambaikan tangannya, setelah itu sebuah layar proyeksi muncul. Gambar di proyeksi itu berputar. Shiro mengenali gambar di proyeksi itu, karena gambar itu adalah sebuah gambar Bumi sebelum iia menyebrang.


"Ini adalah dunia yang kami tinggali sebelum di Endless Land. Dunia yang Makmur tanpa ada kekuatan sihir. Semuanya damai sampai akhirnya semua berubah karena suatu bencana."


Gambar yang ada di proyeksi juga berubah menjadi sebuah kehancuran, kebakaran, pembunuhan, monster, dan lain semacamnya.


"Disaat keputusasaan inilah, umat manusia bisa bersatu dan sebuah keajaiban pun datang. Beberapa manusia terpilih tiba-tiba memiliki kekuatan magis dan kami kembali memiliki harapan untuk mengatasi kekacaun ini."


Gambar berubah menjadi manusia yang muncul menebas monster, menembakkan sihir, dan lain semacamnya.

__ADS_1


Lelaki tua itu kembali menjelaskan: "Meskipun begitu, manusia tetaplah manusia. Ketamakan dan rasa iri yang tiada habisnya membuat manusia kembali hancur. Bukannya bersatu, kami malah saling membunuh. Akhirnya kami dikalahkan lagi."


Ekspresi lelaki tua itu berubah menjadi sedih, kemudian Ia kembali melanjutkan ceritanya: "Ditengah keputusasaan, kami sekali lagi mencari sebuah cahaya. Bagaikan doa kami dikabulkan, cahaya kembali datang. Sebuah Gerbang Dimensional muncul dan membawa sisa-sisa umat manusia ke dunia yang baru, dunia tanpa ujung. Kami menyebutnya Endless Land."


Ketua Asosiasi mencatat semua informasi penting dan terus memperhatikan gambar dengan seksama. Sedangkan Shiro, entah apa yang ia pikirkan saat ini, Ia penuh kebingungan.


"Selanjutnya, kami akan menjelaskan kedatangan kami ke dunia kalian. Mohon kalian perhatikan, kami harap sejarah ini bisa berguna bagi kalian."


Gambar berubah, pada gambar tersebut merupakan medan pertempuran. Banyak sekali Ras yang bertarung. Namun disana tidak ada manusia dalam pertarungan itu.


Gambar berubah kembali, kini terlihat gambar manusia yang sungguh tidak enak dilihat. Ketika Ras lain bertarung dengan Ras lainnya untuk memperjuangkan hak mereka. Manusia bertarung dengan manusia lain, mereka memamerkan kekuatan mereka untuk menjadi seorang pemimpin.


Situasi manusia saat itu juga dimanfaatkan oleh Ras Iblis dan Ras lainnya.


Ras lain sebenarnya takut dengan Ras manusia, karena mereka memiliki jumlah penduduk terbanyak dibandingkan Ras lainnya.


Namun selisih internal pada Ras manusia menimbulkan peluang bagi mereka. Mereka tidak mengiming-iming, mengadu domba antara manusia yang satu dan yang lainnya. Sehingga Ras manusia saling membunuh.


Ras manusia tidak sadar dengan trik kecil yang dimainkan Ras lainnya. Hanya ada beberapa Ras lain yang mencoba membantu Ras manusia, namun sifat angkuh dan perbuatan kekuasaan akan hak menjadi penguasa Endless Land membuat Ras lain yang ingin membantu Ras manusia tidak bisa berbuat apa-apa.


Pada saat ini, baik Shiro dan Ketua Asosiasi ingin sekali mencaci kebodohan Ras manusia. Dengan kualitas dan kuantitas yang mereka miliki, mereka pasti akan bertahan.


Meskipun kalah, mereka tidak akan mengalami kekalahan yang memalukan.


Benar saja, pada gambar tersebut. Populasi manusia berkurang drastis, umat manusia hampir punah. Untung saja disaat-saat terakhir, ada Ruler yang God buat untuk semua Ras yang ada di Endless.


Isi Rules itu adalah pengasingan bagi pihak Ras yang telah kehilangan lebih dari 70% populasinya.

__ADS_1


"Dan selanjutnya seperti yang kalian tahu. Kami diasingkan ke dalam Gate dan menemukan tempat tinggal yang sama dengan tempat tinggal kami yang lama, yaitu Bumi yang lain."


__ADS_2