Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
44. First Blood


__ADS_3

"Siap-siap menerima serangan." perintah Shiro kepada Brendy dan Denshu.


Keduanya mengangguk, Brendy masuk ke dalam keadaan Kamuflase.


Shiro menghitung jumlah Ice Elf yang berjumlah 12 orang, ditambah Shiryuu-senpai. Berarti ada 13 musuh yang harus dihadapi Shiro, Brendy dan Denshu.


Shiro melihat pemimpin Ice Elf yang berada paling depan memberi komando kepada Ice Elf yang berada di belakangnya.


Para Ice Elf sudah mulai bergerak.


Ada 4 Ice Elf yang berlari mengelilingi ruangan tersebut dan ada sebuah Dagger ditangan mereka.


" Sepertinya mereka hendak menyerang kita dari segala sisi, tetap waspada." perintah Shiro kepada Denshu dan Brendy.


Selain 4 Ice Elf yang berusaha menyergap mereka, ada 3 Ice Elf yang sedang bergumam, ntah apa yang mereka gumamkan.Mungkik sedang membaca mantra.


Shiro paham akan hal itu, ia memberi isyarat kepada Denshu untuk menyiapkan serangan juga.


Melihat Denshu yang menyiapkan mantra, salah satu Ice Elf Assassin berniat menyerang Denshu.


` dentang~`


Serangan Ice Elf Assassin tersebut berhasil ditangkis oleh Brendy.


"Tidak semudah itu menyerangnya, lawan aku." ucap Brendy dengan seringai di wajahnya.


Merasa serangannya gagal, Ice Elf tersebut mundur dan menjauh.


"Huahahaha~ Sepertinya mereka takut padaku." ucap Brendy dengan bangga.


"Tidak Bodoh, serangan Mage lawan telah datang." ucap Shiro menegur Brendy, mengingatkannya untuk bersiap menghadapi serangan lawan.


Ada 3 Bola Salju yang terbang mengarah kearah lokasi Shiro dan yang lainnya.


"Big Fire Ball."


Denshu juga melepaskan mantra yang tak kalah besar dari Bola Salju yang dilemparkan lawan.


` bang~`


Sebuah ledakan terjadi, kedua belah serangan tersebut bertabrakan. Efek serangan tersebut membuat area sekitar dipenuhi kabut.


Kabut putih menyebar dan menghalangi pandangan Shiro dan yang lainnya. Namun Shiro tahu keadaan sekitarnya lewat persepsi miliknya.


Melalui persepsinya, Shiro merasakan bahwa pihak musuh sudah mulai bergerak, mereka sepertinya berniat menyerang secara All-In.


Hanya pemimpin, 3 Mage dan Shiryuu-senpai yang tetap ditempatnya. Ice Elf sisanya sedang bergegas menyerang kearah Shiro, Denshu dan Brendy, termasuk keempat Ice Elf Assasin.


Dan Shiro bersiap menerima serangan mereka.


Perlahan, Bayangan pergerakan para Ice Elf terlihat dari balik Kabut Putih. Brendy dan Denshu sudah siap menerima serangan.


Brendy langsung memasuki kondisi Kamuflase dan mulai bergerak menyerang salah satu dari keempat Ice Elf Assasin.


dan Denshu, ia menghemat Aura miliknya yang tersisa sedikit, ia tidak berniat menghabiskan Auranya melalui pertarungan jarak jauh, ia berniat menyerang para Ice Elf melalui serangan jarak dekat.

__ADS_1


` dentang~`


` dentang~`


Serangan keempat Ice Elf Assasin berhasil dihalau sepenuhnya oleh Brendy dan Denshu, tentu ditambah Battle Pet milik mereka.


Shiro lega melihat ini, ia tidak perlu mengkhawatirkan serangan dari belakang, ia fokus menghadapi musuh yang ada didepannya.


"Huh~ Sepertinya pertarungan kali ini tidaklah mudah." ucap Shiro sambil mengeluarkan Soul Weapon miliknya.


Shiro memegang Katana dengan kedua tangannya, tidak lupa ia melapisi bilahnya dengan Aura. Lalu ia bergerak dengan cepat ke arah Ice Elf terdekat.


Shiro bergerak sangat cepat, Ice Elf yang diincar Shiro terkejut melihat Shiro yang tiba-tiba muncul di depannya.


` slashh~`


Belum sempat Ice Elf bereaksi, Shiro berhasil menebas leher Ice Elf tersebut secara instan tanpa perlawanan sedikit pun.


Kepala Ice Elf tersebut terjatuh, darah mengalir keluar layaknya mata air. Tubuh Ice Elf tersebut perlahan-lahan ambruk dan terjatuh.


"Satu." ucap Shiro.


...****************...


Di sisi Brendy.


`dentang~`


`dentang~`


Kedua Dagger saling bertabrakan menimbulkan percikan api ditengah Kabut Putih.


Entah karena mengerti ucapan Brendy atau karena melihat semangat juang Brendy, Ice Elf tersebut menjadi marah. Tebasan Ice Elf tersebut semakin cepat.


` dentang~`


` dentang~`


Brendy menangkis serangan Ice Elf tersebut sambil tersenyum, ia tambah semangat. "Bagus, itu yang ku inginkan."


Keduanya mundur.


Brendy menatap Ice Elf tersebut, "Mari lanjutkan."


...****************...


"Satu sudah mati." ucap Panatua Ice Elf.


Shiryuu-senpai terkejut, matanya berbinar. "Kuat sekali, kalian sungguh hebat."


Namun bukannya senyum kebanggaan yang muncul, Panatua Ice Elf tersebut tersenyum kecut. Ia menggelangkan kepala, "Bukan ketiga bocah itu yang mati, tapi salah satu anak buahku."


"Tidak mungkin. Bagaimana bisa?" ucap Shiryuu-senpai tak percaya.


"Bocah yang menggunakan pedang menebas Anak Buahku dalam sekali tebas. Gerakan bocah itu sangat cepat membuat Anak buahku tidak berkutik, bahkan aku pun sulit melihat pergerakannya." jelas Panatua Ice Elf.

__ADS_1


"Bocah Berpedang?" gumam Shiryuu-senpai.


Shiryuu-senpai berpikir mengenai Bocah berpedang, seingatnya tidak ada Bocah magang yang menggunakan pedang.


Tiba-tiba ia teringat perkataan Shiro bahwa Shiro mempunyai Soul Weapon, Shiro tidak memberitahunya tentang jenis dan kemampuan Soul Weapon miliknya.


Shiryuu-senpai pun belum pernah melihat Shiro menggunakan Soul Weapon miliknya. Jadi ia hanya bisa menebak bahwa Bocah yang menggunakan Pedanh adalah Shiro.


"Bocah itu mungkin bernama Shiro, kecepatannya mungkin berasal dari Pedang miliknya." ucap Shiryuu-senpai.


"Kalo begitu, kita hanya perlu memperlambatnya." respon Panatua Ice Elf.


Panatua Ice Elf lalu berbicara kepada para Ice Elf Mage yang tersisa.


Para Ice Elf Mage mengangguk, mereka mengulurkan kedua tangannya kedepan dan mulai membacakan mantra.


Dara tangan para Ice Elf Mage tersebut keluar Udara Dingin yang mengalir ke medan pertempuran.


"Semakin kuat Bocah tersebut, semakin kami tertarik." ucap Panatua Ice Elf.


...****************...


Kembali ke sisi Shiro.


Shiro yang paling dekat dengan para Ice Elf Mage, merasakan suatu perubahan yang terjadi.


"Sial." kutuk Shiro. Ia tahu apa yang direncanakan oleh Panatua Ice Elf.


Shiro mengeluarkan Sebuah pisau dan melemparkannya ke belakang.


` dentang~`


Pisau yang dilempar Shiro berhasil menepis serangan dari salah satu Ice Elf Assasin yang hampir menyerang Denshu.


Menyadari serangannya gagal, Ice Elf Assasin tersebut mundur dan menjaga jarak.


"Terimakasih Shiro." ucap Denshu.


Shiro mengangguk, ia menyadari keadaan Denshu dan ia mendekat ke arah Denshu, Mencoba melindunginya.


Shiro tau kalo Aura Denshu perlahan menipis akibat pertarungan sebelumnya. Denshu yang bertipe Mage Elemental, akan kesulitan melawan seorang Assasin sendirian.


Walaupun Denshu adalah seorang Battle Mage yang bisa menyerang dari jarak dekat, Denshu masih harus mengandalkan pasokan Aura dalam menyerang.


"Kau tidak apa-apa Denshu? Masih bisa bertarung ?" tanya Shiro.


"Kecuali kekurangan Aura, sisanya Tidak apa-apa. Tak perlu mengkhawatirkanku, aku masih bisa bertarung kok." Denshu berusaha menjawab dengan senyum diwajahnya.


Shiro tahu keadaan yang sebenarnya, ia pun tahu kalau Denshu berusaha bersikap tegar dan tidak ingin menjadi beban bagi Shiro.


Shiro hanya bisa mengangguk.


Merasakan Suhu semakin dingin, Shiro tidak bisa tidak memberikan perintah kepada Denshu dan Brendy.


"Huh~ Pertarungan Cepat." perintah Shiro kepada Denshu dan Brendy, takutnya mereka terlalu mengulur waktu. Bisa-bisanya mereka mati membeku disini.

__ADS_1


"Iya" ucap mereka.


~bersambung~


__ADS_2