
Selepas mencari tanaman obat. Shiro berjalan kembali ke tempat mereka berkumpul sebelumnya.
Karena ia pergi terlalu jauh, agak lama bagi Shiro untuk kembali.
"AAAAAAA~"
Ketika di dalam perjalanan, Shiro mendengar teriakan seseorang.
Shiro menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Shiro melihat sesosok monster besar layaknya seekor beruang yang sedang berlari tunggang langgang dikejar sekelompok lebah.
"Hahahaha.." Shiro tertawa terbahak-bahak melihat hal tersebut.
Sosok tersebut menoleh ke arahnya Shiro ketika mendengar suara tawa Shiro.
Melihat Shiro yang tertawa terbahak-bahak, sosok tersebut nampak kesal dan berlari ke arah Shiro.
"Tidak Brendy, jangan kesini" Shiro mencoba mencegahnya.
Ya, sosok tersebut adalah Brendy, tubuh berototnya bertambah bengkak akibat disengat Lebah, membuat sosoknya semakin besar.
Shiro berlari menjauh, tapi ia sengaja melambat agar bisa berbincang dengan Brendy.
"Waw, bagus kali otot barumu" sindir Shiro.
"Matamu, ini bukan otot !" balas Brendy.
"Terus apa ? Tahu ?"
"Bukan anjir, ini karena disengat lebah-lenah sialan tersebut"
Shiro menoleh kebelakang, ia melihat ke arah lautan Lebah yang mengejar mereka.
"Kok bisa ?" Shiro pura-pura terkejut.
"Begini ceritanya..."
Brendy mulai bercerita tentang pengejaran Lebah terhadapnya.
Ia bercerita kalau awalnya ia mencari tanaman obat, terus ia menemukan apel es yang busuk, ia melempar apel Es yang busuk tersebut.
Nah kebetulan Apel Es yang di lempar Brendy mengenai Sarang Lebah yang berada diatas kepalanya.
Sarang Lebah tersebut terjatuh dan menimpa Brendy, lalu ia tidak sempat menghindar dan terkena banyak sengatan Lebah.
Untung aja Brendy masih sempat kabur dan membawa obat oles anti racun serangga, termasuk Lebah.
"Jadi begitu ceritanya.."
Shiro mengangguk, "Lalu apakah kau sempat ngambil madu nya ?"
"Mana sempat, keburu bengkak semua badan ku." Brendy mendengus.
'Berarti Madu nya masih ada disana dong' pikir Shiro.
Lalu Shiro bertanya kepada Brendy, "Eh Brendy, tadi di arah mana Sarang Lebahnya jatuh ?"
__ADS_1
"Disana " Tunjuk Brendy.
"Makasih Brendy"
Setelah itu Shiro berlari lebih cepat dari Brendy dan memutar arah kembali ke arah yang ditunjuk Brendy.
"Hei Shiro, mau kemana ? jangan tinggalin aku." Brendy agak panik ditinggal Shiro.
"Tinggu disana, aku akan mengambil madu yang tertinggal"
"Terus aku bagaimana ?"
"Coba alihkan perhatian para Lebah dulu, nanti akan aku kasih madu bagianmu."
"Oke, awas ya kalau bohong"
"Iya iya"
Setelah itu, Shiro tidak lagi terlihat dari pandangan Brendy, Shiro sedang menuju arah Sarang Madu. Sedangkan Brendy, ia berkeliling tempat tersebut mencoba mengukur waktu, menunggu Shiro kembali.
...****************...
Shiro berlari cukup jauh, akhirnya ia menemukan Sarang Lebah yang disebut Brendy.
Hanya ada beberapa Lebah yang tersisa dan sedang mengerumuni Sarang Lebah yang sudah terjatuh tersebut. Sepertinya banyak para Lebah yang keluar mengejar Brendy.
"Unseen, apakah kau bisa mengalahkan mereka ?" tanya Shiro kepada Unseen yang berada di bayangannya
"Serahkan saja padaku"
Unseen langsung keluar dari Bayangan Shiro. Ia langsung menerjang ke arah Sekumpulan kecil Lebah.
Setelah itu, Unseen keluar lagi dari Bayangan dan mulai membunuh para Lebah satu persatu, lalu ia masuk lagi ke dalam Bayangan.
Hal ini dilakukan oleh Unseen berulang kali sampai para Lebah terbunuh semua, habis tak bersisa.
Setelah terlihat bahwa tidak ada lagi Lebah yang tersisa, Shiro langsung bergerak menuju Sarang Lebah.
Shiro tidak ingin repot-repot mengambil Mayat Lebah yang sudah terbunuh, ia hanya membiarkan Unseen memakan Inti Kristal para Lebah tersebut.
Shiro mengambil bongkahan besar Sarang Lebah yang berisi madu, dan memotong satu bagian kecil untuk diberikan kepada Brendy.
Setelah mengambil madu tersebut, Shiro mengubur sisa-sisa Mayat Lebah yang sudah mati. Bangkai monster yang tersisa, bisa menjadi sebuah penyakit di kemudian hari, jika tidak diurus dengan benar.
Lalu Shiro berjalan kembali ke tempat Brendy sambil menyesap Bongkahan Madu miliknya.
` slurrpppp~`
Shiro menyesap madu tersebut, rasa manis yang didapatkan Shiro, melekat di ditenggorokannya. Caranya kental keemasan mengalir pelan dari bibirnya. Rasa kepuasan terlintas diwajah Shiro.
Tidak sia-sia pengorbanan yang ia dan Brendy lakukan untuk mendapatkan Madu hutan ini.
Shiro berjalan mendekati arah Brendy, lalu ia mendengar teriakan Brendy. "Shirooo~"
Shiro melambaikan tangannya ke arah Brendy yang menyapanya, lalu Hsiro melemparkan bongkahan kecil Madu ke arah Brendy.
Brendy lalu menangkapnya.
__ADS_1
Brendy menjadi bahagia mendapatkan Madu dari Shiro, lalu ia menyesap madu tersebut.
" Slurrrrppp~ Ahhh~ Enak "
Ekspresi bahagia terukir di wajah Brendy, namun tidak dengan para Lebah yang mengejar mereka.
Lebah-lebah tersebut menjadi marah dan mengejar Brendy dengan lebih kencang.
Brendy terkejut dan berusaha menjadi lebih cepat, ia mengutuk " Sialan, Shiro bantu aku"
"Pffttt~" Shiro berusaha menahan tawa melihat ekspresi Brendy.
"Tenang, aku punya ini" Shiro mengeluarkan sesuatu dari Inventorynya.
Shiro mengeluarkan Sebuah bola kecil seukuran bola bekel. Bola kecil ini adalah bom asap yang disiapkan untuk mengusir serangga.
Lalu Shiro melemparkannya ke arah Brendy.
`Bam~`
Bola tersebut meledak, dan asap hitam-hijau menyelimuti Brendy dan sekitar.
"Uhukkk~ uhukkk~, Sialan kau Shiro, jangan kau lempar ke arahku" Brendy terjatuh karena menghirup terlalu banyak asap.
"Hahahaha~ Maaf ! Maaf ! Tanganku kepeleset, jadi salah lempar" Shiro tertawa terbahak-bahak, ia mencoba meminta maaf.
Namun dari ekspresi Shiro saat ini, Brendy tau kalo Shiro sengaja melakukan itu.
"Awas ya kau Shiro" ancam Brendy.
Shiro mengabaikan ancaman Brendy, ia melihat ke arah Sekumpulan Lebah tersebut. Banyak Lebah-lebah kecil yang tergeletak di tanah tak sadarkan diri.
Beberapa Lebah yang masih kuat, banyak yang tidak tahan dengan aroma asap tersebut, banyak dari mereka yang terbang dengan terhuyung-huyung dan pergi meninggalkan area tersebut.
Para Lebah tersebut pergi begitu saja, dan melupakan semua kejadian yang terjadi terhadap Brendy dan Shiro.
Shiro dan Brendy berjalan bersamaan ke arah tempat pertemuan.
Selama dalam perjalanan, mereka banyak berbincang tentang hasil panen mereka.
Lucunya, Brendy banyak salah ambil tanaman obat, beberapa hanya rumput biasa. Shiro menertawakan perilaku Brendy, dan Brendy hanya malu mendengarnya lalu membuang tanaman yang salah ambil tersebut.
Mereka terus berbincang, tak lama kemudian, mereka mendengar suara seseorang yang memanggil nama mereka. "Oy, kalian ! "
Shiro dan Brendy menoleh dan melihat seseorang yang ia kenali sedang menaiki Serigala Angin. Orang tersebut adalah Denshu.
"Shiro, Brendy, Tolong bantu aku! "
Mendengar permintaan tolong dari Denshu, Shiro dan Brendy agak heran. Terus mereka melihat Ular yang cukup besar sedang mengejar Denshu.
Mereka cukup terkejut, lalu mereka langsung memasuki mode bertarung.
Kera Putih milik Brendy langsung membesar dan maju ke depan, sedangkan Brendy langsung menghilang, ia memasuki kondisi kamuflase.
Denshu tetap diatas Serigala Angin, ia berada tidak jauh di belakang Kera Putih dan bersiap menggunakan skill miliknya.
Dan Shiro, Ia berdiri didekat Kera Putih milik Brendy, ia bersiap menerima serangan dari Ular besar tersebut.
__ADS_1
Shiro maju dan memberikan gerakan provokatif kepada Ular tersebut. "Ayo maju..."