Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
154. Interogasi


__ADS_3

Seminggu telah berlalu di sisi Shiro. Banyak hal yang telah dilakukan Shiro di perkemahan Orc yang telah rata dengan tanah ini.


Shiro tidak meninggalkan perkemahan Orc ini karena ruang bawah tanah yang berisi pengorbanan Iblis. Ia takut akan ada kecelakaan disini, sehingga ia menetap untuk sementara sampai berhasil menginterogasi Iblis Orc.


Awalnya Shiro bosan hanya menunggu disini, namun Ia mulai menikmati waktu menunggu tersebut sebagai liburan. Banyak hal yang ia lakukan dengan Unseen. Mulai dari bermain permainan tradisional sederhana yang ada di dunia ini, sampai Shiro membawa permainan yang tren di kehidupannya sebelumnya, seperti Golf, Basket, dan lain sebagainya.


Keduanya sangat menikmati waktu luang tersebut.


Selama seminggu ini juga, Shiro sibuk memeriksa lingkungan sekitar. Sedangkan Unseen, konsumsi Auranya meningkat. Untung saja banyak Inti Kristal yang ia dapatkan ketika Unseen dan Twin White Tiger membantai para Orc. Sehingga Shiro tidak akan kehabisan stok Inti Kristal.


Hal yang paling aneh yang ditemui Shiro selama seminggu ini adalah mayat Orc yang dijadikan pengorbanan. Mayat-mayat tersebut tidak banyak luka ditubuhnya, namun anehnya darah mereka kering. Selain itu, tidak ada Inti Kristal lagi di dalam tubuh mereka.


Ini adalah hal teraneh yang ditemui Shiro, namun Shiro tidak banyak memikirkannya. Ia beranggapan kalau ini semua terkait dengan pengorbanan itu. Palingan ia merasa rugi karena tidak mendapatkan manfaat apapun dari ratusan mayat Orc tersebut.


Jadi dalam seminggu ini juga, Shiro dan Unseen akan mengubur mayat-mayat Orc itu agar tidak menimbulkan penyakit yang menular.


"Unseen, apakah masih lama?" tanya Shiro sambil mengayunkan tongkat Golf.


"Tidak, sepertinya hari ini sudah bisa keluar. Iblis itu sudah mulai kehilangan keinginan hidup. Mentalnya sudah hancur, tapi masih perlu beberapa waktu untuk dibawa keluar, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan."


Mendengar jawaban Unseen, Shiro mengangguk setuju. Tak perlu terburu-buru, yang penting semuanya berjalan lancar.


"Oh ya, kira-kira Iblis itu merasa sudah berapa lama di dalam sana?" tanya Shiro penasaran.


Unseen berpikir sejenak sebelum menjawab: "Mungkin sekitar 10 tahun."


"Lama juga ya," ucap Shiro.


"Ya, kekuatan mentalnya cukup besar. Jadi butuh waktu lama. Untung saja itu bukan waktu yang sama dengan kita."


Mendengar kata-kata Unseen, Shiro mengangguk setuju.

__ADS_1


Krukk! Perut Shiro berbunyi. Hari terlihat sudah siang, Shiro berniat untuk berhenti bermain.


"Mari kita istirahat."


Shiro dan Unseen melepaskan tongkat Golf mereka. Mereka datang ke tenda yang mereka sediakan untuk tempat tinggal dan untuk melakukan berbagai aktivitas.


Keduanya makan siang dengan makanan yang cukup sederhana. Karbohidrat dari nasi dan lauknya hanya berupa Daging kaleng murah.


Stok makanan di inventory Shiro sudah sangat menipis, sehingga mereka hanya bisa memakan makanan seadanya saja. Di lingkungan sekitar perkemahan Orc, tidak ada makhluk hidup yang bisa dijadikan makanan.


Bahkan Shiro berniat setelah berhasil membuka mulut Iblis Orc, ia berniat mencari Kota terdekat untuk mengisi persediaan. Lalu kembali melanjutkan perjalanan.


Waktu berlalu dengan cepat, keesokan harinya Unseen memberitahu Shiro kalau semuanya telah siap.


Mendengar ini, Shiro menjadi semangat. Ia tidak sabar untuk segera pergi dari sini. Ia sudah sangat bosan berlama-lama menetap ditempat yang sama tanpa ada pemandangan yang indah sedikitpun.


"Tunggu apa lagi, Ayo mulai."


Mendengar nada semangat Shiro, Unseen mengangguk. Ia mulai mengeluarkan Iblis Orc dari Shadow Prison.


Setelah itu terlihat tubuh Iblis Orc yang mulai muncul karena ditarik oleh tangan-tangan bayangan itu.


Melihat penampilan Iblis Orc sangat ini, Shiro merasa kasihan. Banyak sekali perbedaan yang terjadi pada penampilan Iblis Orc, terutama bagian tubuhnya.


Iblis Orc yang seingatnya berperut buncit, bagaikan sebuah balon yang menggelembung besar dan akan meledak. Kini terlihat kurus krempeng bagaikan sebongkah papan. Bahkan Shiro dapat melihat tulang selangkanya yang menonjol keluar.


Tak hanya perut, Shiro juga tidak lagi merasakan semangat pada tubuh Iblis Orc. Pandangannya juga terlihat kosong, matanya terlihat seperti mata ikan mati.


Jika Shiro tidak melihat Aura jahat yang telah melemah pada tubuh Iblis Orc, mungkin Shiro sudah mengira itu adalah orang lain.


"Silahkan tanya." ucap Unseen.

__ADS_1


Shiro mengangguk, ia mulai melakukan tugas interogasinya. Sedangkan Unseen, ia sudah memegang kamera dan bersiap untuk merekam informasi yang diberikan oleh Iblis Orc.


"Oke, yang pertama. Gate tempat kalian keluar berada dimana?"


Ini adalah pertanyaan pertama Shiro. Gate adalah yang penting, karena jika dibiarkan begitu saja, itu akan menghancurkan alam sekitarnya dan meluas secara perlahan.


Iblis Orc itu tidak menjawab, namun tangannya mulai terangkat perlahan dan mulai menunjuk ke suatu arah.


Melihat ini, Shiro mengerti. Ia tidak bertanya banyak masalah Gate, ia akan melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya.


"Bagaimana menutup Gate yang hampir terbuka karena ritual pengorbanan yang kau lakukan?" Shiro langsung bertanya pertanyaan utamanya.


Mendengar pertanyaan Shiro, Iblis Orc itu akhirnya membuka mulut. Namun suaranya tanpa ada intonasi sama sekali, datar bagaikan suara robot.


"Tanpa mayat, ritual akan gagal. Selama tidak ada pengorbanan, Gerbang penghubung akan perlahan-lahan tertutup dengan sendirinya."


Mendengar jawaban datar dari Iblis Orc itu, Shiro merasa kesal. Ia merasa dibohongi. Jika itu benar, berarti percuma saja ia menunggu selama ini.


Bahkan Shiro sempat curiga kalau Iblis Orc itu berbohong. Namun melihat ekspresi Iblis Orc yang tetap datar, Shiro yakin Iblis Orc tida berbohong kepadanya.


"Sial, Lalu bagaimana dengan simbol-simbol pada ritual pengorbanan itu?" tanya Shiro kembali.


"Itu adalah simbol yang digunakan untuk memulai pengorbanan, darah akan terserap ke dalam simbol-simbol itu, lalu ritual akan dimulai. Inti Kristal pada mayat itu akan dikonversi menjadi energi khusus untuk membuka Gerbang Dimensi yang menghubungkan dua dunia."


Mendengar jawaban dari Iblis Orc, Shiro akhirnya paham dengan rincian pengorbanan itu. Ia lalu melanjutkan untuk bertanya hal lain.


"Jika Gerbang Dimensi yang menghubungkan dua dunia berhasil dibuka, bagaimana menutupnya kembali?" tanya Shiro penasaran.


Shiro selalu memikirkan situasi terburuk, mungkin saat ini belum terjadi, tapi mungkin saja terjadi dimasa mendatang. Mumpung ada kesempatan, ia akan bertanya.


"Walaupun itu menghubungkan dua dunia, namun ada syarat khusus yang harus dipatuhi. Kami para Iblis yang taat kepada Lord Beelzebub, akan dipisahkan ke dunia lain. Lalu Gerbang Dimensi bisa tertutup jika Lord Beelzebub berhasil dikalahkan atau ada makhluk yang memiliki kekuatan tingkat tinggi tentang Ruang Dimensi yang bisa menutupnya secara paksa."

__ADS_1


Mendengar jawaban ini, Shiro tidak lupa mencatatnya agar tidak lupa. Itu berarti sama saja dengan Gate lain, tapi munculnya bukan secara acak.


"Oke, pertanyaan selanjutnya. Kenapa kalian ingin menduduki dunia kami?"


__ADS_2