
Saat Shiro hendak melangkah keluar dari Gate. Sebuah senandung lagu terdengar di telinganya. Lalu ia menghentikan langkahnya.
Sebuah senandung lagu yang sangat merdu dan enak didengar. Shiro sangat penasaran dengan suara tersebut. Walaupun ia tidak tahu apa arti dari senandung tersebut.
Alangkah terkejutnya Shiro ketika melihat kondisi sekitar.
Ada sesosok wanita yang duduk diatas batu karang di lautan dangkal, tidak jauh dari lepas pantai.
Walaupun muka wanita itu tidak bisa Shiro lihat, tapi Shiro yakin bahwa sosok yang duduk menghadap ke laut tersebut adalah sosok wanita, bukan dugong.
Cuma bermodalkan cahaya rembulan, menambah kesan layaknya seoarang Idol yang sedang menunjukkan suaranya.
"Mermaid kah ?" melihat sosok tersebut, Shiro tidak bisa tidak memikirkan legenda Mermaid atau putri duyung dikehidupannya sebelumnya.
Seperti Inilah cerita rakyat yang tersebar di masyarakat tentang putri duyung.
"Tidak, itu bukan Mermaid." Unseen mendekati Shiro dan menyanggah tebakan Shiro.
'masa itu benar-benar dugong?' pikir Shiro bingung.
"Lalu Unseen, apakah kau tahu ?" tanya Shiro.
"Ya aku tahu, itu adalah Siren." ucap Unseen dengan percaya diri.
Mendengar jawaban Unseen, Shiro mengangguk. Shiro tahu tentang legenda Siren yang sangat mirip dengan Mermaid. Namun ia masih bingung bagaiman Unseen bisa membedakannya.
Shiro memandang Unseen lalu bertanya perihal tersebut. "Bagaimana kau tahu kalo itu adalah Siren, bukan Mermaid?"
"Mudah saja, di Benua Tak Berujung, hanya beberapa Ras atau makhluk Laut yang terkenal. Salah duanya Siren dan Mermaid. Keduanya hampir mirip namun Mermaid terkenal baik. Sedangkan Siren adalah yang terburuk dan terlicik."
Shiro mengangguk, ia tahu bahwa Benua Tak Berujung adalah tempat Unseen berasal, dimana perang berbagai ras terjadi disana untuk memperebutkan hegemoni.
Namun Shiro masih tidak paham, ia memutuskan untuk mendengarkan Unseen.
"Bedanya Siren dengan Mermaid adalah kelicikannya. Nyanyian yang kau dengar adalah Siren's Lullaby sebuah nyanyian merdu yang bertujuan memikat musuh. Setelah musuh mendekat, ia akan mengeluarkan jeritan kuat yang membuat pingsan, kami menyebutnya Siren's Screams. Lalu setelah musuh pingsan, ia akan menyeret musuh tersebut kedalam air dan memakannya."
Mendengar penjelasan Unseen, Shiro akhirnya paham. Terutama ia mengerti kebenaran mengenai legenda Mermaid dan Siren di kehidupannya sebelumnya.
Keduanya sama-sama putri duyung, namun yang baik dinamakan Mermaid dan yang suka memikat dan membunuh orang adalah Siren.
Siren's Lullaby semakin merdu terdengar, beberapa Siren juga sudah muncul di karang yang ada di pinggir pantai.
__ADS_1
Para Siren tersebut duduk sambil bernyanyi.
Tak lama, ada beberapa monster yang terpikat dengan nyanyian mereka. Beberapa diantaranya adalah Moon Wolf yang Shiro temui di hutan.
Beberapa monster perlahan mendekati pantai, mereka seakan terhipnotis oleh Suara dari Siren tersebut.
Semakin lama semakin dekat, tepat dibawah karang tempat para Siren berkumpul. Para monster memandang para Siren tanpa ada rasa takut sama sekali. Seakan mereka sedang menikmatinya.
Para Siren berhenti bernyanyi, mereka memandang para monster yang mendatangi mereka dalam keadaan linglung.
Sebelum sempat para monster itu bereaksi. Para Siren membuka mulutnya, giginya yang tajam menyilaukan dibawah sinar bulan.
"AAAAAAA~" Sebuah teriakan terdengar dari para Siren. Membuat beberapa monster menceritakan kesakitan dan pingsan di tempat.
Shiro yang berada jauh diatas tebing, telinganya sampai berdengung karena efek dari Siren's Screams.
"Sial, jarak sejauh ini aja masih kena dampaknya." Shiro menutup telinganya. Frekuensi yang tinggi dari teriakan Siren membuat gendang telinga Shiro berdenyut hampir pecah.
Untung saja ia berada jauh, kalo tidak, mungkin ia sudah bernasib sama dengan para monster tersebut.
Ketika telinganya sudah baikan, Shiro melihat para Siren tersebut sedang menyeret para monster ke dalam air.
Walaupun suasana malam yang cuma disinari oleh cahaya redup dari sang rembulan. Shiro masih dapat melihat perubahan warna dari Air Laut tersebut.
Ia berniat kembali dengan perasaan murung, ketika hendak melangkah keluar melalui riak Gate, Shiro melihat Unseen yang sedang memotret di sekitarnya.
"Unseen, apakah kau memotret para Siren tadi ?" tanya Shiro.
Unseen tidak menjawab, tapi Shiro dapat melihatnya mengangguk.
Shiro sangat senang, walaupun ia tidak tahu Unseen mendapatkan kamera tersebut dari mana. Namun ia bersyukur, berkat Unseen, misinya bisa selesai lebih cepat.
Shiro keluar dari Gate dengan senyuman di wajahnya. Dalam perjalanannya kembali, Shiro berfikir banyak.
Ia melihat Unseen yang sepertinya sangat tertarik dengan kamera rekaman miliknya.
Daripada membantunya dalam pertarungan, Shiro berniat menjadikan Unseen sebagai fotografer pribadinya. Tentu saja, membantu pertarungan menjadi pekerjaan sampingan Unseen.
Shiro kembali ke Camp tepat waktu, para pahlawan lainnya masih tidur dan Shiro berganti setelannya dan pergi tidur juga.
Walaupun ia tidak terlalu capek, setidaknya ia butuh istirahat untuk menambah energinya untuk beraktivitas pagi nanti.
__ADS_1
......................
Pagi harinya.
Shiro bangun dengan nyenyak, ia melihat para pahlawan lain sedang asyik mengobrol dengan teman mereka.
Shiro lega, karena sepertinya tidak ada pihak yang mengetahui kepergiannya semalam.
Ia mencuci muka dan hendak kedapur untuk mengambil jatah makanan miliknya.
Masalah pelaporan hasil investigasinya semalam, Shiro berniat memberitahukannya siang nanti. Ia berniat menyelesaikan pekerjaan hari ini dengan cepat, lalu meminta izin sementara untuk pulang ke Kota A.
Saat sedang asyik makan sendirian di bawah sebuah pohon besar, sesosok wanita berpakaian layaknya pahlawan mendatangi Shiro.
Sembari melewatinya, wanita pelayan itu berbisik kepada Shiro. "Bagaimana investigasinya? Apakah sudah membuahkan hasil ?"
Mendengar ucapan wanita pelayan itu, Shiro terkejut. Ia dengan cepat berbalik melihat wanita pelayan itu.
Wanita pelayan itu hanya melirik Shiro sebentar, ia seakan memberi isyarat agar Shiro bisa mengikutinya. Lalu ia pergi berjalan begitu saja seakan tidak ada yang terjadi.
Shiro menghentikan kegiatan makannya dan mulai mengikuti wanita pelayan itu.
Merasa sudah sepi dan tidak ada orang, wanita pelayan itu berhenti dan berbalik menatap Shiro. "Aku dari Asosiasi Pahlawan, bagaimana hasil investigasinya ?"
Mendengar hal ini, Shiro mengerti, lalu ia mulai memberitahukan secara singkat mengenai temuannya. "Sudah ada hasilnya, Ras utama dan kemungkinan Bos dari Gate tersebut adalah Siren."
Tak lupa ia menunjukkan hasil gambar dan rekaman pemandangan Siren tersebut.
Melihat bukti konkret dari Shiro, Wanita pelayan itu mengangguk, lalu ia mengeluarkan Alat Komunikasinya dan menyerahkankan kepada Shiro. "Silahkan beritahukan langsung kepada Markas Pusat."
Shiro mengangguk, ia langsung mengambil alat komunikasi yang diberikan.
Menunggu panggilan ke Markas Pusat Asosiasi Pahlawan terhubung, Shiro melirik wanita pelayan itu. Shiro bisa merasakan bahwa Wanita Pahlawan tersebut sedang menyiapkan sebuah mantra atau skill.
Benar saja, sebuah dinding udara tembus pandang berbentuk lingkaran mengelilingi mereka.
Merasakan tatapan Shiro, Wanita pelayan itu hanya tersenyum dan menjelaskan, "Tenang saja, ini adalah ruang kedap Suara yang kuciptakan, dengan ini kau bisa menjelaskan sedetail mungkin tanpa takut ada pihak lain yang mendengar."
Mendengar penjelasan dari wanita pelayan itu, Shiro lega, kekhawatirannya teratasi.
Panggilan ke Markas Pusat Asosiasi Pahlawan akhirnya terhubung.
__ADS_1
"Halo ini Zero, ingin melaporkan hasil investigasi."